
"Mas. . .kamu sudah mau berangkat?" Tanya Kinan yang baru bangun tidur.
"Iya sayang, kamu istirahatlah, kalau ada apa-apa panggil Sofi saja."Ujar Randy.
"Mas mau kopi?"Tanya Kinan segera turun dari kasur.
"hm.. kamu mau membuatkan?" Tany Randy.
"Tentu saja. .. aku buatkan dulu ya." Ujar Kinan.
Kinan segera pergi ke dapur untuk membuat segelas kopi panas. Dia mulai menyalakan teko listriknya, Kina tidak lupa menhambil sesendok gula dan satu setengah sendok kopi. Setelah teko listrik berbunyi yang menandakan air sudah mendidih, Kinan segera mencabut kabelnya dan menuangkan air panas pada gelas. Tak lupa dia mengaduk sebanyak 24x seperti yang Sofi katakan beberapa waktu yang lalu.
"Kamu sedang apa Kin?"Tanya Sofi yang tiba-tiba sudah berada di dapur.
"Astaga. . kau mengagetkanku. Aku sedang emmbuat kopi untuk mas Randy."Ujar Kinan.
"Kinapa tidak menggunakan mesin kopi saja?" Ujar Sofi.
"Aku belum terbiasa menggunakan mesin kopi. . " Ujar Kinan.
"Kau menghitung jumlah adukannya?"Tanya Sofi.
"Hm.. sesuai yang kau katakan dulu."Ujar Kinan.
"aku tidak yakin itu Kin, aku kira itu hanya akal-akalan Pak Randy untuk mengerjaimu. Tapi semenjak kamu bikin kopi dengan 24x adukan aku jadi ikutan seperti itu." Ujar Sofi.
"Astaga. . awas saja kalau dia memang mengerjaiku. . habislah dia." Ujar Kinan.
"Ehh . . kau mau apa?" Tanya Sofi.
"Buat perhitungan dengannya. . " Ujar Kinan membawa segelas Kopi untuk Randy
"Semoga tidak ada perang. . .Sebaiknya aku masuk ke dalam kamar sebelum perang di mulai." Ujar Sofi berlari ke kamar.
"Mas. .. ini kopinya mas.. . " Ujar Kinan menyusul Randy yang sedang memakai sepatunya.
"Terimakasih sayang. . ." Ujar Randy menerima secangkir kopi buatan Kinan dan meminumnya.
"Enak tidak mas?" Tanya Kinan dengan pelan.
"Enaklah. . .buatan istriku pasti enak. . ." Ujar Randy memuji kopi buatan Kinan.
__ADS_1
"Mas. . .aku mau tanya sesuatu. . ." Ujar Kinan.
"Tanya apa sayang?" Randy meletakkan kopinya di atas meja.
"Adukan kopi 24x yang dulu mas perintahkan ke Sofi. . ." Ujar Kinan yang belum selesai langsung di potong oleh Randy dan meminta maaf.
"i. .itu hanya . . .supaya kamu pelan-pelan mengaduknya sayang. Sungguh aku tidak mengerjaimu. Mana mungkin mas mengerjai isteri mas. . Mas kan cinta sama isteri mas. .sungguh mas tidak bohong. . " Ujar Randy.
"Jadi benar. . .dulu mas hanya mengerjaiku?" Kinan menyipitkan kedua matanya pada Randy.
"Mmmph. . ." Randy segera melu*at bi*ir isterinya dengan lembut supaya Kinan tidak marah-marah padanya.
"Hhh. .. aku susah bernafas Mas. .. " Ujar Kinan.
"Maafkan mas dulu nanti mas lepaskan. . ." Randy memeluk Kinan denagn sangat erat. "Maafkan Mas ya. . . Sebagai gantinya kamu boleh belanja apa saja dengan Sofi. . .nih bawa saja. " Randy menyodorkan black card pada Kinan.
"Hmm. . terimakasih Mas. Mungkin mas lupa aku juga punya ini. Tapi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini mas. Aku kan isteri yang baik. . .jadi harus nurut sama suami kan. . iya kan mas?" Ujar Kinan membuat Randy terbengong karena ingat dia juga memberinya black card saat belum menikah dengan Kinan dulu.
Asal kamu bahagia lah . . . Asal kamu jangan marah lagi sama aku. . .Lagian uangku juga masih banyak. . .Hartaku tidak akan habis walaupun kamu habiskan black card itu. -Batin Randy yang ujung-ujungnya menyombong dirinya sendiri.
"Ya sudah mas berangkat dulu ya sayang. . .Kamu jangan nakal. Kabari mas setiap kamu berpindah tempat. . .CUP." Randy mencium kening Kinan.
"Hati-hati Mas. . ." Ujar Kinan.
••Baik Kin.••
Di Tempat Lain*. . .
"Hai Ran. .. kapan sampai di sini?" Tanya Gerry.
"Tadi pagi Ger. Apakah anakmu sudah lahir?"Tanya Randy.
"Belum . . Bagaimana kabar isterimu? Dia di apartemen sendirian?" Tanya Gerry.
"Ada Sofi yang menemaninya. Kenapa kamu tidak bilang kita menggunakan wanita itu sebagai brand ambassador?" Ujar Randy dengan serius membuat Gerry terkejut.
"Maafkan aku, aku hanya membantunya saja. Sepertinya job dia sedang sepi. Daripada dia mengejarmu, lebih baik aku berikan dia pekerjaan." Ujar Gerry yang memang itu alasan dia menjadikan Febby brand ambassador supaya dia ada kesibukan sehingga tidak berulah.
"Kau tahu, dia datang di hari pernikahanku. Untunglah Sofi dan yang lainnya mengurusnya dengan sangat apik, dan mengembalikannya sampai rumah dia." Ujar Randy.
"Benarkah? Dia tidak cerita padaku. . .apakah mereka memukuli wanita itu?" Tanya Gerry.
__ADS_1
"Hmm. .. yang aku lihat dia di tampar karena terus saja bicara dan bahkan menggoda staffku yang pria. Sekarang staff ku lebih garang daripada aku Ger. Jadi aku lebih tenang saat isteriku bersama mereka. Dan sebentar lagi isteriku juga akan garang seperti mereka." Ujar Randy.
"Hahahah. . .Aku tak percaya para staff mu berani berbuat kasar pada wanita itu Ran. . ." Gerry tertawa saat mendengar Febby mendapat tamparan dari staff Randy.
"Ya begitulah staff ku yang sekarang. Rasanya aku seperti tidak perlu menyewa bodyguard untuk menjaga isteri dan anakku." Ujar Randy.
"Isterimu sedang mengandung?"Tanya Gerry.
"Tidak . .maksudku . . .belum." Ujar Randy.
"Lalu anakmu? Kau memiliki anak dari wanita lain? Astaga. .. aku tidak menyangka kamu senekat itu Ran. . " Ujar Gerry menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak seburuk itu Ger. . dia anak salah satu staff yang aku tugaskan untuk menjaga isteriku. Dia meninggal setelah mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu." Ujar Randy.
"Oh. . .maaf. . .lalu kenapa anak itu denganmu?"Tanya Gerry .
"Karena anak itu sudah tidak punya siapapun di dunia ini. Satu-satunya yang dia miliki hanya ibunya, tapi ibunya meninggal karena kecelakaan itu dan saat kejadian dia masih memikirkan keselamatan isteriku Ger. Dan kau tahu, dia memanggilku dan isteriku Papi. .. Mami." Ujar Randy dengan terharu.
"Kau dan isterimu memang benar-benar berhati malaikat Ran. . .kalau kau bersama wanita itu, tidak mungkin kau seperti sekarang ini. . ." Ujar Gerry terkekeh.
"Untung saja aku bertemu Kinan sebelum aku tahu Febby menyukaiku. " Ujar Randy.
Tidak lama kemudian beberapa klien datang satu-persatu, Randy dan Gerry segera menyambutnya dan menyalaminya. Sampai pada tamu terakhir yaitu Febby, dari pintu masuk wajahnya sudah berbinar melihat sosok pria yang ia cintai ada disana.
Randy tak menghiraukannya dia masih berbincang dengan kliennya tanpa memperdulikan kedatangan Febby. Saat Febby hendak mendekati Randy, Gerry segera memanggilnya dan mengajak Febby duduk di kursi yang telah disediakan.
Selama rapat berjalan, Febby tak henti-hentinya memandangi wajah Randy meski Randy tak melihatnya. Saat jam makan siang tiba, Febby sengaja duduk di samping Randy.
"Hai Ran. . . Aku tidak menyangka kita bertemu disini." Ujar Febby.
"Aku juga tidak tahu kalau kau yang menjadi brand ambasador."Ujar Randy.
"Apa kau senang setelah tahu aku brand ambasador nya?" Tanya Febby dengan percaya dirinya.
" Excuse me sir, you are called Mr. Gerry at this time ( Permisi Pak, Anda di panggil Pak Gerry saat ini )" Ujar sekretaris Gerry.
" Oh okay. thank you (Oh baiklah. terimakasih)." Ujar Randy. . "Maaf Fe, aku di panggil Gerry." Ujar Randy segera pergi meninggalkan Febby.
huh. . .. Gerry menggangguku saja. . padahal kan aku masih kangen. . -Batin Febby kesal.
••••
__ADS_1
Maaf kalau tata letak penulisan bahasa inggrisnya salah, , , 🌹🌹