
Celline dan Sofi tampak sibuk mempersiapkan semuanya. Mulai dari beberapa balon berbentuk hati dan juga berwarna pink kesukaan Febby. William yang tidak tahu apa-apa hanya membantunya tanpa banyak bertanya karena sepertinya Sofi juga Celline sedang sibuk sekali dan di kejar waktu.
Setting ruangan selesai pukul 5 sore, Sofi Celline dan juga William langsung duduk di lantai bersandar pada tembok ruangan arah balkon. ketiganya menghela nafas panjang panjang secara bersamaan dan kemudian tertawa.
" Finally it's over, I hope today's drama ends soon. ( Akhirnya selesai juga, aku harap drama hari ini segera berakhir.)" Ujar Sofi.
" I also hope like that Sofi. (Akupun berharap seperti itu Sofi.)" Ujar Celline.
" Who is actually having a birthday? Or will someone express love? (Sebenarnya siapa yang berulang tahun? Atau ada yang akan menyatakan cinta?)" Tanya William pada Sofi dan Celline.
"More precisely trap William. (Lebih tepatnya penjebakkan William)" Ujar Sofi tersenyum.
" Is it true? Who is the target? I think this is an event for the year or someone wants to confess or maybe surprise a proposal. (Benarkah? Siapa targetnya? Aku pikir ini ada sebuah acara uoang tahun atau ada yang ingin menyatakan perasaan atau mungkin kejutan sebuah lamaran.)" William tak percaya.
" Hmmm. . Looks like our plan is Successful Cell. . "Ujar Sofi pada Celline yang dibalas dengan sebuahbanggukan dan senyuman dari Celline. "Indeed this is what we expect William. We want the target to feel like a special person, before she is depressed and sorry." Lanjut Sofi pada William.
"Gosh. . apparently my guess was blown away from what I thought. (Astaga. . ternyata tebakanku meledat jauh dari apa yang aku pikirkan.)" Ucap William menggelengkan kepalanya.
" It's time for us to report, and take a shower right away. We must dress up beautifully before seeing an extraordinary performance Sofi. And you William, you also have to see it. Because after all you have become a driver Pour Randy right? (Waktunya kita untuk laporan, dan segera mandi. Kita harus berdandan cantik sebelum melihat sebuah pertunjukkan yang luar biasa Sofi. Dan kau William, kau juga harus melihatnya. Karena biar bagaimanapun kau sudah menjadi sopir Tuang Randy bukan?)" Ujar Celline.
"Yes you are right Celline. . Let's report immediately and get ready. (Ya kau benar Celline. . Ayo kita segera laporan daa bersiap-siap.)" Ujar Sofi.
"Okey. . .(Baiklah)" Ujar William mengikuti Celline dan juga Sofi yang pergi meninggalkan ruangan itu.
William.kembali ke mobil, sedangkan Sofi dan Cellin menuju lantai atas dimana Randy dan kedua temannya berada saat ini. Sesampainya di lantai atas, Celline dan Sofi berjalan sejajar mendekati Randy dan hang lainnya yang masih duduk di sofa sejak siang tadi.
"Selamat sore Tuan, kami sudah selesai men setting ruangan untuk nanti malam." Ujar Sofi pada ketiga pria yang sednag duduk.
"Baiklah, ayo kita lihat. . . " Ujar Frans berdiri lebih dulu.
Mereka segera turun ke lantai 2, dan berjalan menyusuri lorong untuk menuju ruangan yang sudah di setting Sofi dan juga Celline. Sesampainya disana, semua mata terbelalak melihat hasil settingan keduanya yang tertata raoih dan tidak kalah dengan yang sudah ahlinya.
__ADS_1
"Wah. . . keren sekali. . . ." Ujar Frans.
"Ini benar hasil tangan kalian berdua?"Tanya Gerry tak percaya.
"Bertiga Tuan, William juga membantu kami dalam memasang beberapa dekor ymyang berada diatas." Ujar Sofi.
" Sofi tak perlu diragukan lagi, acara ulang tahun putriku juga dia dan teman-temannya yang memgerjakan. Kau sudah melihatnya kan Ger. .. " Ujar Randy.
"Ah ya. . .aku ingat. . .Kau benar-benar tidak perlu kami ragukan lagi Sofi." Ujar Gerry.
"Terimakasih Tuan, ini juga atas kerjasama Celline dan juga William." Ujar Sofi.
"Baiklah kalau begitu kami akan kembali ke penginapan dulu." Ujar Randy.
"Hmm. . .Baiklah. . pukul 7 harus sudah disini Randy " Ujar Frans.
"Baiklah." Ujar Randy segera berlalu dan diikuti Sofi dari belakang.
"Oh astaga. . .sudah pukul 18.30. . . Aku harus segera menyiapkan pakian untuk Pak Randy." Ujar Sofi saat baru tersadar dari tidurnya.
Sofi segera masuk ke dalam kamat Rabdy dan menyiapkan pakaian untuk Randy. Melihat Randy yang masih tidur, Sofi segera membangunkannya dan memintanya segera bersiap-siap karena waktu tinggal sedikit lagi.
"Pak. . . .Pak Randy. . ." Ujar Sofi dengan pelan.
"Hmm. . ." Ujar Randy.
"Sudah pukul 18.40 Pak. Sebaiknya kita segera bersiap-siap. Pakaian sudah saya siapkan di ruang ganti." Ujar Sofi.
"Oh Baiklah. . terimakasih Sofi, kau kembalilah ke kamar untuk bersiap-siap. Kau juga harus melihat pertunjukannya." Ujar Randy.
'Baik Pak." Jawab Sofi.
__ADS_1
Sofi segera kembali ke kamar untuk bersiap-siap. Ia mandi hanya beberapa menit saja karena waktu yang tidak banyak. Sofi berhias di depan kaca, seperti sedang bersiap-siap sebelum kencan dengan kekasihnya.
"Astaga. . .apakah seperti ini rasanya bersiap-siap sebelum kencan? Tapi sayangnya aku bersiap-siap seperti ini hanya untuk melihat sebuah drama yang kita persiapkan sendiri." Gumam Sofi.
"Ah sudahlah. . .sebaiknya aku segera ke kamar Pak Randy sebelum dia memanggilku." Ujar Sofi lagi.
Disisi Lain. . .
"Malam ini aku harus bisa bertemu dengan Randy dan berkencan dengannya. Aku akan meminta Randy untuk menemaniku minum." Ujar Febby yang sudah berdiri di depan kaca.
"Sudah hampir pukul 7 sebaiknya aku sehera bergeges, sebelum Randy eprgi meninggalkan Perusahaan Gerry. Randy. . .I am Coming. . ." Ujar Febby lagi.
Febby sengaja menghubungi MUA untuk datang ke appartement dan mengubah dirinya menjelma menjadi menjadi sosok princess yang cantik supaya Randy tertarik padanya.
Febby mengenakan dress merah dengan belahan dada yang rendah. Dia sengaja berdandan untuk Randy, dan berpura-pura tidka sengaja bertemu di kantor Gerry supaya Randy tidak menghindar darinya dan mau diajaknya untuk menemani ia minum.
Sesampainya di Perusahaan Gerry, Febby turun dari mobil dan berjalan dengan berlenggang menyebakkan rambutnya untuk menarik perhatian semua orang yang ada di sana.
Astaga. . .Apakah dia tidak salah kostum? Tidak seharusnya dia ke Perusahaan memakai pakaian seperti itu. menjijikan sekali.
Semua mata memang tertuju pada Febby, tapi tidak untuk memujinya. Mereka menggelengkan kepalanya dan langsung membuang muka dan sibuk dengan aktivitas masing-masing.
Febby segera melangkah menuju pintu masuk yang sudah ada William yang sedang duduk disana bersama seorang penjaga. Febby bertanya apakah Randy masih ada di sana atau tidak tanpa memandang William daa penjaga disana.
"Randy masih di dalam?"Tanya Febby dengan angkuh.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Terimakasih yang sudah mampir. . .🙏🙏
Mohon kritik dan Sarannya 🌹
__ADS_1