
Pernikahan Kinan dan Randy sudah di depan mata. Dua hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan di salah satu gedung besar milik keluarga Ardhana. Kinan sudah di pingit sejak satu minggu yang lalu karena harus mengikuti aturan dari Eyang dan juga Nenek yang setuju dengan aturan Eyang.
Kinan hanya mengikuti, untung saja ada si kecil cantik yang selalu menghiburnya. Dan beberapa temannya juga selalu datang ke rumah karena ingin bertemu dengannya juga Alina.
"Mami. . Nana mau ice cream." Rengek Alina pada Kinan.
"Kamu mau ice cream?" Tanya Kinan.
"hmm... "Menganggukan kepalanya.
"Baiklah, ayo kita cari di kulkas, ada ice cream atau tidak. . " Ujar Kinan bersiap-siap untuk menggendang Alina.
"Tidak Mamih. . "Ujar Alina menggelengkan kepalanya.
"Lalu bagimana sayang?Bukankah kamu ice cream? Ayo ikut Mami ke bawah Nak." Ujar Kinan dengan sabar.
"Nana mau Papi. . . " Ujar Alina.
"Nana kangen Papi? Baiklah, Mami akan menghubunginya. Kita baru bisa bertemu Papi 2 hari lagi sayang."Ujar Kinan.
"Kenapa Mami?"Tanya Alina.
"Karena Mami sedang di pingit. . ."Ujar Kinan.
"Pingit apa?"Tanya Alina.
"Astaga. . anak kecil mana tahu. . hmm.. Mami sama Papi tidak di ijinkan untuk bertemu beberapa hari sebelum Mami dan Papi menikah Nak." Ujar Kinan lagi menjelaskan pada Alina dengan sabar.
"Ooh. . menikah apa Mami?"Tanya Alina lagi.
"Ya Ampuuun. . . bagaimana lagi aku harus menjawabnya.. Nana pernah melihat perempuan memakai gaun yang indah?"Tanya Kinan.
"Iya. . "Jawabnya seraya menganggukan kepalanya.
"Lalu yang pria memakai jas. . . mereka duduk di kursi yang sama sama." Ujar Kinan.
Paham kan Nak? Jawab Iya Nak . jangan buat Mami mu bingung. . Please. . . -Batin Kinan.
"Lalu Mami dan Papi naik kereta kuda?" Tanya Alina.
Hmmm itukan Barbie Nak. Aduuuh. . . -Batin Kinan.
"Ya. . bisa jadi. "Ujar Kinan dengan ragu.
"Hik. . . hik. . . hik. . ."Alina menangis.
"Nana kenapa menangis?Apa Mami salah?"Tanya Kinan.
"Mami dan Papi naik kereta kuda. .Nana ditinggal. . hik. .hik. . hik. . "Ujar Nana.
Ah elahh. . .salah lagi. . .-Batin Kinan bingung.
"cup. . .cup. . cup. . .Anak Mami yang cantik. . . Ayo nak kita telepon Papi saja ya. ."Ujar Kinan mengangkat tubuh Alina ke pangkuannya.
"Papi. . . "Teriak Alina saat melihat Randy di layar ponsel.
"Halo Nana sayang. . . Kamu merindukan Papi?"Tanya Randy.
__ADS_1
"Hmm. . Papi Nana mau ice cream."Ujar Nana.
"Di rumah tidak ada ice cream Mas, bisa minta tolong pesan ice cream untuk Nana?Ayah, Bunda dan Bang Kea sedang mengantar Nenek ke Bogor. Aku hanya dengan Eyang, Nana dan sus Ani."Ujar Kinan.
"Papi . Mami. . ."Ujar Alina.
"Ohh baiklah. . Papi bisa minta tolong belikan Nana ice cream? Anak cantik ini sedang ingin ice cream Papi."Ujar Kinan menuruti Alina.
"Baiklah . . Lima belas menit lagi ice cream akan datang ya Mami. . . ."Ujar Randy mengikuti Kinan membuat keduanya tertawa karena aneh dengan panggilannya.
"Kamu mau apalagi Nak? Selagi Papinya nurut. . ." Ujar Kinan.
"Papi. . ."Panggil Alina.
"Iya sayang. . "Ujar Randy dengan lembut.
"Amiyu Pi. .. "Ujarnya.
"Kamu bicara apa sayang?"Tanya Randy.
"Amiyu Papi. . "Ujar Alina.
"Sayang, apa kata Alina. . aku tidak mendengarnya . ."Ucap Randy.
"I miss You Papi."Ujar Kinan menerjemahkan bahasa Alina.
"I miss You too Mami.. . Nana" Ujar Randy yang sengaja meminta Kinan mengulangnya karena dia susah sekali meminta Kinan untuk romantis kepadanya meski sudah dipancing dengan banyak rayuan.
Astaga. . .anak dan Papi kompak sekali. . .Kau sudah mengikuti jejak Papi untuk merayu Mami Nak? -Batin Kinan tersipu malu.
"Sudah ya Pi. . Nana mau menunggu ice cream. . Dadaaah Papi Nak……"Ujar Kinan.
"Daah. . princessnya Papi."Ujar Randy.
Di rumah Randy. .
"Siapa yang meneleponmu Nak?"Tanya Mami.
"Kinan dan Nana Mah."Ujar Randy.
"Apa katanya? Apakah Nana merindukan Mamah? Tanya Mamah.
"Tidak, dia hanya merindukanku. Nana meminta ice cream dan aku yang harus membelikannya Mah."Ujar Randy.
"Aduuuh. lucu sekali anak itu. . Mamah ingin bertemu Nana. . tapi harus menunggu dua hari lagi. . . Mamah harus membeli beberapa hadiah untuk cucu Mamah."Ujar Mamah dengan senangnya dan berlalu ke kamarnya.
"Kak Randy. . . Ada panggilan dari Ka Febby."Teriak Rayna membuat Randy kaget.
"Kau sudah bilang apa saja?"Tanya Randy pada Rayna dengan lirih.
"Aku tidak bilang. . aku baru menjawabnya dan dia langsung to the point ingin bicara dengan kakak tidak dengan yang lain."Ujar Rayna dengan jujur.
"Kau berkata jujur?"Tanya Randy.
"Sungguh Ka."Ujar Rayna.
"Hmm.. baiklah.. . Aku pinjam ponselmu sebentar."Ujar Randy.
__ADS_1
"Hallo Fe. Ada apa?"Tanya Randy
"Hallo Ran. . Kenapa nomormu tidak aktif?Kau baik-baik saja kan?Kalau tidak aku akan segera terbang ke Indonesia sekarang juga."Ujarnya dari seberang sana.
"Tidak perlu Fe, lagian disitu bukankah sudah malam? Aku baik-baik saja. Aku akan pergi perjalanan bisnis ke luar kota selama satu minggu."Ujar Randy.
"Oh baiklah. . .kenapa nomormu tidak aktif?"Tanya Febby.
"Oh. . mungkin baterai habis. . . aku lupa tidak mengisi nya"Ujar Randy.
"Hmmm...Baiklah. Kau hati-hati disana."Uhar Febby.
"Hmm."Randy menutup teleponnya.
"Hayoo. . .. Kakak selingkuh dari Kakak ipar kan?"Tanya Rayna yang tiba-tiba sudah ada di belakang Randy.
"Astaga. . . Like daughter like mother. . .sama-sama suka membuat orang jantungan."Ujar Randy menjitak kepala Rayna.
"Aawhh sakit. . . Kenapa Kakak tidak bilang saja kalau lusa akan menikah dengab Kakak ipar? Kakak tidak selingkuh kan?"Tanya Rayna.
"Apa??? kau selingkuh Ran? Kurang apa lagi dari Kinan? Siapa dia yang berani-beraninya menghubungi anak Mamah yang mau menikah?"Tanya Mamah dari belakang.
"Febby Mah. . ."Ujar Rayna.
"Apa? Febby? Kau berhubungan lagi dengannya Ran? Kau tidak boleh mempermainkan wanita Nak, siapa yang mengajarimu seperti ini?Haruskah Mamah masukkan kamu lagi ke perut Mamah? Hah? Kau mau namamu terpajang di koran Randy Putra Ardhana batal menikah diduga telah ada wanita lain di hatinya. . . Kau mau seperti itu?"Ujar Mamah.
"Ini gara-gara kau anak kecil. . ."Ujar Randy ingin menjitak Rayna.
"Maah. . .tolong aku. . . ."Rayna segera berlari dan bersembunyi di balik badan Mamah.
"Kau mau menjitak adikmu lagi karena dia membocorkan rahasiamu?"Tanya Mamah berdecak pinggang.
"Mah, dengarkan aku dulu. . . Aku tidak ada apa-apa dengan Febby. Percayalah Mah. Hanya Kinan yang ada di hatiku, dan juga Nana Mah. Mana mungkin aku mengkhianati mereka Mah." Ujar Randy.
"Lalu kenapa Kakak tidak memberitahu saja kalau akan menikah?"Tanya Rayna dari balik badan Mamah.
"Iya kenapa? Apa perlu Mamah saja yang memberitahunya?"Tanya Mamah.
"Ti..tidak. . bukan seperti itu Mah. Randy tidak ingin dia datang ke Indonesia hanya untuk menggagalkan acara penikahanku dengan Kinan. . . Setelah kami sah menjadi suami isteri, Randy janji akan mengatakan ini pada Febby Mah."Ujar Randy.
"Janji???"Tanya Mamah.
"Iya Mah janji. . ."Jawab Randy.
"Mana jari kelingkingmu?"Ujar Mamah.
"Di tanganku lah. . "Jawabnya.
"Seperti ini cepat. . .. "Melipat semua jari kecuali kelingking.
"Nih sudah. . . apa lagi?"Tanya Randy.
"Sini jarimu."Mamah mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Randy. "Kau sudah berjanji dengan Mamah, Rayna jadi saksinya. Kalau kau berani menyakiti Kinan dan mengkhianatinya kau akan habis Nak. Ingat itu."Ujar Mamah menepuk pundak Randy.
"Astaga. . . Kan Randy anak Mamah."Ujar Randy.
"Siapa yang bilang kau bukan anak Mamah??"Tanya Mamah dengan sinis.
__ADS_1
"Ahhhh. . .terserah Mamah saja lah. Wanita memang selalu benar. . Randy yang salah. Astaga. . . "Randy segera berlalu meninggalkan Mamah dan Rayna.