
Setelah beberapa hari menginap di rumah kedua orangtuanya, Alina dan Chandra memutuskan untuk kembali ke rumah mereka. Karena biar bagaimanapun saat ini Alina sudah menjadi seorang isteri dan harus menuruti permintaan suaminya.
Hari-hari Alina dan Chandra berjalan dengan penuh kebahagiaan. Setiap waktu mereka selalu menyempatkan waktunya untuk berbincang membicarakan seputar aktivitas masing-masing seharian ini.
Alina telah resign dari Rumah Sakit tempat nya ia bekerja, saat ini dia bekerja di sebuah klinik besar yang Chandra Hadiah kan untuk nya. Gelar ya sebagai seorang dokter Spesialis anak, menjadi hiburan tersendiri saat para pasien datang untuk berobat.
"Selamat pagi, silakan duduk Bu." Sapa Alina saat masuk seorang Ibu dengan anak kecil.
"Terimakasih Dokter." Ucapnya seraya duduk di kursi depan Alina.
"Hai anak manis... Ada keluhan apa?" Tanya Alina mengalihkan perhatiannya pada anak perempuan den an rambut di kuncir dua.
"Semalaman badannya panas Dok, tidak bisa tidur juga." Ucap Ibunya menjelaskan, karena pasien masih berusia 4 tahun dan tampak malu-malu saat di tanya.
"Panasnya sejak kapan Bu?" Tanya Alina dengan jemari tangan kanan menggerakkan pena diatas kertas putih yang terletak di atas meja kerja nya.
"Kemarin siang Dokter, saya pikir hanya panas biasa. Tapi semalam tiba-tiba dia menangis dan saat saya cek badannya panas juga." Ucap Ibunya lagi.
"Untuk makannya bagaimana Bu?" Tanya Alina lagi.
"Makan hanya sedikit, katanya sakit untuk menelan." Ucapnya menjelaskan.
"Kalau begitu, kita pindah dulu ya ke atas bed. Adek naik sini Sayang. Tiduran disini, Dokter mau dengar dulu suara jantung Adek." Ucapnya dengan lembut.
Setelah memeriksa suara nafas dan keseluruhan, Alina mengeluarkan tongue Stik dan penlight untuk memeriksa adanya radang atau tidak.
" Sayang coba buka mulutnya.. Aaa." Ucapnya seraya memperagakan d membuka mulutnya supaya pasien mengikutinya.
Alina segera mengarahkan penlight yang sudah di nyalakan ke dalam mulutnya. Terlihat ada sedikit warna merah pada kerongkongan.
Mereka kembali duduk di kursi, dengan Alina sibuk menulis resep obat untuk pasien. Setelah selesai menulis, Alina segera menjelaskan tentang diagnosis pasien secara jelas.
"Ibu, setelah saya periksa tadi.. Anak ibu mengalami radang tenggotokan. Nah untuk radang itu sendiri, bisa dikenali gejala nya, seperti susah untuk menelan, suhu badannya naik, dan anak akan merasa tidak nyaman karena adanya rasa panas di area kerongkonan."Ucapnya dengan lembut jelas.
__ADS_1
"Saya sudah menulis beberapa resep Obat untuk anak Ibu, untuk sementara waktu berikan makanan yang halus saja ya Bu, dan perbanyak minum air putih." Imbuh Alina menjelaskan.
"Oh baik, Dok. Maaf kalau boleh saya tau, penyebab dari radangnya apa Dok?" Tanya Ibu dengan serius.
"Nah, untuk radang itu sendiri biasanya di sebabkan karena bicara terlalu keras, luka bakar kmaren mengkonsumsi makanan atau minuman yang masih panas, mulut kering, atau bisa juga karena tidur dalam keadaan mulut terbuka." Jelas Alina dengan perlahan memberikan penjelasan secara sederhana agar lebih mudah di pahami.
Setelah merasa cukup, mereka segera keluar dari ruang periksa. Satu persatu pasien berdatangan dan berhasil di selesaikan tepat pukul 15.30. Setelah memastikan tidak ada pasien lagi, Alina segera membuka ponselnya ya g sejak tadi bersarang di saku jas kebanggaan nya.
Terlihat beberapa notif masuk di layar ponselnya, beberapa chat masuk salah satunya dari Chandra yang saat ini sedang bekerja. Pesan masuk dua jam yang lalu, kebetulan saat makan siang pasien banyak sekali, hingga Alina tidak sempat membuka ponsel.
Setelah membaca beberapa pesan yang dikirimkan dari Chandra, Alina segera menghubungi suaminya hanya untuk sekedar say hello.
...Lt. 5 ...
...Wijaya"s Group Building...
Ruangan tampak sunyi, hanya terdengar suara ketikan keyboard laptop. Sosok pria dengan dasi berwarna biru mencolok garis-garis tengah sibuk berkutat dengan beberapa laporan yang baru saja di terima nya dari berbagai divisi Perusahaan.
¬"Hay, Sayang. Apa aku mengganggu mu?"
¬"Hay Queen. Tentu saja tidak, sebanyak apapun pekerjaan di depan mataku, kamu tetap number one for me. Apakah pasien mu sudah kosong?"
¬"Hmm.. Pasien terakhir telah selesai lima menit yang lalu. Maaf aku baru sempat menghubungi mu."
¬"Tidak apa, kau pun harus konsisten dan bertanggungjawab dengan apa yang sudah menjadi kewajiban Queen. Aku tidak akan keberatan. Toh setiap malam kau sudah memberikan perhatian mu sepenuhnya untukku."
¬"Aku beruntung memiliki suami dirimu Sayang. Sudah baik, perhatian, pekerja keras, bertanggungjawab, dan bonusnya tampan. Sungguh Tuhan begitu baik padaku."
¬"Akupun beruntung, punya istri penurut, lembut, cantik dan selalu memberikan apa yang ku minta seperti malam tadi."
¬"Hais, astaga. Sayang, apa kau tidak malu kalau ada yang mendengarmu. Oh iya, aku lupa. Lusa Mami mengundang kita makan malam di rumah, dan juga mengundang Mamah, Papah dan semuanya untuk datang. Apakah mereka bisa?"
¬"Tentu saja bisa, tidak ada alasan untuk mereka menolak sayang. Nanti sepulang kerja aku akan menjemputmu. Dan kita ke rumah untuk menyampaikan undangan makan malam."
__ADS_1
...Jam 12.00 WIB ...
...Di Coffe shop...
Terlihat dua anak manusia yang belum memiliki ikatan apapun sedang duduk berduaan di meja no 12 yang terletak di sudut ruangan dekat jendela. Keduanya tengah asyik mengunyah makanan yang datang 10 menit lalu.
Setelah makanan habis tak tersisa, mereka masih stay dan berdiam untuk beberapa saat. Mereka hanya saling melempar pandang satu sama lain, dan terlihat salah tingkah karenanya.
"Hmm... Bagaimana kuliahmu?" Tanya seorang pria untuk memulai percakapan siang itu.
"Lancar Kak." Hanya itu jawaban yang keluar dari mulutnya.
"Kapan ada Praktek Kerja Lapangan?" Tanyanya lagi sengaja untuk mengulur waktu supaya mereka bisa lebih lama bersama.
"Kalau tidak ada halangan bulan depan Kak. Kemarin baru mengajukan permohonan di tempat magang dan sekarang masih menunggu feedback." Jawabnya kali ini dengan sedikit panjang.
"Dimana tempat yang akan kau tuju?" Tanyanya lagi.
"Wijaya Group Kak. Kalau di tempat Kakak, kan ada Papah dan semua nya banyak yang kenal. Jadi aku ingin coba ke tempat yang sekiranya tidak ada orang yang aku kenal. Hitung-hitung aku belajar bersosialisasi di tempat yang baru." Jawabnya lagi.
"Pilihan yang tepat, apa yang bisa aku bantu supaya kamu di approve untuk magang di sana?" Tanyanya lagi menawarkan bantuan pada gadis csntik di hadapannya.
.
.
.
.
Jangan lupa Like, Komen, Rate 5 dan juga vote seikhlasnya. 😍😍😍
Happy Reading 😘😘
__ADS_1