Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Tante Dona


__ADS_3

Sebelum berangkat ke acara keluarga Randy, Lia menyempatkan waktunya untuk menemani putri semata wayangnya yang masih berusia 3 tahun. Lia harus bekerja banting tulang seorang diri untuk menghidupi putrinya setelah suaminya meninggal karena sakit.


"Sayang... kamu tidur ya. Mau Ibu bacakan dongeng?" Tanya Lia dengan lembut.


"Tidak, aku hanya ingin di peluk Ibu." Ujar Alina dengan polos.


"Baiklah Ibu akan selalu memelukmu sayang.... Tumbuhlah menjadi anak yang baik dan rendah hati ya nak. Maafkan Ibu yang tidak bisa menemanimu setiap hari. Suatu saat kamu akan tahu, Ibu melakukan ini semua untukmu." Ujar Lia mengecup kening Alina yang saat ini berada dalam pelukannya.


"Ibu jangan menangis. Ibu sakit?" Tanya Alina memegang kedua pipi Lia dengan tangan mungilnya.


"Tidak, Ibu sehat... Ibu tidak mau sakit agar Ibu selalu bisa menjaga Alina." Ujar Lia menahan air matanya.


"Nana Ibu, panggil aku Nana. Karena suster selalu panggil aku Nana." Ujarnya dengan suara imutnya.


"Baiklah Ibu lupa....Maafkan Ibu Nana. Sekarang Nana tidurlah, Ibu akan memeluk Nana." Ujar Lia memeluk dan mengusap-ngusap punggung putri semata wayangnya.


Tidurlah sayang.... Terimakasih kamu sudah memilih rahim Ibu untuk mengandungmu... Terimakasih karena sudah memilih Ibu dan Ayah untuk menjadi kedua orangtuamu.... Ayah sekarang pasti sudah bahagia di surga.... Tumbuhlah menjadi gadis yang baik dan rendah hati ya Nak... Maaf Ibu jarang ada waktu untukmu, karena ibu harus menemani Aunty Kinan, dia wanita yang baik..... Walaupun dari keluarga yang cukup berada dia selalu rendah hati dan tidak sombong... Aunty Kinan juga selalu menyanyakan perkembanganmu setiap hari.... Suatu saat Ibu akan mengajakmu untuk bertemu dengan Aunty Kinan ya... -Batin Lia.


Setelah Alina tidur, Lia segera turun dari kasurnya dan bersiap-siap untuk menjemput Maya dan juga Sofi. Sebelum meninggalkan rumah, Lia menitipkan anaknya kepada pengasuhnya yang juga tinggal bersamanya.


"Suster... Saya ada acara malam ini. Saya titip Alina ya." Ujar Lia dengan ramah.


"Baik Bu. Hati-hati di jalan." Ujar pengasuh.


Setelah berpamitan, Lia segera menjalankan mobilnya untuk menjauh dari rumahnya. Lia akan menjemput Sofi lebih dulu karena jaraknya dekat dengan tempat tinggalnya. Setalah menjemput Sofi, mereka segera menuju rumah Maya. Mereka menjadi teman dekat berkat Kinan, meski perbedaan status mereka tapi tidak menjadi penghalang untuk berteman. Bahkan Kinan, Maya juga Sofi selalu menyemangati Lia untuk menjaga buah hatinya.


"Menurut kalian sekarang Kinan sedang apa disana?" Tanya Maya.


"Pasti dia sedang mendengarkan adik iparnya bercerita." Ujar Sofi.


"Kinan pasti sekarang sudah menjelma menjadi seorang Princess... " Ujar Lia menebak.


"Itu pasti, apalagi dia kan pasangan Pak Randy... Aku tidak sabar ingin segera melihatnya." Ujar Maya.

__ADS_1


"Menurut kalian apakah anak kecil itu akan datang ke acara malam ini?" Tanya Sofi.


"Hmmm. besar kemungkinan.... kecuali ada orang dalam." Ujar Lia.


"Awas saja kalau dia mengganggu Kinan dan Pak Randy. Aku sudah memakai highels besar, jadi kalau ada yang mengganggu Kinan akan berurusan dengan highels ku."Ujar Maya.


"Kau tak perlu melepas highels mu May... sudah ada Pak Randy yang akan menjaga Kinan." Ujar Sofi tertawa saat mendengar ucapan Maya.


Sesampainya di Hotel, mereka turun di lobby dan menyerahkan kunci mobil pada petugas disana untuk membawanya ke area parkir mobil yang sudah mereka persiapkan untuk tamu yang akan datang.


Tak berapa lama kemudian Haris, Lila dan juga Devi sampai. Maya dan yang lainnya menunggunya untuk masuk ke dalam gedung bersamaan. Saat mereka akan melangkahkan kaki masuk ke dalam gedung, Revan memanggilnya membuat semuanya berbalik badan dan takjub.


Tampan sekali Revan.... Aku harus bisa bersamanya malam ini... Setidaknya semua mata akan melihatku saat bersama Revan. -Batin Devi.


Maya... kamu cantik sekali.... Aku datang malam ini agar aku bisa melihat wajahmu.. -Batin Revan.


"Wah...... semenjak Kinan menjadi Kepala Divisi, kita semua bisa kompak ya. Datang saja bjsa sekompak ini." Ujar Lila.


"Hei... kita tidak sedang lomba.... Ini acara keluarga Pak Randy... Apa kalian lupa?" Ujar Maya.


"Re... ayo kita masuk." Devi menggandeng lengan Revan membuat Revan kaget dan spontan melihat Maya.


Maya hanya melemparkan senyum pada Revan dan mengangguk. Revan yang mengerti maksudnya hanya diam agar tidak mengacaukan mereka malam ini. Maya berjalan berjejer dengan Maya dan juga Lia, sedangkan Lila sudah pasti menggandeng kekasihnya.


Kau pasti cemburu kan May melihat aku dengan Revan.... Hanya aku yang pantas dengan Revan... Maafkan aku harus bersaingan denganmu. -Batin Devi tersenyum licik.


Di Lantai 2...


"Kak.... pakai ini..." Ujar Rayna memberikan kotak perhiasan.


"Ini kan milikmu Ray." Ujar Kinan.


"Kata siapa? Itu milik Kakak. Kak Randy membelinya untuk Kak Kin." Ujar Rayna.

__ADS_1


"Kenapa dia tidak bilang padaku?" Tanya Kinan tak percaya.


"Karena Kak Randy tidak pandai merangakai kata-kata manis Kak." Ujar Rayna.


"Hmm. tapi kamu tetap sayang pada kakakmu kan yang kadang-kadang aneh." Ujar Kinan.


"Itu sebuah keharusan Kak. Mau tidak mau karena dia Kakak Ray.." Ujar Rayna tertawa.


"Jadi kau terpaksa?" Tanya Kinan.


"Sedikit... hanya sedikit.... Saat Kak Randy sedang menyebalkan...ingin rasanya aku bisa mengutuknya, tapi yang ada dia yang mengutukku. Tapi meski begitu, Kak Randy adalah Kakak yang baik, karena selalu mengawasiku kemanapun dan dimanapun aku berada. Kak Raandy tidak ingin aku kenapa-kenapa. Sampai-sampai ponselku GPS harus selalu aktif supaya dia tahu keberadaanku." Ujar Rayna.


"Ya begitulah kakakmu... dibalik sikapnya yang kadang aneh tapi dia lelaki yang penyayang." Ujar Kinan tersenyum ketika mengingat sikap Randy yang sweet padanya.


"Hai anak-anak Mamah, lama sekali makeupnya...." Ujar Mamah masuk menghampiri Rayna dan Kinan.


"Sudah selesai Mah, Iya kan Kak?" Ujar Rayna.


"………………" Kinan hanya menganggukan kepalanya.


"Ya sudah ayo kita keluar. Sayang, kamu belum berkenalan dengan tante-tante Randy kan. Ayo Mamah antar " Ujar Mamah.


"Iya Mah." Ujar Kinan berdiri.


"Mah……… ingat, jangan biarkan Tante Dona dekat-dekat dengan Kakak Iparku." Ujar Rayna mengingatkan Mamahnya karena sejak tadi Randy juga berpesan pada Rayna agar tidak dekat-dekat dengan tante Dona.


"Mamah tahu sayang... Kamu juga ikut Mamah..." Ujar Mamah.


Kinan, Mamah dan Rayna keluar dari kamar Rayna. Mereka menuju ruang tengah dimana keluarga besarnya berada, Mamah memperkenalkan Kinan kepada keluarga besarnya. Semuanya sangat welcome pada Kinan dan bahkan memujinya kecuali Tante Dona yang sejak melihat Kinan datang langsung membuang muka.


Dona adalah adik kandung Harun, Papah dari Erika. Dona sudah mendengar banyak cerita dari keponakannya yang suka mengarang cerita dengan sangat indah dan mempengaruhi mindsetnya.


Jadi gadis ini yang merebut Randy dari Erika... Memang dia lebih cantik, lebih anggun, lebih manis, lebih tinggi, lebih segala-galanya dari Erika... tapi Erika lebih pantas dengan Randy. -Batin Dona ketika Kinan menyalaminya.

__ADS_1


__ADS_2