Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Family Time


__ADS_3

Hmm. . dia perempuan yang cerdas. Meski terlihat tomboy tapi jiwa keibuan tak bisa di tutupi. .


"Bang Kea kenapa melihatku seperti itu? Apakah ada yang salah denganku?" Tanya Sofi.


"Hmm Tidak. . .Maaf jika emmbuatmu tidak nyaman." Ujar Keanu pada Sofi.


"Oh baiklah, tidak apa bang . ." Ujar Sofi mengusap kepala Alina dengan lembut.


Kenapa aku jadi deg-degan sekarang? Astaga apakah aku punya penyakit jantung? Aku harus cek ke dokter besok. . .


Sofi juga menjadi salah tingkah saat tahu Keanu menatap wajahnya. Wajahnya merasa panas karena maerasa malu dan entah apa lagi yang ia rasakan saat seorang pria menatap wajahnya dalam waktu yang cukup lama.


"Tante. . .masih lama ya?" Tanya Alina pada Sofi.


"Tidak sayang . .sebentar lagi. Sabar ya." Ujar Sofi pada Alina.


Tak berapa lama kemudian, nama Alina di panggil untuk masuk ke ruang Rontgen. Keanu menggendong Alina dan membawanya diikuti oleh Sofi di belakangnya.


Sofi melepaskan baju Alina di ruang ganti dan memakaikan kain untuk menutupi tubuhnya.


"Sayang, Tante di sana dulu ya, Tante tidak kemana-kemana." Ucap Sofi mencium pucuk kepala Alina sebelum masuk ke ruangan agar terbebas dari radiasi.


Setelah selesai, Sofi kembali menghampiri Alina dan membawanya ke ruang ganti untuk kembali memakaikan baju Alina. Keanu sejak tadi melihat Sofi dan Alina dengan tatapan kagum.


Setelah di perbolehkan meninggalkan ruang rontgen, Keanu dan Sofi segera membawa Alina untuk kembali pada yang lainnya. Namun di tengah jalan, Keanu berpapasan dengan dokter Lani.


"Selamat siang dokter Ke .. " Sapa Dokter Lani dengan ramah.


"selamat siang dokter Lani. " Ucap Keanu dengab ramah.


"Maaf dokter, bolehkan saya berbicara 4 mata dengan dokter. Ini menyangkut pekerjaan dokter kedepannya disini." Ucap dokter Lani.


"Oh Baiklah, kalau begitu aku dan Alina kembali ke kamar dulu. . .Permisi. . ." Ujar Sofi menggendong Akina menaauh dari Keanu dan juga dokter Lani.


"Kalau begitu kita bicarakan di ruang kerja saya dok. Silakan." Ujar Dokter Lani.


"Oh Baiklah. . " Ucap Keanu mengikuti dokter Lani menuju ruang kerjanya.


Sesampainya di dalam ruang kerja dokter Lani, Keanu di persilakan untuk duduk di sofa kecil yang ada di sudut ruang kerjanya di dekat jendela yang. Dokter Lani mengambilkan minum di kulkas kecil yang berada di sudut sebelah sofa.


Mereka terlibat obrolan yang cukup serius. Dan sesekali Keanu menarik nafas dengan berat setiap kali Dokter Lani selesai menyampaikan informasi padanya.


"Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang? Lagian bukan sayabyang menginginkan posisi ini. Apakah saya harus menolak? Atau?" Ujar Keanu dengan bingung.

__ADS_1


"Tentu saja Dokter harus bersaing. Dan saya juga akan mendukung Dokter, karena saya yakin Departemen spesialis bedah anak akan menjadi lebih baik setelah Dokter yang mengambil alih." Ujar Dokter Lani.


"Huhh. . Baiklah jika tidak ada pilihan lain yang bisa aku lakukan." Ujar Keanu.


"Saya percaya, dokter bisa menghandle semuanya. Saya hanya ingin dokter mempersiapkannya sebelum terjun di Rumah Sakit ini." Uaar Dokter Lani.


"Hmm Terimakasih." Ujar Keanu.


Hampir satu jam lamanya mereka membahas tentang rencana kedepannya setelah Keanu mulai bekerja di Rumah Sakit Permata.


Keanu keluar dari ruang dokter Lani dengan langkah yng tidak semangat dan tidak bisa di tebak apa yang sedang ada di dalam pikirannya say itu.


Sementara itu. . .


"Mami. . ." Panggil Alina saat masuk ruang rawat Kinan.


"Hallo sayang. Kamu sudah selesai?" Tanya Kinan.


"Sudah, pemeriksaannya cukup singkat. Dan hasil akan keluar besok kebetulan dokter paru ada jadwal besok siang jadi Bang Keanu sudah mendaftarkan Alina lebih dulu untuk Konsul. " Ujar Sofi.


"Dimana Bang Kea? Kenapa tidak kembali bersama kalian?" Tanya Kinan.


"Dia bersama dokter Lani, tadi tidaa sengaja bertemu di lorongm Dan katanya ada sesuatu yang ingin mereka bicarakan empat mata, jadi aku membawa Nana untuk kembali lebih duly." Ujar Sofi menjelaskan.


"Hmm. . kalau begitu aku pulang dulu ya." Ujar Sofi.


"Nanti diantar Bang Kea saja Sof. . ." Ujar Kinan menahan Sofi.


"Tidak perlu Kin. Aku bisa sendiri." Ujar Sofi tersenyum dengan manisnya.


"Kalau begitu pakai mobilku. . " Ujar Randy melempar dengan pelan kunci mobilnya pada Sofi.


"Ti. . tidak perlu Pak. . Saya naik Taxi online saja" Ujar Sofi pada Randy.


"Kalau kau menolak, gajimu aku potong 75%. . " Ujar Randy.


Astaga. . . Bos macam apa ini. . main potong dan nambah gaji seenaknya saja. . .Bukannya senang aku tidak merepotkan malah mengancam mau potong gaji.


"Nah. . .itu Abang sudah kembali. . " Ujar Kinan saat melihat Keanu masuk ke dalam ruangannya.


"Hah. . ??" Ujar Sofi menoleh ke arah pintu dan ternyata benar, Keanu sudah kembali dengan senyum manisnya.


"Ke. . antar Sofi pulang. Sekalian kau pulang, istirahat di rumah. Hari ini biar aku dan Nana yang disini. . Aku ingin family time dengan isteri dan anak." Ujar Randy mengusir yang lainnya secara halus.

__ADS_1


"Kau juga mengusirku?" Ujar Mamah dengan ketusnya.


"Aiiihhh. . .Aku kan hanya meminta Kea mengantar Sofi. . apakah ada yang salah?" Ujar Randy.


"Sebaiknya kita juga pulang Mah. . .Biarkan Randy dan Nana disini. Atau Nana ikut pulang dengan Opa Nak?" Tanya Papah pada Alina.


"Nana mau sama Papi Mami Opah. . " Ujar Alina.


"Ya sudah, kami pulang juga ya Nak. . Kasihan Nenek kalau terlalu lama di Rumah Sakit. Ayah kan juga baru saja pulang." Ujar Bunda.


"Iya. . .makasih semuanya. . .Sampai bertemu lagi di rumah nanti ya." Ujar Kinan.


"Hmm. . Kalau perlu apa-apa hubungi Mamah ya Nak. . " Ujar Mamah mengecup kening Kinan dan Alina bergantian.


"Iya Mah. . makasih." Ucap Kinan.


"Nana yakin tidak mau ikut Nena?" Ujar Rayna membujuk Alina.


"Tidak Nena. . Nana mau jagain Mami sama Adik Vin. . " Ucap Alina membuat semuanya tertawa karena gemas dengan Alina.


"Iya, sekarang sudah jadi Kakak Nana. . anak pintar. . ." Ucap Mamah mencium pipi Alina.


Semuanya berpamitan pada Kinan dan Randy. Alina duduk di pangkuan Randy dan menyandarkan kepalanya di dada Randy. Kinan tersenyum, melihat orang-orang tersayangnya bersamanya sekarang.


Semoga Adik Vin secepatnya bisa berkumpul. Melihat Mas Randy dan Nana saja aku sudah merasa hidupku begitu sempurna sekarang, apalagi jika Adik Vin sudah bersama kita.


"Papi. . Nana mau makan. . " Ucap Alina pada Randy.


"Astaga, Papi lupa. . .Princess Papi belum makan." Ujar Randy menepuk jidatnya karena melupakan jadwal makan siang Alina.


"Ya sudah, Mas dan Nana pergi makan di luar. Biar Nana tidak bosan disini Mas. Aku ingin istirahat. . " Ujar Kinan.


"Iya sayang. . kau mau titip apa? Biar mas belikan nanti." Ujar Randy.


"Apa saja Mas. . ." Ujar Kinan.


"Baiklah. . Mas dan Nana cari makan dulu. . kalau ada apa-apa, hubungi Mas ya. Kamu istirahat." Ucap Randy mengecup Kening Kinan sebelum pergi bersama Alina.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf sudah 3 hari ga Up 😄😄 InsyaAllah nanti Up lagi buat bayar yang kemarin-kemarin. . 😍😍


**Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 🌟🌟🌟🌟🌟, jika berkenan boleh juga vote 🙏🙏🙏)

__ADS_1


Terimakasih 🌹🌹**


__ADS_2