Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Jatuh Cinta 1


__ADS_3

Semoga keputusanku tidak salah, aku tidak ingin kehilangan pekerjaanku. Diluar sana banyak yang menginginkan kerja di perusahaan, dan aku tidak tidak mungkin melepasnya begitu saja. Arrrgh... kenapa si Pak Randy yang tampan itu harus berbuat seenaknya sendiri?


Kinan memasuki ruangan kerja dengan pandangan lurus kedepan tidak menengok kemanapun dan tidak mempedulikan teman-temannya yang saat ini merasa bingung melihat Kinan seperti orang bingung setelah menemui Pak Randy.


"May ... Kinan kenapa?Apa mungkin Kinan di pindahkan ke divisi lain agar divisi yang lain turut maju?" bisik Lila pada Maya.


"Entahlah, aku juga tidak mengerti. Aku berharap dia tetap disini bersama kita," Jawab Maya juga ikut berbisik.


Tokk tokk tokk!


"Permisi... ." seorang pria pengantar barang mengetuk ruang kerja divisi pemasaran.


"Iya Pak?" Maya menghampiri pria pengantar barang diluar ruang kerjanya karena takut mengganggu Kinan.


"Maaf Mba, saya mengantarkan pesanan untuk Mba Kinan. Apakah Mba Kinan ada?" Tanyanya dengan sopan.


"Ada, tapi saat ini sedang sibuk dengan pekerjaannya. Kalau begitu titipkan saja ke saya, nanti akan saya sampaikan ke Kinan," jawab Maya.


"Baik kalau begitu, silakan ibu menandatangani surat tanda terima nya," Ujarnya lagi menyerahkan secara kertas pada Maya.


"Baik Pak. Terimakasih ya ... ." Ucap Maya dengan ramah.


"Kin ... Kinan!",Maya memanggil Kinan.


"Kinan ... Kamu kenapa?" Tanya Lila ikut mendekati Kinan.


"Ti-tidak ... Aku tidak apa-apa," Jawab Kinan yang kaget saat melihat teman-temannya sudah berdiri di depan mejanya.


"Ini ada banyak paketan untukmu," Ujar Maya mengangkat kedua tangannya yang membawa beberapa papperbag untuknya.


"Oh sudah sampai rupanya. Terimakasih May!" Ucap Kinan berusaha untuk bersikap biasa saja.


"Kamu benar tidak kenapa-kenapa? Lalu untuk apa kamu disuruh ke ruangan Pak Randy?" Tanya Maya ingin tahu.


"itu ... itu aku di ... minta Pak Randy untuk ikut meeting besok. Karena aku kaget makanya aku sejak tadi masih memikirkan besok harus bagaimana," jawab Kinan berbohong.


Maafkan aku berbohong pada kalian ... Tapi aku tidak mungkin memberitahukan kalian kalau aku akan menjadi pacar kontrak Pak Randy, pasti nanti kalian akan berpikir yang tidak-tidak tentangku ...Maafkan aku ....


"Kinan, paketan sudah datang? Jangan lupa besok pagi kamu langsung ke ruangan Pak Randy ya. Untuk yang lainnya, mohon maaf besok saya meminjam Kinan seharian," Ujar Bu Sofi yang tiba-tiba sudah berada di pintu ruang divisi.


"Ba-baik Bu!" Jawab Maya yang takut jika Bu Sofi akan marah lagi.


"Iya, Bu Sofi! baik saya akan datang lebih awal," Jawab Kinan.


Bu Sofi kemudian pergi lagi dan menjauh dari ruang divisi. Maya dan yang lainnya merasa lega setelah Bu Sofi menjauh dari ruang divisi pemasaran dan tidak memarahinya karena tadi sedang berkumpul di meja kerja Kinan.


"Sudah waktunya makan siang, ayo kita pergi cari makan," Ajak Devi dengan semangat.

__ADS_1


"Ayo, kita ke Cafe Xx saja, di sana sedang ada menu baru katanya," Ujar Lila dengan semangat.


"Kin, kita makan siang yuk!" Ajak Maya.


"Ayo, mau kemana?" Tanya Kinan.


"Nanti kamu akan tahu," Ujar Lila mengedipkan sebelah matanya.


Kinan kamu harus bersikap biasa saja, toh mereka tidak akan tahu apa yang sudah kamu lakukan.


Anggap saja hari ini tidak terjadi apa-apa, biar bagaimanapun kamu sudah menandatanganinya...


Ayo senyum yang manis Kinan, senyum.... -Batin Kinan.


"Kin kamu mau pesan apa??" Devi menyerahkan daftar menu padanya.


"Baiklah... ." Kinan mulai menandai menu pilihannya.


"Kinan, kira-kira anak baru di divisi kita seperti apa? Kau sudah tahu?" Tanya Lila.


"Belum, tapi Bu Sofi memintaku untuk bersiap-siap saja dan mengawasinya supaya tidak kalian goda," Ujar Kinan pada ketiga temannya.


"Setampan apakah dia? Sampai kami harus menggodanya?" Ujar Devi.


"Setampan-tampannya seorang pria pasti akan ada yang lebih tampan lagi Dev!" sahut Maya.


Dasar betina, tidak bisa melihat cowok dengan tampang mulus sedikit. Harusnya mereka jangan hanya memandang pria dari fisiknya saja, untuk apa tampan tapi tidak bisa menghargai perempuan. Awas saja kalau nanti dia datang hanya untuk membuat wanita-wanita ini mengejarnya dan berakhir sakit hati karenanya... - Batin Haris melihat keempat temannya sedang menggosip tentang anak baru yang belum kelihatan batang hidungnya.


"Ris tidak usah cemburu, Lila tidak mungkin berpaling darimu. Percayalah!" celetuk Kinan setengah berbisik ketika melihat Haris sedang terdiam.


"Ti-tidak... Aku hanya sedang diam saja. Untuk apa aku cemburu padanya," Jawab Haris mengelak.


"Kau mungkin tidak cemburu, tapi sikapmu padanya sudah membuktikan kalau kau ada rasa. Hanya saja kalian sama-sama gengsi," Ujar Kinan.


"Apa kau seorang psikolog yang bisa membaca pikiran orang hanya dari sikap saja Kin?" Tanya Haris.


"Hmmm ... Bisa jadi," Jawab Kinan simple.


Dasar wanita selalu penuh dengan teka-teki dan membuat pria mati-matian untuk memecahkan teka-tekinya .... -Batin Haris.


"Apa kau sedang mengatai ku?" Ujar Kinan.


"Ti-tidak... ."Jawab Haris langsung.


"Makanan sudah datang. Mari kita makan," Ujar Maya bersemangat.


"Wahh!,terlihat lezat, bagaimana rasanya ya?",Ujar Lila.

__ADS_1


Di Restauran yang sama namun titik berbeda, seorang pria sedang mengamati Kinan dan teman-temannya yang sedang makan siang dalam satu meja. Mereka tampak sangat akrab dan ada rasa saling menjaga satu sama lain. Tawa bahagia terlihat dari wajah masing-masing, iapun tersenyum melihatnya meski dari jauh.


_._._._


Selesai meeting Randy dan Sofi mampir ke sebuah tempat makan dan memilih untuk makan di privacy room karena Randy tidak menyukai keramaian. Sofi dengan cekatan memilih menu makan siang untuk atasannya dan juga mempersiapkan segala sesuatunya seperti tissue basah, tissue kering dan juga permen yang biasa Randy minta setiap selesai makan.


Sementara itu Randy asyik dengan ponselnya sendiri dengan memainkan game. Tiba-tiba seseorang masuk dan memeluknya tanpa aba-aba membuat dirinya merasa tidak nyaman. Sofi yang melihat wajah atasanya yang tidak suka langsung menarik tubuh wanita itu dan memintanya untuk melepas pelukannya.


"Kak Randy, kamu kemana saja? Kenapa tidak pernah menghubungiku? Kamu tidak tahu kalau aku merindukanmu," rengek Erika memeluk tubuh Randy dengan erat.


"Maaf Erika! sebaiknya lepas pelukannya. Pak Randy tidak suka," Ucap Sofi mencoba menarik tubuh Erika.


"Siapa bilang? Kak Randy diam saja, bilang saja kamu iri, wleee!" Ujar Erika menjulurkan lidahnya dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Lepaskan Erika!" Ujar Randy mulai marah.


"Tidak akan. Aku tidak akan melepaskanmu Kak Randy!" Ujar Erika tanpa memperdulikan Randy yang sudah kesal.


"Apa kau tidak mendengarku?" Ucap Randy dengan suara meninggi.


"Erika sebaiknya lepaskan pelukanmu sekarang!" Sofi mengingatkan.


"Diam kamu! Kak Randy hanya malu saja karena ada kamu. Sudah sana keluar dari sini aku ingin berdua dengannya," Bentak Erika pada Sofi.


"Sudah berapa kali aku bilang, jangan ganggu aku!" Ujar Randy semakin marah dan melepas pelukan Erika dengan sangat keras membuat tangan Erika terbentur ke meja.


"Ka-kamu jahat! Kenapa kamu membentakku? Bukankah kita akan menikah?" Ujar Erika yang mulai takut dan tidak berani menatap mata Randy.


"Aku tidak akan pernah menikah denganmu," Ucap Randy dengan tenang.


"Silakan saja kalau kau bisa. Om Ardhana yang akan membuatmu memohon-mohon padaku untuk mau menikah denganmu," ucap Erika ketus.


"Kau yakin dengan apa yang sudah kau ucapkan?" Tanya Randy lagi.


"Lihat saja nanti, kau sendiri yang akan mengejarku," Ujar Erika dengan yakin.


"Ok lihat saja besok. Sekarang pergilah! atau aku panggil security untuk menyeretmu keluar," Ujar Randy.


"Awas saja aku akan membuat perhitungan," ancam Erika langsung berdiri dan meninggalkan Randy juga Sofi.


"Maafkan saya pak! saya tidak tahu jika ada Erika disini," Ucap Sofi merasa bersalah.


"Sudahlah, anggap saja ini hadiah yang terakhir kalinya dia bisa memelukku," Ujar Randy yang kemudian tersenyum saat mengingat wajah Kinan yang sejuk.


Apa yang terjadi pada Pak Randy? Bukankah tadi dia sedang marah, tapi tiba-tiba tanpa hitungan menit dia tersenyum... -Batin Sofi dengan bingung.


Melihat Randy yang tidak berkedip, membuat Sofi menoleh ke belakang dan mencari apa yang membuat atasannya bisa tersenyum secara tiba-tiba. Dan terlihat seorang gadis berwajah cantik sedang duduk bersam teman-temannya.

__ADS_1


Pantas saja pak Randy tak berkedip melihatnya, ternyata ada Kinan disana. Apakah Pak Randy benar-benar jatuh cinta padanya? Semoga Kinan bisa menjaga hatinya untuk Pak Randy... Kinan wanita yang beruntung.... -Batin Sofi.


__ADS_2