Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Sahabat Terbaik


__ADS_3

"Kau sudah bangun?"Ujar Kinan perlahan menatap wajah Randy yang saat ini berjongkok di hadapannya.


"Sayang. . kau tidak apa-apa?"Tanya Randy memeriksa seluruh badan Kinan.


"Aku baik-baik saja Mas, ada Sofi yang bersamaku."Ujar Kinan.


"Aku takut kehilangan kamu. . Jangan buat aku cemas sayang."Ujar Randy memegang kedua tangan Kinan.


"Apa mas masih mau bersamaku meski wajahku seperti ini sekarang?"Tanya Kinan dengan sedih.


"Hei, aku mencintaimu bukan karena parasmu, tapi karena hatimu. Wajah bisa saja di ubah, tapi kebaikan hatimu tidak akan bisa."Ujar Randy.


"Tapi aku sudah jelek sekarang, aku akan mempermalukanmu di depan teman-temanmu. Kau cari saja yang lain mas."Ujar Kinan.


"Aku tidak akan melakukan itu, aku hanya mencintaimu. Kalau kau mau aku bisa menyuruh dokter bedah plastik terbaik untuk mengembalikan wajahmu seperti semua sayang."Ujar Randy.


"Kau sungguh mencintaiku?"Tanya Kinan lagi.


"Sangat. . . aku sangat mencintaimu. Melihatmu tak sadarkan diri saja sudah membuat duniaku berhenti berputar. Lebih baik kau bersikap masa bodoh, seperti anak kecil dan menyebalkan daripada kau harus diam tak sadarkan diri sayang."Ujar Randy membelai rambut Kinan.


"hiks.... hiks.... Aku juga mencintaimu. ." Ujar Kinan.


"Jangan menangis. . . Ayo kita kembali ke ruanganmu."Ujar Randy menggendong tubuh Kinan dari kursi roda.


Sofi hanya tersenyum melihat keduanya yamg berjalan menyusuri lorong menjauh darinya. Sofi berharap Randy dan Kinan bisa segera menikah dan bahagia, karena sudah banyak halangan yang mereka lewati berdua.


Lia kau harus bangun. . .kjta bertiga harus menjadi saksi kebahagiaan Kinan dan Pak Randy. . Bukankah kau sangat ingin melihat keduanya berpakaian seperti raja dan ratu satu hari? Apa kau tega melihatku kesana kemari melayani Pak Randy dan Kinan sendirian? - Batin Sofi menatap Lia yang masih terbaring di atas bed.


"Fi, bagaimana Lia?" Tanya Maya yang entah sejak kapan dia berdiri di belakang Sofi.


"Kau sudah datang? Dia masih tidak mau membuka matanya, dia sedang bermain-main dengan kita rupanya." Ucap Sofi mengusap air matanya.


"Aku yakin dia akan segera bangun, dia tidak akan tega membiarkan kita lama-lama disini. Dia hanya sedang ingin tidur beberapa hari. Padahal dia kan bisa saja libur kalau ingin tidur beberapa hari. "Ujar Maya.


"Oh iya, kau sudah mengirim susu dan sembako ke rumah Lia?"Tanya Sofi.

__ADS_1


"Hmm.. sudah, pagi-pagi sekali Haris dan Revan datang ke rumahku. Tapi aku tidak ikut ke rumah Lia, karena aku harus membuatkan sarapan untukmu. Ayo duduk, kamu harus makan, Lia akan sedih kalau kamu sakit."Ujar Maya yang berusaha tegar.


"Terimakasih May."Ujar Sofi.


"Hmm... Makanlah. Aku harap makanannya tidak beracun."Ujar Maya.


"Astaga. . Apa kau sering membuat makanan yang beracun?"Ujar Sofi menanggapi gurauan Maya.


Maya bangun dari duduknya dan mendekat ke kaca untuk melihat Lia dari jauh. Biasanya setiap pagi Lia selalu menyapa Maya dengan lembut dan senyum manisnya. Lia yang selalu membuat Maya menjadi wankta tegar, Maya selalu cerita ke Lia jika Kinan sedang tidak ada di kantor.


Lia. . mau sampai kapan kamu tidur disana? Lebih enak tidur di rumah Li.. Kau boleh tidur sepuasmu, tapi jangan disini. . .Kau tidak boleh kecewakan Pak Randy, Revan dan Devi yang sudah memberikan darahnya untukmu. Kau bilang kan ingin melihatku dan Revan bersatu? Kau harus sembuh dulu Li, setelah itu aku akan menuruti apa yang kamu mau. -Batin Maya.


Sementara itu....


"Kalian darimana saja? Bunda dari tadi mencari kalian?"Ujar Bunda berlari ke arah Kinan dan Randy yang masih berada di lorong Rumah Sakit


"Aku juga tadi pagi seperti Bunda kesana kemari mencari dia Bun, jewer saja Bun biar tidak mengulanginya lagi."Ujar Randy mengadukan ke Bunda dengan memonyongkan bibirnya seperti anak kecil.


"Maaf Bunda, Maaf Mas. . aku hanya melihat Lia. Biar bagaimanapun sia yang sudah menyuruhku menggunakan bantal untuk melindungi wajahku."Ujar Kinan.


"Terimakasih Mas.. . "Ujar Kinan.


"Sudah. . sudah, ayo segera kembali ke kamar, Nak Randy pasti keberatan menggendong tubuhmu yang tidak kecil lagi Kinan."Ujar Bunda.


"Bukan aku yang minta Bun. Mas Randy sendiri yang menggendongku. Iya kan Mas?"Ujar Kinan.


Randy menganggukan kepalanya, mereka segera masuk ke ruang rawat Kinan. Disana sudah ada Ayah yang baru masuk dari balkon. Randy segera menyantap sarapan yang Bunda bawakan dari rumah karena dia harus segera pergi ke kantor untuk menyelesaikan beberapa urusan.


Tak beberapa lama Mamah, Papah dan juga Rayna datang. Randy segera meminta pakaian yang Mamah bawakan untuknya.


"Sayang. ..Maaf Mamah baru datang. Semalam Mamah mau datang tapi kata Randy suara Mamah yang merdu ini akan mengganggu istirahatmu."Ujar Mamah memeluk Kinan dan mengecup kening Kinan.


"Iya tidak apa Mah. Terimakasih, Mamah, Papah dan Rayna sudah datang pagi-pagi sekali."Ujar Kinan.


"Apa yang kamu rasakan sekarang Nak?"Tanya Papah.

__ADS_1


"Hanya sakit bekas jahitan saja Pah. Dan juga menunggu hasil CT-scan." Jawab Kinan.


"Semoga hasilnya baik-baik saja."Ujar Ayah.


"Sayang, aku pergi ke kantor dulu ya. Kamu tidak apa-apa kan harus aku tinggal. Hanya sebentar. "Ujar Randy mendekati Kinan.


"Tidak apa. Disini sudah banyak yang menjagaku. "Ujar Kinan.


"Benar, disini sudah banyak yang menjaga Kinan. Dan sepertinya memang lebih baik kau ke kantor Nak, agar Mamah tidak hipertensi harus seharian bertemu denganmu."Ujar Mamah.


"Astaga Mamah. . .semalam saja Mamah nangis-nangis karena Randy lupa tidak memberi kabar. Pagi ini beda lagi, , Apakah Mamah gengsi untuk mengakui di depan banyak orang?"Ujar Randy memonyongkan bibirnya membuat semua yang ada disana tertawa.


"Astaga. . .Kakak. . . Bibirmu lucu sekali, lebih lucu lagi kalau aku ikat saja."Ujar Rayna.


"Hai anak kecil, kau tidak kuliah?"Tanya Randy.


"Kuliah siang..... Aku ingin menemani kakak iparku dulu pagi ini."Ujar Rayna.


"Hmm. ya sudah Aku pergi dulu sayang.CUPP."Randy mencium kening Kinan tanpa peduli dengan yang lain.


"Kakak. . .. aku masih kecil. . mataku yang bersih ini sudah ternoda oleh Kakak dan kakak ipar."Ujar Rayna menutup mulutnya.


"Apa mata kamu di bawah?"Tanya Randy.


"Terserah aku.."Uahr Rayna.


"Pah lihat anakmu, main sosor saja di depan orangtua menantu kita Pah."Ujar Mamah.


"Maaf Bunda, Ayah. . Kinan kalau tidak aku cium tidak mau membiarkan aku pergi. "Ujar Randy.


"Bukan sebaliknya?"Tanya Kinan menyipitkan kedua matanya.


"Hmm... sama saja. Sudah lah intinya aku harus pergi pagi ini. Daah.. "Randy berpamitan.


Bunda dan Mamah ngobrol berdua entah apa yang mereka bahas, Papah dan Ayah juga mereka duduk di balkon entah apa yang sedang mereka bicarakan. Dan Kinan sedang bersama Rayna yang menjadi pendengar baiknya Rayna.

__ADS_1


Sofi juga harus pergi ke kantor hari ini, karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan bersama Pak Randy. Maya hari ini meliburkan diri karena harus menjaga Kinan bergantian dengan yang lainnya.


__ADS_2