
Malamnya Randy telah mempersiapkan dinner untuk Kinan dan keluarga kecilnya. Randy meminta bantuan Sofi dan Keanu untuk mempersiapkannya dengan menyewa salah satu ruangan yang memang tidak ada pasiennya.
Randy ingin memberikan kejutan dan kesan yang indah sebelum Kinan keluar dari Rumah Sakit besok hari. Randy juga meminta Sofi untuk menyiapkan gaun cantik untuk Kinan dan Alina dan jas kecil untuk Adik Vin.
Waktu yang di nantikan telah tiba, Kinan dan Alina sudah memakai gaun yang cantik, sedangkan Randy dan Adik Vin sudah siap dengan jas berwarna senada.
"Mas, bukankah kita pulang dari arumah Sakit besok siang? Lalu sekarang kita mau kemana? Apa kita akan mengaadiri acara rekan bisnismu? Tapi Adik Vin masih kecil. . .kasihan Mas." Tanya Kinan.
"Acaranya di dalam ruangan. Dan nanti kamu bersama Nana dan juga Adik Vin sudha disiapkan ruang khusus. Akuj uga tidka mau ornag lain menyentuh keluargaku seenakny." Ujar Randy.
"Kau yakin? Mas tidaa bohong kan padaku?" Tanya Kina untuk meyakinkan.
"Tentu saja aku tidak berbohong, Aku tidka mau mengajari hal-hal yang tidak benar pada anak-anakku." Ujar Randy membelai rambut Kinan.
"Hmm terimakasih Mas. " Ujar Kinan.
Kinan menggendong Adik Vin, seDangkan Randy menggandeng tangan Alina di sebelah Kiri. Semua perawat menatap dengan takjub dan penuh iri melihat kecantikan dan ketampanan keduanya.
Seorang perawat membukakan untuk mereka masuk. Kinan sangat takjub saat melihat ruangan yang sudah di dekor begitu manis dan hanya ada cahaya lilin yang menyinari disana.
"Mas, aku ga salah lihat kan? Mas mempersiapkan ini semua? Kapan? Bukankan seharian mas bersamaku dan juga anak-anak?" Tanya Kinan dengan kagum.
"Mas meminta bantuan Sofi dan juga Bang Kea untuk mempersiapkan semuanya. Mas ingin memberikan kesan rantis untukmu dan anak-anak sebelum kita pulang dari sini dan memulai kehidupan kita yang baru kedepannya." Ujar Randy.
"Terimakasih Mas. . .. Aku suka sekali. . ." Ucap Kinan penuh haru.
"Itu yang mas harapkan. Mas hanya ingin menghabiskan malam ini bersama kalian." Ucap Randy yang lagi-lagi membuat Kinan semakin terharu karena perlakuannya.
" Aku mencintaimu Mas. .. " Ujar Kinan memeluk Randy dengan Adik Vin di tangah-tengah mereka dan juga Alina yang memeluk paha Randi.
"Mas juga mencintaimu sayang. . .Aaf jika selama menikah denganku kalian harus mengalami kejadian pahit. Mulai sekarang Mas akan lebih hati-hati lagi agar orang lain tak berani menyentuh kalian." Ujar Randy mengecuk kening Kinan.
__ADS_1
"Mas tidak perlu meminta maaf, aku bahagia bersama Mas. Terimakasih sudah memberikan apapun yang bahaan tidak aku minta. .. " Ujar Kinan.
"Sudah menjadi kewajibanku untuk membahagiakan kalian sayang. Selagi aku mampu, semua akan kulakukan untuk kalian." Ujar Randy.
Malam itu mereka menghabiskan malam bersama di sebuah ruangan yang berada di ujung lorong Rumah Sakit dengan pemandangan gedung-gedung tinggi yang bisa mereka lihat di kaca.
Kebahagian mereka benar-benar terasa lengkap malam itu. Alina tertidur dalam pelukan Randy, dan Adik Vin yang tertidur dalam box yang sudah di persiapkan Sofi dengan manik-manik yang lucu.
"Hmm. . .Aku tidak pernah menyangka sebelumnya, kita akan bisa bermalam disini dengan keluarga kecil kita yang lengkap Mas." Ujar Kinan pada Randy.
"Apalagi aku. . .Sekarang kebahagiaan kita sudah semakin lengkap sayang. Semoga kedepannya kita bisa bekerja sama menjaga dan mendidik anak-anak kita ya. Meski harta melimpah, aku ingin anak-anak kita juga bisa memahami dengan kondisi mereka yang lebih membutuhkan." Ujar Randy.
"Hmm . . Kita sama-sama mewujudkan keinginan kita masing-masing ya Mas. Aku ingin mendidik mereka dengan caraku sendiri." Ujar Kayana lagi.
"Apapun yang kamu lakukan, aku tahu, itulah yang terbaik untuk masa depan mereka sayang." Ujar Randy.
Mereka berada di ruangan itu hingga pukul 11 malam. Kinan kembali menggendong Adik Vin, sedangkan Randy menggendong Akina yang sudah terlelap sejak satu jam yang lalu.
Kinan memilih untuk mengganti pakaian tidur dan mencuci wajahnya sebelum ia menyusul Alina dan Adik Vin ke dalam mimpi. Entah kenapa malam ini Kinan merasa sangat bahagia, bahkan seperti baru saja menikah dengan Randy.
"Mas. . .kamu ganti baju sana, cuci muka cuci kaki. . " Ujar Kinan merapikan selimut yang menutupi tubuh Alina.
"Iya sayangku. . . " Ucap Randy langsung berdiri dan meletakkan ponselnya di atas nakas dekat kasur.
Kinan tak lupa menggantikan baju Adik Vin agar merasa nyaman, kemudian menggantikan baju Alina dengan baju tidur yang di belikan Sofi tadi.
Hmm. . ternyata seperri ini rasanya menjadi seorang ibu. . .Tak ada kata lelah dalam mengurus keluarga, seketika akan hilang saat melihat anak-anak terlelap. Tidurlah Nak, Mami dan Papi akan terus menjaga kalian disini.
Keesokan Harinya. ..
Kinan sudah selesai membereskan semuanya, termasuk diaper dan baju kotor. Sedangkan Randy dan kedua anaknya masih tidur bertiga dalam satu kasur dengan adik Vin di samping kiri, Alina di samping kanan dan Randy terhimpit oleh mereka.
Sesekali Kinan melirik melihatnya dna tersenyum. Kebahagiannya saat ini hanyalah mereka bertiga, selama beberapa hari mereka menghabiskan waktu bersama di Rumah Sakit seolah sedang libiran dna menginap di hotel.
__ADS_1
*Hmmm. . . .mulai sekarang aku akan melihat pemandangan seperti ini. Aku tidak akan melewatkannya. . Sebelum Nana dan Adik Vin tumbuh menjadi anak remaja yang pastinya akan susah untuk di dekati Mami dan Papi lagi . .
Sementara itu*. .
Sofi dan yang lainnya tengah sibuk mendekor kamar Kinan dan ruang tamu untuk menyambut kepulangannya. Kebetulan hari ini hari sabtu, jadi mereka bisa dengan leluasa mempersiapkan semuanya.
Bahkan Sofi dan Maya sudaa membeli pernak pernik saat dua hari sebelumnya dan membagi tugas dengan yang lain sehari sebelumnya.
Bunda dan Mamah membantu Bu Ti memasak di dapur. Sedangkan Ayah dan Papah hanya duduk menonton mereka yang tengah sibuk kesana kemari yang sesekali membuat mereka tertawa.
"Pak Bagas. . bisa minta tolong naik ke atas sana untuk memasang balon ini?" Tanya Maya.
"Baiklah. . .jangan panggil aku Pak. . ." Ujar Bagas pada Maya.
"Oke deh. . . " Jawab Maya.
"Hillih. . lalu disuruh memanggilmu apa? Mas Bagas?" Ujar Sofi sembari memegangi balon yang akan di pasang oleh Bagas.
"Terserah kalian, asal jangan Bapak. Cukup di perusahaan saja aku di panggil Pak. . aku tidak setua itu." Ujar Bagas yang sudah berdiri diatas tangga.
"Haiih. . .terserah saja." Ucap Sofi.
"Lalu setelah Pak Bagas eh Om Bagas nikah, anak-anak harus memanggilmu Kakak supaya tidak terlihat tua?" Tanya Maya.
"Kau memanggilku Om? Aku tidak mengenal tantemu Maya." Ujar Bagas lagi .
"Ahhh terserahku saja, ini mulutku. .. " Ujar Maya.
Devi hanya tersenyum melihat Bagas yang juga bisa dekat dengan teman-temannya. Tak lama kemudian, Keanu datang dengan membawa beberapa minuman untuk yang lainnya yang sedang bekerja keras mendekor ruangan.
\=\=\=\=\=\=
Maaf kemarin tidak Up lagi, karena MT/NT eror sampai malam. . .🙏🙏
__ADS_1