
"Benturannya cukup keras, sehingga kami harus segera mengambil tindakan caesar. Jika tidak nyawa Ibu dan Bayinya akan terancam. Untuk itu kami mohon persetujuan dari keluarga pasien." Ujar Dokter.
"Tapi keduanya bisa terselamatkan kan Dok?" Tanya Mamah penuh harap.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin. Tapi kami tetap harus memberikan pilihan antara ibu dan Bayinya." Ujar dokter dengan berat hati.
"Ti. . tidak. . selamatkan keduanya dokter. . .keduanya sangat berarti. . Tanpa bayi itu Kinan akan down. . tapi jika Kinan tidak di selamatkan bagaimana dengan putraku dan juga cucu-cucuku. Mereka masih buruh seorang ibu. Selamatkan kedua dok. . saya moh. . " Ujar Mamah.
"Seperti yang saya bilang tadi, kami akan berusaha semaksimal mungkin, tapi kami juga harus memberikan pilihan. Karena kami tida tahu kedepannya akan seperti apa. Bisa saja sesuatu yang tak di inginkan terjadi saat tindakan. Untuk itu kami mohon persetujuan dari pihak keluarga agar kami bisa secepatnya mengambil tindakn Bu." Ujar Dokter.
"Tunggu sebentar. . saya akan menghubungi putraku Dok. . dia yang berhak memilih. . ." Ujar Mamah.
Sementara itu. . .
Randy dan Sofi baru saja dari pesawat, ponselnya masih di nonaktifkan. Disana Keanu juga sudah menunggunya yang kebetulan 30 menit yang lalu juga baru turun dari pesawat.
"Adrian. . . " Panggil Randy saat melihat kakak iparnya sedang duduk di kursi tunggu.
"Panggil aku Keanu. . " Ujar Keanu pada Randy.
"Baiklah Kakak Ipar. . kau sudah lama menungguku?" Tanya Randy memeluk Keanu dengan erat.
Sedangkan Sofi masih mengurus barang bawaan sebanyak 4 koper, diantaranya koper besar 3 dan 1 kecil. Melihat Sofi yang membawa barang banyak membuat Keanu segera membantunya karena teringat dengan Kinan jika adiknya harus emmbawa barang sebanyak ini.
"Biar aku bantu." Ujar Keanu pada Sofi.
"Terimakasih Bang. . " Ucap Sofi tersenyum.
Keanu membantu Sofi membawanya sampai lobby menunggu mobil jemputan datang. Sofi mengaktifkan ponselnya dan juga ponsel Randy. Tiba-tiba sebuah panggilan masuk dari Ibunya Randy ke nomor Sofi.
Tuuttt. . .Tuutt. . .tuuttt. . .
"Selamat siang Ibu Iren. . " Ujar Sofi.
"Kenapa nomor Rabdy tidak aktif Sof? Apakah dia sedang sibuk?" Tanya Mamah panik.
"Tidak Bu, ada apa? Sepertinya anda sangat panik." Ujar Sofi.
"Beritahukan pada Randy. . .Dia pilih Kinan atau Bayinya . .cepat. . ." Ujar Mamah.
"Baik Bu, sebentar. . " Uaar Sofi segera mendekati Randy yang sedang mengobrol dengan Keanu.
"Pak Randy. . Bu Iren menelfon. . .dia. . ." Ujar Sofi yang langsung di potong Randy.
"Katakan kita pulang dua hari lagi, aku ingin memberikan kejutan untuk isteriku." Ujar Randy.
__ADS_1
"Tapi Pak, Bu Iren memberikan pilihan pada Bapak. . Pilih Kinan atau Bayinya?" Ujar Sofi.
Seketika Keanu dna Randy langsung terdiam, Randy segera merebut ponsel Sofi di tangannya dan menanyakan sendiri maksud dari pertanyaan Mamahnya.
"Hallo Mah. . .ada apa? Kenapa Mamah bertanya seperti itu? Apakah Mamah tidaa percaya kalau aku mencintai keduanya?" Ujar Randy.
"Bukan seperti itu sayang. . . Tapi ini darurat. . Kinan di Rumah Sakit Permata, keadaannya kritis. Kau harus memilih salah satu diantara keduanya." Ujar Mamah.
"Baiklah. . .Randy akan segera kesana." Ujar Randy.
"Bukankah kau masih di LA? " Tanya Mamah.
"Kau pulang dengan pintu ajaib dorameon." Ujar Randy langsung menutup teleponnya.
Randy segera memberitahu pada Sofi dan Keaunu tentang keadaan Kinan. Saat hendak masuk ke mobil, sebuah pesan masuk dari Maya.
•• Nana di culik, aku, Revan dan Bagas sedang mengikutinya. Kinan di Rumah Sakit dia terdorong dan membentur mobil Revan. ••
" Pak saya tidak bisa ikut dengan kalian. Kita bagi tugas. Bapak dan Bang Kea sebaiknya segera ke Rumah Sakit. Saya menyusul Maya, karena Nana di culik lagi." Ujar Sofi.
"Apa???" Ujar Keanu dan Randy bersamaan.
"Kinan terdorong oleh penculik itu hingga membentur mobil Revan Pak. Saat ini Maya dan yang lainnya sedang mengikuti para penculik" Ujar Sofi.
"Kalau begitu aku ikut denganmu. . .Aku ingin memastikan keadaan Nana." Ujar Keanu hendak keluar dari mobil.
"Kalau begitu berhati-hatilah. . bawa pulang putriku. . aku percayakan padamu Sofi." Ujar Randy.
"Baik Pak. . " Ucap Sofi.
" Titip Nana. . " Ujar Keanu.
"Baik Bang. . " Ucap Sofi.
Mobil Randy segera meluncur menjauhi Bandara. Tak berapa lama kemudian, sebuah mobil datang mendekati Sofi. Secepatnya Sofi masuk dan memintanya menuju titik yang sudah di shareloc Maya.
Di Rumah Sakit. . .
"Dok. . .tunggu putraku. . dia katanya sedang dalam perjalanan menuju kesini." Ujar Mamah.
"Baiklah. . .jika Pak Randy sudah sampai, segera ke ruangan saya ya Bu." Ujar dokternya.
Mamah sejak tadi mondar mandir di depan ruang rawat Kinan menanti kedatangan putranya yang sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit.
Besar harapannya untuk sang Putra segera tiba, agar tindakan cepat berlangsung dan keduanya bisa di selamatkan. Waktu terus berjalan, jarum jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 16.15. Sudah hampir satu jam tapi Randy belum juga terlihat emmbuat Mamah semakin gusar.
__ADS_1
"Sebaiknya Papah ke ruang dokter saja sekarang. . .Randy lama Pah. . .Mamah tidak ingin menantu dan cucu Mamah tersiksa terlalu lama. . .Mau sampai kapan kita menunggu anak itu yang entah dimana keberadaannya." Ujar Mamah.
"Kan tadi Mamah sendiri yang bilang harus menunggu Randy. . Baiklah sekarang Papah yang akan ke ruang dokter. Apapun keputusannya Papah akan memilih yang lebih sedikit resikonya Mah." Ujar Papah.
"Iya Pah. . tapi kalau bisa selamatkan keduanya. . ." Ujar Mamah.
"Itu Pak Randy. . . ." Ujar Lila yang melihat dua orang pria berlari dari ujung lorong.
"Akhirnya. . . dia datang juga. . .syukurlah. . " Ucap Mamah merasa lega melihat kedatangan Randy.
"Mah, bagaimana keadaan isteriku dan calon anakku?" Tanya Randy.
"Mereka sama-sama kritis. Sekarang kamu temui dokter Lani." Ujar Mamah.
"Ayo Ran, aku ikut." Ujar Keanu.
Randy dan Keanu segera berjalan menuju ruang dokter Lani yang berada di lantai atas. Keduanya berjalan dengan langkah cepat agar segera mendapat titik terang dari sang dokter. Sesampainya di depan ruangan, Keanu segera mengetuk pintu.
"Selamat sore Dokter. . ." Ujar Keanu.
"Selamat Sore Dokter Kea, Pak Randy. . silahkan masuk." Ujar Dokter Lani dengan ramah.
"Bagaimana kondisi isteri dan calon anak kami dok?" Tanya Randy.
"Keduanya kritis Pak. . besar kemungkinan kami hanya bisa menyelamatkan salah satu dari keduanya. Untuk itu saya meminta Bapak untuk memilih siapa yang akan kami selamatkan. Saya bukan malaikat, tapi saya hanya melihat dari kondisi Ibu Kinan saat ini." Ujar Dokter Lani.
"Bagaimana Ke? Aku harus pilih siapa? Aku mencintai keduanya, jika aku pilih Kinan, dia akan sedih kehilangan bayinya. Tapi aku juga tidak bisa hidup tanpanya. . " Ujar Randy.
"Keputusan ada di tanganmu Ran. ." Ujar Keanu pada Randy. " Maaf Dokter, kira-kira berapa persen keduanya bisa di selamatkan?" Ujar Keanu bertanya pada dokter Lani.
"Keduanya dalam posisi yang sama Dokter. . untuk itu kami perlu jawaban dari keluarga pasien." Ujar Dokter Lani.
"Apa tidak ada pilihan lain Dok?" Tanya Randy putus asa.
"Hanya in satu-satunya cara yang bisa saya kami lakukan Pak." Ujar Dokter Lani dengan berat hati.
"Huuuhh. . .Baiklah saya akan memilih. . " Ucap Randy dengan berat hati.
\=\=\=\=\=\=
Sebagai g****anti karena kemarin tidak Up.😉
Maaf typo masih suka nyempil
Ditunggu Kritik & Sarannya 🙏
__ADS_1
Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 🌟🌟🌟🌟🌟, jika berkenan boleh juga vote 🙏🙏🙏)
Terimakasih 🌹🌹