
"Maaf Mas Ke... Anu....Ibu menyuruh saya untuk memanggil Mas Ke dan yang lainnya untuk makam malam." Ujar Mbok Darmi.
"Oh iya Mbok, terimakasih. Nanti saya dan yang lain segera kesana." Ujar Ke dengan sopan.
"Nggih Mas." Jawab Mbok Darmi.
"Semuanya, sudah waktunya makan malam. Eyang sudah menunggu kita di ruang meja makan." Ujar Keanu memberitahu kepada semua.
Mereka segera mengikuti Keanu menuju meja makan dimana Eyang Kung dan Eyang Ti sudah menunggunya disana. Sofi, Lia dan Maya segera menjabat tangan dan mencium punggung tangan Eyang Kung dan Eyang Ti dengan sopan.
"Eyang, mereka semua teman Kinan di Jakarta. Satu tempat kerja juga." Ujar Kinan dengan sopan.
"Cantik semua teman kamu Ndok, sopan dan lemah lembut. Selamat datang di rumah Eyangnya Kinanthi dan Keanu ya." Ujar Eyang Ti.
"Iya Eyang, terimakasih." Jawab Maya dengan sopan.
"Ya sudah, ayo silakan duduk. Selamat menikmati makan malamnya, semoga cocok dengan lidah orang kota." Ujar Eyang Kung dengan ramah.
Eyang Kinan pasti bukan orang sembarangan, mereka terlihat anggun dan berwibawa sekali. Dan Kinan pasti anggun dan lemah lembutnya menurun dari Eyang. -Batin Maya.
Semua makan malam tanpa bersuara sedikitpun karena kata Eyang tidak sopan kalau makan sambil ngobrol. Randy yang sudaa mengerti setelah Keanu jelaskan hanya diam saja dan tidak berani menatap wajah Eyang keduanya takut jika Eyang akan marah dan tidak merestuinya.
Selesai makan malam, Eyang mengajak yang lainnya untuk ke pendopo yang lebih besar di bagian tengah rumah. Di sekeliling pendopo terdapat kolam dengan air gemericik menjadi sebuah irama yang indah. Eyang bercerita banyak tentang asal mula berbagai daerah dan juga beberapa tempat wisata yang wajib mereka kunjungi jika ke Jogja. Maya, Lia dan juga Sofi tampak antusias sekali mendengarkan cerita dari Eyang yang sesekali mengundang tawa sehingga rumah Eyang menjadi ramai dan hangat.
"Le... besok ajaken teman-temanmu berkeliling Jogja. Ajak mereka ke pantai atau kemana saja yang ada di Jogja. Supaya mereka tahu Kota pelajar ini dalam kenyataan ya apakah sama seperti yanh di TV atau kabar yang mereka dengar dari cerita orang lain." Ujar Eyang Kung.
"Nggih Eyang, besok Kea dan teman-teman akan jalan-jalan. Apakah Eyang Kung dan Eyang Ti mau ikut?" Tanya Kea.
"Ndak usah. Eyang cukup di rumah saja, Eyang sudah hafal dengan kota ini. Besok Pak Parjo dan Pak Slamet yang akan mengantar kalian." Ucap Eyang Kung lagi.
"Baik Eyang." Jawab Keanu lagi.
__ADS_1
"Ya sudah, Eyang istirahat dulu. Silakan kalian lanjutkan, yang penting jangan teriak-teriak agar tidak mengganggu orang yang sedang beristirahat." Pesan Eyang Ti pada yang lain.
"Iya Eyang, selamat berisitirahat." Ucap Sofi dengan sopan.
"Terimakasih cah ayu...." Ucap Eyang Ti.
Setelah Eyang Ti masuk ke dalam ruamh, Mbok Sum datang membawakan minuman dan cemilan untuk menemani mereka di pendopo.
"Makasih Mbok Sum." Ujar Kinan.
"Nggih Cah ayu, kalau perlu apa-apa panggil saya atau Mbok Darmi saja." Ujar Mbok Sum.
"Iya Mbok, Mbok Sum dan Mbok Darmi istirahat saja." Ujar Kinan.
Mbok Sum kembali ke dalam ruamh dan membereskan dapur sebelum pergi beristirahat. Sedangkan di pendopo mereka masih asyik bercengkerama.
"Dri... pilih salah satu dari mereka untuk kau jadikan isteri." Ujar Randy.
"Daripada kau jomblo Dri." Ujar Randy lagi.
"Apa kau mau aku tak merestui kalian?" Ujar Keanu dengan tenang
"Astaga begitu saja ngambek. Maafkan aku kakak ipar." Ujar Randy menepuk pundak Keanu.
Aku tidak akan memikirkan jodoh sebelum adikku benar-benar bahagia Ran. Meski sebentar lagi dia akan menikah denganmu, aku masih ingin memastikan kalau kau benar-benar bisa membahagiakan adikku. -Batin Keanu.
Sementara itu, di pendopo lain Kinan dan yang lainnya tampak serius bercengkerama. Mereka memisahkan diri dari Randy dan Keanu agar lebih bebas tanpa merasa terganggu karena tatapan Randy pada Kinan.
"Kin, cucu Eyangmu ada berapa? Sepertinya banyak sekali kamar disini." Ujar Maya bertanya pada Kinan.
"Cucu Eyang hanya aku dan abang. Bunda anak tunggal, dulu kakaknya meninggal saat masih sekolah karena sakit keras." Ujar Kinan.
__ADS_1
"Oh begitu, aku kira banyak sekali cucunya karena banyak ruangan disini. Apakah Eyangmu orang yang cukup tinggi kedudukannya disini?" Tanya Maya lagi ingin tahu.
"Tidak………Hanya saja dulu orangtua Eyang seorang kades dan juga pengusaha kayu. Jadilah banyak yang mengenal Eyang." Ujar Kinan.
"Pantas saja Eyang begitu terlihat berwibawa dan anggun." Ujar Lia.
"Ya begitulah Eyang. Dulu Bunda juga begitu kata Ayah, tapi semakin kesini Bunda bisa menyeimbanginya dengan kemajuan jaman. Mungkin kalau aku tetap tinggal disini aku tidak akan bertemu dengan kalian." Ujar Kinan.
"Untung saja kedua orangtuamu tidak menetap disini." Ujar Sofi.
"Oh iya…… Kau masih bekerja di Ardhana Group kan Kin?" Tanya Maya.
"Tentu saja. Tapi bagaimana dengan Devi setelah tahu aku akan menikah dengan mas Randy?" Tanya Kinan.
"Kau tak perlu khawatir, dia tak akan seganas seperti yang kau pikirkan." Ujar Maya.
"Oh iya, karena kau akan segera menikah dengan Pak Randy berarti kau juga harus tahu siapa saja yang akan menjadi sainganmu Kin." Ujar Sofi.
"Tentu saja, Ayo ceritakan apdaku." Ujar Kinan pada Sofi.
"Pertama, dia bernama Erika. Anak kecil manja yang sombong. Dia beberapa kali datang ke kantor Pak Randy tapi tidak di Respon. Dia adalah putri tunggal Pak Harun sahabat dekat Pak Ardhana. Pak Harun meminta Pak Ardhana untuk menjodohkan Erika dengan Randy agar ada yang menjaga putri semata wayangnya. Tapi ada alasan lain yang tidak orang lain ketahui termasuk Pak Randy...." Ujar Sofi.
"Alasan lain apa?" Tanya Kinan.
"Pak Harun menjodohkan Erika agar usaha dia aman dari kebangkumrutan, dan Pak Randy adalah penerus usaha milik keluarga besarnya jadi akan sangat menguntungkan jika Erika menikah dengan Pak Randy." Ujar Sofi.
"Kau tahu darimana? Bahkan Mas Randy tidak mengetahui itu." Ujar Kinan.
"Waktu itu aku tidak sengaja sedang makan malam bersama keluarga, saat aku kembali dari toilet aku tidak sengaja mendengar obrolan Erika dengan Papahnya di private room yang pintunya tidak di tutup rapat. Jadi aku mengupinya dan juga merekam semuanya. Aku akan mengeluarkan bukti dan membuka kedoknya jika mereka mengusik Ardhana Group. Dan sepertinya Erika tidak akan tinggal diam bahkan setelah kau menikah dengan Pak Randy sekalipun. Kau tenang saja. Aku punya senjata yang ampuh untuknya. Dan jangan beritahu Pak Randy dulu ya." Ujar Sofi.
"Kau hebat Fi, dibalik diammu ada rencana yang sudah tertata rapih bahkan dari jauh-jauh hari. Aku siap membantumu jika kau butuh bantuan." Ujar Lia.
__ADS_1
"Aku juga siap membantumu." Ujar Maya.