
Meeting berjalan selama hampir 2 jam, setelah selesai Sofi segera berbisik kepada Kinan untuk segera ke Randy yang sudah selesai sejak 30 menit yang lalu. Melihat Kinan segera keluar membuat Bagas sedikit kecewa.
Huhhh. . padahal aku masih ingin bicara dengannya. . .-Batin Bagas.
"Maaf Pak Bagas. . .suami Ibu Kinan sudah menunggu di sana, kebetulan suaminya juga ada pertemuan dengan klien di ruang sebelah." Ujar Maya.
"Oh iya tidak apa." Ujar Bagas.
Banyak sekali yang membantu Kinan. . .susah untukku bisa mendekati Kinan. . .-Batin Bagas.
Jangan harap kau bisa mendekati Kinan dengan jabatanmu Pak, kau belum seberapa dengan Pak Randy. . Jangan masuk ke hubungan Kinan dan Pak Randy atau kau akan berhadapan dengan para spesialis pematah tulang . . .- Batin Sofi.
"Baik Pak Bagas terimakasih untuk pertemuan siang ini Semoga kerja sama kita bisa berlanjut. ." Ujar Haris.
" Oh Baiklah. . . Terimakasih Pak Haris dan Pak Revan sudah menerima tawaran saya untuk mengadakan meeting siang ini." Ujar Bagas. "Kalau begitu saya permisi karena masih ada pertemuan yang lainnya." Ujarnya beralasan.
"Baik Pak, kalau begitu kami antar saja sampai parkiran." Ujar Revan.
"Oh terimakasih. . " Ujarnya.
Sementara itu. . .
" Mas. . maaf aku baru selesai . . ." Ujar Kinan mendekati Randy.
"Tidak apa Sayang. . . .Ayo kita pulang saja." Ujar Randy.
"Pulang? Bukankah kita harus kembali ke kantor?" Tanya Kinan.
"Tidak perlu. . .Teman-temanmu pasti memaklumi kok. Nanti Mas yang bilang kalau kita mau pulang lebih awal." Ujar Randy.
"Terserah Mas saja lah . . " Ucap Kinan.
Randy dan Kinan keluar dari sebuah private room di restaurant bergabung dengan Sofi dan yang lainnya, mereka sudah berdiri di depan ruangan dan menunggu Kinan juga Randy.
"Maya. . .Kinan aku ajak pulang lebih dulu, tidak apa kan?" Tanya Randy.
"Oh iya Pak tidak apa. . " Jawab Maya.
"Baik kalau begitu kami pulang dulu, terimakasih sudah membantu kami." Ujar Kinan.
"Oh iya. . .untuk ulang tahun Nana, sebaiknya acara di rumah saja. Halaman rumah kami cukup untuk menampung 500 orang sepertinya. Bagian dekor kami serahkan pada kalian." Ujar Randy.
__ADS_1
"Oh baik Pak. . .kami sedang merancang lebih dulu, jika sudah mendekati hari H kami ke rumah Bapak untuk mendekornya." Ujar Sofi.
Kinan dan Randy segera masuk ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Restaurant. Kinan tertidur di mobil sedangkan Randy hanya mengusap kepala Kinan dengan lembut saat tahu isterinya sudah tertidur saat mereka sedang ngobrol.
"Sepertinya kau ingin mengulangi masa dimana aku menggendongmu dari mobil sampai kamar. . .Baiklah akan aku lakukan sayang. . ." Ujar Randy ketika sudah sampai di halaman rumahnya.
Melihat Randy yang sedang menggendong Kinan, Pak Agus segera berlari untuk membukakan pintunya. Dan Randy benar-benar menggendong Kinan sampai ke kamarnya. Untung saja di dalam rumahnya ada lift jadi sedikit membantu Randy.
Setelah menidurkan Kinan di atas kasur, Randy segera pergi mandi karena merasa badannya sudah sangat lengket setelah seharian bekerja di tambah harus menggendong Kinan yang sudah lebih berat sekarang.
"Hoam. . . .Kok aku sudah di kamar? Pasti mas Randy yang menggendongku. . " Ujar Kinan saat terbangun dan menyadari sudah ada di kamar.
"Mami. . .. " Alina memanggil-manggil Kinan yang baru datang bersama Mamah
"Seperti suara Nana. . .dimana dia?" Ujar Kinan segera turun dari kasur.
"Mami. . .Mami dimana?" Tanya Alina.
"Hai anak Mami. . .Kamu datang dengan siapa Nak?" Ujar Kinan keluar dari kamar.
"Sama Oma, Opa dan Nena Mami. . Nana kangen Mami. . ." Ujarnya dengan manja.
"Mami juga kangen Nana. .. Kita turun yuk, Papi sedang mandi. .. " Ujar Kinan.
"Hai Mah. . .kok tidak bilang-bilang mau kesini? Kalau tahu kan Kinan sudah menyiapkan makanan dan lain-lain untuk kalian. .. " Ujar Kinan.
"Tidak apa sayang, Mamah sudah membelinya untuk kita nanti. Kamu sudah pulang dari kantor?" Tanya Mamah.
"Iya Mah. . .Mas Randy yang mengajakku pulang lebih awal. Sekarang Mas Randy sedang mandi sepertinya. .. " Ujar Kinan.
"Rumahnya besar sekali Kak. . ." Ujar Rayna.
"Iya Ray, dibawah masih ada satu lantai untuk kantor Mas Randy. . " Ujar Kinan.
"Nak, sebaiknya kamar Nana di bawah saja . . kalau di lantai atas Mamah takut dia akan naik turun tangga terus. . .Dia masih kecil, bahaya kalau mainan di tangga." Ujar Papah.
"Iya Pah. . .nanti Kinan minta Mas Randy untuk menyiapkan kamar Nana di bawah saja. Mungkin Sus Ani kesini baru besok pagi. . ." Ujar Kinan.
"Kalau begitu biar Nana ikut kita lagi, tidur denganku malam ini Kak." Ujar Rayna.
"Kenapa tidak kamu saja yang menginap disini Ray? Mamah dan Papah juga akan menginap disini kan?" Ujar Kinan.
__ADS_1
"Papah ikut Mamah saja Kin. . . " Ujar Papah.
"Ya sudah. . .Mamah juga ingin berkumpul dengan kalian. . ." Ujar Mamah.
Selesai mandi Rabdy langsung berganti pakaian rumah, dan terdengar Kinan sedang mengobrol dengan seseorang. Randy segera keluar dari kamar untuk melihat siapa yang di bawah. Setelah tahu keluarganya datang Randy segera turun, dan langsung di peluk Alina yang sudah seminggu lebih tidak berkumpul dengannya.
"Hai anak Papi. . . .Kamu baik-baik saja kan? Nena dan Oma tidak mengajarimu yang aneh-aneh kan Nak?" Tanya Randy Alina.
"Tidak Papi. . .semuanya sayang Nana. . ." Jawab Alina.
"Kau dengar sendiri Nak. . .apa kau masih tidak percaya dengan Mamahmu ini?" Ujar Mamah.
"Hehe iya Mah iya percaya. . . Mamah tuh dikit-dikit emosi. . Nanti anaku takut bagaimana?" Ujar Randy.
"Huh. . .dimana kamar untuk Mamah dan Papah?" Tanya Mamah.
" Di lantai ini ada 4 kamar. . Mamah pilih saja sendiri mau yang mana." Ujar Randy.
"Ran, kau sudah melihat Harun?" Tanya Papah.
"Belum Pah. . Mungkin nanti Randy akan melihat." Ujar Randy yang teringat ada Om Harun di gudang Hotel milik keluarganya.
"Kalau begitu Papah ikut. . . ." Ujar Papah.
"Okey. . .Biar Papah tahu sendiri kelakuan teman Papah seperti apa. . ." Uhar Randy.
"Sepulang dari melihat dia, jangan lupa pilih furniture untuk kamar Nana. . ." Ujar Mamah .
" Kenapa tidak Mamah dan Kinan saja yang memilih?" Tanya Randy
"Oh baiklah. . .sayang nanti kita keluar ya, sembari jalan-jalan." Ujar Mamah.
"Eh. .. tidak perlu. . Biar nanti aku dan Papah saja yang memilihnya. Aku kan juga ingin mencarikan untuk anakku sendiri. Iya kan Pah?" Ujar Randy.
"Nana mau tema apa kamarnya Nak?" Tanya Kinan.
"Princess Mami. . .kata Ibu Nana seperti princess. . "Ujar Alina.
"Papi dengar sendiri kan? Nana mau yang Princess ya Pi. . ." Ucap Kinan.
"Baiklah. . .nanti Papi carikan dengan kualitas terbaik ya sayang. . ." Ujar Papi..
__ADS_1
"Ya sudah sebaiknya kita pergi sekarang Ran. . suoaya bisa makan malam di rumah. . ." Ujar Papah
"Okey Pah. . Aku ambil ponsel dulu di kamar. . . Nana sama Mami, Oma dan Nena dula ya Nak. . . CUP. ." Ucap Papi mengecup pipi Alina.