Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Pacar Kontrak


__ADS_3

Keesokan harinya...


Jarum jam di tangan telah menunjukkan pukul 7 pagi, Pak Randy memintanya untuk langsung datang ke restauran pukul 08.30 karena Randy ada meeting lebih dulu. Kinan yang sudah siap dari tadi menunggu sopir yang kata Pak Randy akan menjemputnya. Kinan terlihat sangat cantik dan elegan dengan setelan lace blazer+dress yang menutupi lututnya membuatnya terlihat sempurna karena Randy dan juga Papahnya tidak suka dengan wanita yabg berpakaian sexy.


Sebuah mobil mewah berwarna putih berhenti tepat di depan rumah Kinan.


"Dengan ibu Kinan?"Ucap seorang sopir.


"Iya, saya Kinan." Ucap Kinan dengan ramah.


"Saya Beni, sopir yang dikirim Bapak Randy untuk menjemput Ibu."Ujar Beni memperkenalkan diri. "Apakah Ibu sudah siap?"Tanya Beni dengan sopan.


"Iya saya sudah siap. Sebentar saya ambil tas dulu."Ujar Kinan langsung kembali masuk rumah dan mengambil tas.


"Silakan Bu."Ucap Beni membuka pintu untuk Kinan.


"Terimakasih."Ucap Kinan.


"Apakah Pak Beni sopir pribadi Pak Randy?"Tanya Kinan.


"Bukan, saya sopir keluarga besarnya Pak Randy Bu, tetapi saya lebih sering mengantarkan adik Pak Randy berangkat kuliah. Hari ini saya di minta untuk menjemput Ibu."Beni menjelaskan kepada Kinan.


"Oh begitu."Ujar Kinan menganggukkan kepalanya.


Semoga hari ini berjalan dengan lancar, dan aku tidak mengecewakan Pak Randy....


Ya Tuhan semoga aku tidak mempermalukan Pak Randy di depan Papahnya nanti....-Batin Kinan.


Kinan membuka ponselnya untuk mengalihkan perhatiannya agar tidak cemas. Kinan iseng membuka grup chat divisi pemasaran, ramai sekali ternyata. Tanpa di sadari Kinan tertawa saat membacanya membuat Pak Beni melirik lewat kaca spion untuk memastikan kekasih anak majikannya. Sesampainya di restauran, Bu Sofi sudah menunggu Kinan di sana.


"Selamat datang Ibu Kinan."Sapa Bu Sofi dengan manis.


"Te..terimakasih. Bu kenapa memanggil saya Ibu?Saya kan..."Tanya Kinan berbisik.


"Kontrak sudah dimulai, maka saya harus memanggilmu Ibu, karena kamu pacar Pak Randy." Ucap Bu Sofi menjelaskan.


"Oh, Ba.. baiklah. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang Bu?"Tanya Kinan lagi.


"Jangan panggil saya Ibu, panggil namaku saja. Sekarang Ibu cukup duduk disini menunggu Pak Randy selesai meeting."Ujar Bu Sofi.


"Bisakah jangan panggil saya Ibu kalau kita hanya berdua?"Tanya Kinan berbisik.


"Baiklah Kinan. Kamu cantik sekali hari ini." Ujar Sofi memujinya.


"Ini berkat barang-barang yang Ibu pilihkan kemarin." Ujar Kinan.


"Itu Pak Randy yang memilihnya, selera dia bagus kan?" Ujar Bu Sofi membuat Kinan kaget.

__ADS_1


"Benarkah? Apakah dia juga sering memilihkan pakaian untuk kekasihnya sampai dia pintar memilih dress wanita? atau...."Ujar Kinan.


"Dia belum pernah berpacaran, kau jangan berpikir yang aneh-aneh tentang Pak Randy."Ujar Bu Sofi.


"Seorang Pak Randy belum pacaran? Apakah Ibu sedang bercanda?"Tanya Kinan tidak percaya.


"Ya selama ini Pak Randy hanya sekedar dekat tidak lebih dan tidak kurang. Kenapa saya tahu? Karena saya sekretarisnya, jadi saya selalu mengikuti kemanapun Pak Randy pergi termasuk saat kencan dengan teman wanitanya."Ujar Bu Sofi lagi.


"Kenapa tidak pacaran saja?"Ujar Kinan lagi.


"Karena kebanyakan mereka hanya ingin uangnya saja."Ujar Bu Sofi lagi.


"Kalau begitu kenapa harus aku yang jadi pacar kontraknya?"Tanya Kinan lagi.


"Karena semua karakter yang Pak Randy inginkan ada padamu semua."Ujar Bu Sofi.


Benarkah? Aku tidak percaya pria setampan itu belum pernah berpacaran sekalipun. Pasti Bu Sofi hanya sekedar membela Pak Randy agar terlihat wah di depanku, dan agar aku tergila-gila padanya.....


Tapi.... memang aku mulai tergila-gila padanya.....


Hei Kinan... sadarlah, dia atasanmu dan kau hanya pacar kontrak.. ingat Kinan PACAR KONTRAK.....


Kau hanyalah butiran debu yang tak pernah dilirik, terlihat saja tidak mungkin.....-Batin Kinan.


"Kinan.. Pak Randy sudah selesai."Bisik Bu Sofi pada Kinan.


"Kenapa cuma berdiri? Mendekatlah..."Ujar Bu Sofi memberikan isyarat.


"hmm.... baiklah."Ujar Kinan berjalan mendekati Pak Randy..


Drama dimulai Kin, kau harus akting dengan sempurna. Buat semua oranglain percaya kalau kamu adalah kekasih Pak Randy..- Batin Kinan dengan yakin.


_._._._._.


Dia benar-benar cantik, senyumnya semakin terlihat mempesona.....-Batin Randy.


"Maaf Pak, setelah ini kita akan pergi kemana?"Tanya Kinan dengan lembut.


"Hei, kau sedang menjadi kekasihku. Panggil aku mas atau sayang."Pinta Randy.


"Baiklah.. mas kita mau pergi kemana?"Tanya Kinan mengulangi pertanyaannya


"Kita langsung saja ke restauran, karena sebentar lagi jam makan siang."Ucap Randy. "Sofi apakah Papah sudah sampai di sana?" Tanya Randy pada Bu Sofi.


"Tuan Besar sudah dalam perjalanan Pak, sebaiknya kita segera kesana sebelum Tuan Besar sampai." Ujar Bu Sofi.


"Baik, ayo kita berangkat."Ujar Randy.

__ADS_1


"Baik Mas."Ucap Kinan menunggu Randy jalan lebih dulu.


"Kenapa kau masih diam?Ayo."Ujar Randy memasang tangan kirinya agar Kinan menggandengnya.


"Ba...baik Mas."Ucap Kinan grogi.


Dia polos sekali, apakah dia juga belum pernah berpacaran?- Batin Randy.


Sepanjang dalam perjalanan Kinan dan Randy saling diam, Bu Sofi yang duduk di samping Pak Sopir tersenyum melihat keduanya dari kaca spion. Tidak biasanya Pak Randy terlihat canggung di depan gadis lain.


"Kinan, kau lulusan apa?"Tanya Randy membuat Kinan gugup.


"Sa..saya lulusan psikolog mas."Jawab Kinan.


"Kenapa kau di bagian divisi pemasaran?"Tanya Randy bingung.


"Saya hanya menjalankan sesuai perintah Mas."Jawab Kinan.


"Sofi, carikan posisi yang cocok untuknya."Ujar Randy.


"Baik Pak."Jawab Sofi.


"Untuk sementara kamu di divisi pemasaran dulu, nanti Sofi akan mencarikan posisi yang sesuai denganmu."Ujar Randy.


"Saya tetap di divisi pemasaran tidak apa-apa Mas, saya sudah nyaman dengan teman-teman disana." Ujar Kinan menolak secara halus.


"Baiklah, tapi kalau mereka membuatmu tidak nyaman laporkan padaku."Ucap Randy.


"Baik Mas."Jawab Kinan.


Mobil berhenti tepat di depan restauran pada pukul 11.30, Sofi segera mengantarkan atasannya ke ruangan yang sudah dia persiapkan. Setelah Pak Randy dan Kinan diantarkan ke ruang private room di restauran, Sofi segera keluar untuk menyambut kedatangan Tuan Ardhana.


Bolehkan aku menyusul Bu Sofi?Pasti tidak..


Lalu aku harus bagaimana? Pak Randy.. eh Mas Randy kenapa dia semakin tampan?- Batin Kinan.


"Kinan berapa umurmu?"Tanya Pak Randy pada Kinan


"21 tahun Pak." Jawan Kinan.


Masih muda sekali, tapi bagaimana dia bisa selesai kuliah di usianya yang masih 21 tahun, usia berapa dia lulus SMA?-Batin Randy penuh tanda tanya.


"Saya lulus SMA saat usia saya 16 tahun. Kebetulan SMP saya hanya 2 tahun dan SMA juga."Ujar Kinan menjelaskan karena melihat wajah Randy seperti kebingungan.


Wah dia anak yang cerdas, dia berapa bersaudara ya kira-kira. Atau dia anak tunggal?


"Saya anak kedua dari dua bersaudara. Abang saya saat ini sedang mengabdi sebagai tenaga medis di pulau seberang Mas."Ujar Kinan seperti bisa membaca pikiran Randy.

__ADS_1


__ADS_2