
"Aiiihhh. . Kakak ipar tidak tahu saja bagaimana perasaanku saat ini. Aku hanya merindukan isteriku. . Makanya menikah supaya kau. . " Ucapan Randy tertahan saat melihat Keanu membalikkan badannya dan menatapnya tanpa ekspresi. " Haiiihhhh.. .. baiklah aku tidur." Ujar Randy yang sebenarnya juga sudah mengantuk.
Melihat Randy yang sudah tidak bersuara lagi membuat Keanu menggelengkan kepalanya dan berdecak heran karena kelakuan adik iparnya. Keanu duduk di kursi samping bed dan memandang wajah Kinan, adik satu-satunya yang kini sudah menjadi seorang ibu.
Keanu begitu menyayangi adiknya, dia tidak akan diam jika ada satu orangpun yang menyakiti adiknya. Tapi kali ini dia tidak menjaga adiknya hingga Kinan tak berdaya seperti sekarang ini.
Aku pulang karena rindu dan ingin bertemu denganmu Dek. .*Aku menjadi seorang dokter bukan untuk mengobatimu, tapi untuk menjagamu agar kamu tidak sakit. . . Bukan untuk menjagamu di Rumah Sakit seperti sekarang ini.
Aku memang sudah terbiasa dengan pasien dengan kondisi seperti kamu sekarang, tapi bukan berarti aku sanggup melihatmu dalam keadaan yang seperti ini. .Sudah cukup kamu membuatku merasa bersalah Dek, buka matamu. Demi suamimu yang seperti anak kecil, dan jiga anak-anakmu.
Kau tahu? Bayimu membutuhkan pelukanmu saat ini, bangunlah. . Aku tahu, kamu adikku yang kuat. Kamu pasti bisa melewati masa-masa seperti ini. Tapi aku tak bisa membuatmu seperti ini terlalu lama.
Sampai kapan kamu akan diam dan berbaring disini?
Kau tidak ingin melihat putramu yang baru lahir?
Alina juga saat ini sedang berjuang untuk bisa bertemu denganmu lagi. .
Dia akan seding jika harus melihatmu yang masih terbaring dan tak menyambut kedatangannya...
Sampai kapan kau akan membiarkanku merasa pusin menghadapi suamimu yang terkadang seperti anak kecil melebihi Nana. . Aku tak bisa membayangkan jika berada di posisimu, pasti kau bingung harus memilih siapa dulu.
Biasanya kalau aku pulang, kamu selalu memelukku, bermanjaan. . menghabiskan satu malam bersamaku tanpa orang lain. Bahkan Ayah dan Bunda saja kamu larang untuk ikut, ayo sekarang kita habiskan satu malam untuk saling bercerita satu sama lain.
Kamu pasti sudah banyak bahan obrolan kan? Kau selalu menyiapkannya seminggu sebelum aku pulang. Aku lebih senang mendengarkan ocehanmu daripada harus melihatmu yang diam saja Dek. . .
Aku tahu, kamu sedang mendengarku. . Aku juga tahu kamu sebenarnya ingin membuka matamu dan berbicara banyak denganku, tapi kamu susah kan? Kamu harus terus berjuang Sayang, kamu adikku yang kuat*. .
Tokk tokk tokk..
"Dokter maaf mengganggu, saya ingin memeriksa Nona Kinan." Ujar Dokter Lani yang sepertinya baru saja terbangun dari tidur singkatnya.
"Silahkan Dok. . ." Ucap Keanu berdiri dari duduknya memberi ruang pada Dokter Lani untuk bisa memeriksa adiknya.
Dokter Lani memeriksa keadaan Kinan, dan seorang perawat mencatat berdasarkan instruksi dokter Lani. Perawat juga menggantikan botol infus yang tinggal sedikit dengan yang baru.
"Dokter tidak tidur?" Tanya Dokter Lani pada Keanu.
__ADS_1
" Sudah, gantian dengan Randy." Ujar Keanu pada Lani.
"Oh begitu rupanya, semoga Ibu Kinan lekas sadar supaya tahu kedua jagoannya yang menjaga selama dia terbaring " Ujar Dokter Lani.
"Terimakasih Dokter. . . " Keanu tersenyum.
Dokter Lani pun keluar dari ruang rawat Kinan. Keanu kembali duduk di kursi samping bed dan membelai kepala adiknya dengan lembut.
Disisi Lain. .
Jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi, semua masih tertidur karena semalaman harus menemani Alina yang sadar pukul 10 malam dan jam 4 baru bisa tidur. Sofi dan Maya tertidur di atas sofa. Sedangkan Revan duduk di kursi dekat bed Alina.
Tiba-tiba sebuah tangan mengusap wajah Revan yang masih terlelap dalam tidurnya. Perlahan Revan membuka matanya untu melihat siapa yang mengelus wajahnya. Ternyata Alina, dia memasang wajah menggemaskan dwngan matanya yang bulat.
"Hihi. . Om Van bangun. . " Ujar Alina terkekeh karena merasa lucu dengan rambut Revan yang acak-acakan.
"Kamu sudah bangun? Hmm. . .makan dulu ya, Om Van suapi. . ."Ujar Revan yang melihat di atas meja samping bed telah ada nampan berisi makanan untuk sarapan Alina.
"Hmm. . ." Alina menganggukan kepalanya.
Revan tak ingin membangungkan Sofi dan Maya, dia memilih untuk menyuapi Alina supaya tidak menggaanggu keduanya. Dengan sabar Revan menyuapi Alina dengan sesekali candaan yang membuat Alina terkekeh.
Pemandangan yang sangat indah, terimakasih kalian sudah hadir dalam hidupku.
"Hmm. . .Mereka bahagia sekali. . " Ujar Sofi yang entah sejak kapan dia sudah bngun.
"Kau sudah bangun?" Tanya Maya mengalihkan wajahnya dan menoleh Sofi.
"Hmmm. . .suara mereka menbus ke dalam mimpiku May, mana mungkin aku tidak bangun." Ujar Sofi tersenyum.
Setelah Alina selesai makan, Maya dan Sofi mendekatinya dan menawarkan mandi pada Alina sebelum pindah Rumah Sakit dan bertemu Randy juga Kinan. Dengan semangat Alina menganggukan kepalanya terlebih lahi dia mendengar jika adiknya sudah lahir.
"Pagi princess. . . Sudah selesai makan?" Tanya Maya seraya mencium kedua pipinya.
"Iya Tante, Om Van suapi Nana." Ujar Alina.
"Setelah makan, Nan mandi yuk sebelum Dokter datang memeriksa Nana. Setelah dokter datang kita bertemu Papi dan Mami. . Mau?" Tanya Sofi dengan lembut.
__ADS_1
"Mauuu. . .Ayo Tante mandi. . " Ujar Alina.
"Semangat sekali kamu Nak. . ." Ucap Maya mengusap kepala Alina dengan lembut.
"Kalau begitu, aku cari makan dulu untuk kita sarapan ya." Ujar Revan.
"Iya. . .terimakasih sudah menyuapi Nana." Ujar Maya.
Revan menganggukan kepalanya dan tersenyum sebelum keluar dari ruang rawat Alina. Sedangkan Maya memilih untuk memandikan Alina, dan Sofi menyiapkan baju yang semalam dia beli untuk Alina karena mereka tidak bawa baju ganti.
Selesai mandi, gikiran Sofi yang memakaikan baju untuk Alina dan menguncir dua rambut Alina yang sudah panjang.
Tokk tokk tokk ..
Seorang dokter masuk dengan senyum ramahnya membuat Alina tidaa takut lagi dengan dokter.
"Pagi anak cantik. . . " Ujar Dokter dengan senyum ramahnya.
"Pagi om Dokter." Ujar Alina.
"Alina sudah makan?" Tanya Dokter sembari memeriksanya dengan stetoskop.
"Sudah. . . .Om Dokter sudah makan?" Tanya Alina membuat semua orang merasa gemas karena kepolosannya.
"Sudah sayang. . .Supaya Om bisa datang lebih pagi untuk melihatmu." Ujarnya menoel hidung Alina yang membuat Alina tertawa.
"Bagaimana dok kondisi Nana?" Tanya Sofi yang sejak tadi mengmunggunya di samping bed Alina.
\=\=\=\=\=\=\=\=
ππJANGAN LUPA BACA JUGA 'LOVING SLOWLY' ππππ
Maaf typo masih suka nyempil.
Ditunggu Kritik & Sarannya π
Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate πππππ, jika berkenan boleh juga vote πππ)
__ADS_1
Terimakasih πΉπΉ