Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Milikku


__ADS_3

"Yang harus kau urus disini bukan disana, cepat kembali atau pria itu akan ku habisi?" ancamnya dengan nada tinggi.


"Aiishh! Ibu kandung rasa ibu tiri," celetuknya spontan.


"Apa kau bilang? katakan sekali lagi!" bentaknya.


"Ti-tidak. Baiklah aku akan kembali segera," jawabnya ketakutan dan segera menutup teleponnya.


_____________


***Di Kota yang berbeda


*Setelah telepon terputus***


"Pantas saja Ayah lebih memilih Ibu Mayang. Meski dia mata duitan tapi dia menyayangiku. Tapi, sekarang dia udah tiada dan meninggal secara naas," ujarnya dengan sedih.


Ayahnya baru saja tiba semalam, setelah mendapat kabar isterinya meninggal dalam kebakaran pabrik tua di luar daerah. Dan malam ini dia harus kembali ke Ibukota menemani Ibunya yang sudah siap untuk menerkamnya.


Sejak kecil dia sudah di besarkan dengan ujaran kebencian untuk membalas dendam pada seorang pengusaha sukses yang sudah mengabaikan Ibunya dan membuatnya harus mendekam di balik jeruji besi karena kesalahannya sendiri.


Dia adalah Aura Hermawan, gadis cantik berperawakan tinggi sekitar 164 cm dengan wajah cantik (kata para buaya darat). Ibunya meminta dia untuk mendapatkan putra dari pria yang sudah mengabaikannya, namun hatinya tidak bisa di bohongi. Dia menyukai pria lain, yang baginya jauh lebih dari segalanya.


Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Ibunya terus mengancam jika dia tidak melakukan apa yang Ibunya inginkan. Aura memilih sekali dayung dua pulau terlampaui, diam-diam dia mendekati keduanya, meski sama-sama susah dan menjadi tantangan tersendiri.


"Yah, aku nanti malam kembali ke Ibukota. Ibu memanggilku," ujarnya dengan pelan.


"Pergilah! Ibumu membutuhkanmu," jawabnya dengan tenang.


"Ayah tidak apa-apa?" tanyanya.


"Tidak Nak! Ayah akan berada disini selama satu pekan, setelah itu Ayah akan menyusulmu," ujarnya lagi.


"Hmm, Ayah jaga kesehatan ya. Biarkan Ibu Mayang tenang disana," ucap Aura menguatkan Ayahnya.


"Ayah sudah ikhlas Nak, mungkin ini takdir Tuhan yang harus Mayang hadapi setelah apa yang dia lakukan dulu," ujarnya.


"Hmm," Aura hanya mengangguk.


"Tuhan menakdirkan aku memiliki Ibu kandung dan ibu tiri yang sama-sama memiliki status mantan napi," batin Aura.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menyelesaikan tugasku di Ibukota. Setelah aku melakukan apa yang ibu minta, aku akan kembali lagi kesini mengejar cinta sejatiku," batinnya lagi penuh dengan rasa percaya diri.


Di Ibukota ....


Setelah makan siang, Vannya dan Vin beristirajat sejenak di kamar yang sudah Alina siapkan untuk mereka. Begitupun dengan Alina yang sudah emnahan kantuk dari sebelum makan siang.


Alina memutuskan untuk pergi ke kamar dan tidur sebentar. Tentu saja minta suaminya untuk menemani, karena badannya sedikit pegal dan hanya pijitan tangan suami yang bisa menghilangkan rasa pegalnya (menurut Alina).


"Yang, pijitin pundakku," rengeknya manja.


"Iya Sayang," sahutnya dengan sabar.


"Itu usap-usap bukan pijit, aku tidak akan bisa tidur kalau gini,"


"Astaga! serba salah sekali. Okey! Seperti ini? sekarang tidurlah! Aku akan memijitmu sampai terlelap dan bangun lagi," ucapnya mulai memijit pundak isterinya.


Chandra terus memijit isterinya dengan lembut. Meaki sudah tertidur pulas, dia tak henti-hentinya terus menggerakkan tangannya ke kanan dan kekiri menyusuri pundak.


drrttt ... drtt ....


• Kami sudah menyelidiki Ibu kandung dari wanita yang ada di dalam foto tersebut Pak!


Sebuah pesan masuk dari anak buahnya yang dia berikan tugas untuk menyelidiki seseoramg yang dia curigai. Setelah memastikan isterinya terlelap, Chandra memindahkan guling di belakang isterinya.


_____________


Sementara itu, di kamar yang berbeda. Vin dan Vannya masih terjaga. Mereka duduk di balkon kamar menikmati semilir angin yang berhembus membuat rambutnya yang tergerai panjang berkibar menutupi sebagian wajahnya.


"Sayang, kamu gak tidur?" tegur Vin mendekap tubuh isterinya dari belakang.


"Tidak baik, habis makan langsung tidur Kak! Setidaknya kasih jeda 1-2 jam untuk makanan turun dulu, Kakak ga istirahat?" tanya Vannya.


"Mana mungkin aku bisa istirahat sendirian di dalam. Ah ya! Tadi aku sama Kak Chandra dan Kak Nana merencanakan untuk honeymoon kita,"


"Apa kamu ada ide kita mau kemana?" tanya Vin.


"Kita? Maksud Kakak kita berempat?" tanya Vannya memastikan.


"Itu liburan bukan honeymoon, kita berdua Sayang!" ujarnya perlahan tepat di dekat telinga Vannya.

__ADS_1


"Be-berdua?" ujarnya dengan wajah bersemu kemerahan.


"Hmm, katakan kamu mau kemana? Aku akan menurutinya," ucapnya mengeratkan dekapannya.


"Kemana aja, yang penting Kakak selalu ada di sampingku," jawab Vannya malu-malu.


"Hmm, kamu berusaha menggodaku?" ujar Vin berbisik.


"Eh? Ti-tidak, aku kan hanya ... ." ucapnya gugup.


"Heheh! Kamu itu lucu Sayang," ucapnya terkekeh melihat isterinya dengan wajah yang sudah seperti kepitinh rebus.


"Hmm, Kakak jangan menggodaku," rengeknya dengan manja.


"Lalu aku harus menggoda siapa kalau bukan isteriku sendiri. Aku tidak mau isteriku cemburu dan marah padaku kalau aku sampai menggoda gadis lain," ujarnya.


"Kak!" ucapnya lirih.


"Hmm?" sahutnya tanpa berkata-kata.


"Aku mencintaimu, sangat ... ." ucapnya membenamkan wajahnya di dada Vin yang bidang.


"Aku juga mencintaimu, lebih dari apapun," jawabnya mengecup pucuk kepala Vannya dengan hangat.


Vannya memeluk suaminya dengan erat, seolah tidak ingin melepaskannya. Dia tak perduli dengan rasa malu dan gengsi yang selalu menyelimuti dirinya hingga membuatnya sok jual mahal pada suaminya selama ini.


"Entah kenapa aku merasa, ada yang hendak mengusik rumah tangga kami. Mulai sekarang aku tidak mau malu-malu lagi, Kak Vin adalah milikku. Tidak boleh menjadi milik orang lain," batin Vannya.


Angin sepoi membuatnya merasa sedikit mengantuk, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum kembali ke rumahnya sore nanti. Dalam hitungan menit Vannya sudah terlelap dalam pelukan Vin, bahkan saat tidurpun dia tak rela terlepas dari pelukan suaminya.


Di Ruang Kerja ...


Chandra segera membuka benda pintar berbentuk pipih di atas meja kerjanya. Tak lupa ia segera menghubungkan kabel konektor untuk membuka dari ponselnya.


Kecurigaannya benar, untunglah dia mendapatkan bukti sebelum mereka bertindak. Setidaknya Chandra memiliki kesempatan untuk menyiapkan rencana sebelum mereka membuat onar.


Apalagi kalau keluarganya yang mereka incar. Sudah sejak lama, Chandra mengenal keluarga mereka. Lebih tepatnya Chandra mengenal Ayah dari seorang wanita yang memiliki otak licik.


Kakeknya kebetulan dulu pernah memiliki bisnis bersmaa dengan keluarga mereka. Dan sempat bermasalah karena tindakan kriminal yang di lakukan isterinya mencelakai orang lain hingga kehilangan nyawanya.

__ADS_1


Dan kejadian itu hampir terjadi lagi, walapun berujung senjata makan tuan dan tidak ada yang menyadarinya.


"Hmm, sepertinya Ibunya adalah sumber dari kejahatan yang akan terjadi di kemudian hari," gumam Chandra.


__ADS_2