
Jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi, Randy telah bangun lebih dulu tapi masih berdiam diri di atas kasur memeluk tubuh wanita yang telah menjadi isterinya. Tangan-tangan nakalnya menyentuh beberapa bagian tubuh Kinan membuatnya menggeliat dan merubah posisi tidurnya menjadi terlentang tak beberapa lama kemudian Kinan mulai membuka matanya.
"Selamat pagi sayang. . .Kamu benar-benar kelelahan semalam?" Tanya Randy membuat Kinan teringat pertempuran semalam yang membuatnya tidak tidur hinggal pukul 2 dini hari.
"Pagi sayang. . Maaf aku baru bangun." Ujar Kinan memeluk Randu dan tidur di atas dadanya yang bidang.
"Hmm. . Tidak ada yang perlu aku maafkan, karena semalam kamu sudah memberiku kepuasan."Ujar Randy yang lagi-lagi membuat Kinan merasa malu hingga wajahnya bersemu merah.
"Astaga. . bisa kita bahas yang lain saja?" Tanya Kinanencoba mengalihkan pembicaraan Randy yang mes*m.
"Tidak, karena baru beberapa jam kita merasakannya, mana mungkin aku tidak membahasnya lagi."Ujar Randy sengaja membahasnya lagi untuk menggoda isterinya.
.
"isshhh. . terserah mas sajalah. . .Aku mau mandi dulu . . ." Ujar Kinan turun dari kasurnya dengan memboyong selimutnya dan berjalan pelan-pelan karena merasa sakit pada bagian bawah membuat Randy terkekeh saat melihatnya.
Terimakasih kamu sudah menjaganya untukku sayang. . -Batin Randy saat melihat noda darah di atas sprei.
Kinan memilih berendam di bathup dengan air hangat untung menghilangakan sedikit rasa lelahnya setelah pergumulan semalam dengan Randy. Masih terbayang semalam dia telah melakukan kewajibannya sebagai seorang isteri.
Selesai mandi Kinan keluar dengan baju mandinya dan mengambil pakaian yang sudah Sofi siapkan untuknya yang diletakkan di atas Sofa pojok kamarnya.
"Sayang kamu tidak mau mandi?" Ujar Kinan sembari masuk ke ruang ganti untuk berganti pakaian.
"Iya sayang aku mandi. . Setelah ini kita sarapan di bawah atau di kamar saja?" Ujar Randy bertanya pada Kinan.
"Di bawah saja sayang, aku kangen Nana." Ujar Kinan yang teringat dengan putri kecilnya.
"Kenapa tidak di kamar saja?Kita kan pengantin baru sayang. . " Ujar Randy ikut masuk ke ruang ganti karena akan pergi mandi.
"Tapi aku bosan di kamar terus. . .Aku ingin memeluk Nana. ."Ujar Kinan.
"Baiklah. . Dia juga pasti merindukanmu. . CUP." Ujar Randy dan langsung mencium pipi Kinan sebelum masuk ke kamar mandi.
Selama Randy mandi, Kinan mengeringkan rambutnya dengan hair dryer dan memoles sedikit bibirnya agar tidak terlalu polos. Tidak lupa dia menyiapkan baju untuk suaminya yang senada dengan warna baju yang di pakaianya.
"Terimakasih sudah menyiapkan baju untukku " Peluk Randy dari belakang dan berbisik di telinga Kinan yang sedanh merapikan rambutnya agar yang panjang.
"Ini Sofi yang menyiapkan, aku hanya memindahkan saja dari Sofa ke ruang ganti."Ujar Kinan masih sibuk memperhatikan penampilannya
"Hmmm setidaknya aku sudah mengucapkan terimakasih. . Sofi juga pasti tahu aku selalu berterimakasih meski hanya mengucapkannya di dalam hati." Ujar Randy lagi yang masih bertelanjang dada.
"Terserah kamu saja Mas. . .Asal kamu bahagia. . Sekarang cepat pakai bajunya, kita harus segera turun, Nana pasti sudah mencariku." Ujar Kinan memonyongkan bibirnya membuat Randy merasa gemas karena melihatnya.
__ADS_1
"Iya sayang. . " Randy segera memakai baju.
Di restaurant lantai dasar. .
"Oma . . Nana kangen Mami. . kemana Mami dan Papi?" Tanya Alina merengek mencari Kinan dan Randy.
"Iya nanti ya sayang, sebentar lagi Mami dan Papi pasti datang. Mereka juga kangen sama Nana." Ujar Bunda mengekus kepala Alina dengan lembut.
"Nana mau punya adik tidak?" Tanya Mamah kepada Alina.
"Mau Oma. . "Ujar Alina menganggukan kepalanya.
"Nah, kalau Nana ingin punya adik. . maka biarkan Mami dan Paoi mu menghabiskan waktu berduanya. . Nana main saja sama Oma dan Opa. . sampai Mami memberikan adik untuk Nana." Ujar Mamah lagi.
"Mah, mana mengerti Nana tentang hal itu. "Ujar Papah mengingatkan Mamah.
"Setidaknya dia tahu tentang adik Pah. . .hehee" Ucap Mamah.
"Nana. . .Ikut tante ke taman yuk, nanti kalau Mami dan Papi sudah kesini kita kembali kesini." Ujar Sofi mengalihkan perhatian Alina.
"Iya pergi sama tante dulu main-main ya Nak. Nanti kalau Mami dan Papimu sudha turun Opa panggil Nana. ." Ujar Ayah.
"Iya Opa." Jawab Alina.
"Nana semalam bobo sama siapa?"Tanya Lila.
"Sama Oma sama Opa. . "Jawabnya dengan senang.
"Wah. . enak sekali. . Nanti malam tidur dengan Tante mau?" Tanya Devi.
"Nana mau bobo sama Mami sama Papi."Ujar Alina.
"Baiklah, nanti sama Mami sama Papi ya. . .Tapi sekarang Nana sama tante dulu disini nungguin Mami sama Papi." Ujar Maya
"Eh Nana bulan depan ulang tahun loh. . . Ulang tahun yang ke berapa Nak?"Tanya Sofi.
"4 Tante, kalau sama Ibu di kasih mini cake." Ucap Alina teringat ibunya. " Ibu kok ga datang-datang. . Ibu masih bobo ya Tan?" Tanya Alina.
"Sekarang Nana kan sudah ada Mami sama Papi, mereka juga sayang sekali sama Nana." Ujar Maya membelai kepala Alina dengan lembut.
"Nana juga sayang Mami sama Papi. . ." Jawabnya.
"Anak pintar. . " Maya mencium pipi Alina yang menggemaskan.
__ADS_1
"Itu Mami. . . ."Alina menunjuk ke arah dan Randy yang baru datang. "Ayo tante kita kesana. . Nana kangen Mami. . ." Ujar Alina merengek minta ke Kinan dan Randy.
"Ayo sayang. . ." Maya menggandeng tangan Alina dan mengantarnya ke Kinan yang baru saja duduk bersam Randy.
"Mami. . . .." Panggil Alina dengan senangnya.
"Halo anak Mami. . . ." Ucap Kinan mencium seluruh wajah Alina berkali-kali.
"Mami mana adik untuk Nana? Kata Oma Nana akan punya adik?" Ujar Nana dengan suranya yang sedikit keras.
"Nana mau punya adik berapa?" Ujar Randy bertanya pada Nana.
"Telselah. . . "Jawab Nana.
"Maaf Kin, Nana sejak tadi mencarimu. Jadi aku anatar kesini." Ujar Maya.
"Tidak apa Maya. . . terimakasih sudah menjaga Nana dengan baik." Ujar Kinan.
Maya kembali ke taman bersam teman-temannya yang lain, disana sudah ada Rayna dan Rista yang juga menginap di hotel semalam.
"Ray. . apakah Nona model masih menghubungimu?"Tanya Sofi.
"Nona Model siapa?"Tanya Rayna yang tidak tahu.
"Maksudku Febby. . ."Ujar Sofi menjelaskan.
"Tidak. . .Nomor dan ponselku sudah di ganti Kak Randy agar Febby tidak menggangguku. Memang ada apa?" Tanya Rayna yang tidak tahu jika kemarin Febby membuat masalah di lokasi.
"Re. . .Tunjukkan video yang kemarin."Ujar Sofi kepada Randy. "Aku harap dia tidak datang lagi membuat kekacauan. . ." Ujar Sofi.
"Astaga. . .Tahu darimana dia?"Tanya Rayna setelah melihat video rekaman kejadian kemarin.
"Entahlah, tapi setidaknya pernikahan Kinan dan Pak Randy berjalan dengan lancar. Dan dia berhasil di kembalikan sampai rumahnya." Ujar Sofi dengan tenang.
"Apa kak Randy tahu masalah ini?" Tanya Rayna.
"Belum. . .setidaknya biarkan mereka menikmati indahnya pernikahan dulu, setelah itu baru aku tunjukkan pada Pak Randy." Ucap Sofi.
"Febby itu memang licik Kak. . Sejujurnya aku juga tidak setuju kalau Kak Randy dengannya. Dulu sebelum Kak Randy bertemu Kak Kinan aku pikir Febby pacarnya karena Kak Randy bilang sudah punya pacar di depan Erika agar tidak mengejarnya." Ujar Rayna.
"Sudah-sudah. . . kita move on saja dari Nona model. Lebih baik kita main . . .Nih aku bawakan monopoli. . .KmTadinya untuk bermain dengan Nana taoi aku lupa mengeluarkannya."Ujar Lila.
"Kalau begitu kalian main bertiga saja. . ."Ujar Sofi pada Lila, Rayna dan Rista.
__ADS_1