Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Sang Buah Hati


__ADS_3

Setibanya di rumah, Bunda dan Mamah sudah menunggunya di depan pintu. Ketika mobil sudah berada di posisi yang aman dan pas, mereka segera mendekati mobil hendak membantu Alina dan Adik Vin turun dari mobil.


"Aduh, princess nya Oma tidur." Ujar Mamah melepas sabuk pengaman Alina dan menggendongnya keluar dari mobil.


"Nah kalau yang tampan ini Oma yang gendong. . Bobok juga seperti kakaknya ya sayang. ." Ucap Bunda mengangkat Adik Vin dari careseat.


Revan dan Haris membantu Randy memvawa barang-barang yang ada di bagasi mobilnya. Sedangkan Kinan berjalan masuk ke rumah dengan perlahan. Ayah langsung menyambut Kinan dengan pelukan hangat daa sebuah kecupan mendarat di pucuk kepala Kinan.


"Selamat datang kembali Nak, putri kecil Ayah sudah menjadi seorang ibu sekarang. Semoga kamu dan suamimu bisa menajdi orangtua yang baik untuk anak-anak kalian ya." Ayah memeluk Kinan dengan erat.


"Iya Ayah. Makasih sudah menjadi Ayah yang baik buat Kinan. Semoga Mas Randy juga bisa menjadi Papi yang baik buat Nana dan juga Adik Vin ya." Ucap Kinan.


"Itu sudah pasti sayang. . ." Ucap Ayah.


"Selamat datang di rumah Nak, akhirnya kalian pulang setelah berhari-hari di Rumah Sakit." Ujar Papah juga memeluk Kinan.


"Iya Pah, terimakasih untuk segalanya." Ucap Kinan dengan sopan.


"Hmm. . .Terimakasih sudah memberikan Papah cucu yang cantik dan lucu Nak." Ujar Papah membuat Kinan merasa terharu.


Kayana duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh Sofi dan yang lainnya. Sedangkan Adik Vin di letakkan di atas kasur kecil yang terletah di antara dekorasi yang sudah mereka persiapkan. Dan Alina sudah Mamah bawa ke kamarnya agar tidurnya tidak terganggu.


Kinan merasa terharu karen teman-temannya mempersiapkan kejutan untuk menyambut kepulangannya. Tertulis Welcome Home Mommy and Baby.


Mereka selalu saja membuatku merasa terharu lagi dan lagi. Padahal bisa saja mereka pergi berlibur untuk menghabiskan libur panjangnya. Tapi mereka mempersiapkan semuanya untukku.


Aku benar-benar beruntung, dikelilingi orang-orang baik.


"Kamu kenapa sedih? Apa kamu tidak suka dengan dokerasinya? Maaf kalau hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan." Ujar Maya mendekati Kinan.


"Kata siapa aku tidak suka? Aku menyuakainya. Ya sangat menyukainya. Makasih untuk segalanya, harusnya kalian sekarang liburna menghabiskan waktu bersama keluarga bukan bekerja menyiapkan ini untukku." Ujar Kinan pada Maya.

__ADS_1


"Apa kau lupa? Kita sudah seperti keluarga Kin. Dan inilah cara kami menghabiskan waktu bersama keluarga." Ujar Maya.


"Maya benar, kami exited sekali untuk menyambut kedatanganmu dan juga pangeran kecil yang tampan. Anggap saja ini ucapan syukur dan kebahagiaan kami atas kedatangan anggota baru diantara kita semua Kin." Ujar Sofi.


"Apapun itu, aku berterimakasih pada kalian semua." Ujar Kinan.


"Hmm . . " Ucap Maya dan Sofi bersamaan.


Bunda dan Mamah duduk di samping kanan kiri kasur kecil adik Vin. Entah apa yang sednag mereka bahas, tapi sepertinya mereka sangat senang saat ini.


Kini Sofi, Maya, Devi, Lila, Rayna dan juga Clara duduk mengelilingi Kinan. Dan begitu pulan dengan Randy, Keanu, Revan dan Haris, mereka duduk seperti membuat kubu pria dan wanita kecuali Ayah dan Papah yang lebih memilih ikut mengelilingi Adik Vin yang masih terlelap.


"Aku sudah punya dua anak, kapan kalian akan menyusul? Lila sudah jelas sednng proses setelah nikah. Lalu kalian bertiga?" Tanya Kinan melihat Sofi, Maya dan Devi secara bergantian.


"Kenapa kau juga melihatku? Kau tahu sendiri aku masih sendiri Kin. Biarkan mereka berdua dulu yang menuju pelaminan." Ujar Sofi.


"Ucapan adalah Doa Sof, kau tidak boleh berkata seperti itu. Bisa saja kau masih single tapi tau-tau nanti sore bertemu jodoh dan menikah keesokan harinya." Ujar Maya dengan bijaknya.


"Ka Sof sama Kaka Dokter saja, kalian kan sama-sama jomblo." Ujar Rayna dengan polosnya.


"Astaga, Rayna jangan ikut-ikut mereka. Jangan pojokkan aku juga. Cla kamu bela aku kan?" Tanya Sofi pada Clara yang sejak tadi diam.


"Cla hanya bisa berdoa supaya Ka Sofi secepatnya bertemu dengan jodohnya." Ujar Clara.


"Astaga . . kalian ini. Tidak bisakah salah satu berpihak padaku? Astaga. . . ." Ujar Sofi memijit kepalanya yang tidak sakit.


"Kan aku tidak bilang berpihak pada siapapun Kak." Ucap Clara dengan polosnya.


"Itu tandanya memang sudha seharusnya kamu menikah Sof, biar anak-anak kita nantinya juga besar bersama dan bisa menjadi teman seperti kita saat ini. Pasti lucu, bukan hanya orangtuanya yang berteman tapi anak-anaknya juga berteman." Ujar Lila terkekeh yang sudah membayangkan jauh kedepan.


"Terserah kalian sajalah. . . " Ujar Sofi mengalah dan pasrah.

__ADS_1


"Jangan terlalu galak sama laki-laki Sof, siapa tahu dia jodohmu." Ujar Kinan.


"Mana mungkin Sofi galak padanya, di dekatnya saja jantungnya terus berdebar. Dia tidak akan sempat untuk memikirkan galaknya Kin." Ujar Maya yang membuat Sofi memelototkan kedua matanya supaya Maya tidak meneruskan perkataannya.


"Benarkah? Siapa pria itu?" Tanya Kinan penasaran.


" Dia. . . ." Ujar Maya yang terpotong karena Adik Vin menangis karena ingin menyusu.


"Sebentar ya, aku mengAsihi dulu. Jangan lupa nanti ceritakan padaku May." Ujar Kinan sebelum pergi meninggalkan yang lainnya.


"Awas ya kalau kamu cerita. . ." Uajr Sofi mencubit lengan Maya karena merasa gemas dengan kelakuan Maya yang sudah emmbuat jantungnya berhenti berdetak.


"Awww. . . sakit Sof." Ujar Maya.


"Kalau kamu cerita pada Kinan, awas saja. Aku akan memukulimu May. . ." Ujar Sofi pada Maya.


Sementara itu, Kinan segera menggendong Adik Vin dan membawanya masuk ke kamar Alina untuk mengAsihi. Bunda dan Mamah pergi ke dapur untuk menyiapkan makan siangnya.


Kinan duduk di sofa panjang dekat dengan jendela sambil menyandarkan badannya dengan menopang badan Adik Vin yang mungik dan menggemaskan. Sesekali Kinan melirik ke arah kasur untuk melihat putri kecilnya yang masih pulas.


*Tidak ada kata lelah untuk Mami merawat dan menjaga kalian Nak, melihat kalian saja hati Mami langsung berbunga-bunga. Mood Mami langsung bertambah. Dan untuk kedepannya Mami akan seterusnya merasakan momen seperti ini. Mengasihi adik Vin dan melihat Kaka Nana yang sedak tidur.


Hidup Mami berubah 180° setelah kamu hadir Kak. Senyuman di wajahmu membuat semangat Mami terus berkobar. Mami akan memperjuangkan hak asuh terhadapmu dan mengesahkannya di mata hukum.


Dan hadirmu, semakin melengkapi kebahagiaan kami pangeran kecil. Mami akan terus belajar menjadi Mami yang baik dan adik pada kalian. .. Semoga kalian bisa menerima apa adanya Mami yang masih banyak sekali kekurangan ya Nak*.


\=\=\=\=\=\=\=


**Ditunggu Kritik dan Sarannya Kak 😍😍


Jangan lupa like dan komen. . rate5 dam Vote seikhlasnya juga boleh, biar lebih semangat ngetiknya . heheh.

__ADS_1


Terimakasih yang masih setia membaca karyaku. . 😍😍**


__ADS_2