Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Serius mencintaimu


__ADS_3

"Boleh aku meminta sesuatu darimu?" Tanya Alina menatap kedua bola mata Chandra lekat-lekat.


"Apa?" Ucapnya.


"Peluk aku." Ucapnya dengan membentang kan kedua tangannya pada Chandra.


Tanpa membuka suara, Chandra segera merengkuh soosk wanita yang selama ini di nantinya. Chandra memeluknya dengan begitu erat, seolah tak akan membiarkan pelukan nya lepas.


Alina pun tampak nya sangat nyaman berada dalam pelukan suaminya. Mereka berpelukan untuk beberapa saat menumpahkan segala kerinduan yang selama dua tahun lamanya terpendam.


Tanpa di sadari, kini bibir mereka telah saling beradu menumpahkan segala kerinduan nya. Nafas nya saling menggebu menahan hasrat yang telah lama tidak mereka lampiaskan berdua.


Entah siapa yang memulai lebih dulu, satu persatu pakaian telah mereka tanggalkan dan di lemparkannya ke berbagai penjuru.


Selimut dan sprei sudah tak nampak bentuknya, mereka terus berpacu dalam kenikmatan untuk sampai pada puncaknya secara bersamaan.


"Sahhyangg.. Aku mencintaimu.." Ucapnya dengan terengah-engah.


Beberapa tanda kepemilikan mereka tinggalkan di sana, siang itu entah sudah berapa kali mereka sama-sama sampai pada puncaknya. Hingga akhirnya mereka sama-sama kehabisan tenaga dan berakhir dengan pelukan sampai mereka tertidur.


Di Kamar, jam 16.30 WIB


Chandra telah bangun lebih dulu, dilihatnya sosok wanita hang baru beberapa waktu laku bertempur dengannya kini masih terlelap di dalam pelukan nya. Seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Chandra terus memandang wajah nyayang damai dengan sesekali meninggalkan kecupan basah di seluruh wajahnya yang membuat Alina segera tersadar dan membuka matanya.


"Hmm.. Kau sudah bangun." Ucap Alina dengan suaranya yang parau.


"Tidur lah kalau kau masih ngantuk. Aku akan menjaga mu disini." Ucapnya sambil membelasi wajahnya dengan lembut.


"Bagaimana aku bisa tidur lagi, kalau tanganmu terus saja mengusap wajahku seperti itu Pak Chandra." Ucap Alina.


"Salah siapa kamu menggemaskan." Ujar Chandra yang semakin menggoda isterinya.


Mereka pun kembali melakukannya meski lebih cepat dari yang sebelumnya karena waktu sudah semakin sore. Dan mereka harus segera kembali ke rumah, dan mengabarkan orangtua Alina atas kabar baik ini.


*****


" Mah, kami pulang dulu ya." Ucap Alina mencium punggung tangan kanan Mamah dan memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan ya Nak. Kalau suami mu libur main lagi kesini." Ucap Mamah.


"Pasti Mah." Ucap Alina.


Setelah berpamitan pada semua orang, Alina dan Chandra segera pergi meninggalkan kediaman keluarga besar Wijaya. Tangan mereka terus bergandengan seolah tak ingin lepas meski hanya beberapa detik.


"Pak, lepaskan. Fokuslah menyetir. Aku tidak akan kemana-kemana bukan?" Ucap Alina.


"Ini yang membuatku lebih fokus Sayang. Aku tidak akan melepas genggaman tangan ini sampai kapanpun. Sampai mau yang memisahkan kita, tetaplah bersamaku, menjadi pemenang di saat aku sedang gundah." Ucap Chandra diakhiri dengan mengecup punggung tangan kanan Alina.


Di Kediaman Randy-Kinan


Sebuah pintu gerbang terbuka sesaat setelah mobil sedan berwarna hitam tiba di depan pintu gerbang. Dengan wajah berbinar Alina membuka seatbelt dan menunggu mobil berhenti.


Chandra turun lebih dulu, dan membukakan pintu untuk sang Tuan Puteri yang sudah memasang senyum termanisnya.


Mereka bergandengan tangan jalan beriringan memasuki pintu rumah. Terlihat Papi dan Mami sedang duduk di ruang tengah sambil menyaksikan siaran Televisi. Setelah menyadari kepulangan Alina, mereka salah fokus pada Alina dan Chandra yang datang dengan bergandengan tangan.


"Sayang, lihat! Apa aku tidak salah lihat? Anak kita pulang membawa seorang pria. Dan sepertinya mereka tidak ingin berpisah." Ujar Randy pada Kinan yang hanya tersenyum memandangi keduanya.


"Apakah Kakak mau menyeberang jalan? Ini kan di rumah.. Apakah kalian sudah jadian?" Tanya Vin yang datang dari arah dapur membawa segelas aor putih dingin yang diambilnya dari dalam kulkas.


"Ya, kami sudah jadian dua setengah tahun yang lalu bukan? Dan kau.. Adik macam apa yang tidak datang di acara pernikahan kakaknya." Celetuk Alina dengan memasang wajah pura-pura kecewa.


Sontak yang lainnya segera mengalihkan perhatiannya dari kesibukan nya masing-masing. Mereka saling melempar pandangan, tidak mengerti dengan apa ya g sedang Alina bicarakan.


Kinan memberikan isyarat pada Chandra untuk menceritakan semua yang terjadi selama dirinya membawa Alina pergi keluar.


"Mami, ingatanku sudah pilih. Aku sudah menikah dengan nya dua setengah tahun yang lalu di sebuah ruang rawat VVIP. Dan kalianpun hadir dalam acara itu bukan?


"Kalian tidak perlu lagi berpura-pura tidak tau. Makasih selama ini sudah menjagaku dengan berpura-pura seolah aku belum menikah karena aku kehilangan ingatanku." Ucap Alina lagi.


Kinan dengan perlahan mendekati putrinya yang saat ini masih berdiri di tempat semula. Dengan tatapan sendi, Kinan berusaha menelisik wajah Alina mencari jawaban sebenarnya tentang ucapan putrinya barusan.


" ini benar Nana ku? Ingatan u sudah pulih?" Tanya Kinan memegang pipi Alina dengan kedua tangannya.


"Hmm.. Iya Mami. Ini Nama putrimu."Ucap Alina dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


Kinan mengecup seluruh wajah Alina, dan memeluknya dengan erat. Ingatan putrinya telah pulih, doa nya selama ini telah Tuhan kabul kan. Air mata tak mampu ia bendung lagi, isak tangis keduanya terdengar jelas memenuhi seisi rumah.


"Terimakasih Tuhan, kau telah mengabulkan doa ku selama ini. Semoga putrimu kedepannya lebih bahagia bersama suaminya. Terimakasih telah memelihara hubungan keduanya dengan baik meski harus tertimpa musibah dalam waktu yang cukup lama." Batin Kinan.


CUPP...


Randy menghampiri istri dan putrinya, ia mengecup kening putrinya dan membeli rambutnya dengan haru. Berakhir dengan merengkuh tubuh kedua wanita nya.


Mereka duduk di ruang tengah, menceritakan bagaimana ingatan Alina bisa kembali. Randy, Kinan dan Vin tampak antusias mendengarkan cerita Alina yang sesekali melirik Chandra yang juga sejak tadi turut mendengarkan nya.


Malam ini kebahagiaan telah menyelimitu keluarga besar Randy. Mereka terus bercerita sama lain hingga waktu tanpa terasa telah beranjak malam, dan mereka akhirnya menyudahi obrolan tepat pukul 23.00.


Di sudut kamar lantai 2 paling ujung...


"Mas, semoga kedepannya rumah tangga putri kita akan baik-baik saja ya Mas. Mereka berhasil melewati ujian panjang ini." Ucap Kinan dengan kepalanya bersandar pada dada suaminya.


"Hmm.. Sejak dulu Alina sudah turut merasakan beberapa ujian yang menimpa kita. Mungkin dia sudah kebal dengan ujian ini, Sayang." Celetuk Randy.


"Sayang, aku serius." Ucap Kinan.


"Akupun serius, aku serius mencintaimu sejak dulu hingga sekarang dan kita akan terus bersama sampai syurga nanti." Ucap Randy berhasil membuat Kinan terbius dengan kata-katanya.


______________________________________________


.


.


Sedikit terlambat Up...


Maaf jika ceritanya tidak nyambung/tidak sesuai dengan yang kalian harapkan. 😥🙏🙏


Doakan semoga semangat ngetik Author tetap terjaga ya 😂😂


Jangan lupa Like, Komen, Rate 5 dan juga vote seikhlasnya. 😍😍😍


Happy Reading 😘😘

__ADS_1


__ADS_2