
"Sayang . . Bangun. . .Nana mau lihat Mami dan Papi kan?"Ujar Rayna membangunkan Alina dengan lembut.
"Hmmm. . ."Ujar Alina menganggukan kepalanya tapi mata masih terkunci.
"Hmm baiklah. . Nena akan membangunkan dengan ciuman-ciuman Nena yang banyak. . . "Ujar Rayna membisikan di telinga Alina.
"Ampun Nena. . ampun. . . .Nana ge....li. . . ampuuun . . ha .. . ha. ha. . Nena. . "Ujar Alina memohon pada Rayna untuk menghentikan aksinya.
"Anak pintar. . .Ayo mandi sama Nena. . setelah itu kita ke Oma." Ucap Rayna.
"Nana mau Mami. ..Nena. . "Ujar Alina dengan wajah sedihnya karena semalam dia tidak tidur dengan Kinan.
"Nana rindu Mami?"Tanya Rayna menatap wajah Alina dengan penuh kasih sayang.
"Hmm. . Nana mau peluk Mami."Ucap Alina.
"Baiklah. . Setelah mandi Nena antar kamu ke Mami ya." Ucap Rayna membelai rambut Alina dengan lembut.
Setelah mandi, Rayna melumuri badan Alina dengan minyak kayu putih dan bedak seperti yang dilakukan Kinan pada biasanya. Rayna memang manja, tapi semenjak ada Alina dirinya menjadi lebih dewasa karena belajar dari Alina yang masih kecil sudah menjadi anak yang kuat dan tegar.
"Hmmm wangi. . "Ujar Rayna menciumi Alina.
"Nena geli..."Ujar Alina.
"Maafkan Nena yang tidak bisa untuk tidak mencium kamu yang lucu sayang. Sekarang ayo kita ke Mami."Ujar Rayna.
"Ayo Nena."Ujar Alina dengan semangat karena akan bertemu dengan Mami.
Saat Rayna dan Alina sedang berjalan di lorong, Rayna di panggil Rista yang tak lain adalah sepupunya. Semenjak kejadian itu mereka tidak pernah berjumpa, karena Rista ikut dengan Papahnya pindah keluar kota untuk menjalani kehidupannya yang baru.
"Kak Ray..."Panggil Rista.
"Hay Ris, kau baru datang? Mana Om dan Devon?" Tanya Rayna.
"Papah dan Kakak masih di bawah. . ini siapa kak? cantik sekali. . ." Ujar Rista.
"Sayang ayo kenalan. . ini kaka Rista. . "Ujar Rayna pada Alina.
"No Nena. . Nana takut."Ucap Alina pelan dan membenamkan wajahnya di dada Rayna.
__ADS_1
"Sayang. . Kakak Rista adiknya Papi. Dia orang baik. ." Ujar Rayna membujuk Alina supaya tidak takut. Alina memang tidak terbiasa dengan orang yang baru dia lihatnya, Kinan selalu berpesan kepada Alina untuk tidak mau diajak orang yang baru dia lihat jika dia sedang sendirian
"Papi? Siapa Ka?"Tanya Rista.
"Nana.. "Ucap Nana memperkenalkan dirinya.
"Halo Nana. . cantik sekali. Anakya siapa si?"Tanya Rista.
"Mami. Papi. . Tita. . ."Ucap Alina.
"Siapa Kak? Mami Papinya namanya Tita?"Tanya Rista. Alina hanya tertawa dan menutup mulutnya dengan tangan mungilnya.
"Mami Papinya itu Kak Kinan dan Kak Randy. Kalau Tita itu Kamu, dia tidak bisa menyebut namamu dengan jelas karena masih kecil. Nana anaknya Kak Lia, teman Kak Kinan yang meninggal dalam kejadian itu Ris." Ujar Rayna dengan pelan.
"Ya ampun. . . kasihan sekali. . Maafkan Mamah Rista Kak. ."Ucap Rista yang langsung menangis setelah tahu kalau Alina adalah anak salah dari satu korban dalam kecelakaan itu karena perbuatan Mamanya yang sekarang sudah berada di penjara.
"Sudah lah Ris. . kita semua sudah ikhlas. Kita tidak boleh terus larut dalam kesedihan, karena biar bagaimanapun, ada Alina yang harus kita rawat dan kita besarkan. Setidaknya hanya ini yang bisa kami lakukan untuk membalas kebaikan Kak Lia." Ujar Rayna.
"Kak boleh aku peluk Nana?"Tanya Rista.
"Nana.. Tita ingin peluk Nana. . Seperti Nena peluk Nana." Ucap Rayna perlahan. Alina segera merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Rista.
"Tita nangis?"Ujar Alina segera melepas pelukannya dan mengusap air matanya.
"Kamu baik sekali sayang . . "Ucap Rista.
"Nena. . Tita nangis."Ujar alina mengadukan pada Rayna.
"Ris. . jangan menangis lagi. . aku tidak mau ikutan menangis. . Sekarang kita sama-sama jaga Alina saja ya." Ujar Rayna.
"Iya Ka. Ya sudah Rista ke Tante dulu ya Ka."Ujar Rista.
"Iya, aku mau antar Nana ke Maminya dulu."Ujar Rayna segera melangkahkan kakinya.
"Ma...mi. . . "Teriak Alina saat melihat Kinan sedang dirias. Rayna segera menurunkan Alina dari gendongannya dan membiarkan Alina berlari mendekati Kinan di kursi riasnya.
"Sayang. . kamu semalam bobok dengan siapa? Oma atau Nena?"Tanya Kinan menciumi wajah putri kecilnya.
"Nena Mami. . .itu Nena. "Ujar Alina menunjuk ke arah Rayna yang sedang melihat Alina begitu dekat dengan Kinan, sampai dia merindukan Maminya meski hanya beberapa jam tidak bertemu.
__ADS_1
"Hai Kak. . .aku hanya mau mengantar Nana. Dia ingin bertemu Maminya. Aku kembali dulu ya Kak. Daaah Nana."Ujar Rayna membalikkan badannya dan mengusap air matanya yang hampir jatuh.
"Kamu semalam tidak nakal kan?"Tanya Kinan.
"Tidak Mami. . .semalam Nana bertemu Papi. . Nana di gendong Papi. . ."Ucap Alina menceritakan semuanya saat dia bersama keluarga Randy.
"Nana sayang. . .ikut tante yuk. . Mami sedang di rias dulu biar jadi princess. . Nana mau jadi princess juga?" Tanya Maya mendekati Alina.
"Mau Tante. . Boleh Mami?" Tanya Alina meminta jawaban dari Kinan.
"Boleh sayang. . .May, minta Sus Ani untu menyuapi Alina juga ya. . "Ujar Kinan.
"Siap Mami. . .Ayo sayang kita sarapan dulu, setelah itu pakai baju princess. . ."Ujar Maya menggendong Alina.
"Daahhh Mami. . ."Alina melambaikan tangannya pada Kinan.
"Daahh sayang. . . " Kinan membalas lambaian tangan putri kecilnya.
Setelah meminta Sus Ani menyiapkan sarapan untuk Alina, ia segera membawa gadis kecil ke teman-temannya yang sedang berkumpul di ruang tengah. Seketika mereka mengalihkan perhatiannya pada Alina yang juga sudah mengenal mereka karena sering mengunjunginya untuk membelikan Alina mainan atau ice cream setiap harinya.
"Nana sudah besar. . . ."Ujar Lila.
"Iya tante. . "Jawab Alina.
"Lucu sekali. . ingin aku bawa pulang saja buat temanku di rumah."Ujar Lila saking gemasnya dengan Alina
Di Ruang Lainnya. . .
"Van. . kau pegang ponselku. . jika ada pesan masuk dari Febby balas saja. Jika dia menelepon suruh kirim pesan saja. Pantau dimana dia sekarang. Aku tidak ingin dia menggagalkan acara pernikahanku dengan Kjnan. Di depan sudah ada beberapa penjaga, jika kau melihat wajahnya segera berikan isyarat pada mereka untuk menahan Febby agar tidak masuk tau katakan saja ini penikahan Devon, dan aku sedang di luar kota."Ujar Randy
"Baik Pak. "Ujar Revan.
"Aku mendapat kabar dari Gerry kalau Febby ingin ke Indonesia untuk menemuiku."Ujar Randy.
"Kalau begitu Pak Randy tinggalkan pesan suara dan kirimkan ke WhatsApp saya saja Pak nanti akan saya katakan kalau ada pesan dari Bapak. "Ucap Haris.
"Hmm. . benar juga . . kenapa aku tidak kepikiran seperti itu. ."Terimakasih Ris sudah mengingatkanku.
Randy segera mengirim voice note pada Haris sebelum ponsel ia serahkan pada Revan untuk memegangnya.
__ADS_1