Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Sang Belahan Jiwa


__ADS_3

Kini hari-hari Alina jalani bersama keluarganya di Indonesia. Setiap dia syuting untuk iklan, Kinan ikut dengannya untuk menjaga putrinya. Sekarang Kinan sudah menjelma menjadi wanita yang tanggung, yang tak takut dengan ancaman apapun selagi dia benar.


"Mami istirahat saja di rumah. Nana bisa sendirian. Mami jangan capek-capek nanti sakit." Ucap Alina.


"Tidak sayang. . Mami mau sama kamu terus. Mami mau jagain putri Mami biar ga ada yang ganggu kamu." Ucap Kinan.


"Mami. . kalau ada yang ganggu nanti aku pukul. Mami kan tau aku ikut latihan bela diri sebelum aku ke Jepang kan? Itu juga Mami yang suruh aku buat latihan bela diri supaya aku bisa jaga diri selama di sana." Ucap Alina.


"Iya sayang. . Mami tau. Tapi Mami lebih tenang kalau bisa lihat kamu dengan mata kepala Mami secara langsung Nak. Biarkan Mami ikut denganmu ya, sebelum kamu punya bodyguard nantinya." Ujar Kinan.


"bodyguard? " Tanya Alina tak mengerti.


"Hmm. .. kamu sudah dewasa sayang. Cepat atau lambat kamu pasti akan segera menikah. Dan mau tidak mau kamu pasti akan ikut dengan suamimu." Ucap Kinan.


"Mami. . . .Aku belum ingin menikah. . . aku baru mulai menjajaki dunia kerja Mi. Dan sebentar lagi aku juga mau masuk ke dunia kesehatan kan? Aku ingin fokus dulu intinya." Ucap Alina.


"Hmm iya sayang. . . tapi tidak menutup kemungkinan kamu sebentar lagi akan menikah." Ucap Kinan lagi.


"Hais. . .terserah Mami saja lah." Ucap Alina.


Kinan hanya tertawa melihat wajah Alina yang menggemaskan. Dia kemudian bersiap-siap untuk berangkat karena jadwal syuting dua jam lagi dan waktu yang di tempuh untuk sampai di lokasi syuting sekitar 45 menit.


Seperti biasa Kinan selalu menyiapkan bekal untuk Alina supaya dia tidak makan sembarangan di sana. Dan Alina tidak mempermasalahkannya, justru dia senang bisa makan masakan Kinan setiap waktu.


Sesampainya di lokasi syuting, Alina di panggil crew untuk briefing. Kinan terus memandangi wajah putrinya dari kejauhan. Tak terasa air mata menetes membasahi pipinya. Kinan teringat dengan perjuangan mereka dulu saat memperjuangkan hak asuh Alina.


*Sekarang adalah waktumu untuk bahagia Nak. Lakukan apapun yang kamu inginkan selagi kamu bisa. Kamu sukses dengan kerja kerasmu sendiri tanpa meminta bantuan dari kami. Semoga kelak kamu bertemu dengan pria yang bertanggungjawab dan menyayangimu dengan tu*lus menyayangimu Nak.


Flashback On


Saat usia Vin 4 tahun, Kinan hamil lagi untuk yang kedua kalinya. Semua keluarganya sangat bahagia saat mendengar kabar itu. Tak terkecuali Alina dan Vin yang begitu antusias karena akan memiliki seorang adik.

__ADS_1


"Sayang. . aku berangkat dulu ya. Aku akan percepat urusan di sana supaya bisa cepat pulang. Kamu jangan macam-macam. Banyaklah istirahat supaya Baby baik-baik saja." Ucap Randy yang hendak pergi ke luar kota untuk urusan bisnis.


"Iya sayang. . .mas hati-hati ya, jaga diri sela disana ingat anak dan istrimu di rumah. Aku dan anak-anak akan selalu merindukanmu Mas." Ucap Kinan.


"Aku juga akan selalu merindukan kalian. Aku titip anak-anak ya." Ucap Randy pada Kinan.


"Iya Mas." Ucap Kinan.


Selepas kepergian Randy, Kinan dan Alina juga Vin masuk ke dalam rumah. Kinan pergi ke dapur untuk membuatkan cemilan Alina dan Vin di bantu Bu Ti.


Sedangkan Alina dan Vin di depan TV menonton serial kartun kesukaan mereka. Alina menjaga Vin dengan baik, setiap Vin melakukan papum dia selalu mengawasinya karena Kinan berpesan padanya untuk mengawasi Vin yang masih kecil.


Vin dengan manjanya duduk bersandar di pundak Alina sambil menyaksikan acara TV. Tangan Alina sibuk mengusap-usap rambut Vin supaya tidur. Dan benar saja Vin tertidur di pundak Alina, karena merasa berat Alina memanggil Kinan untuk membantunya memindahkan kepala Vin tanpa membangunkan adiknya.


"Mami. . . bantu aku. . " Panggil Alina.


"Iya sayang. . . Mami segera datang." teriak kinan dari dapur.


"Aduh. . .aduh. . .Ada yang tidur rupanya. Goodgirl Kakak. " Puji Kinan pada Alina.


"Adik berat sekali mami. . Aku tidak kuat. . ." Ujar Alina.


"Iya sayang. . . .Mami bantu ya." Ucap Kinan memindahkan Vin untuk tiduran di sofa.


"Makasih Mami. . " Ucap Alina setelah Vin berhasil di pindahkan untuk tiduran di sofa.


"Jagain adik ya Sayang. Mami sedang buat snack untuk kalian." Ucap Kinan mengecuk kening Alina.


Selama Randy di luar kota, Alina seolah mengerti dengan keadaan Kinan yangs sedang hamil 4 bulan. Alina merasa dia harus membantu Kinan menjaga Vin yang sudah semakin aktif dan larian kesana kemari.


Seperti saat itu, selesai mandi Vin langsung lari keluar kamar. Alina berusaha untuk mengejar Vin danemintanya untuk memakai baju dulu. Tapi Vin tak mendengarnya, dia terus lari menuruni anak tangga dan tanpa snegaja menabrak Kinan yang sedang berjalan naik.

__ADS_1


Kinan kehilangan keseimbangan dan jatuh terguling hingga anak tangga terakhir. Alina teriak histeris menyaksikan Kinan yang terus terguling sampai lantai bawah. Sedangkan Vin terdiam dan duduk di anak tangga.


Bu Ti segera menghampiri arah suara dari ruang tengah. Melihat Kinan yang sudha tergeletak di lantai, membuat Bu Ti teriak memanggil Pak Agus untuk membantunya membawa ke Rumah Sakit.


"Dek, jangan di ulangi lagi ya." Ucap Alina yang sudah berada di dekat Vin dan memeluk adiknya.


"Kaka, Mami kenapa?" Tanya Vin yang belum mengerti.


"Mami sakit, kamu jangan ulangi lagi lari-larian di tangga ya." Ucap Alina.


"Maafin Vin kaka. . . ." Ucap Vin dengan sedih.


"Bu Ti, Aku di rumah saja sama Adik. Aku bisa jaga Adik. Aku sudah 9 tahun, aku sudah besar Bu. Bawa Mami saja ke Rumah Sakit." Ucap Alina yang masih memeluk Vin.


"Iya Kak. Nanti Ibu hubungi Nyonya besar untuk menemani Kakak dan Adik ya. Jangan keluar rumah." Ucap Bu Ti.


Sesampainya di rumah Sakit, Kinan segera di tangani oleh Dokter disana. Dan janin yang di akndungnya tidak bisa terselamatkan. Dan karena kejadian itu membuat Kinan tidak bisa hamil lagi.


Flashback Off


Kegiatan syuting berjalan dengan lancar, terlihat beberapa wartawan sedang mengajukan beberapa pertanyaan pada Alina. Senyum bangga menghiasi wajah Kinan saat ini.



Alina terlihat bijak saat menjawab beberapa pertanyaan yang di berikan oleh wartawan. Alina selalu tersenyum setiap menjawab pertanyaan, dan sesekali melirik ke arah Kinan saat wenjawab pertanyaan.


"Aku berada disini saat ini karena dukungan dari keluargaku. Bagaimana aku bisa mengeluh, jika setiap saat ada seorang Ibu peri yang selalu menemaniku. Dia adalah Ibuku, belahan jiwaku yang tak pernah lelah menyebut namaku di setiap doanya." Ucap Alina dengan mata yang berkaca-kaca.


\=\=\=\=\=\=\=


**Bagaimana dengan visual Alina? Apakah cocok?

__ADS_1


♡KEKASIH KONTRAK TILL JANNAH EPS 153♡**


__ADS_2