Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Kepergian Lia


__ADS_3

"Suster berikan RJP 30:2 . . "Ujar Dokter.


"Baik Dok. . ."Masing-masing perawat mengambil posisi.


1 . . 2. . . 3 . . .4. . 5 . . .6. . 7. . . .. . . . . 30


. . . 2


1... 2 .....3.... 4 ....5 ....6 ....7. . . . . . . 30



. 2



Setelah beberapa kali dilakukan tindakan RJP (Resusitasi Jantung dan Paru) yang meliputi Kompresi dada 30x/menit dan Ventilasi 2x (satu napas /6detik), namun tidak ada perubahan pada detak jantung dilihat dari monitor yang ada di samping pasien akhirnya dokter menghentikannya dan Lia dinyatakan sudah meninggal dunia.


Perawat segera melepas semua alat yang menempel di tubuh Lia. Dengan berat hati Dokter Lani harus memberitahukan pada Kinan dan yang lainnya bahwa Lia sudah tidak ada.


"Dok. . bagaimana Lia?Dia baik-baik saja kan dok?"Tanya Kinan.


"Maaf, kami sudah melakukan pertolongan sebaik mungkin pada jantungnya, dengan berat hati saya harus mengatakan Ibu Lia sudah meninggal dunia."Ujar Dokter Lani.


Semua yang berada di lorong menangis histeris, termasuk Alina yang menangis karena melihat semuanya menangis.


Bunda segera mengambil Alina dari pangkuan Kinan dan membawanya masuk ke dalam ruang ICU untuk mencium ibunya yang telah tiada.


"Sayang, sini Nak. Sama Oma dulu ya, kita cium Ibu." Ujar Bunda terisak.


"Ibu. . ibu Bobok ya Oma?"Tanya Alina.


"Iya Nak, Ibu Bobo. Nana sekarang tinggal dengan Oma dan Aunty Kinan ya. Oma akan menyayangi Nana seperti cucu Oma sendiri.. . . Lia, Bunda janji akan merawat dan membesarkan Nana dengan baik, tenanglah di surga Nak. Tuhan lebih menyayangimu. Kamu sudah tidak merasakan sakit lagi disana. Doakan Nana supaya tumbuh menjadi gadis yang baik,pintar dan kuat. Kami semua akan menyayangi Nana dengan tulus. Terimakasih sudah menjaga anak Bunda dengan baik." Ucap Bunda mencium kening Lia.


"Ibu. . ko tidak bangun-bangun? Ibu masih ngantuk ya Oma?" Tanya Alina lagi pada Bunda.


"Lia. . . walaupun Mamah belum terlalu mengenalmu, tapi Mamah merasa sekali kehilanganmu Nak. Panggil aku Mamah ya, Mamah juga akan menjaga Nana dengan baik. Dia anak yang pintar. Kau tenanglah di sana Nak. Terimakasih sudah menjaga Kinan dengan baik." Ucap Mamah yang juga mencium kening Lia.


"Ayo sayang kita keluar. . ."Ucap Bunda menggendong Alina.

__ADS_1


"Ibu. . "Alina menangis, mungkin dia juga merasakan tidak akan bisa bertemu dengan ibunya lagi.


Kinan dan yang lainnya masuk untuk melihat Lia sebelum di tutup dengan kain. Semua menangis saling berpelukan kehilangan sosok Lia yang selama ini di kenal baik dan penuh kasih sayang.


"Lia, kenapa kamu titipkan Nana padaku. . harusnya kamu bangun, kamu berjuang untuk Nana. . bukan menyerah Li. . Apa kamu marah padaku Li? Katakan kalau kamu marah jangan diam saja. . katakan Lia. . ."Ujar Kinan.


"Lia, saya akan merawat anak kamu dengan baik. Terimakasih sudah menjaga calon isteriku dengan baik." Ucap Randy memeluk tubuh Kinan.


"Lia. . .buka matamu. . .ini tidak lucu Li. . ini bukan waktunya kamu bermain-main Lia. . .Bangun . . ." Maya menggoyang-goyang tubuh Lia.


"May. . tenanglah. . Lia sudah bahagia disana. Kau jangan seperti ini. . "Ujar Sofi menarik tubuh Maya ke dalam pelukannya. "Lia, kau benar-benar membiarkanku bekerja sendirian sekarang. . Istirahatlah dengan tenang. . kami akan menjaga Nana dengan baik. . .Jangan lupakan kami. Terimakasih sudah menjadi teman yang baik untuk kami semua." Ujar Sofi.


Lia. . kenapa kamu tidak memberiku kesempatan untuk meminta maaf padamu secara langsung? Apa kamu begitu marah denganku? Hingga kamu tega pergi sebelum aku meminta maaf padamu? Lia. .. aku mohon. . buka matamu. - Batin Devi duduk bersimpu di lantai.


"Mas, nanti Lia akan bangun lagi kan Mas? Dia hanya tidur kan? Dia . . .dia... "Ujar Kinan hilang kendali.


"Sayang. . . ikhlaskan Lia, ini yang terbaik untuknya sayang. . ."Ujar Randy mengecup pucuk kepala Kinan.


"Tidak Mas. . ini pasti hanya mimpi. . ini tidak adil. . kenapa bukan aku saja yang mati. . kenapa harus Lia mas. . .kenapa. . ?"Kinan terus teriak memanggil Lia.


Sedangkan Maya langsung jatuh pingsan karena tidak bisa menahan kesedihan yang ia rasakan, kembali kehilangan orang yang sangat berarti untuknya. Dengan sigap Revan segera membawanya keluar dan menidurkan di kursi tunggu yang panjang.


"Clara. . tenanglah, kakakmu akan segera sadar. Kamu duduk saja disini. Biar kakak yang membantu Revan ya."Ujar Lila.


"Kak Maya baik-baik saja kan Kak?"Ujar Lila.


"Dia baik-baik saja. Kamu percaya pada kami kan?"Tanya Lila.


Sofi mengambil minyak kayu putih dan menggerakkan di depan hidungnya supaya Maya cepat sadar. Sofi takut jika Maya traumanya kambuh, dan akan membuat Clara semakin terpukul.


"Li. . . lia. . . .Lia. . . . . ."Teriak Maya setelah bangun dari pingsan.


"May. . . ikhlaskan Lia, biarkan dia tenang di sana. Kau tidak boleh seperti ini Lia. . Lihat Clara. . dia masih butuh kamu. . kamu jangan egois." Bentak Sofi karena ingin Maya sadar.


"Clara. . .dimana adikku. . ."Maya teringat dengan adiknya yang juga ikut dengannya.


"Kakak. . . jangan seperti ini lagi. . Clara takut."Ujar Maya.


"Maafkan Kakak Dek. . . "Maya segera memeluk adiknya dengan erat.

__ADS_1


"Revan. . kamu urus administrasi Lia ya."Ujar Randy.


"Mas. . aku juga mau pulang. . aku sudah tidak apa-apa. Aku ingin menemani Alina tidur di rumah Mas. "Ujar Kinan.


"Hmm. baiklah. . Revan sekalian administrasi Kinan. Dan juga minta dokter untuk datang ke rumah cek jahitan Kinan setiap hari."Ujar Randy.


"Baik Pak." Jawab Revan


Revan dan Haris segera pergi meninggalkan teman-temannya yang lain. Mereka berjalan tanpa komunikasi sedikitpun karena masih terbawa suasana kepergian Lia. Biar bagaimanapun Lia sudah menjadi bagian dari mereka, terlebih saat melihat putri kecilnya yang sangat menggemaskan dan harus kehilangan kedua orangtuanya di usianya yang masih sangat kecil.


Ditempat lain. . .


"Oma. . .Nana lapal."Ucap Alina.


"Kamu mau makan?" Tanya Bunda.


"Hmmm.. "Menganggukan kepalanya.


"Baiklah ayo kita cari makan. . ."Ujar Mamah.


"Oma Oma sama Opa itu . . .Opa itu juga."Ujar Alina menunjuk Papah dan Ayah yang sejak tadi terduduk tanpa bicara karena masih syok dengan kepergian Lia.


"Baiklah. . ayo Opa Opa. . ikut Alina makan."Ujar Mamah.


"Ayo Nak. . kita cari makan sama-sama."Ujar Ayah bangun dari duduknya.


Anak ini belum mengerti apa-apa. . . Dia masih terlalu kecil untuk tahu arti kehilangan. Kamu harus bahagia Nak, Opa akan menjagamu. . Opa tidak akan membiarkan orang lain menyakitimu. . .-Batin Papah yang berjalan di belakang Mamah yang sedang menggendong Alina.


Mereka membawa Alina ke tempat makan di seberang Rumah Sakit karena tempatnya lebih nyaman untuk Alina. Semua bergantian menyuapi Alina makan, dan juga mengajaknya bercerita agar Alina makan dengan lahap. Papah tak mau menyia-nyiakan kesempatan dengan mengambil beberapa gambar Alina di setiap momennya.


••Kami akan pulang lebih dulu membawa Alina. Kasihan jika terlalu lama di Rumah Sakit. Ajak juga Sus Ani. ••


•• Terimakasih Pah. ••


••••••••


Maaf kalau ada kesalahan dalam Tindakan RJP dan juga yang ada di dalamnya (kompresi dada+ventilasi). Disini tidak mengguanakan DEFIBRILATOR (alat kejut jantung) karena pengalaman dulu hanya dengan RJP. Karena lebih mudah menjelaskan secara langsung (dalam bentuk praktik) daripada menjelaskan lewat tulisan.


Mohon Kritik dan sarannya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2