Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Masa Lalu Maya


__ADS_3

"Hai...."Ujar Lila sembari masuk.


"Hai.... " ujar Kinan membalasnya.


"Eh tadi aku lihat si tampan dan kalian di lift, tidak dimarahin kan?"Tanya Lila membuat Kinan dan yang lainya kaget.


"Tidak, Pak Randy hanya bilang bekerja keraslah supaya kita bisa sama-sama memajukan perusahaan ini."Ujar Maya mencari alasan.


"Serius dia mengatakan itu?"Tanya Lila.


"Aku selalu serius kalau menyangkut dengan Pak Randy Lila."Ujar Maya.


"Ehm... baiklah. Alasan di terima. Tapi tumben sekali dia baik seperti itu, apakah mungkin efek dari dia tunangan ya. Jadi penasaran sama tunangannya."Ujar Lila.


"Yang pasti tunangannya itu berhati baik, tulus, punya jiwa kepemimpinan, cantik, tidak suka ghibah, eh suka dikit deng....intinya baik lah."Ujar Maya.


"Kau sudah tau? Siapa May?"Tanya Lila kepo.


"hm... kasih tau ga ya....."Ujar Maya melirik Kinan yang tampak tegang.


"Kasih tahu saja ayo...."Ujar Lila.


"Entahlah, akupun tidak tahu. Tapi dalam bayanganku wanita itu seperti yang aku pikirkan La."Ujar Maya.


"Ah, kamu ini. Selalu bikin aku penasaran."Ujar Lila dengan kesal.


"Makanya kamu harus menurunkan tingkat kekepoanmu Lila." Ujar Maya.


"Huhhh...."Maya kembali ke meja kerja.


"Sudah-sudah ayo kembali bekerja atau Bu Sofi akan marah."Ujar Kinan.


Huhhh....Hampir saja... Kau berhasil membuat jantungku berhenti sejenak May, terimakasih sudah menepati janjimu untuk merahasiakan ini semua. -Batin Maya.


Maafkan aku Kin sudah membuatmu tegang..hehe. Aku hanya ingin melihat reaksimu saja ternyata kau sangat lucu. Menurutku kalian sudah saling jatuh cinta tapi belum menyadari satu sama lain... Kalian itu pasangan serasi, tampan dan cantik kalo dijadikan satu akan menghasilkan keturunan yang berbibit Kin. -Batin Maya.


"Maaf terlambat."Ujar Ivan baru datang.


"Hmm. Tidak apa, terlambat 5 menit, tapi tetap ada sanksi ya Van."Ujar Kinan.


"Apa sanksinya?"Tanya Ivan.

__ADS_1


"Nanti aku pikirkan dulu ya."Ujar Kinan menyunggingkan bibirnya.


"hmm.. Baiklah."Ujar Ivan melirik Maya yang sedah fokus bekerja.


Dia bahkan tidak melihatku... Apa dia tidak memiliki rasa padaku? Kenapa dia diam saja dan tidak berusahan untuk mengenalku lebih dekat seperti Devi. Tapi aku jadi penasaran dengan dia...-Batin Ivan.


Dia darimana? Kok baru datang... Apa dia baru saja kencan singkat dengan kekasihnya?-Batin Devi melihat punggung Ivan.


Waktu terus berputar, jam audah menunjukkan pukul 16.30 Kinan dan yang lainnya segera merapikan kertas dan pena di atas meja sebelum pulang.


"Aku pulang duluan ya."Ujar Ivan.


"Ok Van, hati-hati ya."Ujar Haris.


"May, kau ada acara?"Tanya Kinan.


"Tidak."Jawab Maya yang masih membereskan bebarapa kertas diatas meja kerja.


"Ok, temani aku ya."Ujar Kinan.


"Kemana?"Tanya Maya.


"Ada sesuatu yang harus aku beli. Lagian rumah kamu kan satu arah denganku."Ujar Kinan.


"Lila, Devi, Haris aku pinjam Maya ya."Ujar Kinan.


"Ok Kin."Jawab Haris.


"Ok, kita duluan ya."Ujar Maya.


Kinan, Maya dan Lia segera keluar dan berjalan menuju lift. Maya hanya mengikuti saja tanpa banyak bertanya dia akan di bawa kemana. Setelah masuk ke dalam mobil Kinan baru mengatakan kalau dia ingin pergi nonton karena sudah lama tidak nonton. Seperti biasa Lia selalu lapor pada Randy kemana mereka akan pergi supaya tidak ada kesalahan yang dia perbuat.


•• *Selamat sore Pak. Kinan mengajak saya dan Maya untuk pergi nonton terimakasih. ••


"Ok di mall mana?••


•• Mall xx Pak. ••


•• Ok. ••


"May kamu benar free kan?Takutnya kamu terpaksa ikut denganku."Tanya Kinan.

__ADS_1


"Ya aku sedang free Kin, kebetulan adikku juga sedang ada tour jadi aku sendirian di rumah."Ujar Maya.


"Kau hanya berdua dengan adikmu?"Tanya Kinan lagi.


"Iya, kedua orangtuaku meninggal 3 tahun yang lalu karena kecelakaan."Ujar Maya sedikit tertahan.


"Maafkan aku May, aku tidak bermaksud membuatmu sedih."Ujar Kinan merasa bersalah.


"Tidak apa Kin. Aku sudah ikhlas, aku harus ikhkas agar adikku juga bisa belajar mengikhlaskan meski dia masih sering menangis. Aku yang harus menggantikan sosok Papah dan Mamah buat adikku."Ujar Maya lagi.


"Kau perempuan hebat May, i'm proud of you."Ujar Kinan menepuk pundak Maya.


Maya memiliki adik bernama Clara, mereka hidup berdua setelah kematian kedua orangtuanya karena kecelakaan yang menimpanya 3 tahun lalu. Waktu itu Maya masih berusia 22 tahun, dan masih kuliah semester akhir sedangkan adiknya masih SMP kelas 3.


Tiga tahun yang lalu...


Kepergian orangtuanya mengharuskan Maya menjadi tulang punggung untuk menghidupi adiknya. Maya akhirnya bekerja di Ardhana Group dan masih menjalani kuliah di semester akhir. Tidak mudah untuknya harus membagi waktu bekerja,kuliah dan mengurus rumah peninggalan kedua orangtuanya.


Sanak saudara tidak ada yang peduli dengan mereka, Maya hanya memiliki Clara yang masih membutuhkan figur Papah dan Mamah. Apapun yang Clara inginkan Maya berusaha untuk memberikannya meski tidak langsung ada. Maya hanya ingin membahagiakan adik semata wayangnya, harta yang ia miliki di dunia ini.


"Kak, Kakak kok pulangnya malam terus?"Tanya Clara yang sudah menunggu kepulangannya.


"Maaf ya Dek, Kakak jarang ada waktu untukmu. Karena Kakak harus kerja dan kuliah yang tinggal beberapa bulan lagi. Setelah kuliah selesai kakak janji akan memberikan banyak waktu untukmu."Ujar Maya dengan lembut.


"Hmm.. Iya Kak."Jawab Clara.


"Bagaimana dengan sekolah barumu? Kau sudah punya banyak teman?"Tanya Maya.


"Sudah Kak. Dan mereka sangat baik, meski ada beberapa yang tidak menyukaiku."Ujar Clara.


"Tidak apa, itulah yang namanya kehidupan. Kita tidak bisa memaksakan untuk mereka menyukai kita semua Dek. Kamu harus jadi anak yang baik."Ujar Maya mengelus kepala adiknya.


"hmm.. Iya Kak. Andai saja waktu itu Mamah dan Papah tidak datang di acara pernikahan anak temannya, mungkin sekarang kita masih bisa berkumpul dan Kakak tidak perlu Kuliah sambil kerja."Ujar Clara.


"Jangan berkata seperti itu, sekarang Papah dan Mamah sudah bahagia disana. Kakak akan belajar untuk menjadi kakak yang baik buat kamu."Maya memeluk tubuh adiknya dan mencium kepalanya dengan lembut.


"Maafkan Clara Kak."Ujar Maya.


"Sekarang kita hanya berdua, Kakak hanya punya kamu di dunia ini. Kamu harus bisa jaga diri, tidak usah ikuti pergaulan yang tidak baik. Jadi diri sendiri saja ya Dek. Kakak tidak mau kehilangan kamu. Karena kamu satu-satunya harta yang kakak miliki."Ujar Maya pada adiknya.


"Clara juga tidak mau kehilangan Kakak. Kehilangan Mamah sama Papah saja sudah berat, Clara tidak snaggup kalau harus kehilangan Kakak. Clara akan menjadi anak yang baik seperti yang Kakak mau."Ujar Clara.

__ADS_1


"Mulai sekarang, ayo kita jalani kehidupan ini berdua dalam suka maupun duka. Apapun yang terjadi Kakak tidak akan pernah tinggalin kamu, begitupun kamu."Ucap Maya


"Iya Kak."Jawab Clara terisak.


__ADS_2