Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
TakTik Sofi


__ADS_3

"Siapa pelakunya? Katakan May. . . . " Ujar Devi.


"Nanti akan aku ceritakan. Sekarang bukan waktu yang tepat. Sudah dulu ya Dev." Ucap Maya mematikan ponselnya.


"Fi. . . Sebaiknya aku keluar, setidaknya aku bisa membuat Nana merasa nyaman sekarang, aku takut Nana semakin ketakutan disana. Mereka kan belum terlalu mengenalku jadi tidak akan melukaiku. Kau keluar setelah Pak Randy dan yang lainnya datang." Ujar Maya.


"Jangan May, bahaya " Ujar Sofi.


"Percayalah Sofi, aku ingin menjaga Nana. Kau pulihkan lagi tenagamu supaya kau bisa membebaskan aku. Aku percaya padamu." Ujar Maya langsung pergi meninggalkan Sofi..


May. . .Aku akan membebaskan kalian. . .Jaga Nana baik-baik. - Batin Sofi


"Lepaskan anak itu. . ." Ujar Maya.


"Kau bukannya teman Kinan? Besar juga nyalimu datang kemari." Ujar seorang pria yang sedang duduk memainkan ponselnya.


"Lepaskan anak itu, biar aku saja yang menggantikan posisinya." Ujar Maya memohon.


"Kenapa harus melepaskan anak ini. . . Kalian, tangkap wanita ini." Ujar seorang wanita


Maya hanya pasrah tanpa melawan, dia hanya ingin di dekat Alina, supaya Alina tidak takut lagi. Dan benar saja Maya bisa duduk dengan Alina.


"Tante?"Ujar Alina.


"Nana. . tante temani Nana ya. Tidak usah takut. . . "Ujar Maya.


"Tapi Nana takut . ."Ujarnya hampir menangis.


"Sayang jangan menangis. . . Supaya wanita itu tidak marah. . Ada tante disini. Papi akan datang menjemputmu Nak." Ujar Maga. berbisik.


"Benar tante?" Tanya Alina.


"Hmm. . Kamu tidak usah takut. . Orang baik tidak akan pernah kalah Nak." Ujar Maya.


Di Rumah. ..


"Kin. . .barusan aku bicara dengan Maya. .. . " Ujar Devi pelan.


"Apa kata Maya Dev?" Tanya Kinan.


"Maya bilang dia sekarang sedang berada di tempat penyekapan Nana, dia mengikuti mereka untuk mencari tahu lokasi Nana." Ujar Devi.


"Astaga . bagaimana kalau mereka kenapa-kenapa. . .Tidak seharusnya mereka membahayakan dirinya sendiri." Uajr Kinan.


"Kin tenanglah, mereka akan baik-baik saja. Mereka tidak mungkin bertindak ceroboh. Apalagi Sofi yang banyak akal. . . Kita berdoa saja supaya mereka tidak di tangkap." Ujar Lila.


"Hmm Baiklah . .Kalau ada apa-apa kabari aku lagi ya. . .Jangan lupa kabari Clara kalau Maya pulang terlambat." Ujar Kinan mengingatkan.

__ADS_1


"Oh iya. . aku lupa. Thank's sudah mengingatkan Kin." Ujar Lila.


••*Hai Cla. . . Maaf ya kakakmu pulangnya terlambat, soalnya aku minta dia buat temani aku dulu masih ada tugaa yang belum aku selesaikan. . ••


••Iya Ka. . tidak apa-apa 😊*••


"Lalu sekarang kita mau apa?" Ujar Lila.


"Kita makan dulu saja Kak. sejak pagi belum makan. . " Ujar Rayna.


" Hmm. . kalian makan sana. . . Menyambut Nana dan yang lainnya kan juga butuh tenaga." Ujar Kinan


" Baiklah. . . Kau sudah makan?" Tanya Lila.


"Sudah. . 😊"


Rayna dan yang lainnya segera makan, karena sejak pagi mereka belum makan memikirkan Alina yang di culik dan juga Sofi serta Maya yang ikutan menghilang namun pada akhirnya mereka mendapatkan titik terang tentang ledua temannya.


*Di Tempat Lain. . ..


••Masih aman?••


•• Aman Pak. . .••


••Bagus. . Tetap waspada. . ••


•• Bapak sudah sampai mana?••


•• ini saya Sofi Pak, Maya kelyar dari tempat persembunyian supaya dia menemani disana. Dia tidak ingin Nana terus-terusan merasa ketakutan.••


•• Astaga nelat sekali dia. . Baiklah aku akan menyelamatkan mereka.. Aku sudah dekat, Kau bersiaplah.••


•• Baik Pak*. . .••


"Setidaknya aku harus mengurangi jumlah mereka, supaya Pak Randy dan yang lainnya lebih mudah untuk masuk sini tanpa banyak mengeluarkan tenaga. hmm. .. . Baiklah. . permainan di mulai. . .. " Sofi bicara dengan dirinya sendiri.


Dia keluar dari tempat persembunyian dan menyerang para penjaga satu persatu secara diam-diam tanpa di ketahui penjaga yang lain. Tak lupa Sofi juga mengumpulkan dan mengikatnya menjadi satu serta menyembunyikannya supaya yang lain tidka menyadari bahwa temannya sedang diikat.


Sepuluh orang. . hmm lumayan lah. . .sebaiknya aku menunggu Pak Randy di luar. Sebelum mereka tahu kedatangan Pak Randy yang lebih cepat 3 jam dari waktu yang sudah di sepakati. - Batin Sofi.


Sofi segera keluar dari dalam gedung dan menunggu kedatangan Pak Randy. Sofi berhasil mengambil salah satu baju yang di pakai oleh penjaga sehingga dengan mudah dia bisa keluar dari gedung dengan alasan disuruh beli makan untuk kedua tawanan.


Di Mobil. . .


"Kita sampai lebih cepat dari sebelumnya. . .sebaiknya aku datang saja ke dalam gedung itu sebelum mereka membawa Nana ke sebuah bukit. . .itu lebih berbahaya untuknya Pah." Ujar Randy. "Dan Maya menyerahkan diri supaya bisa menemani Nana disana." Ujar Randy.


"A...apa??"Tanya Revan kaget.

__ADS_1


"Oh astaga. . Aku lupa ada calom suami Maya disini. . . Dia berinisiatif untuk keluar dari tempat persembunyian dan menemani putriku supaya tidak ketakutan.. Kau tenang saja, aku akan menaikkan gaji Sofi dan Maya karena keberanian mereka." Ujar Randy.


Bukan masalah gaji Pak. . .tapi nyawa Pak, keselamatam Maya. -Batin Revan.


"Ma.. maaf Pak, Apakah Bapak sudah tahu siapa pelaku dari penculikan ini?" Tanya Revan lagi.


"Belum. . .biarlah kita penasaran siapa pelakunya. . .kalau kita tahu lebih dulu kasihan mereka yang sudah capek-capek menyembunyikan identitasnya tapi kita tahu dengan mudahnya dari dua penyusup kita." Ujar Randy


Astaga... dalam keadaan genting seperti ini masih bisa bercanda dia. .. . - Batin Revan.


"Ini lokasi yang Maya sharelock. Sebaiknya mobil kita tidak masuk halaman gedung ini." Ujar Haris.


"Hmm Baiklah ayo kita turun. . . ." Ujar Randy


Tokk . . .. Tokk. . .


Tiba-tiba pintu mobil di ketuk oleh seseorang yang tidak mereka kenal membuat Randy mengurungkan niatnya untuk keluar dari mobil.


"Apakah kita ketahuan?" Ujar Randy.


Tokk . .. tok. . .


Dia kembali mengetuk pintu mobilnya dengan lebih keras membuat Randy terlonjak kaget.


"Buka saja. . Toh dia sendiri. . ." Ujar Papah.


"Papah yakin" Tanya Randy.


"Hmm. . . Ada polisi di belakang." Ujar Papah.


"Baiklah aku buka kaca mobilnya dulu kalau dia macam-macam aku tutup kembali kacanya." Uhar Randy.


Srrtt. .. .


"Pak. . .ini saya Sofi. . . ." Ujar Sofi setelah kaca mobil di buka.


"Astaga. . .Kenapa kau tidak membuka topimu dari tadi. . ." Ujar Randy.


"Maaf Pak. . .saya takut ketahuan. . ." Ujarnya.


Kemudian semua keluar dari mobil dan brifing sebelum melakukan penyergapan. Randy akan masuk lebih dulu, kemudian yang kainnya menyusup dari berbagai arah sesuai petunjuk Sofi yang sudah tahu seluk beluk gedung tersebut.


Dan Sofi masih dengan pakaiannya berpura-pura menangkap Randy dan membawanya ke dalam gedung.


Permainan di mulai, Sofi mengikat tangan Randy dengan tali, dan membawanya seperti seorang tawanan.


"Hei. . kau tak bisa pelan-pelan?" Ujar Randy.

__ADS_1


"Biar terlihat natural Pak. . .Maafkan saya." Ujar Sofi setengah berbisik yang terus mendorong Randy supaya jelan lebih cepat.


Astaga. .. . Dia begitu mendalami perannya sebagai komplotan penculik ini. -Batin Randy.


__ADS_2