Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Bingung


__ADS_3

"Chandraa. . . . . " Teriak Kinan. " Mas, Vin. . . Tolong. . . " Panggil Kinan dengan panik.


Randy dan Vin segera berlari mendengar teriakan Kinan. Merekapun terkejut melihat Chandra yang sudah tak sadarkan diri dengan tubuh yang basah kuyup.


"Sayang, hubungi dokter atau perawat, biar aku dan Vin dan yang mengangkat Chandra." Ucap Randy pada Kinan.


"Hmm. . Baiklah." Kinan segera pergi masuk ke ruang rawat dan menekan bel yang ada di samping bed Alina.


Tak lama kemudian, datang dokter Lani dan seorang perawat yang sepertinya mereka berlari karena takut terjadi sesuatu pada Alina.


"Dokter, bukan Nana. Tapi Chandra. Dia pingsan." Ucap Kinan.


"Baik Bu, saya periksa dulu ya." Ucap Dokter Lani mengeluarkan stetoskop dari saku jasnya.


Kinan dengan harap cemas berdiri di samping bed Chandra yang baru saja di pindahkan ke ruangan sebelah. Wajahnya begitu pucat, suhu tubuhnya pun dingin.


"Ya Tuhan, kenapa jadi seperti ini? Semoga Chandra kuat menghadapi cobaan ini. Jika ini memang ujian dariMu, berikan kekuatan untuk nya, jangan biarkan yang sudah Engkau satukan menjadi terpisah." Batin Kinan saat memandangi Chandra yang masih tak sadarkan diri.


"Mam, kakak bagaimana?" Tana Vin.


"Masih belum bangun, Nak. Bagaimana dengan Kakakmu? Dia sudah bangun?" Tanya Kinan pada Vin.


"Hmm. . Sudah Mam. Lagi sama Papi. Ya udah Mami ke Kak Nana aja. Biar Vin yang jaga Kak Chandra. Nanti kalau udah sadar Vin panggil Mami." Ucap Vin lagi.


"Makasih ya Nak, Mami titip Kakak iparmu." Ucap Kinan bangkit dari duduknya dan mengecup kening Chandra.


Ruang rawat kembali hening, tinggal Vin sendiri yang duduk di samping bed menantikan Chandra yang belum sadar sejak dua jam yang lalu.


"Kasihan Kak Chandra, dia pasti begitu terpukul. Mereka baru saja menikah, tapi sudah ada kejadian ini yang membuat Kak Nana koma selama dua tahun dan sekarang Kak Nana tidak ingat dengannya. Mungkin kalau aku jadi Kak Chandra akupun akan melakukan hal yang sama." Batin Vin meratapi nasib Kakak iparnya.

__ADS_1


Tringgg. . .


¬Maaf Kak, baru buka HP. Acara baru selesai. Aku baik-baik saja disini. Bagaimana kabar Kak Vin? ¬


Raut wajah yang semula kusut dalam hitungan detik berubah menjadi ceria kembali. Terlukis bulan sabit di ujung bibirnya, kedua matanya berbinar saat membaca pesan dari gadis yang sudah mencuri hatinya sejak dua tahun yang lalu.


"Akhirnya dia membalas pesanku. . . " Batin Vin dengan bahagianya, jantung serasa berhenti berdegup untuk beberapa saat ketika membaca nam gadis yang tertulis di kontaknya.


¬Aku juga dalam keadaan baik, bagaimana disana? Apakah acara berjalan dengan lancar? Jaga kesehatanmu.¬


¬Iya Kak, semua berjalan dengan lancar. Terimakasih untuk perhatiannya. Bagaimana keadaan kak Nana? Apakah Kak Nana sudah sadar Kak? ¬


¬Syukurlah, Kak Nana sudah sadar tadi siang, tapi ada sebagian memorinya yang haiilang jadi dia tidak bisa mengingat sepenuhnya, termasuk suamunya. Kapan kamu akan pulang dari sana? ¬


¬Semoga ingatan Kak Nana segera pulih kak, rencananya besok pagi dari sini. Karena sekarang sedang hujan lebat disini, jadi kepulangan sore ini di undur Kak.¬


¬Aamiin, terimakasih atas doa nya Vannya. Baiklah, aku menunggu kepulanganmu Van.¬


"nggghhh. ."


Mendengar lenguhan Chandra, Vin segera tersadar jika dia sedang berada di Rumah Sakit menunggu Kakak Iparnya yang tak sadarkan diri sejak dua jam yang lalu.


"Kak, kau sudah sadar? Syukurlah. . .Aku panggilkan Mami dulu ya." Ucap Vin segera berlari keluar untuk memanggil Kinan yang berada di ruang sebelah bersama Randy dan Alina.


Tak lama kemudian, Kinan dan Randy datang, sedangkan Vin menemani Alina di ruang sebelah. Kinan merasa lega melihat menantunya telah siuman, begitupun dengan Randy yang sejak tadi khawatir namun dia harus menemani putrinya di sebelah.


"Nak, apa yang kamu rasakan sekarang? Apakah ada yang sakit?" Tanya Kinan pada Chandra.


"Hanya sedikit pusing, mungkin karena hujan-hujanan. Bagaimana dengan Nana? Apakah dia baik-baik saja Mam?" Tanya Chandra.

__ADS_1


" Istrimu baik-baik saja, dia seperti orang sehat. Hanya ingatannya yang bermasalah. Kamu pergi kemana tadi? Kamu tau? Kita semua cemas menunggumu disini." Ucap Kinan.


"Maaf sudah membuat kalian cemas, aku hanya ingin menenangkan diri saja. Rasanya dunia serasa berhenti berputar saat Nana tak mengingatku, apakah Nana begitu membenciku hingga dia tak mengingatku?" Ucapnya dengan lirih.


Tanpa sadar, butiran kristal keluar dari kedua mata Kinan. Dia merasa iba dengan menantunya, dia juga tidak ingin putri nya hilang ingatan tapi dia tak bisa berbuat apa-apa selain berdoa kepada Tuhan untuk segera memulihkan ingatan putrinya dan mengembalikan kebahagiaan keluarganya.


"Nana tidak membencimu, tapi keadaan yang membuatnya seperti ini. Kau bisa mendekatinya secara baik-baik, anggaplah kau memulainya dari awal. Saat pertama kalian bertemu dulu, mungkin secara perlahan ingatannya akan kembali." Ucap Randy mengeluarkan suaranya setelah sejak masuk ke dalam ruangan hanya diam.


"Ide yang bagus, anggap saja kamu sedang mengenang masa lalu dengan istrimu Nak. Lambat laun ingatannya akan pulih, dan kalian bisa bersatu kembali. Karena secara negara pun kalian sah menjadi suami istri bukan?" Ujar Kinan.


"Bagaimana cara aku mendekatinya? Aku dan Nana tidak pernah pacaran. Dan kita menikah karena desakan Opah." Batin Chandra.


"Makasih saran nya Mam, Pi . .Semoga aku bisa melakukannya. Maaf jika aku sudah merepotkan kalian, aku malah menambah beban kalian sekarang." Ujarnya merasa bersalah dengan keadaannya sekarang.


"Hei, kami tidak merasa terbebani. Kamu adalah suami Nana, Nana putri kami. Itu berarti kamu juga anak kami Nak. Tidak ada orang tua yang merasa terbebani oleh anaknya. Lekas lah pulih, Nana membutuhkan mu Nak." Ucap Kinan mengusap punggung Chandra dengan lembut.


"Kau pun jangan sungkan pada Mami dan Papi mu. Anggap lah kami seperti kedua orang tua mu sendiri Nak. Kita satu keluarga, satu sakit semua juga ikut merasakan. Jangan tanggung beban ini sendirian, ada kami yang selalu memberikan dukungan untukmu." Ujar Randy dengan menyunggingkan sedikit senyum di bibirnya.


Di Ruang Rawat yang lain. . .


"Dek, bisakah kamu ceritakan apa yang terjadi selama dua tahun belakangan? Kenapa kalian bilang aku koma selama dua tahun? Apa yang terjadi padaku? Bukankah terakhir kali aku sedang fokus dengan profesi ku sebagai dokter?" Tanya Alina pada Vin.


"Aku harus menceritakan darimana? Percuma aku mengatakan kakak sudah menikah, pasti Kakak tidak akan percaya dan justru membuatnya tertekan karena harus mengingatnya." Batin Vin yang merasa bingung dengan pertanyaan Alina padanya.


______________________________________________________


Maaf terlambat Up 😅😅


Jangan lupa Like, Komen, Rate 5 dan juga vote seikhlasnya. 😍😍😍

__ADS_1


Happy Reading 😘😘


__ADS_2