Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Urgent


__ADS_3

Semakin hari Kinan semakin menjaga jarak pada Randy. Hari ini dia mengambil cuti karena ingin pergi mengunjungi Eyang di Yogjakarta. Kinan dan Keanu berangkat pagi-pagi sekali naik kereta agar lebih murah, cepat sampai dan tidak memakan banyak waktu di jalan.


Selama dalam perjalanan Kinan tidak bisa tidur, ia takjub dengan pemandangan disekitar. Sawah yang terbentang luas dan juga para petani yang pagi-pagi sekali sudah berdiri di pematang sawah.


Tepat pukul 3 siang mereka tiba di stasiun, Kinan sangat senang akhirnya tiba di Kota kelahiran Bunda. Kea segera mengajak adiknya menuju pintu keluar karena Eyang sudah menunggunya di sana. Dari kejauhan Kinan dan Kea sudah bisa melihat sepasang suami isteri dengan senyumnya yang lembut.


"Eyang....." Ujar Kinan mencium punggung tangan Eyang dan memeluknya.


"Selamat datang Ndok, Le. Eyang sangat senang saat Bunda kalian mengabari Eyang kalau cucu Eyang akan datang berkunjung. Sudah lama kalian tidak mengunjungi Eyang." Ujar Eyang Ti dengan mata berkaca-kaca.


"Maafkan kami Eyang, Kea baru bisa mengambil libur sekarang, dan Kinan juga sudah bekerja jadi tidak bisa ikut Ayah dan Bunda ketika berkunjung. Yang penting Eyang Kung dan Eyang Ti sehat." Ujar Kea.


"Iya Le, Eyang tahu sekarang cucu-cucu Eyang sudah menjadi orang yang sukses. Dan kamu ndok, maaf ya kemarin Eyang Kung dan Eyang Ti tidak bisa hadir dalam acara lamaran." Ujar Eyang Kung.


"Tidak apa Eyang, yang terpenting sekarang Kinan dan Bang Kea sudah bisa bertemu dengan Eyang." Jawab Kinan.


"Ya sudah, ayo kita pulang. Biar barangnya di bawa Parjo saja." Ujar Eyang Kung pada cucunya. "Jo...Parjo... Bawakan koper cucuku. Masukkan ke dalam bagasi." Ujar Eyang Kung memanggil Pak Parjo sopirnya.


"Nggih Ndoro" Jawab Pak Parjo.


Mereka segera pulang karena Pelayan di rumah Eyang sudah menyiapkan makan siang untuk menyambut kedatangan Kinan dan juga Keanu. Eyang Ti meminta Mbok Sum untuk membuatkan gudeg, sambal mercon, perkedel, tidak lupa udang asam manis karena kedua cucunya menyukainya.


"Ayo kita makan siang dulu, kalian pasti sudah lapar."Ucap Eyang Ti.


"Wah... pasti Eyang yang meminta Mbok Sum untuk masak ini semua ya." Ujar Kinan.


"Ndak apa-apa Ndok, jarang-jarang cucu Eyang Ti main ke sini." Ujar Eyang Ti mengusap rambut Kinan dengan lembut.


"Termakasih Eyang. Kinan kalau lama-lama disini pasti tambah berat badannya." Ujar Kinan dengan sopan.


"Yang penting sehat Ndok, buat apa badan singset tapi ndak sehat." Ujar Eyang Kung.


"Tuh Dek, jangan diet-diet lagi ya." Ujar Kea meledek adiknya.


"Kinan kan tidak pernah diet bang." Jawab Kinan.


Kinan dan Kea menikmati makan siangnya dengan Eyang Kung dan Eyang Ti. Meski usia keduanya sudah tidak muda lagi, tapi mereka masih sanggup berjalan cukup jauh dan tidak mau diam saja di rumah meski sudah ada Mbok Sum dan Mbok Darmi yang bekerja di rumah.


Sementara itu di Ibu Kota...


"Sofi, panggilkan Kinan. Aku ingin bertemu." Ujar Randy.


"Maaf Pak, hari ini Kinan mengambil cuti." Jawab Sofi dengan sopan.

__ADS_1


"Cuti?Berapa hari?" Tanya Randy kaget.


"Dua hari Pak." Jawab Sofi.


"Kenapa kamu tidak memberitahuku?" Tanya Randy.


"Kinan berpesan untuk tidak memberitahu siapapun, kecuali jika ada yang menanyakan." Jawab Sofi lagi.


"Apa ada pesan untukku?" Tanya Randy.


"Kinan mengembalikan kartu kredit juga perhiasan ini." Ujar Sofi.


"Apa maksudnya? Bukankah hanya aku yang bisa memutuskan?" Ujar Randy dengan marah.


"Maaf Pak, Ini ada surat yang Kinan tulis untuk Bapak. Kalau begitu saya keluar dulu" Ujar Sofi


Randy mengambil surat yang diberikan oleh Sofi, perlahan dia membukanya dan kaget.


*Maaf jika kedatangan surat saya mengganggu.


Dengan surat ini saya menyampaikan bahwa saya tidak bisa terus menjalankan hubungan kontrak ini dengan Bapak.


Saya juga tidak bisa menerima fasilitas yang Bapak berikan.


Saya akan menggantinya setelah saya masuk kerja nanti.


Sesuai dengan perjanjian kontrak yang telah di sepakati, jika saya menolak kontrak tersebut maka saya harus mengundurkan diri, dan saya sudah memutuskan untuk mengundurkan diri dari Ardhana Group.


Surat pengunduran diri saya akan saya antar hari senin yang akan datang.


-Kinan*-


"Sofi......" Panggil Randy.


"Ada yang bisa saya bantu Pak?" Tanya Sofi panik karena tak biasanya Pak Randy memanggilnya seperti itu.


"Apakah Kinan ada masalah dengan teman kerjanya?" Tanya Randy.


"Tidak Pak, mereka baik-baik saja." Jawab Sofi.


"Lalu apa yang membuat dia mengundurkan diri?" Tanya Randy.


"Me...mengundurkan diri Pak?" Tanya Sofi yang baru tahu.

__ADS_1


"Apa kau belum tahu jika Kinan akan mengundurkan dir?" Tanya Randy.


"Tidak Pak, Kinan hanya mengatakan kalau dia ingin mengambil cuti karena ingin istirahat " Jawab Sofi.


"Apakah dia sedang ada masalah?" Tanya Randy lagi.


"Saya rasa masalah Kinan hanya dengan Pak Randy." Ujar Sofi lirih.


"Maksud kamu?" Randy tidak mengerti.


"Selama beberapa hari ini Bapak selalu pergi dengan Febby dan juga Erika. Mungkin Kinan beranggapan dia sudah tidak perlu menjadi tunangan kontrak Bapak karena sudah ada mereka." Jawa Sofi perlahan.


"Tunangan kontrak?" Tanya Randy lagi.


"Karena dari awal Kinan sudah berpatokan pada surat perjanjian yang telah Bapak juga Kinan sepakati. Dan Bapak juga tidak pernah menyatakan bagaimana perasaan Bapak" Jawa Sofi dengan was-was karena takut salah.


"Aku mencintainya..... Lalu apa yang harus aku katakan sekarang." Ujar Randy berteriak.


Akhirnya Pak Rabdy sadar akan perasaannya.-Batin Sofi.


"Sofi apa yang harus aku lakukan?" Tanya Randy lagi.


"Sebaiknya Bapak segera menemuinya dan menyatakan langsung pada Kinan Pak." Ujar Sofi.


"Baiklah, ayo temani aku, dan bawa surat perjanjian itu juga barang yang Kinan titipkan padamu. Satu lagi, ajak Maya dan juga Lia karena kalian akan menjadi saksinya nanti." Ujar Randy.


"Baik Pak." Ujar Sofi.


•• May...Lia.... segera ke rumah Kinan sekarang. Aku sedang dalam perjalanan menuju rumah Kinan bersama Pak Randy. URGENT!!! ••


Membaca pesan dari Sofi, Maya langsung panik dan bingung harus bagaimana. Tiba-tiba dia melihat Revan baru masuk ke ruang kerjanya dan segera menarik tangan Revan keluar dan memintanya untuk mengantarkan dirinya ke rumah Kinan. Tanpa bertanya lagi Revan segera melajukan motonya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di rumah Kinan.


Begitupun dengan Lia yang segera berganti pakaian kerja dan melajukan mobilnya ke rumah Kinan. Maya sampai lebih dulu sebelum yang lainnya tiba, ia meminta Revan untuk kembali ke kantor dan menghandle pekerjaan hari ini dan berjanji akan menjelaskan nanti jika waktunya sudah tepat.


"May, kau sudah lama?" Tanya Lia yang baru turun dari mobil.


"Baru saja. Sebenarnya ini ada apa?" Tanya Maya pada Lia.


"Aku juga tidak tahu. Tapi kita harus menunggunya." Ujar Lia.


"Itu mereka datang." Ujar Maya melihat mobil Randy datang.


"Kalian sudah sampai. Good Job Girls. Ikuti saya." Ujar Randy segera berjalan mendekati rumah Kinan.

__ADS_1


"Baik Pak." Jawab Lia yang langsung mengikutinya disusul dengan Maya di belakang.


__ADS_2