
" Entschuldigung, wen suchst du? (Maaf anda mencari siapa?)." Tanya Randy yang kebetulan tahu bahasa mereka.
" Wir wollen uns mit Mr. Randy und Mrs. Jingga treffen (Kami ingin bertemu dengan Pak Randy dan Bu Jingga)." Ujarnya dengan ramah.
"Oh ok. . Dann gehen wir zuerst hinein (Oh Baiklah. . Kalau begitu mari kita masuk dulu)." Ucap Rabdy mempersilakan tamunya.
Mereka berjalan melewati orang-orang yang sedang melakukan tugasnya masing-masing. Semua orang menganggukan kepala untuk menghormatinya sebagai tamu Pak Randy meski mereka tidak tahu darimana tamu itu berasal.
"Ada apa mereka datang kemari?" Tanya Haris.
"Entahlah. . .Aku harap tidak akan menimbulkan masalah baru. Karena Pak Randy juga tidak tahu siapa mereka." Ujar Maya.
"Darimana mereka tahu rumah Pak Randy dan Kinan? Kita saja baru tahu hari ini. . .Mencurigakan sekali." Ujar Revan.
"Tapi sepertinya mereka sangat ramah. . ." Ujar Maya.
"Aku harap itu bukan hanya topeng. . ." Ujar Haris.
"Hei. . .mereka tamu Pak Randy? Kenapa datang lebih awal? Atau mereka juga akan membantu kita memompa balon-balon ini?" Tanya Lila pada Maya dan yang lainnya.
"Astaga. . .Mana mungkin Pak Randy menyuruh tamu asing datang ke rumah hanya untuk memompa balon Lila. . .Mungkin ada urusan pribadi entah itu bisnis atau apa. . Tapi sebaiknya kita berjaga-jaga saja." Ujar Maya.
"Ahh. . .begitu rupanya. . " Ujar Lila.
"Lanjutkan lagi pekerjaan kalian. . Van. . Ris aku bantu kalian ya . . ." Ujar Maya.
"Baiklah. . .Kau seperti Pak Randy saja ya hanya mengarahkan. . .Tidak mungkin aku mnyuruhmu naik. . . .Kalau ada apa-apa aku bisa di marahi Revan." Ujar Haris melirik Revan yang langsung salah tingkah.
"Lagian tega sekali kalau kamu sampai menyuruh perempuan naik tangga besi ini Ris. . " Ujar Revan.
"Baiklah. . .aku akan meng impersonate Pak Randy sekalian. . . Kali saja dapat hadiah kalau aku bisa mirip 100%." Ujar Maya.
"Astaga. . .Jangan ikuti kocak nya ya May. . .sungguh aku tidak bisa menahan tawa saat Pak Randy bersikap kocak di luar jabatan dia sebagai CEO kita." Ujar Haris.
"Hahah . .Siyap Ris. . Ayo mulai pasang. . ." Ujar Maya.
Sementara itu. . .
"Bu Siti. . .Tolong buatkan minum juga jamuan untuk dua tamu Pak Randy ya. . " Ujar Sofi dengan sopan.
__ADS_1
"Baik Mbak. . . Nanti dibawa keluar atau di ruang tamu saja?" Tanya Bu Siti.
"Di ruang tamu saja Bu, sebentar lagi mereka juga akan masuk. . . Oh iya Kinan dimana Bu?" Tanya Sofi.
"Sepertinya di kamar Mbak." Jawab Bu Siti.
"Oh baiklah. . ." Sofi duduk di kursi dapur dan mengeluarkan ponselnya untuk mengirimi pesan kepada Kinan dan memberitahukan ada tamu.
•• Kin. . .kamu sedang apa? Di bawah ada tamu, tidka tahu darimana. Mereka sedang ngobrol dengan Pak Randy.••
•• Oh Baiklah. . .aku akan segera turun. . Terimakasih Fi. ••
Tamu asing? Siapa? Ah atau jangan-jangan itu Frans dan Gerry, tapi kalau Gerry pasti Sofi sudah tahu. Dan Frans juga pasti dia tahu, karena mereka pernah bertemu waktu di Bandara sebelum pulang ke Indonesia. Baiklah . . .sebaiknya aku mencuci wajahku dulu supaya kelihatan lebih fresh dan juga memoles sedikit bibirku supaya tidak pucat karena aku merasa tidak enak badan sebenarnya. . . -Batin Kinan.
Kina segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya supaya lebih segar. Setelah mencuci wajahnya Kinan juga berganti pakaian yang lebih sopan di depan tamu suaminya. Setelah berganti pakaian tak lupa dia memoles sedikit bibirnya yang tipit dengan liptint.
" Ok. .. sudah lebih baik dari tadi. . ." Ujar Kinan bicara dengan dirinya sendiri di depan cermin.
Kinan segera keluar dari kamar dan turun lewat lift karena takut jatuh saat ini dia sedang tidak badan. Setelah pintu lift terbuka, Kinan segera mendekati Sofi yang masih menunggunya di meja makan.
"Dimana mereka Fi?" Tanya Kinan.
"Di ruang tamu Kin . kau baik-baik saja?" Tanya Sofi.
"Kalau begitu duduk sini dulu. . Biar Bu Siti membuatkan teh hangat untukmu. Tidak mungkin kau menemui tamu dengan wajah pucat begitu." Ujar Sofi.
"Baiklah. . " Kinan duduk di samping Sofi.
"Bu. . Buatkan teh hangat untuk Kinan ya Bu." Ujar Sofi pada Bu Siti yang baru saja mengantarkan minum untuk tamu di depan.
"Oh baik Mba. . " Bu Siti langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan teh hangat.
"Mereka siapa ya Fi? Atau klien Mas Randy tamu kamu lupa?" Ujar Kinan.
"Bukan Kin. . Aku sudah konfirmasi langsung ke Pak Randy, dan dia bilang sendiri tidaa tahu. . . Tidak mungkin mereka tidak ingat dengan sekretaris tergalak, tercuek dan tersegalanya ini Kin." Ujar Sofi.
" Haha benar juga. . .Aku tidak pernah melihat sekretaris segarang kamu Fi. . .Tapi itulah yang membedakan kamu dengan yang lainnya" Ujar Kinan memuji Sofi.
"Kadang sifat seperti ini juga berguna untuk mengusir klien yang berniat tidak baik Kin. " Ujar Sofi.
__ADS_1
"Ya aku percaya. . . Mereka akan kabur kalau sudah kamu lirik sedikit Fi. . "Ujar Kinan terkekeh.
"Nana kapan kembali Kin?" Tanya Sofi.
"Mungkin nanti sore Fi. . Aku sengaja meminta Mamah untuk mengajaknya jalan-jalan supaya dia tidak tahu kalau di rumah sedang sibuk mempersiapkan pesta kecil-kecilan ini Fi. Dan dia juga akan mampir ke makam Lia juga suaminya Lia. " Ujar Kinan.
"Hmm. . Dia pasti akan bangga punya Mami sepertimu Kin. . " Ujar Sofi.
"Aku hanya ingin memberikan kasih sayang yang sama seperti Lia dan suaminya Fi. . Meski kasih sayangku tidak akan bisa menyamai kasih sayang mereka." Ujar Kinan.
"Tapi kamu sangat tulus. Itu sudah lebih dari cukup Kin." Ujar Sofi.
"Ini Bu teh hangatnya. . "Ujar Bu Siti memberikan segelas teh hangat untuk Kinan.
"Terimakasih Bu, jangan lupa makanan dan minuman untuk teman-teman saya di luar ya Bu." Ujar Kinan.
"Baik Bu. . ." Jawab Bu Siti.
"Minumlah supaya badanmu lebih enak Kin. ..setelah kau menemui tamu, kau harus berisitirahat karena nanti malam kau tidak akan bisa istirahat karena tamu yang di undang Pak Randy banyak. . " Ujar Sofi.
"Baiklah. . .Memang ada berapa tamu?" Tanya Kinan.
"300 tamu. . belum tahu mereka membawa berapa anak juga pasangannya Kin. . ." Ujar Sofi.
"Astaga. . .Banyak sekali. . .Bukankah ini acara ulangtahun Nana, kenapa Mas Rabdy yang semangat mengundang rekan-rekannya." Ujar Kinan.
"Seperti kau tidak tahu saja bagaimana tabiat suamimu Kin." Ujar Sofi.
Di Ruang Tamu. . .
" Was machst du für mich? ( Ada perlu apa anda mencari saya?)." Tanya Randy dengan sopan.
" Oh, Sie sind also Mr. Randy. . Wo ist Frau Jingga? (Oh jadi anda Pak Randy. . dimana Ibu Jingga?)." Tanya mereka.
Ada apa mereka menanyakan isteriku? Berani sekaai menanyakan isteriku. . Tidak tahu apa siapa aku?? Atau mereka saudara Ayah? Tapi bukankah Kakek dari Belanda. . .-Batin Randy
" Meine Frau wird bald hier sein, mein Assistent ruft sie an (Isteri saya sebentar lagi akan datang, asisten saya sedang memanggilnya)." Ujar Randy lagi.
" Oh ok. Es sieht so aus, als würde in diesem Haus eine Party stattfinden. Ist meine Ankunft nervig? (Oh Baiklah. sepertinya akan ada sebuah pesta di rumah ini. apakah kedatangan saya mengganggu?)." Tanyanya lagi.
__ADS_1
Tentu saja mengganggu. . . Sudah tahu di rumah ini sedang sibuk . .masih saja datang. kenapa tidak putar balik saja. Huhh. . -Batin Randy.
" Heute hat unser Sohn Geburtstag, also haben wir eine kleine Party für ihn. . Nein, wir sind nicht gestört (Hari ini anak kami ulang tahun, jadi kami mengadakan sebuah pesta kecil-kecilan untuknya. . tidak, kami tidak terganggu)." Jawab Randy.