
Acara selesai tepat pukul 11 malam, satu persatu tamu meninggalkan tempat acara. Rupanya Alina sudah tertidur dalam gendongan Revan, melihat Alina yang sepertinya sudaa mengantuk, Revan mendekatinya dan menggendongnya, tidah butuh waktu lama Alina sudah menyandarkan kepalanya pada pundak Revan.
Randy yang melihat Revan mendekatinya dengan Alina di gendongnya membuatnya tersenyum. Lagi-lagi dia merasa sangat beruntung memiliki staff yang peduli dan sayang pada Alina.
"Rupanya di tidur. . Terimakasih Van, Kau sudah menjaga putriku." Ujar Randy mengambil Alina dari gendongan Revan.
"Sama-sama Pak. Saya tadi melihat Alina diam saja, saya pikir dia mau menangis, ternyata dia sudah mengantuk." Ujar Revan dengan sopan.
"Dia memang gampang sekali tidur. . .Malam ini kau dan Haris tidur saja di rumah kami. Di ruanh keluarga ada Sofa yang panjang dan nyaman untuk kalian tidur." Ujar Randy.
"Baik Pak." Jawab Revan. "Kalau begitu saya permisi dulu." Ucapnya.
Randy meminta 3 serangkai yang terdiri dari Rayna, Lila dan Devi untuk menemani Alina tidur di kamar. Kebetulan kasur Alina luas, dan ada Sofa panjang juga di kamarnya. Tanpa melawan mereka segera mengikuti Randy dari belakang.
"Kalian bertiga tidur saja disini dengan Alina. . Kasur ini sepertinya muat untuk tidur kalian berempat." Ujar Randy.
"Baik Pak." Jawab Lila dan Devi bersamaan..
"Ok Kakakku yang tampan. . "Ujar Rayna.
Randy segera kembali dan bergabung dengan yang lainnya. Terlihat Kinan sedang berbincang dengan Sofi dan Maya di dekat stand ice cream. Randy segera mendekatinya, dan ikut bergabung dengan mereka.
"Akhirnya acara berjalan dengan lancar, terimakasih Fi, May. . " Ujar Kinan.
"Sama-sama Kin. . " Ucap Maya.
"Si 3 serangkai itu kemana? Kok aku tidak melihatnya. ." Ujar Sofi mencari-cari keberadaan Lila, Rayna dan Devi.
"Mereka di kamar Nana, malam ini mereka tidur dengan Nana. Dan kalian berdua, tidurlah di kamar sebelah Alina. Haris dan Revan juga menginap, mereka tidur di ruang keluarga. Jadi tidak ada alasan untuk kalian menolak perintahku." Ujar Randy.
"Baik Pak." Jawab Sofi.
__ADS_1
"Yang lainnya pada kemana Mas?" Tanya Kinan.
"Mereka sudah tidur sayang, ini kan sudah malam. Sebaiknya kita juga masuk, kalian cepat masuk jangan sampai aku mengunci kalian di luar." Ujar Randy pada Sofi dan Maya.
"Baik Pak" Jawab Maya.
Maya dan Sofi segera masuk ke kamar yang tepat berada di samping kamar Alina. Mereka bergantian membersihkan badannya sebelum tidur.
"Fi. . kita tidurnya jangan terlalu lelap ya. . kita kan harus berjaga-jaga juga. . " Ujar Maya.
"Ok May. . ." Jawab Sofi.
•• Dek, malam ini Kakak tidak pulang, karena acara baru saja selesai. Dan teman-teman Kakak menginap di rumah Pak Randy. Besok pagi-pagi sekali Kakak pulang ya kalau tidak ada acara. ••
•• *Iya Kak . . .Ada Fira yang kebetulan menginap di rumah. Ya sudah Kakak istirahat ya. Aku juga mau tidur. Selamat malam Kak.••
•• Good night Dek 😘* ••
Di Lantai Atas. . . .
"Akhirnya. . .cara hari ini berjalan dengan lancar ya Mas. . . Dan Alina menyukainya. . ." Ujar Kinan.
"Iya sayang, ini juga berkat kerja keras teman-temanmu. Dan Mas bangga memiliki mereka yang selalu kompak dan rinagn tangan membantu satu sama lain. Apalagi tadi saat Revan melihat Nana diam saja karena mengantuk, dia segera mendekatinya dan menggendongnya hingga terlelap." Ujar Randy.
"Hmm. . .itu sebabnya aku betah kerja bersama mereka Mas. . karena mereka sangat baik dan tak segan-segan membantu." Ujar Kinan.
"Sepertinya mas ada ide . . .Kita adakan liburan bersama anak-anak divisimu. . Anggap saja ini sebagai hadiah kecil-kecilan untuk mereka. Pasti mereka juga butuh liburan kan." Ujar Randy.
"Boleh juga. . .tapi kita ikut kan Mas?" Kinan.
"Tentu saja kita ikut, Nana juga." Ujar Randy.
__ADS_1
"Benar ya Mas. jangan lupa Rayna juga Mas, sepertinya dia sangat dekat dengan Lila dan Devi." Ujar Kinan lagi.
"Hmm Okey . . .Bisa diatur sayang." Ujar Randy
"Satu lagi. . . Clara. . Karena Maya hanya tinggal berdua dengan adiknya, Maya tidak mungkin meninggalkan Clara sendirian Mas." Ujar Kinan.
"Iya sayang. . . kamu data saja siapa yang akan kamu ajak Mas bisa membiayai mereka. . .Hitung-hitung supaya uang Mas berkurang meski hanya dalam hitungan jam akan kembali lagi dan bertambah." Ujar Randy.
"Astaga. . . suamiku sombong sekali. . ." Ujar Kinan.
"Tidak sombong sayang. Tapi memang begitu adanya. Mau gimana lagi?" Ujar Randy yang semakin menyombongkan dirinya meski kenyataannya memang seperti itu.
"Hmm. . . iya mas iya. . . aku harap kita selamanya akan bahagia ya Mas. . aku capek dengan semua masalah yang selalu datang di kehidupan kita." Ujar Kinna.
"Iya sayang. . .CUP" Randy mengecup kening Kinan dan mereka terlelap bersama dalam satu pelukan.
Di Kamar Lain. . . .
" Sehr geehrter. . . Alina ist glücklich. . Wir müssen nicht länger in seinem Leben präsent sein. Im Moment braucht Alina sie nur. Wir müssen verstehen. Morgen früh müssen wir bald zurückkehren, damit sie glücklich ohne uns leben können. .(Sayang. . . Alina sudah bahagia. . Kita tidak usah lagi hadir di kehidupannya. Saat ini Alina hanya butuh mereka. Kita harus mengerti. besok pagi kita harus segera kembali agar mereka hidup dengan bahagia tanpa ada kita)." Ujar Opa kepada Oma.)
" Ja Schatz, ich bin schon froh, sie halten und ihr Gesicht küssen zu können. Ich weiß, dass er immer noch Angst hat, aber wegen seiner beiden Großmütter möchte er mir näher kommen. Das ist mehr als genug für mich. In Zukunft können wir es nur aus der Ferne sehen. ( Iya sayang, aku sudah merasa bahagia bisa memeluknya dan menciumi wajahnya. Aku tahu dia masih takut, tapi karena kedua Neneknya dia mau mendekat padaku. Itu sudah lebih cukup untukku. Kedepannya kita cukup melihatnya dari jarak jauh saja.)" Ujar Oma.
" Hmmm. . Alles für sein Glück. . Alina ist glücklich mit ihrer neuen Familie. (Hmm. . .semua demi kebahagiaannya. . Alina sudah bahagia bersama keluarga barunya.)" Ucap Opa.
Pagi Harinya. . .
Opa dan Oma sudah bergegas untuk kembali ke Jerman, mereka sudah bangun lebih awal dan tidak ingin membangunkan yang kainnya karena mereka pasti masih lelah karena acara semalam.
Oma dan Opa masuk ke kamar Alina untuk memeluk dna menciumnya sebelum pergi meninggalkannya. Namun saat mereka masuk ke dalam kamar, Lila dan yang lainnya sudah dalam keadaan terikat dan mulut di lakban. Namun Alina tidak ada di kamar, Oma dan Opa begitu terkejut melihatnya.
Opa segera melepaskan ikatannya dan Oma berteriak agar seisi rumah segera bangun dan berkumpul.
__ADS_1
" Bitte. . . .Hilf uns. . . Alina wird vermisst (Tolong. . . .Tolong kami. . . Alina Hilang)." Teriak Oma dengan badan gemetar.