
"Van, bantu aku ya."Bisik Kinan pada Ivan.
"Bantu apa?"Tanya Ivan bingung.
"Ikuti saja permainanku, setelah kau membantuku aku akan membantumu untuk mendekati wanita yang kau suka."Uajr Kinan.
"Memang kau tahu siapa yang aku suka."Tanya Ivan.
"Aku mengenalmu sudah cukup lama Van, so... tidak ada alasan untuk aku tidak tahu kau sedang suka dengan siapa."Ujar Kinan mendekatkan badannya pada badan Ivan.
Kinan sengaja melakukannya karena saat keluar dari lift dia melihat Randy yang sedang berjalan dengan Sofi di belakangnya. Kinan juga tidak ingin kalah, kalau dia juga bisa dekat dengan pria lain di depannya. Toh Randy tidak akan mungkin memarahinya di depan umum karena surat kontrak yang sudah mereka sepakati.
Kin, apa yang kamu lakukan? Lihat ke belakang, ada Pak Randy yang melihatmu. Jangan membuat masalah semakin runyam Kin. - Batin Sofi yang melihat Kinan tamoak dekat dengan Revan.
Apa-apaan si? Kenapa pria itu dekat-dekat dengan calon isteriku? Apa dia tidak tahu ada aku disini... awas saja aku akan memberikan pelajaran buat dia. Tunggu saja sayang. - Batin Randy dengan kesal.
Selama meeting Kinan tidak sedikitpun melirik Randy, dia tidak ingin melihat wajahnya. Sesekali Kinan mendekat pada Revan untuk menanyakan berkas yang akan dia bawa ke depan untuk menjelaskan produk yang akan segera launching.
"Sasaran dari produk minuman ini adalah kaum milenial, dimana di usia mereka yang beranjak remaja akan kebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya entah itu hanya sekedar nongkrong atau mengerjakan tugas. Minuman ini cocok sebagai teman mereka saat berkumoul bersama teman atau bahkan sendirian sekalipun dengan berbagai macam varian rasa. Selain itu kami juga membuat kemasan yang tidak kalah menarik dari yang lainnya, dimana kami menambahkan kalimat peyemangat untuk mereka dan juga berbagai macam gambar menarik." Ujar Kinan menjelaskan.
"Seberapa besar anda yakin jika minuman ini akan laku terjual." Tanya salah satu peserta rapat.
"99% kami yakin, karena sebelumnya kami dari divisi pemasaran telah melakukan bedah pasar dengan melakukan uji rasa dari berbagai jenis minuman dari beberapa merk yabg berbeda, selain itu kami juga melakukan wawancara ke beberapa remaja yang menyukai minuman ini. Setelah itu kami memutuskan untuk menciptakan produk ini dengan varian rasa yang mungkin hampir sama, tapi bagi para pecinta minuman akan mengatakan minuman ini beda dari yang lainnya. Sedangkan 1% sisanya kami akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menarik pelanggan."Ujar Kinan lagi.
Semua peserta rapat bertepuk tangan mendengar penjelasan dari Kinan yang sangat menarik daa kuar biasa. Selain itu, Kinan terlihat sangat cerdas dan yakin dengan produk tersebut sehingga mampu meyakinkan para peserta rapat yang lain.
Kinan segera kembali duduk di samping Ivan dan tidak menghiraukan Randy yang sejak tadi melihatnya selama dia berbicara di depan.
"Bagaimana?Apakah ada yang belum aku sampaikan?"Tanya Kinan pada Ivan.
"Semua sudah kamu sampaikan. Good Job Girl."Ujar Ivan menepuk pundak Kinan.
"Terimakasih."Kalau begitu mari kita segera kembali.
"Maaf Ibu Kinan, saya Rendra dari perusahaan Xx. Saya ucapkan selamat atas berhasilnya meeting siang hari ini. Semoga kedepannya perusahaan kami bisa bekerja sama dengan Ardhana Group."Ujar Rendra.
"Terimakasih Pak."Jawab Kinan menjabat tangan Rendra.
Saat Kinan sudah di depan lift, Sofi memanggilnya daa menyuruhnya untuk mendekatinya. Kinan menyuruh Ivan untuk kembali lebih dulu karena Kinan akan berbicara sedikit dwngan Sofi.
__ADS_1
"Ada apa Fi?"Tanya Kinan.
"Kau baik-baik saja kan? Kenapa kau malah mendekati Revan?"Tanya Sofi.
"Ini rencana Maya, aku hanya menjalankannya. Kenapa emang?"Tanya Kinan.
"Kau tidak lihat Pak Randy begitu marah saat melihatmu."Ujar Sofi.
"Marah untuk apa, kan dia lagi bahagia kedatangan kekasihnya."Ujar Kinan.
Randy yang melihat Sofi sedang berbincang dengan Kinan di lorong segera mendekati keduanya dan menarik tangan Kinan untuk mengikutinya.
"Ikut aku."Ujar Randy menarik tangan Kinan.
"Tidak mau.. Lepaskan aku."Ujar Kinan berusaha melepaskan tangannya.
"Aku tidak suka penolakan."Ujar Randy dingin.
"Dan aku tidak suka pemaksaan."Ujar Kinan membuat langkah Randy terhenti.
"Mau kamu apa? Kenapa kamu dekat-dekat dengan pria itu?"Tanya Randy dengan marah.
"Lalu apa maumu?"Tanya Randy tanpa ekspresi.
"Kita akhiri semuanya."Jawab Kinan pelan.
"Apa maksudmu? Bukankah kita sudah sama-sama sepakat?"Tanya Randy.
"Ya itu dulu, dan sekarang sudah ada Febby. Menikah saja dengannya. Itu yang Bapak mau kan?"Ujar Kinan menahan air matanya.
"Kamu salah paham sayang, dia hanya...."Ujar Randy menjelaskan pada Kinan.
"Randy, ayo kita pergi. Kau sudah janji akan menemaniku seminggu ini kan."Ujar Febby memeluk lengan Randy.
"Maaf, saya permisi."Ujar Kinan.
"Kin, tunggu."Ujar Randy.
"Ran, ayo kita pergi. Aku ingin jalan-jalan. Kamu sudah selesai rapat kan?"Rengek Febby.
__ADS_1
"Ya sudah ayo."Jawab Randy mengikuti Febby.
Sebenarnya apa si maksud Pak Randy? Dia mau menikah dengan Kinan juga Febby? Kenapa dia tidak bisa menolak Febby untuk menjaga perasaan Kinan yang sekarang resmi sebagai tunangannya? -Batin Sofi yang melihat Randy dan Febby pergi menjauh darinya.
Kinan segera masuk ke dalam lift sebelum Randy dan Febby masuk. Kinan tidak menangis, dia lebih kuat dari sebelumnya. Setelah pintu lift terbuka, Kinan segera keluar dan berjalan menuju ruang kerjanya.
"Hai..."Ujar Kinan masuk.
"Hai Kin? Selamat ya."Ujar Haris.
"Selamat untuk apa?"Tanya Kinan.
"Selamat karena kau sudah bekerja keras. Revan sudah menceritakan semuanya pada kami. Au bangga memiliki atasan sepertimu."Ujar Lila.
"Ini berkat kerja keras kalian juga. So, sekarang kita waktunya makan-makan. Lia pesan Burger dna Pizza juga makanan yang lainnya untuk kita semua. Jangan lupa yang diatas panggil juga."Ujar Kinan pada Lia.
"Baiklah."Lia segera membuka layar ponselnya untuk pesan gofood dan juga menghubungi Sofi untuk bergabung.
"Yang diatas? Siapa? Kau memanggil malaikat juga?"Tanya Devi.
"Malaikat sedang sibuk, kau jangan menambah pekerjaan untuknya Dev."Ujar Maya.
"Lalu siapa yang Kinan maksud?"Tanya Devi.
"Kau akan tahu sendiri nanti."Jawab Maya membuat Dwvi semakin penasaran.
•• *Fi, kau tidak sedang sibuk kan?Turunlah, ikut bergabung dengan kami disini. Kinan mentraktir kita dengan fasilitas yang Pak Randy berikan. Mari kita bantu habiskan uang Pak Randy. ••
•• Baiklah, setelah ini aku akan turun*. ••
Sofi segera merapikan ruang meeting dan mengantar beberapa berkas ke meja Pak Randy setelah itu dia turun ke Divisi pemasaran untuk bergabung dengan yang lainnya.
"Selamat siang semuanya, maaf terlambat."Ujar Sofi.
"Hai Fi, sini duduk di sampingku."Ujar Lia.
"Terimakasih."Ucap Sofi ikut bergabung.
Lila, Devi, Haris juga Revan terkejut dengan kedatangan Sofi dan mereka tampak akrab. Begitupun dengan Maya yang sudah sangat dekat tidak seperti kemarin-kemarin yang takut jika mendengar nama Sofi di sebut. Lila hanya diam dan memperhatikan yang sedang terjadi di depan matanya.
__ADS_1