Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Calon isteri


__ADS_3

"Kita jadi makan di luar kan?"Tanya Devi lagi.


"Iya Devi, kita makan di luar. Tapi aku tidak bisa pergi bersama kalian ya. Mulai hari ini aku ada sopir dan harus bersama dia kalau aku mau pergi." Ujar Kinan menjelaskan.


"Wah.... begitu... hmm baiklah. Kita bisa bertemu disana nanti." Ujar Lila.


"Ya sudah kalau begitu aku duluan ya. Sampai bertemu disana. See you..." Ujar Kinan pada teman-temannya.


Setidaknya aku masih ada kesempatan untuk dekat-dekat dengan Revan. Maafkan aku Kin yang sudah egois, aku hanya ingin memperjuangkan perasaanku......-Batin Devi.


"Baiklah ayo kita pergi sekarang."Ujar Lila.


"Haris ayo kita pergi. Lila sudah tidak sabar rupanya." Ujar Maya menggoda Lila.


"Terserah kau saja Maya." Ujar Lila dengan kesal tapi dari lubuk hatinya yang dalam dia senang karena bisa bersama Haris lagi.


Saat akan memasuki lift disana sudah ada beberapa karyawan yang juga akan menaiki lift. Tak berapa lama kemudian pintu lift terbuka, semua segera masuk karena ingin cepat pulang. Namun saat Maya akan masuk ke dalam lift tiba-tiba lift berbunyi yang menandakan kapasitas sudah penuh dan Maya harus mundur. Dengan perasaan kesal Maya mundur, dan membiarkan pintu lift tertutup.


"Sudah, kita bisa pergi kesana berdua kok. Tapi aku bawa motor, apa kau tidak keberatan?" Tanya Revan yang masih berdiri di samping Maya.


"Revan... kau masih disini?Aku kira aku sendiri. Syukurlah masih ada teman." Ujar Maya dengan lega.


"Bagaimana dengan tawaranku?" Tanya Revan lagi.


"Tawaran? yang mana?" Maya mencoba mengingat-ingat lagi.


"Untuk pergi berdua denganku, tapi aku tidak punya mobil, cuma motor." Ujar Revan mengulangi ucapannya.


"Memang tidak ada yang marah kalau aku bergi denganmu?" Tanya Maya untuk memastikan.


"Tentu saja tidak, sekarang kirim pesan ke teman-teman di bawah agar tidak usah menunggu. " Ucap Revan menyuruh Maya.


"Hmm ... baiklah."Ujar Maya.


•• *Teman-teman kalian perhi dulu saja. Aku akan menyusul nanti, aku masih ada keperluan. Sharelock ya. ••


•• Ok May, kamu hati-hati ya. •• Jawab Lila 5 menit kemudian*.


"Maya masih ada keperluan. Kita pergi dulu saja, nanti dia akan menyusul."Ujar Lila menyampaikan pesan dari Maya.


"Lalu Revan?"Tanya Haris.


"Aku tidak tahu, mungkin dia akan datang sendiri atau pergi dengan Maya. Pasti dia tidak akan membiarkan temannya sendirian. Kata Kinan dia pria yang baik. Tenang saja."Ujar Lila.


Lagi-lagi aku kalah satu langkah, kenapa si bukan aku saja yang tadi tertinggal di dalam lift? Tahu gitu tadi aku yang keluar, lagian kenapa tadi Revan tidak terlihat disana?Apa dia belum kekuar dari ruang kerja? Tapi bukankah tadi kami keluar bersama? -Batin Devi kesal.

__ADS_1


"Dev, kau tidak apa-apa?" Tanya Haris ketika Devi membanting pintu mobil dengan keras.


"Tidak. Maaf, aku tadi buru-buru takut tertinggal sama kalian." Ujar Devi beralasan.


"Ok, ayo kita berangkat."Ujar Lila dengan semangat.


Sementara itu....


"Selamat sore Bu Kinan. Perkenalkan saya Lia, sopir pribadi Bu Kinan." Ucap Lia memperkalkan dirinya.


"Saya Kinanti, panggil saja Kinan. Dan aku tidak perlu memanggil saya Ibu, karena saya belum menikah." Ujar Kinan pada Lia.


"Tidak bisa Bu, nanti saya dimarahi Pak Randy." Ujar Lia.


"Sudah, nanti aku yang bicara dengannya. Panggil saya Kinan. Ok."Ucap Kinan lagi.


"Baik Kinan. Silakan."Ucap Lia membuka pintu mobilnya.


"Terimakasih Lia."Ujar Kinan.


"Kita mau pergi kemana?"Tanya Lia memasang sabuk pengaman.


"Kita ke restaurant Xxx ya. Nanti kau juga harus berkenalan dengan mereka."Ujar Kinan pada Lia.


"Baik Kinan."Ujar Lia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang tapi sangat mulus.


"Saya bekerja di perusahaan Pak Ardhana, tapi Sofi meminta saya untuk menjadi sopir pribadi calon isteri Pak Randy." Ucap Lia menjelaskan.


Calon isteri? Apakah calon isteri ada di salah satu surat perjanjian itu? Sepertinya aku tidak menemukan kalimat itu di dalamnya.... Atau aku melewatkannya? -Batin Kinan.


"Menurut kamu, Pak Ardhana bagaimana?"Tanya Kinan pada Lia.


"Pak Ardhana pribadi yang baik dan tegas. Dia selalu memperlakukan karyawannya dengan sangat baik. "Ujar Lia.


"Kalau mas Randy?"Tanya Kinan dengan ragu.


"Untuk Pak Randy saya pikir Kinan lebih paham daripada saya."Ujar Lia tidak mau menjawab.


Aku kan hanya pacar kontraknya...Bagaimanu aku bisa lebih paham. Bahkan aku baru beberapa hari ini bertemu dengannya...-Batin Kinan lagi.


Setibanya di restaurant, Lia membukakan pintu untuk Kinan. Lalu mereka masuk ke dalam restaurant dan mencari teman-temannya yang sudah sampai lebih dulu.


"Kinan..." Panggil Lila melambaikan tangan pada Kinan.


"Hai...." Kinan melambaikan tangan. "Lia ayo kita kesana." Ajak Kinan pada Lia.

__ADS_1


Tanpa menjawab Lia sudah mengikutinya dari belakang sampai di meja dimana teman-temannya berada.


"Kenalkan dia Lia temanku, kalian juga harus berteman dengannya. Karena mulai hari ini aku terus bersama dia kecuali mandi dan tidur."Ujar Kinan.


"Perkenalkan saya Lia."Ujar Lia mengenalkan dirinya pada teman-teman Kinan.


"Hai Lia, saya Lila. Senang bertemu denganmu."Ucap Lila memperkenalkan diri.


"Saya Haris..."Ucap Haris.


"Hai, saya Devi." Ujar Devi dengan ramah.


"Dimana Maya dan Ivan?" Tanya Kinan yang tidak melihat ada Maya dan Ivan.


"Maya katanya masih ada keperluan jadi dia akan menyusul, kalau Revan aku tidak tahu. Tapi dia juga akan menyusul."Ucap Lila menjelaskan.


"Oh begitu, kalian sudah memesan makan atau minuman?"Tanya Kinan lagi.


"Belum."Jawab Lila menyunggingkan bibirnya.


"Maya..."Haris melambaikan tangan pada Maya dan Revan yang sedang berdiri di depan pintu dan mencari teman-temannya yang lain.


"Mereka datang berdua."Ujar Lila berseru.


Bertambahlah sainganku, tapi aku tidak boleh menyerah Aku harus kalem dan lemah lembut agar Revan tertarik padaku......-Batin Devi.


"Maaf aku terlambat."Ucap Maya.


"Tidak apa-apa Maya."Ujar Kinan.


"Kalian datang berdua?"Tanya Haris pada Maya dan Revan.


"Tadi aku melihat Maya di pinggir jalan, sepertinya ban motor abang gojeknya bermasalah. Jadi aku mangajaknya menawarkan tumpangan padanya."Ucap Revan membantu Maya mencari alasan.


Terimakasih Van, kau sduah membantuku. Aku tidak ingin Devi marah padaku.... Tapi apa kau berkata seperti itu untuk menjaga perasaan Kinan? -Batin Maya.


Syukurlah, setidaknya mereka hanya tidak sengaja bertemu di jalan.-Batin Devi


"Ok. Aku akan memanggil pelayan."Ucap Lila.


Pelayan datang membawakan buku menu dan menunggu pesanan dari para tamunya. Satu persatu menyebutkan makan dan minuman yang mereka pesan.


"Oh iya, aku belum berkenalan denganmu." Ujar Maya pada Lia yang duduk di sebelahnya. "Aku Maya." Ucap Lia mengulurkan tangannya.


"Saya Lia, sopir pribadi Kinan."Ujar Lia memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Tidak usah formal, santai saja Lia. Kami temanmu juga. Karena Kinan juga teman kami."Ujar Maya lagi.


__ADS_2