Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Jadwal Jaga


__ADS_3

"Fi. . "Panggil Maya pelan.


"May, kau sudah sadar? Syukurlah. . "Ujar Sofi.


"Apakah operasinya belum selesai?" Tanya Maya.


"Belum May." Sofi menggelengkan kepalanya.


"Bagaimana dengan keluarga Lia?" Tanya Randy.


"Lia tinggal hanya bersama seorang pengasuh dan putrinya yang masih kecil. Suaminya meninggal sekitar 6 bulan yang lalu karena sakit Pak." Jawab Sofi.


"Kirimkan beberapa baju, susu dan sembako ke rumah Lia. Dan juga uang untuk keperluan anaknya."Ujar Randy.


"Baik Pak."Jawab Sofi.


Lampu di pintu ruang operasi telah mati, Randy dan yang lain segera berdiri menunggu dokter keluar dari ruang operasi. Setelah dokter keluar mereka segera menghampirinya untuk menanyakan kondisi Lia.


"Dok, bagaimana kondisi Lia?"Tanya Randy.


"Ibu Lia baru saja melewati masa kritisnya, kami sudah mengeluarkan darah yang membeku dari kepalanya. Hanya saja Ibu Lia membutuhkan donor darah AB, stok di Rumah Sakit hanya sedikit kami masih membutuhkan 3 kantong darah lagi." Ucap Dokter.


"Saya AB dok. Ambil saja darah saya."Ujar Randy.


"Saya juga AB dok."Ucap Revan.


"Syukurlah, sus bawa mereka untuk di periksa darahnya."Ujar Dokter.


"Baik Dok."Jawab perawat di belkangnya.


"Tapi masih butuh satu orang lagi, karena masing-masing hanya bisa diambil 1 kantong darah untuk menghindari syok hipovolemik."Ujar Dokter.


"Baik dok, saya akan menghubungi teman saya yang lain."Ujar Sofi.


"Baiklah, Ibu Lia akan di pindahkan ke ruang ICU sebaiknya kalian menunggu disana saja."Ujar Dokter.


"Bapak silakan ikuti saya untuk diperiksa." Ujar perawat.


Randy dan Revan segera mengikuti perawat menuju ruang tindakan. Sedangkan Sofi dan Maya segera menuju ruang ICU untuk menunggu kedatangan Lia.


•• Guys maaf mengganggu. . apakah kalian sudah tidur? siapa di antara kalian yang memiliki Gol. darah AB? Lia dan Kinan mengalami kecelakaan, sekarang Lia membutuhkan donor darah AB. Kami di RS. Permata. ••


Setelah membaca pesan yang dikirimkan Maya, Devi segera pergi menuju RS dimana mereka berada. Golongan darah Devi AB, meskipun ia pernah jahat tapi masih punya hati nurani. Apalagi selama ini Lia dan Kinan sangat baik padanya.


Sesampainya di RS, Devi segera mendekati nurse station dan menanyakan jika mau mendlnorkan darah untuk Lia, ia harus kemana. Seorang perawat keluar dari nurse station dan mengantar Devi untuk menyusul Randy dan Revan yang saat ini sedang diambil darahnya.

__ADS_1


"Kau juga ingin mendonorkan darah untuk Lia?"Tanya Randy


"i... iya Pak." Jawab Devi.


"Syukurlah. . terimakasih kalian sudah saling peduli. Gaji Divisi pemasaran akan saya naikkan dua kali lipat karena kepedulian kalian."Ujar Randy.


Devi dan Revan hanya saling tatap karena Pak Randy menaikkan gaji mereka hanya karena donor darah. Selesai Revan dan Randy diambil darahnya, kini giliran Devi yang berbaring diatas bed.


"Aku akan memanggil Maya atau Sofi untuk menemanimu." Ujar Randy.


"Baik Pak, Terimakasih."Ujar Devi.


Randy dan Revan segera menuju Ruang ICU untuk mengetahui perkembangan Lia. Setelah mengetahui kondisi Lia, Randy segera berpamitan untuk ke ruang rawat inap Kinan.


"Baiklah saya akan melihat kondisi Kinan dulu, Oh iya salah satu dari kalian sebaiknya susul Devi, dia juga mendonorkan darahnya untuk Lia." Ujar Randy.


"Baik Pak."Ujar mereka bersamaan.


"Benar apa yang dikatakan Pak Randy?"Tanya Maya.


"Hmm.. Tadi saat aku dan Pak Randy disana, dia datang untuk mendonorkan darahnya."Ujar Revan.


"Sebaiknya kalian berdua susul Devi. Biar aku saja yang menunggu Lia. Dan kalian sebaiknya pulang, kita gantian saja menjaga Lia." Ujar Sofi.


"Hmm... Aku akan menghubungimu."Ujar Sofi.


Maya dan Revan segera menuju ruang dimana Devi berada. Maya sangat senang karena Devi mau mendonorkan darahnya untuk Lia meski Lia pernah menggagalkan rencana Devi dua hari yang lalu


"Devi. . terimakasih kau sudah mendonorkan darah untuk Lia. Terimakasih Dev." Ujar Maya memeluk tubuh Devi.


"Sudah sepantasnya aku memberikan darahku untuk orang sebaik dia May, mungkin kalau tidak ada dia aku sudah menjadi orang yang kehilangan akal. Bagaimana kondisi Lia?"Tanya Devi.


"Dia koma, sekarang di ruang ICU. Ada Sofi yang menjaganya malam ini. Besok kita gantian jaga, karena kita juga harus bekerja. Aku akan membuat jadwal untuk kita jaga "Ujar Maya.


"Baiklah, aku juga ingin ikut menjaganya."Ujar Devi.


"Tentu saja."Jawab Maya.


Ruang rawat inap Kinan. . . .


"Bunda, Ayah, sebaiknya kalian pulang. Malam ini biar aku yang menjaga. Besok pagi baru Bunda dan Ayah yang gantian jaga Kinan."Ujar Randy.


"Kamu harus istirahat Nak, besok kan kerja, biar Bunda dan Ayah saja yang menjaga Kinan."Ujar Bunda.


"Tidak Bunda. . Ayah dan Bunda lebih baik malam ini istirahat. Kalau ada apa-apa Randy pasti kabari Ayah dan Bunda. Kalian percaya dengan saya kan?"Ujar Randy.

__ADS_1


"Iya Nak, Bunda percaya. Terimakasih kamu sudah meyayangi Kinan dengan sangat baik. Bunda pulang dulu ya Nak. Besok Bunda bawakan sarapan untukmu."Ujar Bunda.


"Iya Bun, terimakasih."Jawab Randy.


"Kamu juga harus istirahat Nak. Kinan besok pagi baru akan sadar, sebaiknya kau juga tidur ya "Ujar Ayah.


"Iya Yah, nanti aku tidur di Sofa. Kalian hati-hati ya."Ujar Randy.


Ayah dan Bunda pulang ke rumah untuk gantin jaga dengan Randy besok pagi.


"Sayang. . selamat tidur. . Bangunlah besok pagi. Aku menyayangimu."Ujar Randy membelai rambut Kinan.


Randy terus terjaga di samping Kinan, dia tidka ingin lengah sedikitpun untuk menjaga Kinan. Tiba-tiba ponselnya berdering, sebuah oanggilan masuk dari Papah, Randy kupa tidak mengabari kedua orangtuanya tentang Kinan.


Astaga... aku lupa belum mengabari orang di rumah, Pasti mereka khawatir.- BatinRandy.


"Hallo. . .Pah ini Randy."Ujar Randy.


"Hallo Nak, kamu dimana? Kenapa tidak pulang? Apa kamu lupa masih punya orangtua di rumah? Walaupun Mamah sering memarahimu tapi Mamah menyayangimu. . .Mamah khawatir padamu."Ujar Mamah yang menelepon meminjam ponsel Papah


"Oh Mamah, kirain Papah. Maaf Mah, bukan maksud Randy membuat kalian khawatir, hanya saja Randy tidak kepikiran untuk mengabari Mamah. Saat ini Randy di Runah Sakit Mah. .ka...."Ujar Randy yang belum selesai bicara.


"Kamu kenapa Nak? Apa kamu sakit? Bagaimana kondisimu? Kamu di RS mana biar Mamah dan Papah menyusulmu."Ujar Mamah cemas.


"Bukan aku yang sakit Mah, tapi Kinan. Dia dan Lia kecelakaan tadi sore, dan Kinan belum sadarkan diri sampai sekarang Randy tidak bisa pulang ke rumah malam ini karena harus jagain Kinan. Kasihan Ayah dan Bunda kalau harus bermalam di RS."Ujar Randy menjelaskan.


"Astaga. . Kinan. .Lalu bagaimana dia sekarang? Mamah ingin melihat Kinan, katakan dimana RSnya."Ujar Mamah.


"RS. Permata. . . Mamah sebaiknya datang besok pagi saja. Kinan butuh istirahat, kalau Mamah datang malam ini pasti Kinan terganggu karena suara Mamah yang melengking."Ujar Randy.


"Astaga. . . sempat-sempatnya kamu mengatai Mamah Nak.. Baiklah. . Besok pagi Mamah dan Rayna juga Papah akan datang menjenguk Kinan."Ujar Mamah.


"Iya Mah, tolong bawakan pakaian kerjaku."Ujar Randy.


"Hmm. Ok. Sudah Ya, Papah manggil-manggil terus ngajakin Mamah tidur."Ujar Mamah.


"Astaga... "Randy segera menutup teleponnya dan meletakkan ponselnya di meja samping bed.


"Sayang, kau dengar sendiri kan? Mamah sama Papah juga khawatir. . kau harus segera bangun, jangan buat mereka khawatir. Jangan sampai pernikahan kita tertunda."Ujar Randy mencium Kening Kinan.


••••••••••••


Maaf tidak langsung up. . Karena harus mencari ide (mikir) lagi untuk kelanjutannya bagaimana, jadi ini mikir ➡ nulis ➡ UP jadinya lama. .


Ditunggu Kritik dan Saran yang Membangun 😘😘

__ADS_1


__ADS_2