
Sekarang giliran Mamah, Bunda dan Oma yang masuk untuk melihat keadaan Alina. Mereka hanya saling diam melihat Alina yang tak berdaya diatas bed. Seketika ingatan Mamah kembali pada Lia yang 2 bulan lalu juga dalam kondisi yang hampir sama.
"Nak. . bangun yuk . .Oma kangen sama Nana. Tidak mendengar suaramu sehari saja rasanya sudah seperti 10 tahun Nak." Ujar Mamah.
"Nak. .beli ice cream yuk. . lebih baik Oma dengar kamu merengek malam-malam minta beli ice cream saja daripada kamu seperti ini. Nana dengar Oma kan? Disini Oma dan Opa Nana sudah berkumpul semua. Nana tahu tidak? Adik Nana sudah ada. . Nana ingin punya adik kan?" Ujar Bunda.
" Alina ... Bestrafst du Oma? Es ist besser, wenn du Oma schlägst, als Oma dich so sehen sollte. Oma, versprochen, nachdem du dich erholt hast, werden Oma und Opa nach Deutschland zurückkehren und dich nicht mehr stören ... Entschuldigung, die Anwesenheit von Oma und Opa lässt dich leiden, mein Sohn. Vergib die Fehler von Oma und Opa in der Vergangenheit, die dich wegen unserer Selbstsucht leiden ließen. (Alina...Apa kamu sedang menghukum Oma? Lebih baik kamu pukul Oma daripada Oma harus melihatmu seperti ini. Oma janji, setelah kamu sembuh Oma dan Opa akan kembali ke Jerman dan tidak akan mengganggumu lagi..Maaf kehadiran Oma dan Opa membuatmu menderita Nak. Maafkan kesalahan Oma dan Opa di masalalu yang sudah membuat kalian menderita karena keegoisan kami.)" Ucap Oma.
" Alina ist so, weil Sie Frau sind. . Genau Ihre Anwesenheit ist das schönste Geschenk für Alina. Brechen Sie niemals mit uns. . Sie sind bereits ein Teil unserer Familie. (Alina seperti ini bikan karena anda Nyonya. . justru kehadiran anda adalah hadiah terindah untuk Alina. Jangan pernah memutuskan hubungan dengan kami. . Anda sudah menjadi bagian dalam keluarga kami.)" Ucap Mamah.
" Vielen Dank, dass ihr meine Enkel so gut geliebt habt. Ich schäme mich dafür, dass ich sie verschwendet habe. . Bis ich keine Zeit hatte, mich bei Lia zu entschuldigen. (Terimakasih kalian sudah menyayangi cucuku dengan sangat baik, aku sendiri malu karena sudah menyia-nyiakan mereka. . Hingga aku tidak sempat meminta maaf pada Lia.)" Ucap Oma.
" Lia muss dir vergeben haben. Zumindest kannst du Alina noch treffen. Lia und Hans müssen gelächelt haben, um dich Alina treffen zu sehen. (Lia pasti sudah memaafkan anda. Setidaknya anda masih bisa bertemu dengan Alina. Pasti Lia dan Hans saat inio tersenyum melihat Anda datang untuk menemui Alina.)" Ucap Mamah.
"Wir konnten Alina wegen Ihrer Freundlichkeit treffen. Vielen Dank. .(Kami bisa bertemu dengan Alina karena kebaikan hati kalian. Terimakasih. . )" Ucap Oma.
"Weil wir eine Familie sind. . Wie könnten wir das Herz haben, Sie von Ihren Enkelkindern fernzuhalten? Obwohl ich anfangs auch ein bisschen sauer auf dich war. Aber jetzt bin ich nicht mehr verärgert, sondern froh, dass Alina von Menschen umgeben ist, die sie lieben.( Karena kita satu keluarga. . Mana mungkin kami tega menjauhkan anda dari cucu anda. Walaupaun awalnya aku juga sedikit kesal dengan anda. Tapi sekarang aku tidak kesal lagi, Justru aku bahagia Alina di kelilingi orang-orang yang menyayanginya.)" Ujar Mamah.
Na. . kamu tidak kasihan sama Oma? Sejak tadi Oma diam saja karena tidak tahu Oma Iren dan Oma kamu bicara apa saja. . .-Batin Bunda mengusap kepala Alina.
Setelah cukup lama, Mamah dan yang lainnya keluar dan bergantian dengan Sofi, Maya dan begitu seterusnya sampai semua bisa melihat Alina di dalam. Sampai semua sudah selesai menjenguk Alina dan duduk di lorong Rumah sakit tanpa bersuara.
"Nak. . kita ke dokter yuk." Ajak Bunda pada Kinan.
"Mau apa Bun? Bunda sakit?" Tanya Kinan.
"Ah iya aku lupa. . . Ayo sayang kita ke dokter. .. Kita harus tahu adik Nana sudah berusia berapa minggu kan. . " Ujar Mamah.
__ADS_1
"Adik Nana?" Ucap yang lain bersamaan kecuali Ayah, Opa dan Oma.
"Ma. . maksud Mamah?" Tanya Randy
"Isterimu hamil karena perbuatanmu. . .Mau tanya lagi?" Ujar Mamah.
"Ke. . kenapa kalian tidak bilang?" Ujar Randy.
"Karena kau tidak bertanya lah. . " Ujar Mamah. "Ayo angkat isterimu. . kita bawa ke dokter. Kasihan kalau dia jalan nanti capek. . " Ujar Mamah.
"Ya sudah. . ayo sayang mas gendong saja. .. Aku juga tidak mau anaku yang di dalam perut kelelahan." Ujar Randy mengangkat tubuh Kinan.
"Turunin Mas. . aku malu. . " Ujar Kinan.
"Hei kalian. . jangan lihat kami. . . istriku malu. . " Ujar Randy.
"Astaga. . Selalu saja. . ." Ujar Rayna.
Mamah dan Bunda mendaftarkan Kinan di poli kandungan, dan mendapat antrian pertama karena kebetulan sedang sepi waktu itu. Mereka menunggu lima menit sebelum di panggil, Randy sangat senang karena kehamilan isterinya. Dia membayangkan keluarga kecilnya akan semakin lengkap, Alina akan memiliki adik dan mereka bisa liburan berempat nantinya.
"Nyonya Jingga. . . ." Panggil seorang perawat.
"Mas ayo masuk . . .kita sudah di panggil." Ujar Kinan.
"Hmm. . ayo. . " Randy menggandeng Kinan.
"Selamat siang Nyonya Jingga. . . Perkenalkan saya Dokter Sarah. . Ada yang bisa saya bantu?" Ujar Dokter memperkenalkan diri.
__ADS_1
"Iya Dok. . saya ingin tahu usia kandungan saya. Karena saya baru tahu tadi pagi sewaktu saya pingsan dan di periksa dokter." Ujar Kinan.
" Oh Baiklah. . Maaf, apakah ibu ingat hari pertama haid terakhir ibu?" Tanya Dokter.
"Oh astaga . .saya lupa. .. sudah ada satu bulan saya tidak haid." Ujar Kinan yang memang baru ingat.
" Apakah ada rasa mual atau muntah?" Tanya Dokter Sarah.
"Tidak, hanya saja saya sering merasa kesal Dok." Ujar Kinan.
"Ibu hamil memang emosinya tidak terkontrol. . . Untuk itu keluarga terutama suami harus bisa menjaga emosi isterinya. Kalau begitu silakan ibu tidur diatas bed. . saya akan memeriksanya untuk mengetahui usia kandungan ibu." Ujar Dokter.
"Apakah jenis kelaminya bisa dilihat Dok?" Tanya Randy.
"Untuk jenis kelamin bisa diketahui biasanya di usia kandunaan ke 16 minggu Pak, atau kalau tidak harus dilakukan cek kromosom. Hasilnya akan keluar kuranglebih 1-2 minggu." Ujar Dokter lagi.
"Oh Baiklah. . ." Ujar Randy.
Selama pemeriksaan Randy dan Kinan hanya diam saja, Randy melihat kearah monitor ingin melihat calon anaknya yang ada di dalam perut Kinan.
"Dokter . . dimana bayinya? Kenapa tidak terlihat?" Tanya Randy.
"Di usianya yang masih 3 minggu memang masih kecil pak. . ." Ujarnya lagi.
"Lalu apakah ada obat supaya bayi saya cepat besar?" Ujar Randy.
"Kau kira anakku tanaman yang bisa di obat supaya cepat besar." Ujar Kinan.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Mending Up sehari 3x atau 1x tapi langsung 3-5 episode?