
"Sayang. . .rasa strawberry kan?" Tanya Sofi.
"Iya Tante. . ." Ucap Alina dengan semangatnya.
"Mba rasa strawberry satu dan coklat satu ya mba.." Ujar Sofi.
"Baik Bu. . .silakan di tunggu ya." Ujarnya dengan ramah.
Sofi dan Alina duduk di kursi dekat kaca yang sebalahnya langsung taman supaya Alina tidak merasa bosan.
"Tante. . .pacar tante mana?" Tanya Alina membuat Sofi kaget karena pertanyaannya.
Aiihh. . .Nak apa kamu sedang mengejekku? Jodohku masih on the way sayang, mungkin masih bersiap-siap sebelum bertemu denganku. . .huuhh. . .kamu lucu sekali, bagaimana aku bisa marah coba. . .- Batin Sofi.
"Tante. . ?Mana pacar Tante? Om Baik sudah punya, Tabte Maya sudah, Tante La juga sudah. . .Nena juga. . ." Ujarnya menyebutkan semua yang dia kenal.
"Pacar Tante lagi jauh Nak. . .besok kalau pacar Tante pulang, Tante kenalin ke Nana ya. . ." Ujar Sofi.
"Hmm. . .Dia baik kan Tante?" Tanya Alina.
"Iya sayang .. . " Jawab Sofi.
Tentu saja harus baik Na, kalau tidak sudah Tante habisi dia. . .Ehh tapi kan dia nya itu siapa? -Batin Sofi lagi.
" Ice cream datang. . . ." Alina bersorak dengan girangnya.
Sofi mengambil beberapa gambar, untuk laporan pada teman dan juga orangtua Alina.
•• *Kalian peegi hanya berdua?•• Tanya Maya.
•• Iya. . .Kalian kan sedang bekerja dan belum jamnya makan siang. Anak Bos minta ice cream. .mana bisa aku menolaknya. .😄😄 ••
•• Yah Nana kenapa tidak minta ke aku saja ice creamnya 😆••
•• Karena dia tahu aku yang sedang tidak sibuk*. . . ••
Seharian Alina bersama Sofi sampai jam kerja berakhir. Randy segera menggendong Alina yang tertidur di Sofa ruang ruang kerja Sofi karena merasa capek.
__ADS_1
"Terimakasih Sofi sudah menjaga putriku." Ujar Randy.
"Sama-sama pak. . " Ucap Sofi.
Kinan berjalan di belakang Randy yang menggendong Alina. Setibanya di lantai dasar banyak staff yang melihat Randy dan memujinya karena tetap keren saat menggendong putri kecilnya.
"Cihh. .astaga. . .Ada bapak-bapak yang gendong anak saja pada lihat semua, giliran ibu-ibu yang gendong anak dianggap biasa saja. . .padahal sama-sama gendong anak. Apa bedanya?" Gerutu Kinan karena merasa kesal.
" Karena aku tetap keren sayang meski sedang menggendong Alina." Ujar Randy.
"Aiiihh. . mata mereka saja yang gatal. . "Ujar Kinan dengan ketus.
Randy segera menginjak gas supaya mobil menjauhi area Perusahaan. Kinan diam saja karena merasa capek dan menyandarkan kepalanya pada kepala kursi. Dan Alina di belakang masih tidur dengan nyenyaknya setelah seharian mengikuti Sofi kesana kemari.
Sesampainya di rumah, Randy segera menggendong Alina dan membawanya masuk ke dalam rumah dan mengantarnya ke kamar. Sedangkan Kinan ke kamar lebih dulu karena sudah ingin mandi dan berendam dengan air hangat.
"Ini sudah hampir satu jam isteriku di dalam kamar mandi. . apakah dia baik-baik saja?" Ujar Randy saat tersadar sudah lama dia duduk di Sofa pojok kamarnya.
"Sayang. . . kamu mandi lama sekali. . .apa kamu baik-baik saja? kenapa tidak ada suara?" Tanya Randy dari balik pintu. "Sayang? Apa perlu aku dobrak saja?" Tanya Randy mengeraskan suaranya karen khawatir.
"Aku ketiduran Mas. . .maaf ini udah mau selesai. sebentar. . ." Ujar Kinan gugup karena dia tertidur di bathup.
"Iya Mas, aku baik-baik saja. . " Ujar Kinan.
Sepuluh menit kemudian, Kinan baru keluar dari kamar mandi dengan baju mandinya dan Randy sudah duduk di meja rias untuk menunggu isterinya.
"Kamu kalau ngantuk mending mandinya nanti saja, kalau kaya gini lagi aku yang khawatir kan." Ujar Randy.
"Badanku sudah lengket Mas. . . mana bisa aku tidur dulu. Tadi kan aku tidak sengaja ketiduran." Ujar Kinan.
"Iya deh iya. . ya sudah mas mandi dulu ya" Randy mengecup kening Kinan sebelum masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai bergantai dan menyisir rambutnya, Kinan segera turun untuk melihat Alina yang tadi masih tidur. Ternyata Alina sudah mandi dan sedang main di kamarnya sendirian.
"Hai sayang, kamu sendirian?" Tanya Kinan duduk di sofa.
"Iya Mami. . Mana Papi?" Tanya Alina.
__ADS_1
"Papi sedang mandi. Kita keluar yuk, nungguin Papi sebelum makan malam." Ujar Kinan.
Kinan dan Alina segera keluar dari kamar Alina, dan duduk di ruang tengah sambil menonton TV sebelum jam makan malam tiba. Bu Siti tampak sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk mereka.
"Mami. . .Kok Nena tidak pernah main?" Tanya Kinan.
"Nena sedang sibuk sayang. . sekarang Nena sedang magang di Rumah Sakit. Besok kalau libur, Mami minta Nena buat main ke rumah ya supaya Nana bisa main sama Nena." Ujar Kinan.
"Iya Mami. . .Nenek buyut juga sudah lama tidak main. Nana kangen Mami." Ujarnya.
"Nenek Buyut sudah susah untuk jalan sayang. Besok kalau Om Keanu pulang kita main ke rumah Oma ya Nak." Ucap Kinan.
Akhir-akhir ini memang Mamah dan Bunda jarang datang ke Rumah. Bunda sibuk mengurus Nenek yang sudah repot dan tidak bisa ia ajak atau tinggal. Sedangkan Mamah sering bepergian ke luar negeri menemani Papah perjalanan bisnis dan Rayna sudah sibuk dengan aktivitasnya sebagai mahasiswa tingkat akhir.
Untung saja Alina sudah sekolah jadi masih bisa main dengan teman-teman di sekolahnya meski mereka diam-diam takut karena tahu Alina putri seorang pengusaha terkenal.
Sekitar lima belas menit kemudian Randy turun dari kamar dan ikut bergabung dengan anak isterinya yang sedang duduk menonton TV acara anak-anak. Mereka segera makan malam karena Bu Siti sudah selesai menyiapkannya.
Mereka makan tanpa bersuara supaya tidak tersedak dan cepat menghabiskan makanannya. Selesai makan malam Randy dan Kinan mengajak Alina duduk di ruang keluarga dan menghabiskan malam untuk ngobrol-ngobrol dan mendengarkan cerita dari Alina tentang seharian tadi dia bersama Sofi.
"Mami. . kata Tante Sofi pacarnya lagi jauh, memang pacar Tante Sofi dimana?" Tanya Alina.
"Sayang kamu tahu pacar darimana? kamu kan masih kecil Nak." Ujar Kinan.
"Dari Nena Mami, Nena selalu aja nonton TV yang pacar-pacar." Ujarnya dengan jujur.
"Astaga Rayna. . .dia secara tidak sengaja sudah meracuni otak putriku. . ." Ujar Randy.
"Kenapa Papi?" Tanya Alina.
"Kamu jangan lagi-lagi lihat sinetron ya Nak. . masa depan kamu masih panjang. .. kamu tidak boleh pacaran sebelum Papi memperbolehkan, dan tidak boleh pria sembarangan mendekatimu. . .Enak saja dia mendekati putri kesayangan Randy Ardhana." Ujar Randy.
"Mami. . .Papi kenapa?" Tanya Alina bingung karena Randy terus mengomel.
"Papimu sedang sawan Nak. . ." Ujar Kinan sekenanya.
"Sawan itu apa?" Tanya Alina lagi.
__ADS_1
"Astaga. . Mas jelasin. . ." Ujar Kinan.
"Apa? Memang dia tanya apa?" Tanya Randy bingung.