
Mobil telah keluar dari halaman rumah dan menuju Rumah Sakit yang Revan sebutkan. Selama dalam perjalanan Kinan tampak cemas, Mamah terus memeluknya agar Kinan lebih tenang dan tidak stress.
Sementara itu (3 jam setelah tindakan). . .
"Sekarang bagaimana dengan anak saya dok?" Tanya Randy lagi.
"Anak Bapak sudah melewati masa kritisnya. . Dan keadaan sudah mulai stabil. Namun kami harus memasukkan Alina ke ruang HCU, karena kondisinya stabil tapi masih memerlukan pengobatan, pemeriksaan dan juga pengawasan yang ketat.." Ujar Dokter.
"Lakukan saja yang terbaik untuknya Dok. . ." Ujar Randy
Tak menunggu lama, Alina di pindahkan ke ruang HCU. Semua berjalan di belakangnya mengikuti perawat yang mendorong brankar Alina.
"Bapak menunggu di luar dulu ya. . " Ujar seorang perawat.
"Tapi nanti saya bisa melihatnya kan sus?" Tanya Randy.
"Bisa Pak. . tapi saya mau serah terima pasien dulu ke perawat di ruang HCU. Setelah pasien di ganti pakaiannya dan di rapikan semuanya Bapak baru boleh melihatnya." Ujar perawat.
"Oh Baiklah. . ." Ujar Randy.
Randy dan yang lainnya duduk di depan ruang HCU menunggu dokter memperbolehkan dirinya masuk untuk melihat keadaan putri kecilnya. Randy takut Alina akan mengalami hal yang sama dengan Lia.
"Keluarga anak Alina. . . " Ucap seorang perawat saat membuka pintu.
"Iya sus. .saya Papinya." Ujar Randy segera bangkit dari duduknya.
"Bapak sudah boleh menjenguknya. . .dua-dua juga boleh." Ujar perawat karena melihat orang di depannya sangat banyak.
"Baik sus. . terimakasih." Ujar Randy.
"Hmm kau masuk dulu sendiri.. . .Papah mau masuk dengan Opa Nana." Ujar Papah.
"Iya Pah. . .aku masuk dulu ya. . ." Ujar Randy segera masuk.
Randy masuk, dan mencari dimana putrinya. Seorang perawat segera mengantar Randy untuk masuk ke ruang Alina yang sengaja mereka pisahkan karena tahu siapa Randy.
"Nana. . .bangun sayang. . . Papi disini. . kamu sudah aman. kamu tidak perlu takut lagi. Maafkan Papi yang tidak bisa menjagamu dengan baik nak. . .Papi sayang sekali denganmu, jangan buat Papi cemas ya sayang. Nana anak kuat. .Sebentar lagi Mami akan datang, kamu ingin lihat Mami kan?" Ujar Randy mengelus kepala Alina.
Randy hanya diam duduk di kursi samping bed Alina. Dia terus menatapi wajah putrinya yang masih tertidur, Randy tak henti-hentinya membelai putrinya dan menciumi tangan mungilnya.
Di sisi Lain. . .
"Pah. . .bagaimana keadaan Nana?" Tanya Mamah yang baru sampai.
__ADS_1
"Nana sudah stabil, hanya saja masih membutuhkan pengawasan ketat. Kinan, masuklah. . .Randy ada di dalam." Ujar Papah.
"I. . iya Pah. . ." Kinan membuka pintu.
"Jadi. . .siapa pelakunya?" Tanya Mamah.
"Erika. . ." Ucap Papah.
"Anak kecil itu lagi? Astaga. . . .Apa sih maunya. . .Tapi bukankah dia di penjara Pah?" Tanya Mamah.
"Harun membebaskannya, dengan syarat Erika akan berubah. Tapi tanpa sepengetahuan Harun dia diam-diam merencanakan sesuatu dan melakukan aksinya untuk membalas dendam karena dia masuk penjara." Ujar Papah.
"Itukan karena kesalahan dia sendiri. Punya otak cuma di pakai untuk mencelakai orang lain . . .dia itu manusia bukan sih." Ujar Mamah kesal.
"Orangtuanya kan manusia Mah, sudah pasti dia juga manusia." Ujar Rayna.
"Huhh. . Tuh Ray. . .dengerin Mamah kalau lagi nasihatin kamu ya. . .Mamah dan Papah cuma tidak mau anak-anak Mamah menjadi orang jahat. Mamah melahirkan kalian supaya Mamah bisa mendidik anak-anak Mamah menjadi anak yang baik. " Ujar Mamah menasihati Rayna.
"Iya Mamah . .selama ini mana pernah Ray membantah perkataan Mamah. . .Iya kan Pah?" Ujar Rayna.
"Terus bagiamana Erika sekarang?" Tanya Bunda.
"Erika di Rumah Sakit ini juga Bunda. Dia mendapat dua tembakan di kedua kakinya." Ujar Maya.
"Ti. . .tidak Bu. . ."Ujar Sofi.
" Aiihh. . .Ya sudah aku sendiri saja. . .. " Mamah segera pergi meninggalkan lorong HCU.
"Eh. . .tunggu Bu. . . Saya ingin lihat. " Ujar Sofi.
"Saya ikut. . ." Maya menyusul.
"Ok. .Kita juga ikut. . ." 3 serangkai menyusul.
"Ok. . .saya juga harus ikut. . .Ayo Oma. . .jangan banyak tanya, saya tidak tahu dengan bahasa Oma. . ." Bunda menggandeng tangan Oma.
"Oh. . .Astaga. . .mereka mau demo?" Ujar Haris.
"Biarkan saja. .. The Power of Emak-emak. .. Kita tidak akan mungkin bisa mencegahnya." Ujar Revan.
Di dalam. .
"Mas. . ." Ucap Kinan terisak.
__ADS_1
''Sayang. . .Kau sudah datang. . ." Randy memeluk tubuh isterinya. " Maafkan Mas sayang. . .mas tidak bisa menjaga anak kita dengan baik. . "vUcap Randy.
"Sudah. .sudah Mas. . setidaknya sekarang kita sudah kembali bertiga. . Kita tidak akan terpisah lagi kan Mas?" Ucap Kinan.
"Iya sayang kita tidak akan terpisah lagi. .. sekarang dan seterusnya kita selalu bersama ya sayang. . .Besok pengawal di rumah akan mas tukar tambah dengan yang lebih kuat." Ujar Randy.
"Hmm. . .Nana juga di tambah darah Mas?" Tanya Kinan saat melihat kedua tangan Nana di pasang selang infus dan juga tranfusi darah.
"Iya. . .dia kehilangan banyak darah karena lukanya cukup besar . Tapi untunglah Maya, Haris dan Opa memiliki golongan darah yang sama dan cocok dengan Nana." Ujar Randy.
"Aku mau peluk putriku. . .dia tertidur tapi tetap saja menggemaskan. . .Mas. . .dia sudah makan?" Tanya Kinan.
"Sudah. . .Bagas yang memberikan sebungkus nasi untuknya." Ujar Randy.
"Ja. .. jadi Kak Bagas pelakunya?" Tanya Kinan.
"Bukan. . .dia hanya diancam oleh Erika, dan terpaksa membantu Erika. . .tapi dia benar-benar melindungi Nana dari Erika." Ujar Randy.
"Erika sudah bebas Mas?" Tanya Kinan.
"Om Harun yang membebaskan, biar bagaimanapun seorang Ayah pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Tapi sayangnya, Erika memanfaatkan kebebasannya untuk mencari jalan supaya dia masuk ke dalam penjara seumur hidup. Dan Om Harun tidak akan bisa membebaskannya lagi." Ujar Randy.
"Besok anak-anak kita jangan kita manjakan dengan harta ya Mas. Aku tidak mau anak-anak kita seperti dia yang di besarkan dengan harta membuatnya kehilangan akal. Aku ingin anak-anak kita jadi anak yang baik, rendah hati. . tidak sombong. . ." Ujar Kinan.
"Iya sayang. . .kita akan mendidik anak-anak kita dengan sangat baik .. kita harus banyak belajar dari Bunda dan Mamah dalam mendidik anak." Ujar Randy.
Di ruang Lainnya.
"Pak Polisi. . . bagaimana keadaannya sekarang?" Tabya Mamah.
"Tersangka baru saja mendapat tindakan operasi kecil untuk mengeluarkan peluru di kedua kakinya bu. Dia sudah sadar dan masih menunggu teman saya mengurus administrasinya." Ujarnya.
"Bolehkah kami melihat keadaannya?" Tanya Mamah.
"Silakan Bu. . .tapi jangan main fisik." Ujarnya.
"Tenang saja Pak. . .kami orang baik-baik. . ." Ujar Mamah lagi.
Tapi baiknya kalau sama orang yang baik. . . .-Batin Mamah.
Ceklekk. . .
"Hai anak kecil. . . ." Mamah dan yang lainnya masuk ke ruang rawat Erika dan mengunci pintunya.
__ADS_1
"Ma. . mau apa kalian?" Tanya Erika dengan panik melihat wajah mereka yang dingin.