Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Yang Sebenarnya


__ADS_3

" Nana. . .bangun sayang. . . . Dengarkan Papi. . bertahan Nak. . ." Ucap Randy menggendong tubuh Alina yang sudah berlumuran darah. "Sofi ayo lari . . Kita harus segera ke Rumah Sakit. . .Nana sangat kesakitan . . " Ujar Randy.


Sofi mengikutinya dari belakang, dan di pertengahan jalan mereka bertemu dengan Papah, mereka syok saat melihat Alina dalam gendongan Randy dan sudah berlumuran darah.


"Haris. . antar kami ke Rumah Sakit. . Revan bantu Maya di dalam. . " Ujar Sofi.


"Baik Bu. . " Revan segera berlari mendengar suara nama Maya yang masih berada di dalam.


Papah dan Opah segera mengikuti Randy yang terus berjalan menjauhi gedung. Sesampainya di mobil, Haris segera melajukan mobilnya dan membawanya ke Rumah Sakit terdekat.


Randy begitu kacau saat melihat putri kecilnya menutup matanya. Randy terus memanggil-manggil putrinya untuk membuka matanya.


"Haris. . cepatlah aku mohon. . . Aku tidak bisa kehilangannya. . . aku mohon . . ." Randy terisak dan terus memeluk Alina.


"Haris cepat sedikit ya. . ." Ujar Sofi yang ikut cemas.


"Iya Bu. .ini sudah dengan kecepatan tinggi. . . " Jawabnya.


Sesampainya di Rumah Sakit Randy segera berlari menggendong putrinya dan berteriak memanggil dokter dan suster. Alina segera mendapatkan penanganan, Sofi duduk bersimpuh di lantai menunggu Alina yang sedang berjuang di dalam.


Nana. . . kamu harus kuat, kamu harus bertahan sayang. . Jangan tinggalkan kami. . Masa depanmu masih sangat panjang. . Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu. . . -Batin Sofi.


Di dalam gedung. . .


"Lepaskan aku. . .Bukan aku pelakunya. . ." Ujarnya meronta-ronta.


"Kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudha kamu perbuat. . ." Ujar Bagas.


Brukk. .


"Ahhh. . ." Bagas melepas tangannya karena area sinsitifnya di tendang. "Maya. . .kejar dia. . ." Ujar Bagas.


"Hai berhenti. . . Kau harus bertanggungjawab. . " Maya terus mengejarnya.


Maya dan Bagas terus mengejarnya, sudah beberapa kali Maya berhasil meraih rambutnya tapi dia bisa lolos. Saat meraih bajunya, tetap bisa lolos hingga bajunya robek.


" Pak polisi . . .Dia sudah melukai Alina. . ."Teriak Maya saat melihat ada polisi yang ikut mengejarnya.


Wanita itu berlari semakin kencang saat melihat ada beberapa polisi yang ikut mengejarnya. Maya terus berlari meski badannya sudah lemas, saat dia hamlir terjatuh sebuah tangan menarik tubuhnya dan memeluknya hingga jatuh bersamaan.


BRAKK. .


"Ahhh. . .Maafkan aku. . ." Ujar Maya.


"Hmm. . Kau tidak apa-apa?" Tanya Revan.

__ADS_1


"Revan? kau disini?" Tabya Maya tak percaya.


"Hmm. . .kau pikir aku hantu?" Ujarnya.


"Ayo kita kejar dia. . .dia sudah melukai Alina. . ."Maya teringat kembali dengan penjahatnya yang kabur.


"Ayo. . ." Revan menggandeng tangan Maya daa mereka lari berdua.


"Berhenti dan menyerahlah Nona. . ." Teriak polisi kepadanya.


"Aku tidak melakukan apa-apa. . .aku tidak sengaja. . . .Jangan tangkap aku. . ." Ujarnya terus berlari.


"Berhenti atau dengan terpaksa kami tembak." Teriak lolisi lagi untuk memperingatkan.


"Aku tidak bersalah. . . "Teriak dan teris berlari.


Door. . Door. .


Dua buah tembakan melayang tepat mengenai sasaran, hingga membuatnya terjerembah dan jatuh.


"Ahh. . ..sakit. . jangan tangkap aku. . .aku tidak melakukan apa-apa. Aku tidak sengaja. . ." Ujarnya memohon ampun.


"Jelaskan nanti di kantor polisi. . ." Ujar Polisi memasang borgol di kedua tangannya dan mengangkat tubuhnya dimasukkan ke dalma mobil polisi untuk segera di bawa ke Rumah Sakit untuk dikeluarkan pelurunya.


Maya bernafas dengan lega, karena pelaku telah di tangkap. Maya dan Revan segera pergi menjauhi gedung dan menuju Rumah Sakit terdekat. Sesampainya di RS, Maya melihat Sofi masih terduduk di bawah daa menangis.


"Masih di dalam May. . " Ujar Sofi.


"Semoga doa baik-baik saja. . .Dia harus sembuh. . ."Ujar Maya khawatir.


"Bagaimana pelakunya?" Tanya Sofi.


"Sudah di tangkap, dia mendapatkan dua tembakan di kedua kakinya." Ujar Maya.


"Siapa yang melakukan ini? Siapa yang telah melukai anakku?" Tanya Randy saat mendengar pelaku telah di tangkap.


"Pelakunya. . .Erika Pak. . Dia di bebaskan oleh Pak Harun. Pak Bagas yang menceritakan kepada saya." Ujar Maya.


"Ba. . .Bagas. . jadi dia yang membantu Erika. . .kurang ajar sekali. . aku harus memberikan perhitungan kepada mereka berdua." Ujar Randy.


"Tunggu dulu Pak. . .Saya belum menjelaskan alasan Pak Bagas membantu Erika. . .bukan karena dia masih menyukai Kinan. . " Ujar Maya.


"Lalu apa?" Tanya Randy.


3 hari yang lalu ...

__ADS_1


" Bantu aku merebut suami wanita itu." Ujar Erika saat Bagas main kerumahnya untuk bertemu Tante Hesti.


" Wanita siapa?" Tanya Bagas.


"Kinan. . .aku ingin menikah dengan suaminya. , dan aku ingin membalas dendamku." Ujar Erika.


"Kau tidak usah macam-macam . . Harusnya kau bersyukur karena Randy tida jadi mencabut saham milik Om Harun, dan kau bisa bebas karena jaminan Papahmu." Ujar Bagas.


"Bantu aku. . .atau aku akan membunuh Kinan?." Ujar Erika.


" Lakukan saja kalau kau berani. . " Ujar Bagas dengan santainya.


" Baiklah. . .Aku memiliki ini, dan aku bisa menjadikanmu sebagai pelaku dari tindakan pembunuhan." Ujar Erika menunjukkan sebuah kartu nama milik Bagas yang ia ambil diam-diam dari dompetnya.


"Hey . .apa yang kau lakukan? Kau mengancamku?" Ujar Bagas.


"Tidak. . Hanya menawarkan kerja sama. Aku tahu kau juga suka dengan Kinan. Dan mungkin semua teman-teman Kinan atau suaminya tahu kau menyukai Kinan. Maka aku bisa menjadikanmu sebagai pelaku dengan mudah." Ujar Erika.


"Ok . . ok. . Aku akan membantumu. . Tapi apa yang harus aku lakukan? Jangan sampai ada pertumpahan darah. . aku tidak mau berurusan dengan polisi." Ujar Bagas.


"Kita culik anak angkatnya, dan jadikan senjata supaya Randy mau meninggalkan wanita itu. Dan kau bisa menikahinya." Ujar Erika.


"Aku tidak ingin kau menyakiti anaknya. . .dia tidak tahu apa-apa. . Dan tidak seharusnya kau menyentuhnya Erika." Ujar Bagas geram.


"Aku tidak akan menyakitinya. . ."Ujar Erika.


Aku memang sudah lama menyukainya. Tapi aku sadar, dia bahagia dwngan suaminya dan orang-orang di sekitarnya. . . Aku sudah tidak berharap lebih. Aku membantumu karena ingin menjaga nama baikku supaya tidak kau coreng begitu saja Erika. . .-Batin Bagas.


_…_…_


"Pak Bagas yang diam-diam memberikan sebungkus nasi pada kami sepuluh menit sebelum Bapak dan Erika masuk ke ruangan dimana kami di sekap, dia menyuruhku untuk menyuapi Nana karena tidak ingin terjadi apa-apa padanya." Ujar Maya.


"Dimana Bagas sekarang?" Tanya Randy.


"Dia ikut ke kantor polisi, dan hendak menceritakan kejadian yang sebenarnya Pak. Dan saat Nana pingsan karena belum makan, Pak Bagas langsung menghentikan mobilnya dan menghampiri Nana. Lalu dia memindahkan Nana di kursi depan, karena dia takut Erika akan berbuat lebih pada Nana." Ujar Maya lagi.


"Jadi kau menyusup masuk ke dalam mobil Bagas?" Tanya Randy.


"I. . iya Pak. . Saya dan Sofi waktu itu tidak mungkin bisa melawan mereka. Akhirnya kami menyusup saja supaya kami bisa memberikan informasi kepada Bapak tentang keberadaan Nana." Ujar Maya.


"Biar bagaimanapun aku harus berterimakasih kepada kalian berdua, juga Bagas. Dia sudah memberi makan pada anakku." Ujar Randy.


Saat dokter keluar dari tindakan, semua langsung menghampirinya dan menanyakan bagaimana kondisi Alina di dalam.


"Dokter bagaimana keadaan anak saya Dok?" Tanya Randy.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


Alina mau gimana nih ceritanya? Adakah ide? 🌹


__ADS_2