
"Dok. . .kenapa dengan putriku? Apa yang terjadi padanya? Kenapa dia terus menangis? Apa dia kesakitan karena luka di lehernya? Segera beri obat termahal dok supaya putriku tidak menangis lagi. . " Ujar Randy.
"Kejadian yang menimpanya membuatnya trauma. . kejadian demi kejadian sedang terulang kembali dalam ingatannya. Beruntung dia sudah melewati koma nya meski masih ada trauma yang terekam di ingatannya. Dukungan dari keluarga yang mampu membuatnya sembuh dari rasa trauma itu sendiri." Ujar Dokter.
"Dok, bolehkan Nana di pindahkan ke ruang VVIP saja? Supaya kami bisa menjaganya. . " Ujar Kinan.
"Ya tentu saja bisa. . nanti saya akan meminta perawat untuk menyiapkan Alina sebelum di pindahkan." Ujar Dokter.
"Jangan tante. . .Ampun. . . " Teriak Alina lagi.
"Nana. . .Ada Mami dan Papi disini. . Maafin Mami tidak bisa menjagamu. Mami mohon, bangun sayang." Ucap Kinan menciumi punggung tangan Alina.
"Randy. . . Kami benar-benar meminta maaf atas kejadian yang menimpanya. . .Ini di luar kendali kami. . " Ujar Om Harun.
"Yang sudah terjadi biarkan saja Om. . Toh kita tidak bisa berbuat apa-apa. . dan Erika sudah di penjara sekarang. Setidaknya dia tidak berkeliaran di luar sana dan membahayakan yang lain." Ujar Randy.
"Kami benar-benar tidak menyangka, anak kami tega melakukan hal keji seperti itu. Apa yang harus kami lakukan untuk menebus kesalahan kami karena tidak bisa mendidik anak kami dengan baik Ran. . " Ujar Tante Hesti.
"Sudah Tante. . . Kami tidak butuh apa-apa. . Saya hanya minta doa dari Om dan Tante supaya putri kami bisa melewati semuanya dan kembali seperti sedia kala." Ujar Randy.
"Baiklah. . kalau begitu kami permisi dulu ya Ran. . kabari kami tentang perkembangan Alina ini sudah malam." Ujar Om Harun.
"Iya Om, akan saya kabari. Terimakasih sudah datang untuk menjenguk Nana.. " Ujar Randy.
Sekitar pukul 10 malam, Alina sudah di pindahkan ke ruang VVIP bersama Kinan dan Randy. Kinan terus menjaga Alina di sampingnya, ia terus membelai putri kecilnya dengan lembut hingga ia terlelap.
Nana. . maafkan Papi yang tidak bisa menjagamu Nak. . Harusnya Papi langsung memukul wanita itu sebelum melukaimu Nak. Kamu lekas pulih ya. . Setelah pulih kau boleh memarahi Papi, memukul Papi sepuasmu. . Kau tahu, adikmu sudah ada di dalam perut Mami, kamu senang kan Nak? Anggota keluarga akan bertambah, tapi kasih sayang Mami dan Papi tidak akan berubah untukmu. . . CUPP. . - Randy mencium kening Kinan dan Alina secara bergantian. Merekapun tidur dalam satu ranjang besar bertiga.
_…_…_…
Waktu terus berjalan, Alina sudah kembali seperti sedia kala. Dan kandungan Kinan sudah menginjak 7 bulan, setiap hari Randy dan Alina tak henti-hentinya menciumi perut Kinan, dan mengajak baby ngobrol.
Kebahagiaan dalam keluarga Kinan dan Randy semakin kuat dengan adanya orang-orang baik di sekitarnya. Mereka saling membantu Kiaan dan Randy mengurus Alina, bahkan sekarang Alina sering diajak pergi jalan-jalan oleh Mamah dan yang lainnya.
Seperti hari ini, pagi-pagi sekali Maya menghubungi Kinan untuk meminta ijin ingin mengajak Alina jalan-jalan dengan Revan. Mereka jadian 6 bulan yang lalu, dan Revan benar-benar membuktikan ucapannya untuk membantu Clara menghilangkan rasa traumanya. Setiap weekend Revan dan Maya mengajak Clara hangout, meski di awal Clara sampai pingsan karena masih takut, tapi lama-kelamaan traumanya sedikit berkurang hingga benar-benar hilang.
•• *Kin. . .Kinan?••
••Iya May?••
•• Kami sudah di halaman rumah, boleh kan pinjam Nana sehari?••
__ADS_1
••Mau bagaimana lagi. . . kalian sudah di depan rumah, masa iya mau aku usir. . Masuklah. . .••
••Hehe. . .Thank's Kin*••
Maya dan Revan turun dari mobilnya, sedangkan Clara masih tidur di mobil karena semalam dia lembur menyelesaikan tugas agar pagi-paginya bisa ikut jalan-jalan dengan kakaknya.
"Kin. . . Kami pinjam Nana ya. . ." Ujar Maya dan Revan yang hendak pergi jalan-jalan.
"Hmm. . .mau ajak kemana?" Tanya Kinan.
"Main lah. . .supaya kau bisa babymoon sebentar dengan Pak Randy. . ." Ujar Maya menggoda Kinan.
"Astaga. . .Kalian segeralah menikah. . . " Ujar Kinan.
"Baru juga jadian. . .masa langsung suruh cepat-cepat nikah." Ujar Maya.
"Aku saja belum ada satu bulan pacaran, itupun kontrak tapi langsung menikah. . ." Ujar Kinan.
"Beda cerita Kin . . " Ujar Revan.
"Aiihh. . .Awas ya Van kalau kamu sakiti Maya. . ." Ujar Kinan mengepalkan tangannya.
"Siap Ibu Randy. . " Ujar Revan.
"Ada Clara Kin. . Tenang saja. . Kami juga tidak akan meninggalkan Nana. . kemana-mana selalu kami gandeng tenang saja. . ." Ujar Maya.
"Baiklah. . .dia masih siap-siap. . ." Ujar Kinan. "Tapi dimana Clara?" Tanya Kinan.
"Di mobil. . .dia sedang tidur, karena semalam lembur tugas buat kuliah besok." Ujar Maya
"Mami. . ." Panggil Alina saat keluar dari kamar.
"Hai sayang. . kamu sudah siap? Tante Maya dan Om sudah sampai mau jemput kamu." Ujar Kinan.
"Om Maya. . " Panggil Alina pada Revan.
"Tante Sayang. . .bukan Om. . " Ujar Kinan.
"Iya Mami. . .Tante Maya dan Om Maya. . ." Ujar Alina menunjuk Revan.
"Astaga. . . Ketularan Rayna dia. . .manggil Haris Kakak Pacarnya Kak Lila. Dia memanggilku Om Maya." Ujar Revan.
__ADS_1
"Like Niece like Aunty. . . " Ujar Kinan.
" Nana sudah siap kan? Kita mau jalan-jalan. . " Tanya Maya.
"Siap Tante. . .Mami Nana pergi dulu ya. Jagain adik Nana Mami. Nana tidak lama-lama. Iya kan Tante?" Ujar Alina.
"Iya sayang. . .kamu baik-baik ya sama Tante dan Om. . Jangan menangis ya Nak." Ujar Kinan.
"Iya Mami. . Nana sayang Mami sama Adik Nana. Muach. ." Alina mencium Kinan dan juga adiknya di dalam perut Kinan.
"Kita pergi dulu ya Kin. . .Kamu istirahatlah. . ." Ujar Maya.
"Iya Maya. . .titip Alina ya. .. " Ujar Kinan.
"Iya Kin. . ." Ujar Maya.
Setelah kepergian Maya dan Revan, Kinan segera pergi ke lantai dasar untuk menemui Randy yang sedang memeriksa beberapa pekerjaan disana. Kinan membawakan segelas kopi untuk suaminya.
"Mas. . .ini kopinya." Ujar Kinan.
" Terimakasih sayang. .Nana sudah pergi?" Tanya Randy.
" Hmm. . . Baru saja. Pekerjaan Mas masih banyak?" Tanya Kinan.
"Tidak sayang. . ini tinggal sedikit. . .kenapa? Kamu mau mas menjenguk adiknya Nana?" Tanya Randy.
"Ti. . tidak. . .kan aku hanya bertanya Mas. Memang tidak boleh kalau aku bertanya. . ." Ujar Kinan.
"Hmm. . .sini. . ." Randy menarik tangan Kinan dengan lembut.
"Iya Mas. . ." Kinan berjalan mendekati Randy dan duduk di pangkuannya.
"Mas. . aku berat loh ini. .. " Ujar Kinan.
"Tidak. . .aku masih kuat sayang. . .Aku mencintaimu. . " Randy mencium pipi Kinan dan memeluknya untuk beberapa saat.
"Hmm. . aku juga mencintaimu Mas. . Sekarang lepasin aku ya. . aku mau nonton saja, sambil menemani mas bekerja." Ujar Kinan.
"Iya sayang. . nanti aku akan menyusul kalau pekerjaanku sudah selesai." Ujar Randy.
"Iya Mas. . ." Jawab Kinan.
__ADS_1
Kinan segera pergi dari meja kerja Randy dan masuk ke ruang teater. Kinan memilih-milih beberapa film kesukaannya dan menentukan mana yang mau dia tonton lebih dulu.