
"Thank you sir. . Erick told me everything. He had no intention of seizing the business, but the woman came and offered the business with the lure he had seasoned to blind this man's eyes. (Terimakasih Tuan. . Erick sudah menceritakan semuanya padaku. Dia tidak ada niat untuk merebut bisnis, tapi wanita itu datang dan menawarkan bisnis itu dengan iming-iming yang sudah ia bumbui hingga membuat mata pria ini buta.)" Ujar Celline.
"Apa maksudmu?" Tanya Gerry pada Celline.
Celline menceritakan semuanya, jika Febby yang datang merayu Tuan Erick dan mengiming-imingi semua keuntungan yang bisa ia dapatkan jika Tuan Erick berhasil merebut bisnis tersebut.
Bahkan Tuan Erick tak pernah sekalipun menyentuh Febby. Dia menyiapkan seorang g***** untuk bisa menemani Febby di sepanjang malamnya. Tuan Erick tidak tahu jika ada maksud terselubung yang Febby sembunyikan darinya.
Karena yang ia tahu, jika Randy dan kedua rekan bisnisnya merupakan seorang mafia yang berkedok sebagai seorang pengusaha dan bahkan menjual banhmyak wanita untuk bisa menjatuhkan pengusaha yang lainnya. Hingga Tuan Erick tertarik untuk menghancurkan Randy dan yang lainnya. Tuan Erick hanya tidak suka dan takut jika Celline ikut di manfaatkan oleh mereka.
Semua orang di ruang itu terdiam setelah mendengar ucapan dari Tuan Erick. Ternyata mereka salah menilai selama ini, akhirnya malam itu mereka berdamai, dan bekerjasama untuk bisnis mereka kedepannya.
Dan untuk Febby, William di tugaskan untuk mengantarnya sampai ke rumahnya dalam keadaan tak sadarkan diri.
_…_…_…
Hari yang mereka nantikan telah tiba, siang ini Tuan Erick mengadakan jumpa pers untuk mengembalikan saham kepada Gerry dan yang lainnya.
"Pukul berapa acaranya?" Tanya Randy pada Sofi.
"jam 1 Pak. . " Ujar Sofi
"Baiklah. . setelah acara ini kita segera pulang. . " Ujar Randy.
"Baik Pak, saya akan mempersiapkannya. . " Ucap Sofi segera mengambil ponsel untuk menghubungi pihak bandara dan mempersiapkannya pukul 4 sore nanti.
Sementara itu Rabdy menghubungi Kinan setelah dua hari dia tidak menghubunginya.
Tuuttt..tuttt..tuuttt...
"Halo Mas?" Ucap Kinan dari seberang sana.
"Hai sayang. . kamu sedang apa?" Tanya Randy.
"Lagi menemani Nana mainan Mas. Sudah malam tapi dia belum mau tidur." Ujar Kinan memutar layar ponselnya untuk memperlihatkan Alina yang sedang sibuk dengan boneka-bonekanya.
"Hai anak Papi. . .kau tak merindukan Papi?" Panggil Randy pada Alina.
"Papi. . .Nana kangen. . kapan Papi pulang?" Tanya Alina langsung berlari naik ke atas kasur.
"Besok ya sayang. . .Papi masih ada kerjaan disini. Nana kenapa belum tidur?" Tanya Randy.
__ADS_1
"Belum mengantuk. . Dimana Tante?" Tanya Alina.
"Tante sedang sibuk mengurus pekerjaan untuk siang ini sayang. . ." Ucap Randy.
"Kau tidaa bertemu dengan wanita itu kan?" Tanya Kinan pada Randy.
"Bertemu sebentar sayang. . Kita hanya mengobrol. . tidak lebih. . ada Sofi, Gerry, Frans dan juga sekretaris Gerry. . Mana bisa aku macam-macam dengannya." Ujar Randy.
"Jadi kalau tidak ada mereka, mas mau macam-macam dengannya??" Tanya Kinan.
"Tentu saja tidak. . .aku hanya mencintaimu. . bagaimana aku bisa macam-macam dengan yang lainnya, kalau di mataku hanya ada kalian berdua sekarang " Ujar Randy.
"Gombal deh Mas ini. . " Ujar Kinan.
"Abang iparku kapan pulang sayang?" Tanya Randy.
"Besok pagi Mas. . . Mas sendiri kapan pulang? Katanya hanya sebentar, tapi sudah satu minggu." Ujar Kinan dengan sedihnya.
"Maaf sayang, hari ini mas masih ada urusan. Besok lusa mas pulang ya sayang. Mas juga merindukanmu, juga Nana." Ujar Randy.
"Ya sudah. . Kalau tidak pulang-pulang aku tidak mau lagi bertemu dengan Mas. " Ujar Kinan.
"Bicara apa kamu Mas. . .?" Ujar Kinan.
"Bicara tentang Cinta dan Kerinduanku pada anak dan isteri di rumah." Ujar Randy.
"Astaga. . sudah sudah. . .Nana sudah mengantuk. . " Ujar Kinan yang memperlihatkan Nana sedang memeluk Kinan dengan wajah mngantuk.
"Lucu sekali putriku. . .Ya sudah. . selamat malam sayang. .have a nice dream, Honey." Ujar Randy.
"Selamat beraktivitas sayangku. ." Ucap Kinan langsung menutup teleponnya.
Randy segera bersiap-siap, karena waktu telah menujukkan pukul 12. Dan terlihat sebuah oesan masuk dari Gerry yang sudah berada di lantai bawah dan ingin masuk ke kamar Randy.
Tokk...tokk.. tokkk...
"Kalian sudah datang rupanya." Uhar Randy membukakan pintu untuk Gerry dan Frans.
"Hmm. . aku sudah tidak sabar untuk acara siang ini." Ujar Frans.
"Setelah ini kau tidak langsung pulang kan?" Tanya Gerry pada Randy.
__ADS_1
"Aku pulang sore ini. Isteri dan anakku sudah menungguku di rumah.
"Haiiisss. . . kenapa tidak besok saja? Kita habiskan malam ini untuk bersenang-senang kawan. . ." Ujar Frans.
"Aku akan bersenang-senang dengan isteriku saja Frans." Ujar Randy.
"Lalu kapan kita akan bersenang-senang? Tabya Frans.
"Nanti, kalau kau sudah menikah. . . kita akan bersenang-senang." Ujar Randy.
"Hmm. . kau benar. . . Segera menikah kawan." Ujar Gerry menepuk pundak Frans.
"Astaga. . . .Sudah aku bilang, aku sedang berusaha mencari tapinbekum dapatm" Ujar Frans kesal.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.45, Celline dan Sofi datang untuk memberitahu mereka bahwa acara akan segera di mulai. Dan meminta mereka untuk segera menuju lantai 7 dimana jumpa pers akan di lakukan disana.
Randy, Gerry dan Frans jalan berjejeran dengan pakaian lengkap dan rapih. Semua mata memandang mereka tanoa berkedip.
[Look at the tallest man, authoritative and very handsome. (Lihat pria yang paling tinggi itu, berwibawa dan tampan sekali.). . .]
[*But the one next to it is no less charming. His smile is so sweet, he is very friendly. .(Tapi yang sebelahnya juga tidak kalah menawan. Senyumnya manis sekali, dia sangat ramah.). . .]
[The very end too. . .but still inferior to the two. Looks like he's Fakeboy .. Where are they from?. .. where are they from?(Yang paling ujung juga. . .tapi masih kalah dengan yang keduannya. sepertinya dia fakeboy.. Dari mana mereka*? ). . .]
Semua berbisik dan emnberikan oenilain masing-masing dari penampilan yang ia lihat. Pria pertama yang mereka maksud adalah Gerry, kedua Randy dan yang ketiga tentu saja Frans. Memang Frans termasuk Fakeboy, tapi sekarang katanya sudah insyaf dan sedang mencari jodoh.
_…_…_…
Jumpa pers berjalan dengan lancar sesaui dengan apa yang mereka harapkan. Selesai jumpa pers mereka makan siang bersama sebelum Randy dan Sofi kembali ke Indonesia.
Lagi-lagi Gerry, dan Frans mengantarnya sampai Bandara, juga Celline yang mengantarErick untuk kembali ke Belanda dna mempersiapkan acara pernikahan mereka bulan depan.
\=\=\=\=\=\=\=
Maaf typo masih suka nyempil
Ditunggu Kritik & Sarannya 🙏
Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 🌟🌟🌟🌟🌟, jika berkenan boleh juga vote 🙏🙏🙏)
Terimakasih 🌹🌹
__ADS_1