
"Iya Mah, lain waktu lagi ya. Aku udah janjian sama Kak Nana mau ketemu di rumah Mami," jawab Vannya.
"Oh gitu, yaudah deh gak apa-apa. Salam ya buat yang lainnya," ucap Mamah.
"Iya Mah, kita pulang dulu ya. Mamah, Papah sama Kakak jaga kesehatan," ucapnya memeluk Mamah dna Papahnya secara bergantian.
_______________
Setelah keduanya berpamitan, Vannya dan Vin segera pergi meninggalkan kediaman Papah Revan dan Mamah Maya menuju kediaman orangtua Vin. Vannya berharap, sesampainya disana Chandra sudah disana lebih dulu.
Jarak waktu tempuh memerlukan sekitar 45 menit dengan kecepatan 100km/jam. Setibanya di area parkir, dengan tidak sabar Vannya segera turun dari mobil ingin bertemu kakak iparnya yang sudah menunggu di dalam.
"Ayo Kak, pasti kak Nana sudah menunggu," ajak Vannya tak sabar.
"Iya Sayang," sahutnya dengan sabar.
"Malam Mami, Pi ... ." sapa Alina pada mertuanya.
"Malam Sayang, akhirnya si bungsu datang juga. Gimana kabar kamu Nak?" tanya Mami memeluk menantunya dengan erat.
"Kabar baik Mam, Mami gimana kabarnya?" tanya balik Vannya.
"Kamu tidak libur?" tanya Papi pada Vin.
"Enggak Pi, kebetulan hari ini ada pertemuan dengan para divisi. Papi sehat?" tanya Vin.
"Seperti yang kamu lihat, apalagi kalau anak-anak Papi berkumpul seperti ini. Tapi masih kurang Chandra," ujarnya dengan menyunggingkan senyum simpul di sudut bibirnya.
"Kak Chandra belum datang?" tanya Vannya lirih.
"Iya Van, barusan dia WA katanya lagi dalam perjalanan. tadi ada pertemuan dadakan dengan rekan kerjanya," jawab Alina.
"Oh, gitu ... Kak Nana sehat kan?" tanya Vannya memastikan.
"Iya dong, aku selalu sehat. Huh! Akhirnya setelah sebulan kita bertemu ya," ujarnya memeluk adik iparnya dengan erat.
"Pantas saja tadi aku lihat Kak Chandra terburu-buru," sahut Vin menimpali.
"Haduh Pak, apa sekarang masih bersama wanita itu?"
Tak lama kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman rumahnya. Ya, itu pasti Chandra ... Alina segera beregas keluar menyambut suaminya yang baru datang.
__ADS_1
Vannya merasa lega, akhirnya Chandra telah kembali. Dia tidak akan menanyakan masalah tadi sore saat ini, mungkin besok ia akan menanyakannya kalau ada kesempatan. Biar bagaimanapun dia sudah terlanjur tau, dna mau tidak mau Chandra harus menceritakan pada Vannya.
Kini kediaman Randy terasa lebih hangat dari biasanya. Anak-anaknya sudah berkumpul, setelah yang baru datang membersihkan diri mereka kembali berkumpuk di ruang keluarga meluapkan segala kerinduan setelah satu bulan lamanya tidak bertemu.
Tak lupa teh hangat dan makanan ringan menemani obrolan hangat disana. Saat Vin menceritakan tentang perjalanan dinasnya selama satu minggu, semua berantusias untuk mendengarkannya.
Alina merasa bangga, adiknya kini lebih berwibawa. Dan sudah menjadi kepala keluarga, rasanya baru kemarin dia dengan Vin main lari-larian di taman, pergi malam mingguan berdua menghabiskan waktu bersama sebelum mereka bertemu dengan pasangan masing-masing.
...KINAN POV...
Akhirnya waktu yang selama ini aku nanti-nantikan telah tiba. Anak-anakku bisa berkumpul di rumah ini, bahagia rasanya melihat mereka bahagia bersama pasangannya masing-masing.
Nana anak gadisku bertemu dengan Chandra meski di tahun pertama terjadi kejadian pahit yang mengharuskan Nana koma. Tapi Chandra setia menunggunya sampai dua tahun lamanya.
Dan sekarang putra kecilku, sudah menemukan pasangannya yang tak lain adalah putri dari sahabatku sendiri. Semoga rumah tangga kalian selalu di limpahkan kebahagiaan, dan hanya maut yang memisahkan kalian Nak.
Terimakasih sudah hadir dalam kehidupan Mami dan Papi dengan cara yang berbeda. Tapi kalian adalah anak-anak Mami juga Papi yang sudah melengkapi kehidupan kami selama 30 tahun ini.
________
Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama hingga pukul 23.30 sampai akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
Pagi Harinya,
Selesai sarapan, masing-masing tengah bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Chandra mengantar Alina ke rumah lebih dulu, sedangkan Vin mengantar Vannya lebih dulu.
"Mas, akhirnya pagi ini kita bisa lihat anak-anak pergi ke kantor ya Mas? Udah lama kan kita gak lihat pemandangan seperti ini, uhh! gemas rasanya lihat mereka yang dulunya masih suka berantem sekarang sudah dewasa," ujar Mami Kinan pada suaminya.
"Iya Sayang, mereka sudah memiliki jalan hidupnya masing-masing sekarang," sahutnya merangkul pinggang isterinya memandangi dua mobil yang baru saja keluar dari halaman rumahnya.
Sementara itu,
Sesampainya di area parkiran WIJAYA GROUP, setelah Vannya berpamitan pada Vin ia segera bergegas keluar dan masuk ke dalam gedung untuk menuju ruang kerjanya bersama Mbak Eni.
"Van," panggil Mbak Eni dari belakang.
"Iya Mbak? Selamat pagi," sapanya dengan manis.
"Kamu bari datang juga?" tanyanya.
"Iya Mbak, ayo jalan bareng ... ." ajaknya pada Mbak Eni.
__ADS_1
"Emang Kak Vallent sudah kembali?"
"Tidak tau, mungkin saja udah Mbak! Aku lebih nyaman bekerja sebagai staff saja," celetuk Vannya.
"Hahah! Aku pikir kamu akan betah disana Van,"
"Ruangannya sih enak, tapi ruangan kerja kita lebih nyaman Mbak,"
"Bisa aja kamu,"
"Vannya, ikut saya ke ruangan!" suara yang tak asing untuknya.
Perlahan Vannya membalikkan badannya dan melihat Pak Chandra sudah berdiri dengan pakaian yang berbeda seperti yang dia lihat pagi tadi. Tanpa menjawab Vannya mengikutinya.
"Semoga tidak ada apa-apa. Ya Tuhan, tolong aku," batin Vannya terus berjalan mengikuti Pak Chandra.
Sesampainya di ruangan Pak Chandra, Vannya di persilakan untuk duduk dan suasana seketika hening membuat jantung tak berhenti berdegup menebak apa yang akan terjadi setelah ini. Apakah Pak Chandra dalam mood yang baik atau buruk karena ekspresi wajahnya sulit untuk di tebak.
"Ada apa Bapak meminta saya untuk datang ke sini?" tanya Vannya memulai obrolan untuk memecah kesunyian yang seakan hampir membunuhnya.
"Aku sudah menyelesaikan semuanya," jawabnya tanpa bertele-tele.
"Maksud Bapak?"
"Kamu lihat aku kemarin kan? Dia berusaha menjebakku, meski tak berhasil. Tapi aku tau akan ada jebakan lainnya yang mungkin akan membuatku khilaf,"
"Untung saja aku tidak sengaja menguping perbincangan wanita itu dengan dua temannya," imbuhnya bersikap tenang.
"Lalu apa yang terjadi?"
"Aku menghubungi anak buahku, entah apa yang mereka lakukan. Aku tidak mau tau dan tidak akan menanyakannya," jawabnya membuat Vannya tergidik.
"Apa yang anak buah Pak Chandra lakukan padanya? Mereka tidak membunuhnya kan? Aissh! bulu kudukku berdiri," batin Vannya.
"Dan selanjutnya, kamu menggantikan Vallent untuk kedepannya. Dia sudah bekerja di anak perusahaan," ujarnya.
"Ka-kapan? Kenapa Kak Vallent tidak bialng sebelumnya?" ujar Vannya terkejut.
"Karena dia memang tidak tau akan di mutasi. Kamu boleh kembali ke ruang kerjamu yang lama untuk mengambil barang-barangmu," ucap Pak Chandra lagi.
"Ba-baik Pak, permisi ... ."
__ADS_1