
Si Perbalonan..
"Huh. . akhirnya selesai juga. . . . ." Ujar Lila.
"Iya benar. . Capek sekali ya ternyata. . "Ujar Rayna.
"Lalu ini akan kita apakan?"Tanya Devi.
"Kita pecahin lagi Dev. . haha. Biarkan Revan dan yang lainnya saja." Ujar Lila.
"Kakak pacarnya Kak Lila. . . . Kita sudah selesai. . " Teriak Rayna memanggil Haris membuat semua mata tertuku kepadanya.
"Astaga. . .Apa yang kau lakukan anak kecil. . . " Ujar Lila yang duduk di samping Rayna.
"Aku tidak tahu nama pacar Kakak. . ." Ujar Rayna.
"Kenapa tidak memanggil Kakakmu saja? Kan dia ada disana . ." Ujar Lila.
"Ah iya. . .aku baru melihatnya Kak. . Kak Randy tadi tertutup Kakak yang tinggi itu. " Ujarnya menunjuk Revan.
"Namanya Revan. . . Kalau pacarku namanya Haris. . . ."Ujar Lila.
"Oh baiklah. . aku ingat sekarang. . ." Ujar Rayna.
"Setelah ini kita ngapain ya?" Ujar Devi.
"Istirahat dulu saja Kak Dev. . .biar ini dilanjut mereka yang tenaganya lebih kuat. Mending kita bantu Kak Sof dan Kak May. Tapi aku ke Kak Randy dulu ya Kak."Ujar Rayna segera berlalu tanpa menunggu persetujuan Lila dan Devi.
"Walauoun dia adik Pak Randy tapi dia bisa menempatkan posisinya dengan kita ya Dev. . ." Ujar Lila.
"Hmm. .. jarang-jarang anak orang kaya rendah hati seperti dia. . apalagi dia lucu sekali. . ." Ujar Devi.
Sie Perpasangan. . .
"Mereka sudah selesai. . .Ayo segera kita pasang . . " Ujar Randy yang semakin semangat setelah makan siang.
"Baik Pak. . ." Yang lainnya membawa balon dan memindahkan ke dekat Randy, Haris juga Revan yang sedang memasangnya.
"Wah. . .ternyata tidak salah aku meminta kalian mengurusnya. . . ." Ujar Randy berdecak kagum melihat hasil kerja semuanya.
"Kak. . . sekarang Nana sudah dimana?" Tanya Rayna.
__ADS_1
"Terakhir Mamah bilang mau ke makam Lia. . . mungkin sekarang mereka sedang makan siang . . . Kau istirahatlah dengan yang lain .. "Ujar Randy pada Rayna.
"Ok Kak. .. " Jawab Rayna. . "Eh iya. . .Opa dan Oma Nana yang asli ikut juga di acara nanti Kak?" Tanya Rayna.
"Kandung Dek, bukan asli. . .Mau tidak mau. . .karena mereka sudah datang jauh-jauh untuk menemui Nana." Ujar Randy.
"Apakah mereka orang baik Kak?" Tanya Rayna lagi.
"Entahlah. . .aku juga belum percaya sepenuhnya." Ujar Randy.
"Aku juga. .. " Ujar Rayna.
Rayna segera kembali pada Lila dan Devi yang sedang duduk di tempat semula. Mereka segera masuk ke dalam ke dalam rumah dan mencari keberadaan Sofi juga Maya yang tidak dia lihat sejak tadi.
"Dimana si mereka?" Ujar Devi.
"Kita kesana yuk . .. " Ajak Rayna pada Lila dan Devi.
"Oh ternyata kalian sedang disini. . " Ujar Lila.
"Hai. . kemarilah. . .Kami sedang menyiapkan kostum untuk nanti. . Oh iya 30 menit lagi paketa baju datang. . .Tolong nanti Lila dan Devi ambilkan ya. . " Ujar Sofi.
"Ok . .. Baju untuk dua orang itu?" Tanya Lila.
"Lalu mereka sedang dimana?" Tanya Rayna.
"Di kamar tamu. . .Semoga mereka sedang tidak merencanakan sesuatu." Ujar Sofi.
"Dendam sekali seperti Kak Sof. . ." Ujar Rayna.
"Tidak dendam. . . hanya tidak suka saja. . .disaat Lia sudah tidak ada mereka baru menyadari kesalahannya. Harusnya kan sejak dulu merangkul Lia, menyemangati Lia bukannya menuduh dan mencampakan. Sekarang Nana sudah bahagia dengan keluarga barunya. . tiba-tiba mereka datang. . " Ujar Sofi.
Sementara itu. . .
Dua mobil berhenti di halaman rumah yang dekat dengan gerbang. Mereka sudah sampai rumah, melihat Ayah yang turun dari mobil dengan menggendong Alina yang tertidur membuat Randy segera menghampirinya dan mengambil Alina supaya Ayah tidak keberatan.
"Ayah. . biar aku saja yang menggendong Nana. . Kaliam segera ke kamar Nana. Ada yang mau aku sampaikan. . " Ucap Randy kepada yang lainnya.
Mereka tidak bertanya lagi, hanya berjalan lebih cepat supaya segera sampai di kamar Alina dan Randy segera menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan. Sesampainya di kamar, Randy segera merebahkan Alina di atas kasurnya dan menutup kelambunya.
"Randy. . ada apa?" Tanya Mamah.
__ADS_1
"Duduk dulu. . Nenek duduk disini. . biar itu muat untuk 4 orang." Ujar Randy menuntun Nenek.
"Hmm. . Bicaralah Ran. .. ada apa?" Tanya Papah.
"Tapi kalian jangan kaget dan jangan berisik. Karena mereka di lantai ini juga." Ujar Randy semakin membuat mereka penasaran.
"Hmmm. . . katakan cepat. . ."Ujar Mamah.
"Oma dan Opanya Nana datang. . "Ucap Randy.
"Apa? Kamu biarkan mereka datang? Lalu dimana sekarang? Aku ingin bicara dengannya." Ujar Mamah.
"Mah. . sabar, biarkan anak kita menyelesaikan dulu apanyang ingin dia bicarakan." Ujar Papah.
"Katakan lagi Nak. . . " Ujar Bunda.
"Baik Bun, mereka bilang menyesal dan ingin memperbaiki semuanya. Mereka ingin bertemu dengan Nana. . .Awalnya Kinan juga keberatan kalau mereka bertemu Nana, tapi aku bujuk Kinan, biar bagaimanapun mereka Opa dan Oma nya. . Dan ini adalah hari bahagianya Nana. . Aku tidak mau ada perselisihan." Ujar Randy lagi.
"Tapi mereka tidak akan membawa cucu Mamah kan? Awas saja kalau mereka membawa cucu Mamah. . "Ujar Mamah dengan ketus.
"Semoga saja tidak Mah. . Sofi juga sudah menyuruh pengawal untuk berjaga selama mereka disini kok." Ujar Randy.
"Jangan sampai mereka membawa Nana ya Nak. . Bunda juga tidak mau berpisah dengan Nana. . "Ujar Bunda dengan wajah sendu.
"Iya Bun. . .Randy akan pastikan dia tidak bisa membawa Nana dari kita. . ." Ujar Randy.
"Kemana Kinan?" Tanya Mamah.
"Dia sedang tidur. . katanya tidak enak badan karena kemarin selulang kerja menemani Nana yang ingin main ke Mall. "Ujar Randy.
"Kau sudah memanggilkan dokter?" Tanya Mamah.
"Dia tidak mau Mah. . cuma mau istirahat saja . . " Ujar Randy.
"Kinan memang seperti itu Bu. . dia tidak mau ke dokter karena tidak ingin di beri obat. Paling Abangnya yang memaksanya sampai dia mau pergi ke dokter." Ujar Bunda.
"Astaga. . . sama saja seperti Ray. . kalau Randy kebalikannya. .. pusing sedikit saja langsung panik minta di panggilkan dokter." Ujar Mamah.
Di Lantai Atas . . .
Apa benar mereka datang karena merasa bersalah dan ingin memperbaiki semuanya? Tapi kenapa hatiku merasa tidak tenang. . .Aku sudah menganggan Nana seperti anakku sendiri, mana bisa aku melepaskan dia begitu saja meski mereka keluarga Ayahnya. . .Lia. . aku harus bagaiamana. . .-Batin Kinan yang masih duduk diatas kasurnya.
__ADS_1
Setelah tahu kedatangan mertua Lia, dia merasa sangat takut kehilangan Alina. Bahkan dia belum tidur sama sekali semenjak dia masuk ke kamar. Dia terus teeingat dnwgan kata-kata Sus Ani tentang mertua Lia.
Astaga. . .aku sejak pagi tidak melihat Sus Ani. . .dimana dia? Atau mereka ikut dengan Mamah? Tapi tidak mungkin karena dia bilang hanya ingin keluar sebentar, tapi sejak pagi dia belum kembali. . .Apa Sus Ani yang memberitahukan alamat ini pada mereka?-Batin Kinan.