Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Salah Paham


__ADS_3

"Randy kita mau jalan kemana?" Tanya Febby yang sejak tadi melihat Randy dia saja.


"Terserah kamu saja, kan kamu yang ingin jalan-jalan."Ujar Randy melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kita ke wahana yuk, aku sudah lama tidak ke wahana." Ujar Febby.


Tanpa menjawab Randy segera membelokkan mobilnya ke arah yang di maksud Febby. Randy masih kesal karena Kinan tidak menghubunginya, bahkan Kinan tidak mau mengangkat telepon. Randy tidak tahu kenapa tiba-tiba Kinan berubah dan menjauh darinya.


Mobil sudah memasuki pintu masuk, Randy membuka kaca mobilnya untuk mengambil tiket masuk. Sesampainya di parkiran Randy masih terdiam di mobilnya, sedangkan Febby sedang fokus menghias dirinya agar terlihat cantik dan banyak yang terpesona kepadanya termasuk Randy.


"Ran, ayo kita turun." Ujar Febby dengan manja.


Randy segera turun dari mobil dan berdiri di samping mobilnya. Febby menghampiri Randy dan menggandeng tangannya mengajak masuk ke area Wahana.


"Aku atau kamu yang beki tiket.?" Tanya Febby.


"Kau saja. Nih uang untuk bayar. Cukup kan kalau kamu main di semua wahana." Ujar Randy mengeluarkan beberapa lembar ratusan ribu pada Febby.


"Ok, aku beli dulu. Tunggu disini." Ujar Febby.


Febby segera berlari mendekati loket untuk membeli tiket untu bermain di Wahana. Sedangkan Randy masih memikirkan Kinan yang diam padanya.


•• *Sayang... Kamu lagi dimana? ••


•• Sepulang kerja kita ketemu ya, ada yang mau aku jelaskan padamu. ••


Kenapa dia belum membalas pesanku, apa dia sedang pergi dengan teman-temannya? Tapi Lia tidak bilang padaku. -Batin Randy.


Randy menolak untuk ikut naik Wahana, dia memilih untuk duduk saja dengan alasan sedang merasa lelah. Febby pun naik Wahana satu persatu sendiri, karena dia memang sudah tidak pernah naik Wahana semenjak SMP. Febby sangat senang karena akhirnya dia bisa bermain ke area Wahana bersama Pria yang ia cintai meski tidak mau ikut naik bersamanya.


Sepasang mata sedang melihat Randy sejak tadi, tanpa berpikir lama ia mendekati Randy yang duduk di bangku panjang seorang diri.


"Hai Kak.. sendirian aja." Ujar Erika duduk di samping Randy.


"Aku tidak sendirian." Jawab Randy ketus.

__ADS_1


"Kakak datang dengan siapa?" Tanya Erika.


"Nanti kau juga tahu." Jawab Randy lagi.


Ini anak kecil sedang apa disini? Apa sejak tadi dia mengikutiku? Untunglah aku tidak bersama Kinan. - Batin Randy.


Jodoh memang tidak bisa di paksa kak. Kemanapun kakak akan pergi pasti aku bisa menemukan kakaa. Buktinya tanpa aku harus mengikutimu aku bisa menemukan Kakak disini. Kau mau alasan apa lagi kak? Sebentar lagi kau pasti akan memohon padaku untuk menerima lamaranmu. -Ujar Erika.


"Ran, aku sudah selesai." Ujar Febby duduk menyandarkan kepalanya.


"Kalau begitu ayo kita pulang." Ajak Randy.


"Aku ingin makan dulu." Ujar Febby.


Apa dia wanita yang dimaksud sekretaris Kak Randy? -Batin Erika memandangi Febby dari atas sampai bawah.


"Fe, kenalkan dia Erika. Erika kenalkan ini Febby." Ujar Randy.


"Hai, aku Febby." Ujar Febby memeluk lengan Randy dengan sengaja agar Erika cemburu.


"Kak aku ikut kalian makan juga ya." Ujar Erika tidak ingin membiarkan Randy berdua saja dengan Febby.


"Terserah. Yang penting kita cepat pulang." Ujar Randy.


_…_…_…_


Sementara itu, Kinan memilih untuk langsung pulang karena sudah ada janji dengan Keanu untuk pergi berdua. Kinan sengaja menonaktifkan ponselnya karena dia tidak ingin membaca nama Randy di layar ponselnya.


Selesai mandi Kinan segera turun karena Keanu sudah menunggunya di bawah. Namun sebelum pergi Kinan menemui Nenek yang sedang tidak enak badan.


"Nek, bagaimana keadaan Nenek sekarang?"Tanya Kinan mendekati Nenek yang sedang bersandar di kepala ranjang.


"Nenek sudah baikan sayang. Kamu mau pergi?"Tanya Nenek.


"Iya Nek, Aku mau pergi sebentar dengan Bang Kea. Nenek mau titip apa nanti aku belikan."Ujar Kinan.

__ADS_1


"Nenek tidak mau apa-apa. Kalian bersenang-senanglah."Ujar Nenek.


"Nenek istirahat ya, kalau perlu apa-apa panggil Bunda atau Ayah saja. Kinan pergi dulu ya Nek." Kinan mencium punggung tangan dan pipi Nenek.


"Bunda, Ayah, aku pergi dulu ya." Ucap Kinan berpamitan.


"Iya sayang. Have fun ya Nak." Ucap Bunda.


"Iya Bunda." Jawab Kinan.


"Ke, jaga adikmu baik-baik." Pesan Ayah pada putra sulungnya.


"Iya yah. Kami pergi dulu." Ucap Keanu.


Mereka pergi menggunakan mobil Ayah, Kinan meminta abangnya untuk menemaninya ke pantai. Karena disana jauh lebih tenang dan membuatnya nyaman. Dan disana mereka bisa sepuasnya makan seafood, Kinan dan Kea sama-sama pecinta seafood. Dulu saat mereka masih kecil selalu ikut kedua orangtuanya dalam perjalanan bisnis agar bisa makan seafood sepuasnya karena resto milik Bunda khusus untuk pecinta seafood.


"Bang, kapan ya kita berkunjung ke Eyang? Sudah lama kan kita tidak kesana." Ujar Kinan.


"Iya, rencananya abang juga ingin kesana. Tapi kan kamu kerja Dek." Ujar Keanu.


"Ya udah Kamis-Jumat Kinan ambil cuti aja, kebetulan jatah cuti tahun ini belum Kinan ambil." Ujar Kinan.


"Yakin kamu bisa cuti?" Tanya Keanu.


"Iya, nanti Kinan urus. Kinan sepertinya juga ingin istirahat, nanti disana kita kan bisa berlibur untuk beberapa hari." Ujar Kinan.


"Baiklah, nanti abang bilang juga dengan Bunda dan Ayah. Kamu jangan lupa bilang juga sama Randy ya." Ujar Keanu mengingatkan adiknya.


"Bisa di atur." Jawab Kinan.


Aku akan bilang setelah aku sampai di rumah Eyang. Itupun kalau Pak Randy mencariku. -Batin Kinan.


Akhirnya mereka tiba di pantai, Keanu dan Kinan pergi mencari makan lebih dulu. Mereka memilih restaurant yang outdoor agar bisa menikmati suasana laut dimalam hari. Sambil menunggu pesanan datang Kinan berjalan di pinggir pantai untuk menikmati suara deburan ombak dan bias air dari laut yang mengenai tubuhnya.


Kinan duduk di pasir dengan pandangan kosong, rasanya dia ingin sekali terbang bebas untuk bisa melihat laut dari atas, bisa kemana saja yang ia mau. Dan bisa lari dari hubungan yang rumit ini, Kinan ingin sekali memutuskan kontraknya dengan Randy, tapi kembali lagi hanya Randy yang bisa memutuskan semuanya.

__ADS_1


Bagaimana caranya agar aku bisa benar-benar putus hubungan kontrakku dengan pria itu. Aku takut jika suatu saat aku akan jatuh hati pada pria yang tidak mencintaiku. Sekarang saja aku sudah merasakan sakit meski aku hanya kekasih kontrak. Bagaimana jika ini semakin berlanjut dan aku benar-benar jatuh hati padanya, disaat aku sudah menaruh harapan besar padanya tiba-tiba dia memutuskan kontrak itu. Aku tidak ingin mempermalukan diriku sendiri di depan pria sepertinya. -Batin Kinan.


__ADS_2