Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Masalah Bisnis


__ADS_3

"Apa? Memang dia tanya apa?" Tanya Randy bingung.


"Tanya sawan itu apa?" Ujar Kinan.


"Mas kan tidak bilang apa-apa, kenapa jadi Mas yang harus jawab?" Ujar Randy.


"Mas kan suamiku. . Bukanya tugas suami harus bertanggungjawab?" Tanya Kinan.


"Aiihhh. . Sayang. kamu lihat itu saja ya. kalau nanti kamu banyak tanya lagi Papi ganti loh." Ujar Randy.


Alina kembali terfokus pada TV, dan Kinan sedang asik bertanya kabar dengan Keanu yang sebentar lagi akan pulang dan menetap di Jakarta.


•• *Bang, sedang apa?••


•• Lagi jaga malam. Baru selesai tindakan. Ada apa Dek?••


•• Tidak, hanya rindu saja dengan Abang.••


•• Bukankah sudah ada suamimu? ••


•• Memang salah kalau aku merindukan abangku sendiri? ••


•• Tidak. . Bagaimana kabar kalian? Sedang apa ponakanku? ••


•• Kami sehat Bang, Nana sesang menonton TV setelah tadi bertanya yang aneh-aneh. Abang hati-hati kalau pulang tidak membawa pasangan, ponakan abang akan menanyakannya. ••


•• Kau yang mengajarinya? ••


•• Aihh di luar kendaliku Bang. . mana mungkin aku mengajarkan hal seperti itu, Abang benar kan akan menetap di Jakarta? Karena Nenek sudah semakin tua dan butuh pengawasan Bang. Kasihan Bunda kalau tidak ada yang menemaninya. ••


•• iya jadi, aku sudah mengirim surat ke Rumah Sakit Permata, dan aku mulai kerja bulan depan. ••


•• Hmm. . setidaknya ada waktu libur untuk kita berkumpul Bang. ••


•• Hmm itu sudah pasti. Ya sudah, aku ada pasien baru. Salam untuk Randy dan si Kecil. ••


•• Iya Bang*. ••

__ADS_1


"Mas. . .Alina sudah rindu dengan Nenek, weekend menginap di rumah Bunda yuk." Ujar Kinan.


" Ayo. . .Sudah lama kita tidak menjenguk Nenek karena aku terlalu sibuk. Pasti Nenek tambah lucu sekarang. " Ujar Randy.


"Mas kira Nenek badut. . " Ujar Kinan.


"Aku tidak bilang begitu, aku hanya bilang Nenek itu lucu. " Ujar Randy yang teringat beberapa kali Nenek mencoba pergi dari rumah lewat pintu dapur.


" Cihh. . .alasan saja." Ujar Kinan.


"Oh iya. . apakah Ayah anak tunggal? Sepertinya aku tidak pernah tahu silsilah keluarga Ayah." Ujar Randy.


"Ayah punya seorang Adik, tapi dia menikah dengan orang Belanda dan menetap disana. Namanya Tante Stella, dia baik sekali dan sangat ramah." Ujar Kinan mengenang Tantenya yang sudah beberapa tahun tidak bertemu dengannya.


"Lalu kenapa mereka tidak pulang ke Indonsia? Biar bagaimanapun mereka kan harus tahu kondisi Nenek sekarang." Ujar Randy.


"Mungkin mereka masih sibuk. . .akupun sudah lama tidak komunikasi dengan mereka Mas." Ucap Kinan.


"Kok bisa?" Tanya Randy.


"Ya bisa lah. . ." Ucap Kinan.


"Mana kutahu. . ." Ujar Kinan.


"Loh gimana si?" Ujar Randy.


"Tau ah. . .Eh anakku sudah tidur mas. . . " Ujar Kinan.


"Anak yang mana?" Tanya Randy tanpa mengalihkan pandanganya pada Kinan.


"Itu sayang. . . Yang kamu suruh nonton TV lah. . ." Ujar Kinan menunjuk pada Alina.


"Oh. . princess kita. . .Ya sudah aku pindahkan dulu dia ke kamar." Ujar Randy bangun dari duduknya dan mengangkat Alina yang sudah tertidur di atas sofa.


Kinan mengikuti Randy dari belakang menuju kamar Alina. Sebelum Kinan meninggalkan Alina ke ataa diat menciumi wajah putrinya berkali-kali karena saking gemasnya.


"Apa kau mau membangunkan dia?" Ujar Randy.

__ADS_1


"Aku gemas mas. . .dia sudah besar sekarang. . . padahal dulu bicaranya belum lancar, tapi sekarang sudaa cerewet sekali. . ." Ujar Kinan terus mencium putrinya.


"Aiihh. . .sudah-sudah nanti dia bangun, lampiaskan saja padaku, aku terima kok. . .Ayo." Randy menggandeng isterinya dan membawanya ke lantai atas.


Setelah Kinan berganti pakaian tidur, dia segera naik ke atas kasur dan Randy masih sibuk dengan ponselnya karena ada masalah dengan bisnis yang ia jalankan bersama Frans dan Gerry. Kinan yang sudah mengantuk akhirnya tertidur dengan pulas memeluk gulingnya.


Melihat isterinya yang tertidur, Randy segera menyelimutinya dan ia turun ke lantai dasar untuk memeriksa beberapa laporan yang baru saja di terimanya. Sebuah pesan masuk dari Frans rekan kerjanya dari Jerman.


••*Kommst du morgen übermorgen? (Apa kau besok lusa bisa hadir?)••


•• Ich weiß nicht, kann es dargestellt werden?(entahlah, apa bisa di wakilkan)••


••Ich glaube nicht, dass diese Frau Wutanfälle verursacht hat und sich auf unser Geschäft auswirkt.( Aku rasa tidak, wanita itu yang sudah membuat ulah dan berdampak pada bisnis kita.)••


••Huh . Hat er es bis zu dem Punkt getan, an dem er es verraten hat? Wie wäre es mit Gerry??(Huh. . .apakah dia saking tidak lakunya sampai-sampai dia berkhianat. Bagaimana dengan Gerry?)••


•• Natürlich war er wütend, aber er wollte das Risiko nicht eingehen, weil er ein Baby hatte. Und ich denke, Sie werden genauso sein, weil Ihre Frau schwanger ist. . .(Tentu dia marah, tapi dia tidak mau ambil resiko karena dia punya bayi. Dan aku pikir kau juga akan sama karena isterimu sedang mengandung)••


•• Wenn dies der einzige Weg ist, um eine Abschreckung zu bewirken, warum nicht? Ich werde meine Familie im Haus meiner Eltern lassen.(Kalau ini satu-satunya cara untuk membuatnya jera, kenapa tidak. Aku akan menitipkan keluargaku di rumah kedua orangtuaku.)••


••Die richtige Wahl, ich hoffe Gerry wird dich mögen. Schließlich scheinen Verräter nicht einfach ignoriert zu werden. Ich sagte dem Detektiv, er solle ihm folgen und die Wahrheit und die Beweise herausfinden, die wir als Waffen verwenden können. ( Pilihan yang tepat, aku harap Gerry akan sepertimu. Biar bagaimanapun pengkhianat sepertinya tidak bisa kita biarkan begitu saja. Aku sudah menyuruh detektif untuk membuntutinya dan mencari tahu kebenarannya serta bukti yang bisa kita gunakan sebagai senjata).••


••OK. . morgen nachmittag gehe ich von hier weg. Und ich möchte die Dinge dort schnell erledigen, weil ich meine Familie nicht zu lange verlassen kann (Baiklah. . besok sore aku berangkat dari sini. Dan aku ingin urusan disana cepat selesai karena aku tidak bisa meninggalkan keluargaku terlalu lama)••


•• Kann eingerichtet werden (Bisa diatur)••


••OK. ... es ist spät, ich muss schlafen. . Meine Frau kann ohne mich neben ihr nicht gut schlafen (Baiklah. .. sudah malam, aku harus tidur. . isteriku tidak bisa tidur nyenyak tanpa ada aku di sampingnya)••


••Ah. . Ich habe vergessen, dass es schon Nacht ist. . Aber du solltest nicht mit mir angeben, Randy ..😒. Hast du vergessen, dass ich immer noch allein bin?( Ah. . .aku lupa disitu sudah malam. . .tapi tidak seharusnya kau pamer denganku Randy..😒 Apa kau lupa aku masih sendiri?)••


•• Betrachten Sie es als Motivation für Sie, damit Sie schnell einen Partner finden. Möchtest du von meinen Kindern Großvater genannt werden?(Anggap saja itu motivasi untukmu supaya kau cepat-cepat cari pasangan. Apa kau mau dipanggil kakek oleh anak-anakku?)••


••Cih. . Was für eine Motivation ist das? Schon da, um zu schlafen. . bevor ich deine Position in Kinans Herzen ersetze.(Cih. . .motivasi macam apa itu. Sudah sana tidur. . .sebelum aku yang menggantikan posisimu di hati Kinan.)••


••Viel Spaß beim Arbeiten Frans. . Wir sehen uns morgen nach morgen(Selamat bekerja Frans. . sampai jumpa besok lusa)••


••Muss ich dir gute Nacht sagen?(Apakah aku perlu mengucapkan selamat tidur untukmu?)••

__ADS_1


Randy terkekeh membaca pesan terakhir dari Frans. Dia segera pergi meninggalkan ruangan di lantai dasar dan leegi tidur.


__ADS_2