Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Isteriku Penyemangatku


__ADS_3

"Secepatnya kalian akan bersama. Dia bayi yang kuat. . .Dia pasti bangga memiliki Mami yang kuat sepertimu." Ujar Maya.


"Terimakasih Maya, Sofi. . kalian selalu ada untukku." Ujar Kinan.


"Sudah sepantasnya seorang teman selau ada untuknya Kin. Terlebih kau orang baik, tentu saja banyak sekali yang sayang padamu." Ujar Sofi.


"Sebaiknya aku pupang dulu ya Kin. Barusan Clara bilang besok ada kegiatan outbond jadi aku harus membantu mempersiapkan segala sesuatunya." Ujar Maya pada Kinan.


"Iya May, terimakasih ya sudah menjaga Nana semalaman." Ujar Kinan pada Maya.


"Hmm. . Aku senang melakukannya. Lekas sembuh, dan lekas pulang ya. Aku menyayangimu." Ujar Maya memeluk Kinan.


"Terimakasih Maya, Revan. . . " Ujar Kinan pada keduanya.


"Kalau begitu aku juga ikut pulang Kin." Ujar Sofi pada Kinan.


"Kau disini dulu, nanti pulang dengan Bang Kea saja. Lagian kau belum bilang pada Mas Randy kan?" Ujar Kinan.


"Hmm Baiklah. . " Ucap Maya pasrah.


"Kami pulang dulu ya Kin, kalau perlu apa-apa kabari kami." Ujar Revan.


"Iya Van, Thanks ya." Ucap Kinan.


Maya dan Revan meninggalkan Rumah Sakit lebih dulu karena Clara sudah menunggunya di rumah. Maya tidak mengijinkan Clara pergi sendirian karena takut terjadi sesuatu meski Clara sudah besar.


Sementara itu, di dalam ruang rswat Kinan mereka saling diam. Sofi duduk di kursi mengusap rambut Alina yang masih tertidur. Sedangkan Kinan memandangi wajah Adik Vin di layar ponsel Keanu.


Dan Keanu duduk di sofa bersama Nenek, entah apa yang sedang mereka bicarakan karena jaraknya cukup jauh meski masih dalam ruangan yang sama.


"Oh iya Sof, siapa yang menculik Nana? Kau tahu kan?" Tanya Kinan yang tiba-tiba saja ingat dia belum tahu siapa dalang di balik penculikan Nana kemarin siang.


"Nona Model dan Patrick, Kin." Ujar Sofi.


"Patrick sianpa?" Tanya Kinan.


"Adik dari Ayah Nana, Yang aku tahu sejak dulu memang dia tidak suka dengan Tuan Hans. Patrick adalah anak dari dari ibu sambung Tuan Hans." Ujar Sofi yang semalaman mencari tahu tentang Patrick dari temannya yang berada di Jerman.

__ADS_1


"Lalu wanita itu? Kenapa bisa bersama Tuan Patrick?" Tanya Kinan tak mengerti.


"Nona model dulunya di jodohkan dengan Tuan Hans, Tapi Tuan Hans lebih memilih Lia. Dia tidak bisa menerima kenyataan dan melakukan berbagai cara untuk bisa membalas dendamnya. Sampai pada suatu hari Nona model menghubungi Tuan Hans untuk melakukan aksinya. Entah apa yang dia bicarakan waktu itu, hingga Tuan Hans terkena serangan jantung dan meninggal dunia." Ujar Sofi menjelaskan.


"Jadi, Veronika itu Febby? Astaga, aki benar-benar tidak menyangka. Lalu kenapa sekarang mereka mengganggu Nana juga? Bukankah Nana tidaa tahu apa-apa dalam masalah ini?" Tanya Kinan.


"Tentu saja ada kaitannya, karena 51% saham yang mereka miliki ada milik Tuan Hans. Dan tentunya itu akan turun ke Nana." Ujar Sofi lagi.


"Astaga. . Nana tidak perlu harta dari keluarga Ayahnya, Sekarang Nana adalah tanggungjawabku dan Mas Randy. Aku dan Mas Randy yang akan memberikan segalanya untuknya." Ujar Kinan.


"Hmm. . Saat ini mereka menjadi tawanan Bagas dan Pak Harun. Kau bisa menemuinya setelah keluar dari Rumah Sakit." Ujar Sofi.


"Lalu bagaimana dengan Opa dan Oma Nana?" Tanya Kinan.


"Opa dan Omanya tentu saja tidak setuju dengan Patrick, Omanya sadar jika putranya hanya anak kedua suaminya. Dan Tuan Hans yang lebih berhak. Mereka memutuskan untuk bungkam mengenai Nana supaya Nana tidak terancam. Mereka memilih untuk tidak menghubungi kalian karena telepon rumah di sadap. Dan kunjungan beberapa bulan yang kaku mereka anggap sebagai kunjungan terakhirnya untuk memastikan Nana baik-baik saja bersama keluarganya yang abru." Ujar Sofi lagi .


"Apakah mereka terancam?" Tanya Kinan.


"Kurang elbihnya seperti itu, tapi Patrick tidak mungkin melukai kedua orangtuanya. Kau tak perlu khawatir." Ujar Sofi.


"Nona Model tidak bisa hidup tanpa harta Kin dia akan mendekati semua pria yang kaya meski pria itu sudah memiliki keluarga atau bahkan sudah berukur sedikitpun." Ucap Sofi.


"Licik sekali wanita itu, awas saja kalau mengganggu suamiku. Akan aku pastikan seluruh anggota tubuhnya terpisah menyebar di setiap sudut kota." Ujar Kayana kesal.


"Astaga. . siapa yang mmngajarimu menjadi sebrutal ini?" Ujar Keanu yang diam-diam sudah berada di belakang Sofi karena tertarik dengan obrolan hang di bahas keduanya.


Aku kesal Bang, ada ya wanita seperti dia." Ujar Kinan.


"Rupanya kau sudah terinfeksi virus Randy." Uaar Keanu mengusap kepala Kinan.


"Aiiihhhh. . Abang. . aku serius. . " Ujar Kinan.


" Apa kau pikir abang sedang bercanda saat ini?" Ujar Keanu membuat semuanya dia dan saling menatap..


"Aiiih terserah abang saja." Ujar Kinan.


Tak beberapa lama kemudian Randy dan yang lainnya sudah kembali ke ruang rawat Kinan. Bunda dan Mamah memeluk Kinan secara bergantian.

__ADS_1


"Selamat ya Nak, sekarang kamu sudah menjadi seorang Ibu. Kau sudah benar-benar menjadi wanita yang sempurna." Ucap Bunda.


"Terimakasih Bun. . " Ucap Kinan memeluk Bunda dengan dangat erat dan meneteskan air haru.


"Terimakasih sayang, kamu sudah melengkapi kebahagiaan kami. Kamu datang di tengah-tengah keluarga kami, dan sekarang menghadirkan malaikat kecil yang tampan dan lucu." Ucap Mamah mengusap kepala Kinan dengan sayangnya.


"Terimakasih Mah, ini semua berkat kalian. Mungkin kalau tidak ada kalian aku tidak akan menjadi sekuat ini sekarang. Terlebih lagi saat kami memutuskan untuk merawat dan membesarkan Nana." Ucap Kinan.


"Istriku adalah penyemangatku." Ucap Randy langsung merebut Kinan dari pelukan Mamah.


"Aiisshh. . dasar anak kurang ajar. Mamah kan sedang memeluk Kinan, di sambar begitu saja." Ucap Mamah.


"Sudah hampir jam 1, saya akan membawa Nana untuk pemeriksaan paru-paru. Kalian disini saja." Ujar Keanu mengangkat Alina yang masih tertidur.


"Kalau begitu biar Sofi yang menemanimu Ke. Siapa tahu Alina meminta sesuatu yang tak bisa kau kerjakan sekaligus." Ujar Randy pada Keanu.


"Hmm baiklah. . .Sofi kau temani aku." Ucap Keanu pada Sofi.


"Ba. . baiklah. . . " Ucap Sofi dengan gugup.


Keanu dan Sofi membawa Alina untuk menjalani pemeriksaan paru yang sudah di jadwalkan saat mereka baru tiba di Rumah Sakit.


Keanu menggendong Alina, sedangkan Sofi mengikutinya berjalan di sebelah kiri Keanu seperti sepasang suami isteri yang hendak memeriksakan anaknya. Sesampainya di ruanh Radiologi, mereka harus duduk di kursi tunggu karena masih kurang 10 menit lagi.


Sofi bergantian memangku Alina karena kebetulan Alina sudah bangun dan masih sedikit mengantuk. Alina bergelayut manja pada Sofi.


Hmm. . dia perempuan yang cerdas. Meski terlihat tomboy tapi jiwa keibuan tak bisa di tutupi. .


\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf typo masih suka nyempil.


Ditunggu Kritik & Sarannya 🙏


Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 🌟🌟🌟🌟🌟, jika berkenan boleh juga vote 🙏🙏🙏)


Terimakasih 🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2