
"Ayo sayang kita turun. . . "Ujar Kinan.
"Ice cream?"Tanya Alina.
"Iya sebentar lagi ice cream akan datang. Ayo kita turun dulu."Ujarnya menggendong Alina yang sudah semakin berat.
Kinan segera turun dengan menggendong Alina, ternyata sudah ada box besar berisi ice cream di rumah. Dan Eyang sudah berdiri di dekat box melihat-lihat isinya dan tertlihat sesekali menggelengkan kepalanya.
"Ndok kamu yang beli ice cream selemari ini?"Tanya Eyang.
"Tidak Eyang Ti, tapi Mas Randy yang beli untuk Nana. Aku tidak minta sebanyak ini Eyang. Sungguh. . "Jawab Kinan.
"Nana. . jangan terlalu banyak makan ice crem ya sayang."Ujar Eyang Ti.
"Iya Eyang."Jawab Alina.
"Pintar sekali cicit Eyang."Ujar Eyang Ti.
"Sekarang pilihlah, Nana mau yang rasa apa?"Tanya Kinan.
"Itu Mami. . ."Alina menujuk rasa strawberry.
"Nana suka rasa strawberry?"Tanya Kinan yang teringat dengan Lia juga suka dengan strawberry.
"Hmm. .. ibu suka"Jawab Nana.
Lia dia sama sepertimu. . . Pasti kau sering membelikan dia ice cream.. .. -Batin Kinan.
__ADS_1
"Baiklah. . .sekarang kita duduk disana sambil makan ice cream ya."Ujar Kinan menunjuk sebuh kursi kecil di dapur.
"………………" menganggukan kepalanya.
"Sus, bisa minta tolong nanti ambilkan beberapa foto Alina dengan Ibu dan Ayahnya ya sus. Saya ingin menyimpannya untuk Nana kelak." Ujar Kinan.
"Baik Non."Jawab Sus Ani.
"Oh iya sus, boleh saya tahu ahuzbzubgan Lia dengan mertuanya?"Tanya Kinan perlahan.
"Hmm.. . boleh Non. . "ujar sus Ani.
"Baiklah. . .Nana sayang. . . Nana disini dulu ya Nak. Mami sama Sus kesana sebentar."Ujar Kinan.
"Iya Mami." Jawabnya.
Kinan mengajak Sus Ani untuk duduk di teras belakang agar lebih dengan Alina dan bisa mengawasinya. Kinan ingin tahu kenapa mertua Lia membencinya bahkan benci ke cucunya yang tidak tahu apa-apa.
"Ceritakan sus."Ujar Kinan.
"Dulu Ibu Lia bertemu dengan Pak Hans di Bali waktu Bu Lia sedang liburan dan Pak Hans sedang urusan bisnis di Indonesia. Mereka jatuh cinta pada pandangam pertama, dan akhirnya mereka menikah setelah LDR kurang lebih 1,5 tahun lamanya. Kedua orang tua Pak Hans menolak mentah-mentah karena Ibu Lia bukan anak dari kalangan pengusaha dan mereka telah menjodohkan Pak Hans dengan Veronika. Namun Pak Hans tidak mendengarnya, dan rela mencoret namanya sendiri dari daftar keluarganya. Lambat laun hati mereka mulai luluh, apalagi setelah kehadiran Nana di tengah-tengah keluarga mereka. Oma dan Opanya sangat menyayangi Nana, bahkan hampir setiap jam mereka melakukan panggilan video. Sampai pada suatu hari, Pak Hans meninggal karena serangan jantung yang di sebabkan oleh Veronika setelah mereka berbicara melalui sebuah panggilan. Semua keluarga Hans menyalahkan Ibu Lia atas meninggalnya Pak Hans, tapi Ibu Lia diam saja dia tidak mau memberitahukan siapa yang menyebabkan suaminya meninggal."Ujar Sus Ani terhenti.
"Kenapa begitu Sus?"Tanya Kinan.
"Karena Veronika mengancam Ibu Lia akan membunuh Nana jika dia mengatakan yang sebenarnya kepada keluarga Pak Hans. Selama 6 bulan ini, Ibu juga terus-terusan di caci maki oleh kelurga suinya, tapi dia hanya diam dan menangis sendiri saat Nana sudah tidur. Satu bulan yang lalu, Ibu Lia pernah bilang ke saya, jika terjadi sesuatu padanya saya harus membawa Nana oada Ibu Kinan. Karena hanya Ibu Kinan yang bisa melindungi Nana dari Veronika dan keluarga Hans."Ujar Sus Ani lagi.
"Terimakasih sudah menjaga Nana dengan baik selama Lia bekerja Sus. Tanpa Suster, Lia tidak akan sekuat ini. Terimakasih sudah ada untuk Lia samoai akhir hayatnya."Uhar Kinan memeluk Sus Ani.
__ADS_1
"Harusnya saya yang berterimakasih karena Ibu Kinan mau merawat Nana dan menganggapnya seperti anak sendiri. Setiap hari Nana selalu memanggil Oma Opanya tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Ibu Lia tidaa pernah menjelek-jelekan mertuanya di depan Nana. Karena Ibu Lia tidak ingin Nana benci Oma dan Opanya."Ujar Sus Ani.
"Kita sama-sama menjaga Nana ya Sus. . ."Ujar Kinan.
"Baik Bu, kalau begitu saya permisi untuk kwmbali ke rumah kama dulu mengambil beberapa foto Nana dan Ibu Lia."Ujar Sus Ani.
"Hati-hati ya Sus."Ujar Kinan.
Setelah Sus Ani pergi untuk kembali ke rumah Lia, Kinan segera menghapus air matanya dan kembali ke Nana yang masih memakan ice cream.
"Nana suka ice creamnya?"Tanya Kinan duduk di sebelah Alina.
"Hmm..." menganggukan kepalanya. . "Mami kenapa? Mami menangis? cup cup Mami."Ucap Alina.
"Tidak sayang. . Mami tidak menangis. . Mami hanya terharu bahagia melihat Nana tumbuh jadi anak pintar. " Ucap Kinan memeluk Alina.
Setelah selesai makan ice cream, Kinan mengajak Alina untuk bergabung dengan Eyang Ti dan Eyang Kung di ruang TV. Eyang Ti dan Eyang Kung menyukai Alina, mereka merasa punya mainan baru untuk mengisi kekosongan mereka. Bahkan Eyang Ti meminta pada Kinan untuk tinggal di Jogja saja agar mereka bisa main dengan Alina sepuasnya.
Tapi setelah menikah Kinan dan Randy akan tinggal bersama Nana dan sus Ani saja. Karena mereka ingin belajar menjadi keluarga yang mandiri dan bisa mendidik Alina dengan tangan mereka sendiri.
Nana Sayang. . berbahagialah, kamu anak kuat.. .. .. tak apa Oma dan Opa membencimu.. Oma dan Opa di sini akan menggantikan kasih sayang mereka untukmu Nak. dan Mami juga Papi hanya meneruskan kasih sayang kedua orangtuamu yang begitu besar. Semoga Mami dan Papi bisa menjagamu sampai kamu besar nanti ya Nak. Dan kamu tidak perlu takut, karena kamu selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik. Apalagi tante Sofi dia pasti tak segan-segan akan memukuli orang yang mengganggumu seperti duku saat dia tahu siapa pelaku kecelakaan itu. Dan Mami ingin kamu menjadi wanita sukses dan tangguh. Kamu harus buktikan ke semua orang kalau anak Mami bukan anak yang lemah meski mereka tak menyukaimu. Mami yakin suatu saat mereka akan datang dan meminta maaf karena sudah menyia-nyiakanmu. .Dan Mami yang akan menolak mereka, Mami akan marah karena mereka menyentuh anak Mami setelah melihat anak Mami menjadi wanita yang sukses... . .-Batin Kinan.
"Ndok. . ."Ucap Eyang Ti.
"Iya Eyang?"Tanya Kinan tersadar dari lamunan.
"Lihat anak dan Eyangmu. . .mereka sudah tidur. Tapi jangan di pindah biar saja Nana tidur disini dengan Eyang supaya tidurnya tidak terganggu. "Ujar Eyang Ti menunjuk Eyang Kung dan Alina yang sudah tidur.
__ADS_1
"Kompak sekali Nana dan Eyang Kung. Kinan ambilkan selimut dulu untuk mereka ya Eyang."Ujar Kinan.