
"Harus lah. . .dia kan putriku." Gumam Randy.
"Putriku juga Mas. . " Ujar Kinan.
"Iya sayang. . .putri kita berdua. . ." Randy mendekatkan dirinya pada Kinan. "Baby di perut sedang apa Sayang?" Tanya Randy mengelus perut isterinya.
"Sedang lari-larian mengejar layangan Mas." Ujar Kinan.
"Benarkah? Di dalam juga ada layangan rupanya. . ." Ucap Randy.
"Aiihhh. . .Terserah kamu saja deh Mas. . Aku mau tidur." Ujar Kinan pergi meninggalkan Randy yang masih duduk di kursi kerjanya.
"Ok sayang. . lima menit lagi aku datang untuk menjenguk Baby. . ." Ujar Randy berteriak saat melihat isterinya sudah masuk ke dalam lift.
•• Malam ini putriku menginap di rumah Maya, kirim beberepa anak buahmu untuk berjaga dari jauh. Jangan sampai tetangga Maya melihat kalian.••
••Baik Pak. .••
Randy segera menutup laptopnya dan pergi menyusul Kinan yang sudah ke kamar lebih dulu. Randy benar menjenguk Baby, entah berapa kali mereka melakukannya siang itu. Dan malamnya masih terus berlanjut karena Alina menginap di rumah Maya jadi bisa lebih lama tanpa ada yang memanggil atau minta di temani tidur.
"Mas sudah jam 7. . .Mas harus kerja kan. . ?" Ujar Kinan membangunkan Randy.
"Iya sayang. . terimakasih sudah membangunkan Mas. . Cup." Ucap Randy.
"Nanti Nana ikut Maya ke kantor. . aku boleh ikut ke kantor juga?" Tanya Kinan.
"Hmm. . .sebaiknya kamu di rumah saja sayang. . .Bukankah kamu jadi bisa istirahat di rumah? Nana nanti pulang bersama Mas. . ." Ujar Randy.
"Tapi aku kangen Nana Mas. . ." Ujar Kinan.
"Ya sudah kamu ikut Mas. . tapi jangan kemana-mana ya. . ." Ujar Randy.
"Iya Mas. . hanya turun saja menjemput Nana." Ujar Kinan.
" Tidak boleh. . ." Ujar Randy.
"Boleh Mas. . ." Ujar Kinan.
"Tidak sayang. . ." Ucap Randy.
"Boleh sayang. . " Ucap Kinan.
"Tidak isteriku.." Ucap Randy.
"Boleh suamik. . . ." Ucap Kinan.
"Tidak. . .Maminya anak-anak. . ." Ucap Randy.
__ADS_1
"Boleh. . Papinya dari anak-anakku. . " Ucap Kinan.
"Tidak. . ." Ucap Randy dengan tegas.
"Ya sudah kalau tidak boleh, Mas juga tidak boleh keluar dari ruang kerja untuk meeting sekalipun." Ujar Kinan tidak mau kalah.
"Aiihh . . .Ya sudah iya boleh tapi tidak boleh lama-lama." Ujar Randy.
"Terimakasih Mas. . .Ya sudah aku dulu yang mandi ya Mas. . ."Ucap Kinan langsung turun dari kasurnya.
Untung aku sayang. . .Dia pasti bosan setiap hari di rumah, apalagi Nana sudah mulai sekolah, dia sangat kesepian.- Batin Randy.
Setelah semua siap, Randy dan Kinan segera turun dari kamar dan menuju meja makan untuk sarapan karena Bu Siti sudah menyiapkannya. Mereka makan tanpa bersuara karena ingin cepat selesai dan segera pergi ke kantor.
"Mas. . .beli itu dulu. . " Ujar Kinan.
"Kamu mau?" Tanya Randy.
"Aku lapar lagi. . .cuma butuh cemilan. . " Ujar Kinan.
"Iya sayang. . Mas turun dulu ya." Ujar Randy sehera turun dari mobil dan mendekati penjual serabi yang berjualan di depan ruko yang masih tutup.
"Bu, satunya berapa?" Tanya Randy.
"5rb buat yang manis, yang original 4rb Pak." Jawabnya.
"Ya sudah saya beli yg manis 6 yang satunya 4 ya Bu." Ujar Randy.
"Ibu sudah lama berjualan disini?" Tanya Randy.
"Sudah Pak. . .sudah hampir 10 tahun saya beejualan ini." Ujarnya sambil menyendok adonan dari baskom.
"Sudah sepuluh tahun? Kenapa tidak membuat kedai saja bu?" Tanya Randy.
"Tidak ada modal Pak, uangnya selakunberputar untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saya." Ujarnya.
Setelah semua selesai, Ibu pnejual segera membungkus serabi terpisah dengan yang manis dan original. Randy memberikan beberapa lembar uang ratusan ribu rupiah untuk ibu penjual karena merasa kasihan.
"Ini banyak sekali Pak. Bapak kan hanya membeli 50 ribu "saja." Ujarnya.
"Itu untuk ibi, untuk modal Ibu supaya jualan ibu bisa lebih banyak lagi. m" Ujar Randy.
"Terimakasih Pak, semoga rezekinya semakin lancar ya Pak." Ujar Ibu penjual.
"Doakan saja supaya keluarga kami sehat ya Bu, kalau rezeki lancar terus nanti saya bingung uang saya tidak berkurang." Ujar Randy.
"Ba. . baik Pak. . semoga keluarga Bapak sehat, panjang umur." Ujar Ibu penjualnya meralat doanya
__ADS_1
"Terimakasih Bu, doakan supaya isteri saya ngidam ini terus supaya saya bisa membeli dagangan ibu setiap hari ya." Ujar Randy
Randy segera pergi dan kembali ke Kinan yang sudah menunggunya sejak tadi.
"Nih sayanh. . .ada yang original ada yang manis juga. . ." Ujar Randy.
"Terimakasih Mas. Oh iya Mas nanti Mas beli jajanan pasar juga ya, buat teman-temanku di kantor." Ujar Kinan.
"Mas minta ke Sofi saja ya. Kita segera ke kantor." Ujar Randy.
"Iya Mas. . sekarang kirim pesan dulu ke Sofi nya." Ujar Kinan sambil menyuapi makanan ke dalam mulutnya.
"Iya sayang. . ." Randy mengeluarkan ponselnya.
•• *Sofi. . .tolong beli jajanan pasar untuk kalian ya. Isteriku yang minta ••
••Baik Pak. ••
•• Taruh di ruang divisi saja supaya kalain bisa makan ramai-ramai. Jangan lupa siapkan buah untuk isteriku.••
••Baik Pak*.••
Setelah mengirim pesan ke Sofi, Randy segera melajukan mobilnya menuju kantor. Kinan sesekali menyuapi Randy yang sebenarnya sudah kenyang tapi tidak bisa menolaknya karena tidak ingin mood isterinya berubah lag dan membuatnya pusing.
"Mas nanti sebelum samoai kantor beli minuman dulu ya. .. " Ujarnya.
"Kamu haus?" Tanya Randy.
"Kalau mau minum berarti haus Mas. . " Ujar Kinan.
"Aiih. . iya juga. . ." Ujar Randy.
"Ya sudah kamu mau ikut turun atau di mobil saja?" Tanya Randy saat berhenti di depan minimarket.
"Ikut ya Mas. Aku juga ingin beli jajan buat Nana." Ujar Kinan. "Buat adik Nana juga. .. " Ujar Kinan mengelus perutnya
"Hmm. . .ya sudah ayo kita turun. . ." Ujar Randy.
Randy dan Kinan masuk ke minimarket, Randy membawakan keranjang sedangkan Kinan berjalan di depan memilih beberapa jajanan yang memang Alina suka. Tak lupa Randy mengambil sebotol susu ibu hamil untuk Kinan karena dia seharian akan di kantor dan tidak membawa susu dari rumah.
Setelah selesai, Randy dan Kinan segera ke meja kasir untuk menghitung total belanjaan. Setelah di bayar Kinan dan Randy segera kembali masuk ke mobil dan mekanjutkan perjalanan ke Kantor karena jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 dan satu jam lagi Randy ada meeting.
"Mas aku mau ke teman-teman dulu ya. . aku rindu Nana mas. .. " Ujar Kinan saat di dalam lift
"Iya sayang. . Tapi jangan lama-lama, satu jam lagi mas ada meeting." Ujar Randy.
"Ya sudah meeting saja Mas. Aku kan tidak ikut. " Ujar Kinan.
__ADS_1
"Kamu tidak mau kasih ciu*an untuk menyemangati suamimu ini sebelum meeting? " Ujar Randy dengan cemberut.
"Astaga. . ya sudah sini aku kasih double kalau perlu triple deh buat Mas." Ujar Kinan segera mengecup seluruh wajah suaminya sebelum pintu lift terbuka.