
"Kami hanya ingin melihatmu saja." Ujar Mamah.
"Hai. . .masih ingat dengan aku?" Tanya Sofi dambil melambaikan tangannya pada Erika.
Apa yang akan mereka lakukan padaku. . . -Batin Erika.
"Sepertinya dia sudah sedikit lupa. . atu dia masih mencerna kata-kata kita Fi." Ujar Mamah.
"Pak Polisi. . .bawa saya keluar dari sini. . ."Ujar Erika.
"Bukankah tadi kamu terus berlari lalu berteriak . . jangan tangkap saya Pak. . .saya tidak salah. . .saya tidak melakukannya. .. saya tidak sengaja. . ." Ujar Maya menambahkan.
"Ka. .kalian mau apa?" Tanya Erika.
"Oma kita duduk saja disana. . ." Bunda langsung menggandeng Oma duduk di sofa. " Aku jadi penonton saja ya. . " Ujar Bunda.
"Kita juga. . ." 3 serangkai mendekati Bunda.
"Ray. . rekam kita. . .kita berikan hiburan untuk Kinan." Ujar Mamah.
"Okey Mamahku sayang. . ." Ujar Rayna gercep menyalakan ponselnya.
"Anak kecil. . .sebenarnya kamu tuh ada masalah apa dengan hidupmu?" Tanya Maya duduk di tepi kasur.
"Ja. .jangan dekat-dekat. . ." Ujar Erika.
"Hanya dekat saja. . tidak melukai. . .kalaupun nanti tangan ini memukulmu berarti aku juga tidak sengaja. . .seperti yang kau katakan tadi kan. . ." Ujar Maya.
"Selama ini saya diam saat kamu kamu mengganggu anak saya. . .saya juga diam saat kamu menyuruh Dona untuk mencelakai Kinan. . Lalu sekarang kamu berulah lagi mengusik kebahagiaan rumah tangga anak saya, apakah saya harus tetap diam?" Tanya Mamah mendekati Erika.
"Ja. . jangan sakiti aku . . jangan sakiti aku. . ." Ujar Erika ketakutan.
"Ah elahh. . .maunya nyakitin orang tapi tidak mau di sakiti. . .Kau pikir ini negara nenek moyang kamu apa. ." Teriak Lila.
"Lalu. . .kamu maunya apa?" Tanya Sofi.
"Biarkan aku masuk penjara saja. . ." Ujarnya.
"Iya. . nanti kamu masuk ke penjara lagi. . kamu kangen sama rumah keduamu ya. . Tapi kok sayang kalau kita tidak memberimu kenang-kenangan sebelum kembali kesana. Supaya kamu ingat dengan kami. . ." Ujar Sofi memegang dagu Erika.
"Ti. . tidak. . .aku. . aku. . ." Ucap Erika.
__ADS_1
" Bu Iren lihat. . wajahnya masih sangat mulus. . . Kita berikan blush on saja ya Bu." Ujar Sofi.
"Kamu tuh bersyukur kami tidak membalasnya dengan darah juga. . Harusnya kan darah di balas dengan darah juga. . . Dulu kau membuat ibunya meninggal, dan sekarang kau ingin membunuh anaknya juga?" Ujar Mamah.
"Ja. . jadi dia meninggal?" Ujar Erika yang baru tahu.
"Astaga. . .dia belum tahu rupanya. . .Atau kita buat saja dia berdarah-darah lalu kita pisahkan nyawa dengan tubuhnya. . .Kali saja di dunianya yang baru dia baru bisa merasakan kepedihan yang sesungguhnya." Ujar Maya.
"Tapi sayangnya. . tangan kita terlalu bersih untuk mengotorinya May. . ." Ujar Mamah.
"Aiih. . kalian kelamaan. . . Tangan saya sudah gatal sejak tadi. . .Nak. . .Maaf ya. . Plakk. . .Plakk. . " Bunda maju dan menampar Erika lalu menjambak rambutnya.
"Akhirnya besanku yang kalem maju juga. . .Mantap Bun . ." Ujar Mamah.
" Oma du kannst es auch treffen. . Schlag einfach. wer Alina verletzt hat. (Oma anda juga boleh memukulnya. . pukul saja. dia yang sudah melukai Alina.)" Ucap Mamah.
"Warum sagt ihr nicht, dass er meinen Enkel verletzt hat? . .OK. . Ich habe nur einen kleinen Film gegeben. (Kenapa kalian tidak bilang kalau dia yang melukai cucu saya. . .Baiklah. . saya hanya memberikan sedikit sentilan saja.). . plakkk. . " Oma menampar Erika dengan sangat keras hingga Erika hampir roboh sebelum Maya menyangga kepalanya.
" Weil du mich nicht gefragt hast, Oma (Karena anda tidak bertanya padaku Oma)." Ucap Mamah.
"Aku menyanggamu bukan karena kasihan. . .tapi karena kami belum memberimu pelajaran juga. . " Ujar Maya.
"Okey. . Yang kalem dan lembut sudah maju. . .sekarang giliran kita yang bar-bar." Ujar Mamah.
"Maaf kalau menunggu lama Pak Polisi. Dia meminta kami untuk lebih lama di dalam." Ujar Mamah.
"Baik Bu, kalau begitu saya akan membawanya ke kantor polisi." Ujarnya.
"Terimakasih Pak." Jawab Mamah.
Mereka segera pergi kembali ke lorong HCU. Terlihat Kinan dan Randy sudah ada di sana. Tapi Ayah, Papah dan Opa tidak ada.
"Astaga. . .Mereka dari mana? Sangar sekali jalan berbaris seperti girlband. " Ujar Randy.
"Mereka habis menemui Erika Pak." Ujar Revan.
"A..apa. . .Apa mereka memukulinya?" Tanya Randy.
"Tidak tahu. . karena sejak tadi kami disini." Ujar Haris.
"Hai semua. . ." Ucap Mamah tersenyum penuh kepuasan.
__ADS_1
"A. .apa yang kalian lakukan disana?" Tanya Randy.
"Kami hanya menjenguknya saja. . . Kinan. .kau harus bangga dengan Bunda. . .Kau tahu. . .di balik sifatnya yang kalem dan pendiam ada jiwa bar-bar yang keluar. Sepertinya Bunda harus sering-sering ikut dengan saya untuk melatih jiwa bar-barnya." Ujar Mamah membuat wajah Bunda bersemu merah.
"Maksud Mamah. .. ?" Tanya Kinan.
"Mamah mengajarkan apa sama Bunda?" Tanya Randy.
"Mamah tidak mengajarinya. . hanya menawarkan saja." Ujar Mamah.
"Fi. . .kau mengajari Mamahku untuk bar-bar sepertimu? Tanya Randy.
"Ti. . .tidak Pak. . Bu Iren sendiri yang bar-bar. . ." Ujar Sofi.
"Astaga. . .Kakak. . .seperti tidak tahu saja kalau Mamah bar-barnya kayak apa. . ." Ujar Rayna.
"Lalu apa yang kalian lakukan?" Tanya Randy.
"Hmm. . .grup yang dulu masih ada akan? Keluarkan ponsel kalian sekarang .. . " Ujar Rayna.
"Apalagi ini. . ." Gumam Haris.
"Kami hanya ingin menghibur Kak Kinan, dan mewakili perasaan Kak Kinan. Kami yakin kalau Kak Kinan bersama kami dia akan lebih bar-bar lagi." Ujar Rayna mengirim sebuah video pada grup.
Semua dengan serius menonton video yang dikirim Rayna. Video dengan waktu hampir satu jam mereka tonton tanpa di skip. Randy dan yang lainnya hanya melongo tapi tetap menontonnya sampai video berakhir.
"Astaga. . .kalian bar-bar sekali. . ." Randy menggelengkan kepalanya karena tidak percaya dnegan video yang baru dia lihat.
"Ini kan belum seberapa. . .masih untung dia tidak kami sayat-sayat. . .Nana saja sampai kehilangan banyak darah. Tapi dia hanya lebam di wajah." Ujar Sofi.
"Mengerikan sekali. . .Sofi kau harus lebih kalem lagi supaya jodohmu cepat datang." Ujar Randy.
"Astaga. . . Bapak. . .Saya kan hanya menghibur diri. . .sudah lama saya tidak memukul orang, tapi selalu jadi obat nyamuknya kalian." Ujar Sofi.
"Penghiburan diri yang bar-bar." Gumam Revan.
Sementara itu. . .
" Nana . Du musst schnell aufwachen. . Wie können Oma und Opa dich einfach verlassen, wenn du es noch nicht weißt, Schatz? (Nana. . kamu harus cepat bangun . . Bagaimana Oma dan Opa bisa meninggalkanmu begitu saja kalau kamu belum sadar sayang.)" Ucap Opa.
" Bleib länger hier. . Alina braucht Unterstützung von den Menschen, die ihr am nächsten stehen. Alina wird sehr glücklich sein, wenn sie aufwacht und die drei Opa und Omanya auf sich warten sehen. (Tinggalah lebih lama disini. . Alina butuh dukungan dari orang-orang terdekatnya. Alina akan sangat bahagia sata dia bangun dan melihat ketiga Opa dan Omanya berkumpul menunggunya.)" Ujar Ayah.
__ADS_1
" Sie alle blieben eine Weile in unserem Haus ... aber Alina hat sich vollständig erholt und ist wieder gesund. (Kalian untuk sementara tinggal di rumah kami .. sampai Alina benar-benar pulih dan kembali sehat.)" Ucap Papah.