Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Kecelakaan (Alina)


__ADS_3

Selepas Alina mandi, Chandra segera masuk ke kamar mandi dan melewati Alina begitu saja yang masih duduk di depan cermin menyisir rambutnya yang baru saja dia keringkan.


Brakk !!


Pintu kamar mandi di banting dengan sangat keras membuat Alina terperanjat kaget di buatnya. Dia diam saja karena tidak tau apa yang terjadi pada suaminya saat ini.


"Bapak kenapa? Apakah ada masalah dengan pekerjaannya?" Ujar Alina bergumam.


Setelah selesai menyisir rambutnya yang panjang, ia segera keluar dari ruang ganti dan mencari ponselnya yang sejak semalam tidak di sentuh. Ternyata ponselnya sudah berpindah tempat di atas nakas samping ranjang.


Saat membuka ponselnya langsung tertuju pada kotak pesan. Alina terkejut saat membuka isi pesan itu. Selama ini dia sudah menyembunyikan nomornya dari Wakana dan Gin, lalu darimana Gin bisa mendapatkan nomor ponselnya.


"*Astaga. . . Apa ini? Darimana dia bisa mendapatkan nomor ponselku? Sedangkan aku tidak pernah memberikan nomorku kepada siapapun." Batin Alina.


"Gomen'nasai, watashi wa kekkonshimashita, soshite watashi wa sudeni watashi no otto ni manzoku shite imasu. Anata ga watashi to anata no ayamachi ni kidzuku zutto mae ni, watashi wa anata o yurushimashita. Ima made shiranakatta to shimashou. Jin-san arigatลgozaimasu. (Maaf aku telah menikah, dan aku sudah bahagia bersama suamiku. Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu menyadari kesalahanmu padaku. Anggaplah kita tidak pernah mengenal sebelumnya. Terimakasih Tuan Gin*.)"


Alina segera mematikan layar ponselnya dan kembali meletakkan di atas nakas samping ranjangnya. Dia segera mendekati jendela dan membuka nya supaya udara bisa dengan mudahnya bergantian.


Alina masih terdiam berdiri tepat di depan kaca besar, memandangi pemandangan yang terlihat dari kamarnya meski dengan jarak jauh. Kedua tangannya di lipat di depan dadanya, entah apa yang sedang dia pikirkan saat itu.


Beberapa kali ia menghembuskan nafasnya dengan berat. Seolah sedang mengeluarkan beban yang begitu besar yang selama ini dia pendam seorang diri.


"Aku sudah ikhlas, aku sudah tidak berharap padanya lagi. Aku tidak ingin rumah tanggaku yang masih berusia seumur jagung hancur berantakan karena orang di masa laluku. Dan aku harap Pak Chandra tidak akan salah paham padaku dan mau mendengarkan penjelasan ku." Ujar Alina.


Terdengar pintu kamar mandi terbuka, Alina membalikkan badannya untuk menyambut suaminya yang baru saja selesai mandi. Namun wajahnya dingin sekali pagi itu, membuat Alina sedikit merasa takut di buatnya.


"Pak. . .ada yang ingin aku bicarakan. . . ini mengenai. . ." Ujar Alina tertahan berusaha membaca ekspresi wajah Chandra yang flat.


"Kau tak perlu menjelaskan semuanya. Dari awal aku sudah mengatakan kau bebas kalau mau kembali padanya." Ujar Chandra segera berlalu meninggalkan Alina yang masih berdiri di tempatnya yang semula.


"Tapi Pak. . ini semua tidak seperti yang Bapak bayangkan. . .Dia hanya masa lalu ku, dan sekarang aku bahkan sudah menikah dengan Bapak meski . . . " Ujar Alina terhenti.


"Meski terpaksa maksudmu? Baiklah, aku akan mengurus surat pisah. Siang ini pengacaraku akan datang. Kau tunggu saja." Ujar Chandra.

__ADS_1


"A. . .apa. . .pisah? Apakah aku tidak salah dengar??? Dia ingin menceraikan aku??? Tidak. ..aku tidak mau menjadi janda. .. . " Ujar Alina.


Alina terus berjalan mengejar Chandra yang sudah berada sepuluh langkah di depannya. Alina memanggil-manggil Pak Chandra tak tak ia hiraukan. Pak Chandra terus melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.


Alina tidak mau kalah, dia terus mengejarnya dan berusaha menahan suaminya untuk berhenti sejenak mendengar semua penjelasnnya.


"Pak Chandra. . . .Aku mohon. . .berhenti. Dengarkan aku. Ini semua tidak seperti yang Bapak pikirkan. .. aku. . .aku sudah lama tidak berkomunikasi dengannya dan bahkan aku tidak tau dia mendapatkan nomor ponselnya dari mana.


Saat Alina menarik tangan Chandra tiba-tiba di terkena pukulan Chandra yang tak sengaja dan membuatnya terjatuh dari anak tangga dan terus terguling dari anak tangga sampai lantai dasar.


"Nana. . !!!" Teriak Chandra saat melihat sudah bersimbah darah.


Dia segera berlari untuk melihat keadaannya, Alina sudah tak sadarkan diri. Chandra segera mengangkat tubuh isterinya dan membawanya ke luar rumah dengan meneriaki seorang sopir untuk segera membawa mereka ke Rumah Sakit.


"Zack. . . .Zack. . . .Dimana kau??" Tanya Chandra saat baru muncul dari balik pintu.


"Siap Tuan." jawabnya berlari dari gazhebo.


"Ba. . baik Tuan." Jawabnya segera berlari menuju mobil.


Di sepanjang perjalanan mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan sirine terus menyala membuat beberapa kendaraan yang sedang melaju mengurangi kecepatan dan memberikan jalan untuk mereka.


Chandra terus memeluk tubuh Alina dengan erat, dan sesekali dia menggoyangkan tubuh Alina berharap isterinya meresponnya. Tapi ternyata tidak, membuat hatinya terasa hancur dan rasa penyesalan datang menyelimuti dirinya.


"Apa yang sudah aku lakukan? Aku membuatnya celaka di hari pertama kita menjadi sepasang suami isteri. Aku benar-benar bo***. Bangunlah sayang, pukuli aku sepuasmu." Batin Chandra.


Sesampainya di Rumah Sakit, Perawat sudah menyambutnya dengan membawa brankar yang sudah siap untuk membawa tubuh Alina ke dalam ruang UGD.


Mereka berjalan setengah lari saat melihat keadaan Alina yang bersimbah darah dan tidak sadarkan diri. Sesampainya di dalam ruang tindakan, mereka segera menutup pintu dan tidak membiarkan Chandra ikut masuk ke dalamnya.


Waktu terus berjalan, namun dokter tak kunjung keluar dari dalam, membuatnya semakin uring-uringan tak terkendali. Berkali-kali ia bolak-balik berjalan kesana kemari berharap seorang dokter atau perawat keluar untuk bisa ia tanyai.


Ceklek. . .

__ADS_1


Terdengar suara pintu terbuka membuat kakinya segera berlari untuk mendekatinya dan menanyakan keadaan isterinya yang masih di dalam.


"Dokter. . . .bagaimana keadaannya???" Tanya Chandra dengan paniknya.


"Dokter Nana mengalami beberapa patah tulang dan juga benturan di kepalanya cukup kuat. Hingga membuatnya koma dan kemungkinan untuknya sadar dalam waktu dekat hanya 30%." Ujar Dokter menjelaskan.


Kakinya terkulai lemas, badannya langsung ambruk begitu saat mendengar penjelasan Dokter.


"Kenapa Tuhan mempertemukanku padamu? Tentu lah ini bagian dari skenario kehidupan bagiku yang telah di rancang Nya"


"Tapi untuk apa Tuhan mempertemukan ku denganmu, bila akhirnya aku harus membuatmu terluka."


>>>>>>>>>>


Pengumuman!!!


Mungkin Kekasih Kontrak Till Jannah akan Hiatus untuk beberapa hari/Minggu atau mungkin sampai satu bulan.๐Ÿ˜‚


Kenapa?? Ingin mencari suasana baru, pasti kalian bosan dengan cerita yang terus saja berulang kan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Sedikit bocoran, untuk di season kedua nanti :


Ceritanya tentang kehidupan rumah tangga Alina dan Chandra pasca Alina sadar dari koma dan hilang ingatan.


Perjuangan Vin untuk mendapatkan hati seorang gadis yang dia temui di kampus waktu itu. Tentu saja tidak mudah, karena gadis berparas cantik yang Vin taksir tidak mudah untuk di takhlukkan oleh pria manapun karena satu dari lain hal.


Terimakasih untuk kakak-kakak yang masih setia membaca coretan hasil dari ke haluan Author selama ini๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Author tidak bisa berkata apa-apa selain ucapan terimakasih๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Author tidak mampu merangkai kata yang puitis dan menarik seperti karya Author lain yang lebih Wow.๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Selalu jaga kesehatan untuk kalian di manapun berada๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Love You All๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Jangan lupa Like, Komen, Rate 5 dan juga vote seikhlasnya. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2