
"Kalian kenapa?" Tanya Randy yang segera turun dari mobil saat melihat Kinan dana Alina sedang menangis di halaman rumahnya. . "Apakah kalian bertengkar dnegan Mamah lalu Mamah mengusir kalian?" Tanya Randy yang melihat Mamah dan Rayna berdiri di depan pintu.
Mamah yang mendengar Randy menuduhnya menguris Kinan dan Alina segera mendekatinya untuk memukuk anaknya.
"Astaga. . Plakk. . tega sekali kamu menuduh Mamah. . ." Ujar Mamah memukul pungguk Randy dengan keras.
"Sakit Mah. . lalu ada apa ini? Apakah ada penjahat yang datang? Hei kenapa kalian tidak melawan penjahat itu dan membuat isteri dan anakku menangis?" Teriak Randy.
"Bisakah kau diam? Bagaimana Mamah mau menjelaskan kalau kau terus bicara Randy. . . Nana ingin bertemu ibunya, bagaimana kami harus menjelaskannya?" Ujar Mamah.
"A. . apa. . . isteri dan anakku menangis bukan karena bertengkar dan diusir Mamah?" Ujar Randy.
"Mana mungkin Mamah melakukan itu. . ." Ujar Mamah.
"Nana. . jangan menangis lagi ya. . .Kan ada Mami dan Papi yang sayang juga dengan Nana. besok di hari ulang tahun Nana kita ke tempat Ibu dan Ayah ya. . "Ujar Randy memeluk isteri dan anaknya.
"Kenapa Ibu tidak bersama kita Pi?" Tanya Alina lagi.
"Karena Ibu sudah bahagia disana. Dan Ibu ingin melihat Nana bahagia disini. . "Ujar Randy.
"Sudah-sudah. . .ayo kita masuk. . Kita makan. . Nana belum makan kan?" Ujar Papah.
Semuanya masuk ke dalam rumah dan duduk meja makan. Mamah membeli seafood dan yang lainnya untuk makan malam ini. Mereka kembali tertawa, dan suasana di eeja makan begitu ramai dengan cerita-cerita dari Alina yang di tanggapi oleh Mamah, Papah dan yang lainnya.
Selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Alina tampak asyik bermain dnegan Rayna dan Papah, seketika Randy teringat oleh-olwh untuk mereka yang belum di berikan. Randy segera naik ke atas untuk mengambil beberapa bingkisan yang sudah ia siapkan untuk keluarganya.
"Nana. . Papi bawa sesuatu. . ." Ujar Mamah yang melihat Randy dari atas.
"Apa itu Papi?" Tanya Alina.
"Hadiah untuk Nana dong. . ." Ujar Randy.
"Hanya untuk Nana? Mana untuk Mamah?" Ujarnya memasang wajah seperti anak kecil.
"Nana. . Apakah Oma dikasih?" Tanya Randy pada Alina.
__ADS_1
"Kasih saja Papi. . Nanti Oma nangis. ." Ujar Alina.
"Hahaa. . Baiklah. . ini kasih ke Oma ya. . " Ujar Randy memberikan bingkisan kepada Alina untuk memberikan kepada Mamah.
"Buat Oma. . " Alina menyerahkan bingkisannya.
"Terimakasih sayang. . ." Ucap Mamah.
"Ini kasih ke Nena ya. . " Ujar Randy kepada Alina.
"Buat Nena. . ." Ujar Alina.
"Makasih kembarannya Nena. " Ujar Rayna pada Alina.
"Yang ini kasih ke Opa. . " Ucap Rabdy lagi.
"Buat Opa. . " Alina memberikannya pada Papah.
"Terimakasih Nak. . ." Ucap Papah mengusap kepala Alona.
"Nana memang mau?" Tanya Randy pada Alina.
"Hmm. . "Alina mengangguk pelan.
"Ini untuk Nana. . " Kinan memberikan dua bingkisan untuk Alina.
Mereka membuka hadiahnya secara bersamaan, Mamah dan Rayna suka dengan hadiahnya. Begitupun dengan Papah yang mendapatkan sepatu mahal dan juga jam tangan mahal. Sedangkan Alina senang dengan pakaian Princess nya. Satu set perhiasan yang Randy belikan disingkirkan karena belum mengerti tentang perhiasan membuat semuanya tertawa.
"Kalau Oma jadi Nana udah minta yang banyak, ini malah di acuhkan begitu saja." Ujar Mamah tertawa.
" Untung Nana bukan Mamah. . ." Ujar Randy.
"Kin, simpan kamu saja. . .Pakaikan ke Nana kalau ada even saja. Anak kecil pakai perhiasan malah mengundang kejahatan, semua orang juga sih, tapi kalau anak kecil lebih rawan soalnya masih gampang mereka bawa. Kalau Mamah mah sudah lawan itu penjahat pakai higheels Mamah." Ujar Mamah.
"Iya Mah. . untuk simpanan Nana saja. . Siapa tahu besok kalau sudah dewasa dan kita tidak ada dia bisa menggunakannya." Ujar Kinan.
__ADS_1
" Tuh Ran, kalau Nana sebaiknya jangan sering-sering kamu belikan perhiasan. Buat yang besar saja seperti kita-kita. Nana ice cream juga sudah cukup." Ujar Mamah.
"Iya Mah. . Randy cuma merasa lucu saja kalau Nana memakain perhiasan ini pasti lucu. . *** ternyata dia belum mengerti." Ujar Randy.
Mereka duduk di ruang keluarga sampai pukul 9 malam, dan satu persatu meninggalkan ruang keluarga mulai dari Mamap, Papah disusul oleh Rayna dan Alina karena Alina sudah mengantuk. Sedangkan Randy dan Kinan baru kwmbali ke kamar setelah memastikan semuanya sudah tidur.
"Buat kamar Nana kapan sampainya Mas?" Tanya Kinan saat mereka sudah duduk bersandar di kepala ranjang.
"Besok pagi sayang. Tadi Papah yang memilih semua. . .Mas harap Nana akan suka dan bisa tidur dengan nyaman." Ujar Randy.
"Pasti Nana suka Mas. . Terimakasih sudah memberikan yang terbaik untuk Nana." Ujar Kinan memeluk suaminya.
"Sama-sama sayang. . Mas hanya ingin melihat orang-orang yang Mas sayangi bahagia. . ." Ujar Randy.
"Oh iya bagaimana dengan Om Harun? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Kinan.
" Hmm . dia baik-baik saja hanya meminta Mas kembali memberikan saham Mas padanya. Tapi Mas belum percaya dengannya. . .Bagaimana menurutmu sayang?" Tanya Randy.
"Kenapa Mas tidak menulis perjanjian diatas putih saja? Dan Mas juga mengajak seorang pengacara untuk menjadi saksi. . . Kalau Om Harun tidak memegang janjinya jadi mas ada bukti kalau sewaktu-waktu dia memberikan laporan palsu." Ujar Kinan.
" Hmmm akan mas pikirkan juga sayang. . . Mas hanya tidak menyangka saja, ternyata dia lebih memnfingkan harta daripada putrinya yang sekarang mendekam di balik jeruji." Ujar Randy.
"Lalu isteri Om Harus bagaimana sekarang Mas?" Tanya Kinan lagi.
"Tante Hesti baik-baik saja, aku menyuruh Sofi untuk menjenguknya dan memastikan dia baik-baik saja. Meski aku tidak suka dengan Om Harun dan anaknya tapi aku masih perduli dengan Om Hesti karena dia sangat baik." Ujar Randy lagi.
"Kasihan juga Tante Hesti. . " Ucap Kinan.
"Biar mereka menyadari kesalahannya Sayang. . .Aku tidak suka melihat orang yang sewenang-wenangnya karena harta." Ujar Randy.
"Jadi pelajaran juga buat Mas, tidak usah mentang-mentang jadi orang. Aku tidak mau Mas punya banyak musuh, aku tidak mau jadi jan*a dulu Mas." Ujar Kinan.
"Astaga sayang. . .Aku tidak punya musuh, kecuali mereka sendiri yang ingin menjadi musuhku. . Dan aku tidak akan membiarkanmu juga Nana sendirian. Aku akan menjaga kalian sampai kapanpun. . .CUP. . ." Ujar Randy mengecuk kening Kinan.
"Iya Mas. . .Aku juga tidak mau Mas kenapa-kenapa. . ."Ucap Kinan.
__ADS_1
Kinan dan Randy menghabiskan malam mereka untuk saling bertukar pikiran mulai tentang orang di sekitarnya, pekerjaan dan tujuan kedepannya. Hingga pukul 11 malam dan di lanjutkan bertempur hingga pukul 2 pagi.