Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Kepulangan Alina


__ADS_3

"Bagaimana dengan Papi? Mami akan lebih sedih lagi kalau tau Papi melewatkan makan siang karena sibuk dengan pekerjaannya. Apakah pekerjaan Papi tidak akan selesai kalau Papi tinggal untuk makan siang dulu?" Tanya Vin pada Randy.


"Hais. .Baiklah. Ayo kita pergi makan." Ucap Randy menutup laptopnya.


Vin tersenyum puas, karena usahanya membujuk Randy untuk makan siang berhasil. Vin yang menyetir mobilnya dan membiarkan Randy untuk istirahat karena lelah dengan urusan pekerjaannya.


-.-.-.-


Hari yang di nantikan semua orang telah tiba. Randy dan yang lainnya bersiap-siap untuk menjemput Alina di Bandara, tak terkecuali Keanu dan keluarga kecilnya.


Mereka sangat antusias ingin bertemu dengan Alina yang sudah dua tahun lamanya pergi dari Indonesia. Vin dan Randy tampak mondar-mandir menunggu pesawat yang Alina naiki tiba.


Tiba-tiba terdengar suara seorang gadis memanggil Randy. Semua mata tertuju padanya, senyum lebar menghiasi wajah mereka kemudian bangkit dari duduknya untuk menyambut kepulangannya.


"Papi. . . . " Teriak Alina yang berdiri dengan koper kecil berwarna pink di tangannya.


"Sayang. . . ." Ucap Randy saat mendengar suara putrinya yang memanggilnya.


Alina langsung lari memeluk Randy dengan sangat erat. Tak perduli dengan koper kecil yang dia bawa tadi. Tubuh mungilnya tenggelam dalam pelukan Randy.


Semua orang tersenyum penuh haru melihat gadis cantik yang mereka nantikan telah tiba. Kinan mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya. Dia sangat bersyukur, putrinya telah tiba di Indonesia dalam.keadaan selamat tanpa kurang suatu apapun.


Putri kecilku telah kembali. . .Dia benar -benar kembali. . Aku tidak salah lihat kan? Dia benar putriku? Cantik sekali. . -Batin Kinan.


"Mami. . . " Ucap Alina bergantian memeluk tubuh Kinan yang sejak tadi sudah melihatnya.


"Putriku. . . Ini benar kamu kan Nak? Mami tidak mimpi kan?" Ucap Kinan meraba seluruh wajah Alina dan menciumi wajahnya bertubi-tubi.


"Mami. . ini putrimu. . Aku kangen Mami. . .Aku sayang Mami. . " Ucap Alina untuk meyakinkan Kinan.


"Ya ini putriku . . .Kamu putriku Sayang. . . .Dua tahun begitu lama untukku. Aku hampir tidak mengenali putriku sendiri jika melihatnya saja. Tapi sentuhanmu tak bisa Mami lupakan Nak. . Mami selalu bangga padamu. ...Mami menyayangimu, sangat menyayangimu." Ucap Kinan.


"Hmm. . . Aku bisa merasakannya. . .Kasih sayang Mami tak pernah tergantikan oleh apapun." Ucap Alina.

__ADS_1


Kinan kembali memeluk tubuh Alina dengan erat, dia begitu merindukan putrinya. Vin mendekati Kinan dan Alina kemudian memeluj kedua wanita yang berarti dalam hidupnya.


Randypun ikut memeluknya, kini mereka berpelukan berempat dengan Alina berada di tengah-tengah mereka.


Setelah cukup berpelukan berempat, Alina memeluk Oma dan Opa bergantian sampai terakhir memeluk Kalila putri kecil Keanu dan Sofi yang masih berusia 5 tahun.


Vin dan Keanu membawakan barang-barang Alina yang di bawanya dari Jepang. Setelah semua koper di masukkan ke dalam mobil, mereka segera melajukan mobilnya menuju rumah untuk kejutan berikutnya.


Sesampainya di halaman rumah yang megah, semua mobil berhenti secara bersamaan di posisinya masing-masing di sebuah parkiran yang sudah Randy sediakan di kediaman miliknya.


Aku seperti mimpi. . .Sekarang aku sudah tiba di Indonesia. Di rumah yang menjadi saksi di masa kecilku yang begitu indah. Dalam waktu dua tahun, semuanya sudah berubah. . . .


"Ayo sayang masuk. . . " Ucap Kinan pada Alina.


"Iya Mi." Alina mengikuti Kinan masuk ke dalam rumahnya.


"Selamat datang kembali di rumah Nak. . ."Ucap Kinan.


"Mami. . Makasih sudah menyiapkan kejutan untukku." Ucap Alina yang terkesan dengan balon-balon ucapan selamat datang setelah dia membuka pintu rumahnya.


Mereka melanjutkan dengan makan siang bersama. Mamah dan Bunda sudah memasak makanan kesukaa Alina dan keluarga di bantu oleh Bu Ti.


Suasana di rumah Randy semakin hangat, semua keluarga berkumpul dan menginap untuk beberapa hari atas permintaan Alina yang rindu dengan keluarganya.


Siang telah berganti malam, semua sedang duduk di ruang tengah. Alina tak melihat sosok Vin disana, diapun mencari keberadaan adiknya karena ingin berbagi cerita dengannya.


"Apa aku mengganggumu?" Tanya Alina pada Vin yang sedang duduk di balkon kamarnya sambil memainkan gitar.


"Hai Kak. . tidak. . mana pernah Kakak menggangguku." Ucap Vin membuat Alina tersipu malu karena adiknya.


"Boleh aku duduk?" Tanya Alina lagi.


"Mana mungkin aku membiarkan Kakakku terus berdiri disana. Duduklah. . ." Ucap Vin yang lagi-lagi membuat Alina terkesan.

__ADS_1


"Hais. . .sepertinya aku sudah tertinggal jauh dengan perkembangan Adikku ini. Kata-katamu selalu membuatku meleleh."Ucap Alina mengusap kepala Vin penuh dengan kasih sayang.


"Heheh . . .Kakak bisa aja. Oh iya, rencananya Kakak mau bekerja di Rumah Sakit yang sama dengan Om Keanu atau bagaimana Kak?"Tanya Vin memulai obrolan malam itu.


"Hmm. . aku belum tau. Sedapatnya sajalah. . .Aku saja belum mempersiapkan dokumen-dokumenku." Ucap Alina menyandarkan kepalanya di pundak Vin yang kuat.


"Lalu bagaimana dengan pekerjaan Kakak sebagai model?"Tanya Vin lagi.


"Dua hari lalu aku mendapat tawaran pekerjaan untuk syuting iklan. Tapi aku belum mengiyakan dan juga belum menolak. Menurutmu gimana?" Tanya Alina meminta pendapat Vin.


"Kalau aku sih terserah Kakak saja. Tapi sepertinya tidak ada salahnya Kakak mencobanya. Siapa tau ini gerbang kesuksesan Kakak di dunia intertainment. Toh pekerjaan ini tidak menuntuk waktu juga, jadi Kakak masih bisa melanjutkan profesinya sebagai seorang Dokter bukan?" Ujar Vin dengan bijaknya.


"Kau benar Dek. . Akan aku pikirkan lagi. Tapi bagaimana dengan Papi dan Mami? Apakah mereka tidak keberatan?"Tanya Alina.


"Sejak kapan Papi dan Mami memaksakan kehendak mereka Ka? Kalau Kakak belum mencobanya, mana bisa Kakak tau mereka akan mendukung atau sebaliknya.Selama Kakak nyaman pasti Papi dan Mami mendukung. Itukan yang Kak Nana katakan padaku selama ini?" Ujar Vin.


"Lagi-lagi kamu benar. Makasih ya udah kasih penyemangat untukku." Ucap Alina memeluk tubuh Vin yang jauh lebih besar darinya.


Diam-diam Sofi mendengar percakapan Alina dan Vin. Tadinya dia ingin memanggil dua keponakannya untuk makan malam. Tapi sepertinya mereka sedang serius ngobrol.


Mereka sudah dewasa. . .Semoga seterusnya kalian rukun seperti ini aya Sayang. . .Jadilah contoh yang baik untuk adik-adik kalian . . .


"Kakak. . .Sudah waktunya makan malam. Semua keluarga sudah menunggu di bawah." Ucap Sofi muncul dari balik tembok kamar Vin.


"Iya Tante. . . Sini deh. . Nana ingin kangen-kangenan sama Tante sebentar. Selagi Kalila sedang sama Om Keanu." Ucap Alina menarik tangan Sofi dan mengajaknya duduk di bangku panjang.


"Hmm. . . Iya sayang. . Tante juga kangen sama kalian. Dua bulan tidak bertemu dengan Vin saja Tante sudah kangen. Apalagi ini sudah dua tahun." Ucap Sofi.


"Hehe. . .Tante kita juga kangen Tante. . ."Ucap Vin memeluk Sofi seperti anak kecil.


"Astaga kalian ini sedang kamasukan apa?"Ujar Sofi tak henti-hentinya terkekeh karena kelakuan Vin dan Alina yang memeluknya secara bersamaan.


Langit malam begitu cerah, di hiasi bintang-bintang yang bertaburan mengelilingi sang bulan yang bersinar di atas sana. Sofi membiarkan Alina dan Vin memeluknya untuk beberapa saat sebelum mereka turun untuk makan malam bersama.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


*♡**KEKASIH KONTRAK TILL JANNAH 152♡*


__ADS_2