Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Terlalu Jujur


__ADS_3

"Astaga. . ya sudah sini aku kasih double kalau perlu triple deh buat Mas." Ujar Kinan segera mengecup seluruh wajah suaminya sebelum pintu lift terbuka.


"Terimakasih sayang. . ." Ucap Randy setelah isterinya memberikan beberapa kecupan di dalam lift.


" Ya sudah. . .aku keluar dulu ya Mas. . .Awas kalau kamu lirik-lirik wanita lain." Ujar Kinan.


"Mana mungkin aku melirik wanita lain kalau di hatiku sudah ada kamu sayang " Ujar Randy.


"Aiihh. . .Daaah mas. . ." Kinan keluar dari lift dan melambaikan tangannya.


Pintu lift kembali tertutup, dan Kinan segera malangkahkan kakinya untuk menuju bekas ruang kerjanya dulu.


"Selamat Pagi. . ." Sapa Kinan saat masuk ruang divisi.


" Pagi. . . hai bumil. . . Kau ikut juga ke kantor?" Ujar Maya.


" Mami. . ." Ucap Alina langsung pergi menghampiri Kinan yang masih berdiri di pintu.


"Hai sayang. . .Mami kangen kamu Nak. . ." Ucap Kinan menciumi putrinya.


"Nana juga kangen Mami, tapi Nana senang Mami. Nana jalan-jalan dengan Tante." Ujarnya.


"Oh ya? Nana suka jalan-jalan dengan Tante dan Om?" Tanya Kinan.


"Yes Mami. . .Om Ma. . .Om siapa namanya?" Tanya Alina dengan polosnya.


"Om Revan sayang. . . ." Ucap Revan menghentikan pekerjaannya.


" Ya. . Om Van baik Mami. . Nana di gendong main air. .. " Ujarnya sangat antusias.


"Hai Bumil. . .duduklah. . atau kau akan lahiran disitu. . .??" Ujar Devi.


"Ah iya. . terimakasih Dev." Kinan duduk di kursi yang di sediakan Devi.


"Sepertinya Nana betah denganku Kin. . .dia untukku saja. . ." Ujar Maya..


"Mana ada seorang ibu yang memberikan anaknya kepada orang lain. . .Tidak ada dia hidupku seperti lumpuh sebelah May. . Makanya aku ikut Mas Randy ke kantor karena aku tidak bisa berlama-lama menahan rindu pada anak ini." Ujar Kinan kembali menghujani ciuman pada Alina.


Hmm. . .aku tahu. . .kau sangat menyayanginya Kin. .Kalian memang orangtua yang baik untuk Nana. Meski kalian sebentar lagi akan memiliki baby, tapi tak sedikitpun kalian melupakan Nana. -Batin Maya.


" Pagi-pagi. . sudah bikin kami baper saja." Ujar Lila yang sejak tadi memandangi Kinan dan Alina.


"Makan La . . ." Ujar Kinan.


"Baper Kin bukan lapar. . ." Ujar Lila.

__ADS_1


"Oh astaga maaf aku salah. Sofi belum datang?" Tanya Kinan.


"Hai. . .maaf baru datang. .. " Sofi membawa satu loyang jajanan pasar.


"Wahh. . .baru aku tanyakan. . .kau sudah datang saja Fi. . " Ujar Kinan.


" Heheh Sorry Kin. . . Tadi sekalian fotocopy berkas untuk meeting. Pak Randy sudah diatas?" Tanya Sofi.


"Hmm. . . . Sudah. . .setelah kau antarkan berkas kembali lagi. . kita makan sama-sama ya. . " Ujar Kinan.


"Ok Kin. . ." Ujar Sofi.


"Tante. .. ikut . .mau ke Papi. . ." Ujar Alina.


"Oh Baiklah. . Ayo Nak. . ." Ucap Sofi pada Alina.


Alina ikut ke lt. 4 dengan Sofi karena ingin bertemu dengan Randy yang sudah seharian belum bertemu. Sedangkan Kinan masih stay bersama kawan-kawannya di bawah dan menemaninya bekerja.


Sesampainya di depan ruang kerja Randy, Alina segera membuka pintu dan masuk ke dalam untuk bertemu Randy dan langsung memeluknya.


"Papi. . . ." Teriak Alina saat melihat Randy.


"Hai princess nya Papi. . ." Ujar Randy langsung menggendong Alina dan menciumi kedua pipinya.


"Mami masih di bawah? Nana ke sini dengan siapa?" Tanya Randy.


"Dengan Tante Pi. . .Papi tidak ikut ke bawah? Tante bawa makan banyak Pi." Ujar Alina.


"Tidak sayang, Papi sangat kenyang sepanjang jalan Mami menyuapi Papi." Ucap Randy.


"Papi semangat kerjanya. . .Nana sayang Papi." Ucap Alina.


"Terimakasih Sayang. . .Papi juga sayang kamu Nak." Ucap Randy.


Tokk. . .Tokk. . .Tokk . .


"Maaf Pak, klien sebentar lagi akan datang, dan ruang rapat sudah saya siapkan, berkas juga sudah saya siapkan." Ujar Sofi.


"Terimakasih Sofi. . ." Ucap Randy. "Sayang, kamu ikut dengan Tante dulu ya. . .Papi mau kerja." Ucap Randy.


"Iya Pi. . .Muacch. ." Alina mencium kedua pipi Randy untuk memberikan semangat.


"Muacch. . .Terimakasih Sayang." Ucap Randy menurunkan Alina dari gendongannya.


Randy segera keluar dari ruang kerjanya, Alina dan Sofi mengikutinya dari belakang untuk menyambut klien di lift. Saat pintu lift terbuka Alina langsung berteriak dengan senangnya karena dia mengenalnya.

__ADS_1


"Om Baik. . . ." Teriak Alina.


"Halo Alina. . ." Ucap Bagas.


"Lihat putriku masih mengingatmu. . ." Ujar Randy.


"Tentu saja karena aku sangat tampan, iya kan sayang?" Ujar Bagas dengan percaya dirinya.


"Tidak. . ." Alina menggelengkan kepalanya. Membuat Randy Sofi dan juga sekretaris Bagas menahan tawanya karena wajah Bagas setelah mendengar pernyataan tidak dari Alina.


"Be. . benarkah?" Ujar Bagas.


"Hmm. .Papi lebih tampan. .Tapi Om baik. . Nana juga sayang Om." Ujar Alina.


"Huhh. . .Tidak apa aku tidak tampan, setidaknya aku dapat sayang dari kamu cantik. . " Ujar Bagas.


"Sudah ya Nak, Papi dan Om mau kerja dulu, kamu ke Mami ya. . .ingatkan Mami jangan banyak makan, nanti gendut. . ." Ujar Randy berbisik.


"Okey Papi. . Nanti Nana ingatkan. " Ucap Alina.


Setelah Randy dan Bagas masuk ke dalam ruang meeting di susul para staff, Sofi dan Alina memilih untuk kembali ke Kinan dan yang lainnya. Setelah pintu lift terbuka, Alina segera berlari di sepanjang lorong karena sudah tahu letak ruang kerja Maya dan yang lainnya.


Dia sudah semakin besar sekarang, sudah pandai berinteraksi dan tidak takut lagi dengan orang baru. Semoga kamu tumbuh menjadi anak yang baik ya sayang . . Supaya kedua orangtuamu tenang disana karena Kinan dan Pak Randy sudah berhasil mendidikmu. Selamanya kamu tetap anak-anak kami Nak.- Batin Sofi yang berjalan di belakang mengikuti Alina.


"Mami. . .kata Papi jangan makan banyak-banyak. Nanti Mami gendut. . ." Ujar Alina.


"Papi bilang seperti itu?" Tanya Kinan memonyongkan bibirnya.


"Hmm. . .Iya kan Tante? Tadi Papi bilang seperti itu kan?" Tanya Alina pada Sofi yang baru sampai.


"Benar mas Randy bilang seperti itu Fi?" Tanya Kinan.


"Hah. . .? Bilang apa? Aku baru saja datang." Ujar Sofi.


"Tadi Papi bilang apa Nak? Katakan lagi. . . ." Ucap Kinan pada Nana.


"Iya. . .kata Papi Mami jangan makan banyak-banyak nanti Mami gendut. . " Ujar Alina mengulangi pesan Randy barusan.


Astaga. . . .Aku lupa tidak bilang supaya Nana tidak mengatakannya. . .I'm sorry Pak. . .Di luar kendali saya. Pasti setelah ini ada perang dingin deh. . .Aduh Na. . kamu jujur sekali. . . -Batin Sofi.


"Sudah. . ayo makan saja. . Baby di perutmu pasti kelaparan Kin . .kan kamu makan bukan hanya untukmu, untuk Baby juga kan." Ujar Maya mengalihkan perhatiannya.


"Hmm. . Ya sudah ayo kita makan saja. . .urusan Mas Randy nanti akan aku selesaikan. . ." Ujar Kinan.


Ok setidaknya saat ini masih aman. . .tapi setelah ini anda tidak akan bisa lolos Pak. . .Maaf saya tidak bisa membantu dan ikut campur dalam rumah tangga anda. Putri anda ini terlalu jujur. . . -Batin Sofi.

__ADS_1


__ADS_2