Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Tidak Akan Membiarkan


__ADS_3

Mungkin Papi ingat dengan kenangan dimasa lalu yang pernah melakukan hal yang sama demi pulang lebih cepat untuk menemui isteri dan anaknya pada saat itu.


"Chan, apa ini Erika putri Om Harun?" tanya Papi membuatku sedikit tersentak.


"Da-ari mana Papi tau? Papi mengenalnya? Siapa dia Pi?" tanyaku penasaran.


_________


"Ya, dialah otak di balik kecelakaan yang merenggut nyawa Lia Ibu Kandung Nana. Meski sebenarnya target utamanya adalah isteriku," ujarnya menghembuskan nafas cukup panjang.


"Kenapa dia ingin mencelakai Mami? Apakah dia musuh Mami?" tanya Chandra.


"Bukan. Lebih tepatnya dia merasa Mami adalah musuhnya. Karena dia terobsesi untuk menikah denganku. Dan dulunya aku sempat akan di jodohkan dengan Erika karena orangtua kami bersahabat,"


"Jadi, Nyonya Erika berusaha mencelakai Mami karena Papi lebih memilih Mami ketimbang dia?" tanyanya menyimpulkan sendiri.


"Ya, kamu benar. Apalagi saat Opahnya Nana dan Vin menyetujui hubungan kami. Bahkan Papah mengajak Om Harun untuk bicara 4 mata, membicarakan tentang perjodohan yang tidak bisa di lanjutkan karena hubungan ini," ujarnya menceritakan semuanya.


"La-lalu?" tanya Chandra tak bisa berkata apa-apa lagi.


"Erika di besarkan dengan harta dan ambisi bukan dengan kasih sayang, mungkin jika Lia tidak meninggal aku hanya akan memberikan perhitungan kecil karena aku menghormati Om Harun sebagai sahabat Papah,"


"Tapi melihat wajah putriku, melihat air matanya dan juga semua orang yang saat itu berada di lorong Rumah Sakit saat kepergian Lia. Tekadku semakin bulat untuk memasukkan dia ke dalam penjara. Biar bagaimanapun dia harus menerima ganjaran karena kelakuannya," ujar Papi terhenti.


Chandra hanya diam, tak bisa menjawabnya. Dia tak bisa membayangkan jika berada di posisi itu, hancur melihat orang yang di sayang terbaring lemah belum sembuh di susul dengan kepergiannya untuk selamanya.


"Aku tidak tau lagi kabarnya setelah aku menikah dengan Maminya anak-anak. Bahkan saat kejadian Alina di culik oleh adik dari mendiang Ayahnya, Om Harun ikut membantu kami. Om Harun dan Tante Sora meminta maaf dan menyesal atas kejadian yang merenggut nyawa Lia dan mrninggalkan seorang anak cantik yang tak bersalah,"


"Aku hanya mendengar Erika di nikahi oleh seorang pengusaha yang berjaya di masanya. Tak lama setelah itu ia melahirkan seorang putri, dan di besarkan oleh suaminya di bantu keluarganya," ujarnya melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


"Hmm, dan sekarang putrinya bekerja di Perusahaan Papi," sahut Chandra.


"Benarkah? Kenapa Vin tidak bicara padaku?" tanyanya dengan terkejut.


"Karena dia tidak mencantumkan nama Nyonya Erika. Melainkan Ibu sambung yang baru menikah dengan Tuan Ruli 5 tahun lalu," jawab Chandra.


"Lalu kenapa kau mencari informasi tentang Erika?"


"Karena saat ini, kemungkinan Aura di desak Nyonya Erika untuk mendekati Vin Pi. Aku tidak tau apa maksud dan tujuannya, hanya saja aku merasa seperti ada yang mengganjal," ujar Chandra.


"Pasti Erika ingin balas dendam melalui putrinya, aku harus mencegahnya," ujar Papi dengan wajah tanpa ekspresi.


"Papi tenang saja. Serahkan semuanya padaku. Aku dan dna Vin akan menyelesaikannya berdua," ujar Chandra.


"Tapi," sahutnya dengan ragu.


"Papi percaya pada anak-anak Papi kan? Papi dan Mami sudah banyak sekali menghadapu kejadian luar biasa di masa lalu, sekarang izinkan kami untuk membantu Papi dan Mami menyudahinya,"


"Hmm, baiklah kalau itu yang kalian inginkan. Papi hanya minta, jangan ada yang kalian sembunyikan pada kami," ujarnya dengan tatapan yang penuh harap.


"Hmm, iya Pi. Kami janji. Tolong restui kami berdua, supaya kami bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya,"


"Iya Nak, restu Papi selalu bersama kalian ... ." tatapan penuh rasa bangga terpancar dari sorot matanya yang sendu.


"Pi, masalah ini sebaiknya hanya kita bertiga yang tau dulu. Mami, Nana dan Vannya sebaikna jangan sampai tau, kalau mereka tau tamatlah rencana kita," ujar Chandra.


"Hmm, Papi akan menjaga rahasia ini," sahutnya di akhiri dengan senyuman tipis di sufut bibirnya.


"Makasih Pih," ucap Chandra dengan santun.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu lanjutkan saja. Papi mau ke Mami ... takut dia mencariku," ujarnya.


Setelah kepergian Papi, Chandra masih terdiam di depan layar menyimpulkan kebenaran yang baru ia dengarkan saat ini.


...CHANDRA POV...


Jadi, Nyonya Erika ingin membalaskan dendamnya pada Mami juga Papi karena cintanya bertepuk sebelah tangan? Bahkan dia sudah menikah dan memiliki seorang putri dari pernikahannya, tapi sepertinya cinta masih bersarang di hatinya.


Tapi sayangnya, cinta yang tulus sudah tiada. Tertutup oleh dendam yang membutakan hatinya. Mendengar kejadian yang sudah dia lakukan hingga merenggut nyawa Ibu.


Seperinya kali ini rencananya tidak beda tipis, pasti akan ada pertumpahan darah. Akan aku pastikan rencananya gagal dan tidak ada darah yang keluar meski hanya setetes.


Darah keluargaku lebih berharga dari apapun. Apalagi untuk rencana licik dari wanita yang hatinya telah di selimuti oleh rasa kebencian yang sudah tidak bisa di obati.


Dan karena ulahnya, isteriku harus kehilangan satu-satunya orang yang berarti dalam hidupnya setelah Ayah. Tenanglah Sayang, aku akan membalaskan rasa sakit dan penderitaanmu di masa dulu.


Sementara itu,


Papi tidak langsung menemui Mami di kamar. Melainkan duduk di balkon lantai dua, menyandarkan tubuhnya yang sudah tidak sekuat dulu pada tembok yang kokoh dan keras.


Mendengar penuturan Chandra, Papi merasa khawatir dengan keluarganya. Terutama putranya yang saat ini menjadi sasaran wanita licik seperti Erika. Papi takut, kejadian di masa lalu akan terulang kembali.


Trauma karena kecelakaan waktu itu saja masih terus terbayang dalam ingatannya. Apalagi saat Lia menutup matanya setelah menitipkan Alina pada mereka yang saat itu belum menikah.


"Aku tidak akan membiarkan Erika menyentuh keluargaku lagi. Jangan sampai anak-anakku merasakan kejadian pahit seperti apa yang kami alami 22 tahun yang lalu," batin Papi menarik nafas panjang dan memejamkan matanya untuk sedikit membuat aliran darahnya tidak berhenti karena kekurangan oksigen.


"Mas," panggil Mami yang sudah berdiri di belakangnya dengan senyuman mengembang di wajah yang sudah terlihat beberapa kerutan di sana. Tapi tidak mengurangi kadar kecantikannya.


"Sayang, sejak kapan kamu sudah disini?" tanya Papu segera membalikkan badannya.

__ADS_1


"Baru saja kok Mas. Tadi aku mau ambil minum ke dapur tapi gak sengaja liat Mas disini. Mas lagi mikirin apa? Ada cicilan?" tanya Mami mencoba mencairkan suasana setelah melihat wajah suaminya yang sepertinya sedang tidak baik-baik saja.


"Heh? Mana mungkin aku punya cicilan," sahutnya tak mau kalah.


__ADS_2