Kekasih Kontrak Till Jannah

Kekasih Kontrak Till Jannah
Ke Makam Lia dan Hans


__ADS_3

"Ada perlu apa mereka kemari Pak? Apakah mereka hendak membawa Nana? Kalau bgitu biar kami saja yang menghadapinya Pak." Ujar Lila.


"Tidak . .tidak. . .kalian tenang saja. .mereka hanya ingin bertemu dengan Nana. Mereka sudah menyadari kesalahannya. Aku hanya ingin memberikan kesempatan kepada mereka saja untuk memeluk Nana, karena ini harinya Nana. Aku yakin Nana juga merindukan Opa dan Omanya." Ujar Randy.


"Syukurlah kalau memang benar begitu adanya Pak. " Ujar Sofi.


"Hmm. . . Kinan tidak bisa ikut membantu dia tidak enak badan . Jadi aku yang akan membantu kalian. . ." Ujar Randy.


"Baik Pak. . ." Jawab yang lainnya.


Saat mereka sedang melanjutkan pekerjaannya, datang sebuah mobil yang mengantarkan kostum untuk kleuarga Randy juga Kinan. Sofi dan Lia segera mengarahkan mereka untuk membawakan ke dalam rumah Randy dan meletakkannya di dalam ruang keluarga yang tertutup.


Setelah pengantar kostum pulang, Maya dan Sofi segera memisahkan kostum menurur namanya supaya semua tidaa kebingungan mencari bagiannya.


"Imut sekali yang untuk Nana. . .dia pasti akan terlihat sangat cantik malam ini. . ." Ujar Maya.


"Hmm. . .Akupun juga membayangkan hal yang sama saat melihat pakaian itu. . ." Ujar Sofi.


"Untuk Opa dan Oma kandungnya kita berikan pakaian apa ya?" Ujar Maya.


"hmm. . Kita cari saja jas dan dress yang senada dan untuk seumuran mereka. Aku akan memesannya sekarang juga sebelum MUA datang. .." Ujar Sofi.


"Baguslah. . . setidaknya mereka juga harus terlihat kita hargai meski aku pribadi hanya setengah-setengah kalau ingat sahabatku yang dicampakkan begitu saja." Ujar Maya.


Di Tempat Lain. .


"Oma. .. kita sedang menunggu siapa?" Tanya Alina pada Mamah.


"Kita sedang menunggu Oma, Opa dan juga Nenek Buyut Nak. .. Hari ini semua akan menginap di rumah Nana. . ." Ujar Mamah.


"Wah. . .asyiik. . .Nana banyak teman ya Oma?" Tanya Nana lagi.


"Hmm. . .Nana suka?" Tanya Mamah.


"Suka Oma. . ." Jawab Alina.


"Itu mereka sudah datang. . ." Ujar Papah yang sudah melihat kedatangan Bunda, Ayah juga Nenek.


"Maaf kalau menunggu lama. . .Kami baru pulang dari dokter. . ." Ujar Bunda.

__ADS_1


"Tidak apa Bunda. .. kita juga sambil istirahat." Ujar Mamah. " Selamat siang Bu, bagaimana kabar ibu?" Tanya Mamah pada Nenek.


"Ibu baik Nak, kamu bagaimana kabarnya?" Tanya Nenek.


"Saya juga baik. . ." Ujar Mamah.


"Oma, Opa. . .Nana sudah menunggu dari tadi. . kenapa Oma dan Opa datang? Oma Opa baru bangun?" Tanya Alina yang semakin cerewet.


"Tidak Nak. . Oma dan Opa mengabtar Nenek Buyut dulu ke dokter. . .jadi Kami terlambat . .Maaf ya sayang . ."Ucap Bunda mengusap kepala Alina.


"Hmm. . Nenek buyut sakit lagi Oma? Nenek Buyut tidak jatuh kan Oma?" Tanya Alina.


"Tidak Nak. . .Oma kan selalu jagain Nenek Buyut jadi tidak akan jatuh. . ." Ujar Ayah menambahi


"Nenek. . .jangan pergi-pergi sendiri ya. . .besok Nana temani Nenek kalau mau jalan-jalan lagi." Ujar Alina memegang tangan Nenek.


"Iya Nana. . sudah lama ya kita tidak bertemu. . Nenek rindu sekali." Ujarnya.


"Oma. . .Nanti nenek ikut tidur di rumah Nana kan Oma?" Tanya Nana lagi.


" Tentu saja Nak. . ." Ucap Bunda lagi.


"Iya Bu. . .Ayo kita jalan sekarang." Ucap Bunda.


Sesampainya di makam, semua turun kecuali Oma yang diminta untuk berdiam saja di dalam mobil. Mamah dan Bunda membawa 4 keranjang bunga dan juga 6 botol air. Sedangkan Alina di gandeng Papah dan Ayah di depan.


"Nak kita sudah sampai. . ." Ucap Ayah.


" Bunda kok tidak ada?" Tanya Alina.


"Ini tempat Bunda dan Ayah Nana. . .tapi Bunda dan zayah sudah berada di surga sekarang. . " Ujar Papah.


" Lalu untuk apa kita kesini Opa? KanBunda tidak disini. . ." Ujar Alina.


"Sayang. . .ini tempat peristirahatan terakhir Ayah dan Bunda. . .kita taburkan bunga dulu ya Nak." Ucap Bunda.


"Nana Mau. . ." Ujar Alina dengan semangat.


"Ini sayang. . .kasih yang banyak ya. . ." Ucap Mamah

__ADS_1


"Iya Oma. . ." Alina menaburkan bunga diatas makam Lia dan suaminya secara bergantian.


Sedangkan yang lainnya membersihkan makam Lia juga suaminya sebelum mereka berdoa.


"Sudah Opa. . .Boleh Nana minta air? Nana haus. . ."Ujar Alina.


"Ini buka air minum Nak. . .Mah, hubungi pengawal untuk mengantar minuman kesini."Ucap Papah.


"Sebentar ya. . .Oma sudah meminta Om yang disana untuk mengantar minuman. Kita berdoa dulu untuk Ayah dan Ibu ya Nak." Ujar Mamah


Merekapun berdoa bersama di atas makam kedua orangtua Alina. Mereka mendoakan supaya Lia dan suaminya tenang disana, karena anak mereka sudah di rawat dengan baik dan benar. Tidak ada yang perlu khawatirkan sekarang.


Lia. . .Bunda datang lagi Nak. . .Maaf ya Bunda akhir-akhir ini jarang datang, karena Nenek tidak bisa Bunda tinggalkan. . .sus Ani sudah ikut dengan Nana dan Kinan di runah barunya. Sekarang putrimu sudah 4 tahun, dia sudah tumbuh menjadi anak yang baik dan pintar. Nana cantik sepertimu Nak. . .Pasti kamu juga melihatbya setiap hari di surga bersama suamimu. . .-Batin Bunda.


Hai Li. . .Mamah datang bersama Nana, Bunda, Ayah dan juga Papah. Ada Nenek juga tapi dia di mobil. . . Sekarang Nana sedang bertambah umurnya, kami sedang menyiapkan pesta kecil-kecilan untuk Nana. Kami harap Nana senang Li, karena kami ingin yang terbaik untuknya. Dia putri yang manis sekali, dia memberi kehangatan dalam keluarga besar kami. Terimakasih sudah melahirkan putri yang cantik dan menggemaskan ini Li. . Kami akan meneruskan perjuanganmu untuk membesarkan Nana. -Batin Mamah.


"Opa. . .memang Ibu dan Ayah dimana? Kok aku tidak lihat?" Tanya Alina berbisik pada Ayah.


"Bunda dan Ayah di sini. . .di hati Alina. . .samoai kaoanpun mereka tetap di hati Nana daa di hati kami semua. Nana sellau doakan Bunda dan Ayah ya Nak. . "Ucap Ayah memangku Alina.


"Iya Opa. . .Nana sudah tidak mau nangis lagi, Nana tidak mau Mami juga nenangis. . ." Ucap Alina yang teringat kejadian beberapa minggu yang lalu.


"Alina anak pintar. . .Besok setiap minggu kita datang ke tempat Ibu dan Ayah ya Nak. Supaya Ibu dan Ayah bahagia melihat kita rajin memgunjunginya." Ucap Papah.


"Iya Opa. . Tapi Nenea dimana? Kenapa tidak ikut?" Tabya Alina yang baru sadar sejak tadi tidak ada Rayna disana.


"Nena sedang membantu Papi dan Mami di rumah. . setwlah ini kita makan dulu, lalu pulang ke rumah ya. . ." Ucap Papah.


"Nana boleh minta ice cream kan Opa?" Tanya Alina.


"Di rumah sudah ada ice cream . . " Ujar Ayah.


"Tidak ada Opa. . ." Ucap Alina.


"Ada sayang. . . Papi sudah beli ice crema untuk Alina. . ." Ujar Ayah.


"Banyak ya Opa?" Tanya Alina lagi.


"Tentu saja. . . "Ujar Ayah.

__ADS_1


Setelah dari makam mereka pergi untuk makan siang dulu karena Alina belum makan. Dan mereka sengaja mengundur waktu supaya di rumah sudah selesai dulu dan mereka sampai rumah tepat pada waktunya sesuai permintaan Randy dan Kinan.


__ADS_2